• (GFD-2024-16685) [SALAH] AirPods Memancarkan Radiasi EMF yang Berbahaya

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 16/03/2024

    Berita

    (Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):
    “AirPods membunuh Anda. Paparan EMF yang Anda peroleh dari AirPods benar-benar memasak dan mengacak-acak otak Anda”.

    Hasil Cek Fakta

    Akun TikTok @thesamknight membuat video dan mengunggahnya di akun pribadinya. Video itu menjelaskan bahwa AirPods akan mengacak-acak otak penggunanya karena menghasilkan radiasi EMF. @thesamknight juga menambahkan di kolom penjelasan bahwa paparan radiasi EMF menyebabkan energi medan jantung penggunanya menjadi tidak koheren. Video yang diunggah pada 21 September 2022 tersebut telah disukai oleh 606 orang, disimpan 159 kali, serta dibagikan ulang 236 kali.

    Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. Melansir dari pernyataan Jerrold Bushberg, seorang profesor klinis radiologi di Universitas California-Davis kepada AFP Fact Check, bahwa telah ada margin keselamatan yang cukup luas dan rinci yang diatur secara internasional. Jerrold menambahkan bahwa standar keselamatan tidak ditetapkan pada ambang batas antara bahaya dan selamat namun ditetapkan 50 kali lipat di bawah tingkatan ‘bahaya’.

    Selain itu, informasi serupa juga pernah dibahas oleh turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] AIRPODS MEMANCARKAN RADIASI EMF BERBAHAYA” dan dikategorikan sebagai konten yang menyesatkan.

    Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @thesamknight merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Konten yang menyesatkan. Tidak ada bukti valid yang mendukung klaim tersebut, serta emisi AirPod sudah terbukti berada di bawah standar yang ditetapkan oleh regulator AS dan pedoman internasional.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16684) [SALAH] Warga Kanada yang Tidak Divaksin COVID-19 Tidak Boleh Mendapatkan Donor Organ

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 16/03/2024

    Berita

    (Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):

    “Jadi warga Kanada yang tidak divaksin tidak dapat menerima transplantasi organ jika mereka tidak menerima vaksin COVID-19 yang tidak mengehentikan penularan atau infeksi, namun warga Kanada yang divaksinasi dapat menerima organ dari orang meninggal yang tidak divaksin. Fasisme Medis 101”.

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter @jjcromag menulis cuitan yang menyatakan bahwa warga Kanada yang tidak divaksin COVID-19 tidak diizinkan untuk menerima organ, namun warga Kanada yang divaksin boleh menjadi pendonor atau menerima donor dari orang meninggal yang tidak divaksin COVID-19. Cuitan yang ditulis pada 13 Juli 2023 tersebut telah disukai oleh 93 orang, dibagikan ulang sepuluh kali, serta telah dilihat lebih dari 2,500 kali.

    Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. Melansir dari artikel berita yang ditulis The Canadian Press, meskipun aturan medis di Kanada berbeda setiap provinsi, tetapi pada intinya tidak ada UU resmi di Kanada yang melarang warga Kanada yang tidak divaksin untuk menerima donor organ. The Canadian Press juga menjelaskan, vaksin COVID-19 merupakan pra-syarat yang penting sebelum seseorang menjadi pendonor atau menerima donor, terutama pada masa awal pandemi. Aturan ini juga telah disetujui secara konsensus oleh masyarakat Kanada yang dipublikasikan pada Januari 2024.

    Terlebih lagi, The Canadian Press menjelaskan, pada awal pandemi COVID-19, sebelum vaksin tersedia, penerima transplantasi paru-paru yang tertular COVID-19 memiliki tingkat kematian antara 25 sampai 30 persen.

    Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @jjcromag merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Konten yang menyesatkan. Pernyataan tersebut tidak sesuai konteks, karena rumah sakit Kanada hanya memberikan informasi bahwa vaksin merupakan salah satu syarat pra-transplantasi yang dimaksudkan untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan transplantasi, bukan menolak mentah-mentah orang yang tidak divaksin sebagai pendonor / penerima donor organ.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16683) [SALAH] Video Seorang ‘Jihadist’ Meledak Setelah Jatuh dari Hoverboard

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 16/03/2024

    Berita

    “Jihad gone wrong”.

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter bercentang biru @HasnaZaruriHai mengunggah video seorang pria yang jatuh saat mengendarai hoverboard, yang kemudian meledak. @HasnaZaruriHai menambahkan komentar bahwa aksi tersebut adalah aksi jihad yang tidak berhasil. Cuitan dan video yang diunggah pada 8 Maret tersebut telah disukai 514 orang, dikutip dan dibagikan ulang lebih dari 80 kali, serta telah dilihat lebih dari 22,000 kali.

    Setelah video tersebut ditelusuri, video itu sudah diedit. Video yang asli sudah beredar di internet sejak 2015, salah satunya diunggah oleh akun YouTube “admin admin”. Pada video tersebut terlihat video yang sama persis seperti yang diunggah @HasnaZaruriHai, namun pada akhirnya pria tersebut terjatuh dan tergeletak di jalan, bukan meledak.

    Video yang sama persis juga pernah diunggah oleh kanal berita Daily Mail di artikelnya yang berjudul “Painful moment man is sent hurtling down the road face-first after he loses his balance on speeding hoverboard in Dubai”. Tidak ada keterangan pria tersebut merupakan ‘jihadist’ yang meledak pada artikel Daily Mail tersebut. Pada videonya juga tidak ada adegan pria tersebut meledak.

    Dengan demikian, video dan informasi yang disebarkan oleh @HasnaZaruriHai merupakna konten parodi.

    Kesimpulan

    Konten parodi. Pada video yang asli, pria yang jatuh dari hoverboard tersebut tidak meledak.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16682) [SALAH] 3 lapis tembok beton di persiapkan di sekitaran gedung KPU Jelang 20 Maret!!

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 16/03/2024

    Berita

    “Sudah dipersiapkan dari sekarang.., apapun kondisinya pengumuman kemenangan 02 akan diumumkan oleh KPU…

    3 lapis tembok beton di persiapkan di sekitaran gedung KPU !!”

    Sumber Tiktok https://vt.tiktok.com/ZSF57maLW/ (https://archive.md/JftUb arsip)

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Tiktok dengan nama @mas.noor mengunggah sebuah video dengan klaim adanya penutupan jalan di depan gedung KPU dengan menggunakan beton 3 lapis untuk persiapan pengumuman kemenangan 02 pada 20 Maret mendatang.

    Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan adanya penutupan Jl Imam Bonjol sebagaimana klaim narasi pada video. Video yang dicantumkan merupakan cuplikan penutupan Jl Imam Bonjol pada 23 Februari 2024 lalu menjelang adanya aksi demonstrasi di depan gedung KPU.

    Dengan demikian klaim dalam video yang menyebut adanya penutupan Jl Imam Bonjol sekitaran gedung KPU menjelang pengumuman rekapitulasi hasil perhitungan suara pada 20 Maret 2024, tidak benar.

    Kesimpulan

    Faktanya, tidak ada penutupan jalan di Jl Imam Bonjol atau sekitaran gedung KPU menjelang pengumuman rekapitulasi hasil perhitungan suara pada 20 Maret 2024. Video yang digunakan merupakan cuplikan penutupan Jl Imam Bonjol menjelang adanya demo di depan gedung KPU pada 23 Februari 2024.

    Rujukan