• (GFD-2024-16698) [SALAH] Video Seorang Pria Ditangkap Karena Membawa Poster “HAMAS ARE TERRORISTS” Pada Saat Aksi Bela Palestina di London

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 16/03/2024

    Berita

    “A man carrying a ‘HAMAS ARE TERRORISTS’ sign….is arrest and dragged to the floor by the police. Also fully handcuffed.”

    Terjemahan: “Seorang pria yang membawa tanda ‘HAMAS ADALAH TERORIS’…. ditangkap dan diseret ke lantai oleh polisi. Juga diborgol.”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah video menunjukkan seorang pria ditangkap selama aksi bela Palestina di London beredar di media sosial. Video tersebut membagikan rekaman dengan klaim bahwa pria itu ditangkap karena membawa poster yang berisi pernyataan “Hamas adalah teroris”.

    Unggahan video itu dibagikan dengan disertai narasi, “Seorang pria yang membawa tanda ‘HAMAS ADALAH TERORIS’…. ditangkap dan diseret ke lantai oleh polisi. Juga diborgol.”

    Pihak kepolisian London atau yang disebut sebagai Metropolitan Police (MET), telah memberikan klarifikasi mengenai video yang beredar tersebut melalui unggahan di akun X/Twitter mereka @metpoliceuk.

    Dalam penjelasan yang diberikan, MET mengatakan jika pria tersebut ditangkap karena ia telah melakukan penyerangan selama aksi berlangsung, untuk menjaga agar situasi tetap damai dan kondusif maka MET pun langsung menangkap pria tersebut.

    Berdasarkan hal tersebut maka disimpulkan jika penangkapan pria tersebut tidak ada hubungannya dengan kertas bertuliskan “Hamas adalah teroris” yang ia bawa, tetapi ia ditangkap karena telah melakukan tindakan penyerangan selama aksi bela Palestina di London tersebut dilaksanakan.

    Kesimpulan

    Faktanya video penangkapan tersebut tidak ada hubungannya dengan tulisan “Hamas adalah teroris” yang ia bawa, pihak kepolisian London mengatakan jika pria itu ditangkap karena telah melakukan penyerangan saat aksi bela Palestina di London dilakukan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16697) [HOAKS] Komedian AS Amy Schumer Mengidap VAIDS

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 15/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Tersiar kabar komedian asal Amerika Serikat (AS), Amy Schumer, mengidap Vaccine Acquired Immunodeficiency Syndrome (VAIDS).

    Amy diklaim terkena VAIDS setelah mendapatkan booster vaksin Covid-19.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu hoaks.

    Kabar soal Amy Schumer mengidap VAIDS disebarkan oleh akun Facebook ini pada 27 Februari 2024.

    Berikut narasi yang ditulis:

    Amy Schumer Mengatakan Dia Mengidap VAIDS Setelah Booster Ketiga

    Amy Schumer mengungkapkan bahwa dia mengidap Vaccine Acquired Immune Deficiency Syndrome (VAIDS) yang parah sebagai akibat langsung dari mendapatkan beberapa suntikan COVID.

    Narasi serupa dalam bahasa Inggris ditemukan di akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Hasil Cek Fakta

    Seperti diberitakan Kompas.com, tidak ada penyakit atau kondisi medis yang dinamakan VAIDS.

    Istilah tersebut bermula dari teori konspirasi yang mengaitkan vaksin Covid-19 sebagai penyebab penyakit defisiensi imun atau AIDS.

    "Tidak ada vaksin yang menekan atau membuat timbulkan AIDS, atau membuat defisiensi pada imunitas. Bahkan tidak ada satu pun," kata epidemiolog Indonesia untuk Griffith University Australia, Dicky Budiman.

    Adapun kandungan vaksin Covid-19 tidak menyebabkan AIDS.

    Vaksin dirancang untuk merangsang antibodi agar belajar dan mengenali virus yang telah dilemahkan sebelumnya, sehingga seseorang lebih kebal terhadap suatu penyakit.

    Adapun Amy Schumer tidak menderita AIDS, melainkan endometriosis.

    Dilansir CBS News, Amy menjalani operasi pengangkatan rahim atau histerektomi untuk membantu mengobati penyakitnya.

    Endometriosis merupakan kelainan akibat tumbuhnya lapisan di luar rahim, seperti saluran tuba, ovarium, atau jaringan lain di sekitar area panggul, sehingga dapat menyebabkan kram yang menyakitkan saat menstruasi.

    Selain sakit saat menstruasi, endometriosis juga menyebabkan nyeri saat berhubungan intim, nyeri saat buang air kecil atau buang air besar, kista, infertilitas, dan sebagainya.

    Foto Amy di rumah sakit diambil dari unggahan Instagramnya, pada 19 September 2021.

    "Jika kamu mengalami sakit luar biasa saat menstruasi, kamu mungkin mengidap endometriosis," tulis Amy, dalam terjemahan bahasa Indonesia.

    Situs web yang menyebarkan informasi keliru soal penyakit Amy memiliki rekam jejak menyebarkan disinformasi.

    Media Bias Fact Check mengidentifikasi The People Voice sebagai situs yang memiliki bias ekstrem sayap kanan dan memiliki kredibilitas rendah.

    Situs web berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat, tersebut rutin menerbitkan artikel soal konspirasi dan propaganda sejak 2014 di bawah perusahaan induk Newspunch LLC.

    Kesimpulan

    Narasi soal Amy Schumer mengidap VAIDS adalah hoaks. Ia mengidap endometriosis, bukan VAIDS.

    Tidak ada penyakit atau kondisi medis yang disebut VAIDS. Istilah itu muncul dari teori konspirasi yang mengaitkan vaksin Covid-19 dengan defisiensi imun.

    Situs web penyebar narasi tersebut diidentifikasi memiliki bias ekstrem sayap kanan dan kredibilitas yang rendah.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16696) [HOAKS] Ma'ruf Amin Minta Rakyat Sisihkan Harta untuk Bantu Pemerintah

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 15/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar tangkapan layar judul artikel yang memuat pernyataan Wakil Presiden Ma'ruf Amin soal kas negara.

    Ma'ruf meminta masyarakat menyisihkan harta untuk membantu pemerintah karena kas negara menipis.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu hoaks.

    Tangkapan layar judul berita berisi pernyataan Ma'ruf yang meminta rakyat menyisihkan harta karena kas negara menipis ditemukan di akun Facebook ini, ini, dan ini.

    "Mau duit mah pemerintah gampang tinggal Naik kan Harga BBM, Naik kan Pajak, Impor Pangan," tulis salah satu akun, pada Sabtu (9/3/2024).

    Tangkapan layar serupa lebih dulu beredar di TikTok, salah satunya diunggah oleh akun ini, pada 6 September 2022.

    Berikut judul yang tertera pada tangkapan layar:

    Ma'ruf amin: kas negara menipis Ma'ruf Amin minta rakyat sisihkan harta bantu pemerintah.

    akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Sabtu (9/3/2024), berisi tangkapan layar berita Ma'ruf Amin minta rakyat sisihkan harta untuk bantu pemerintah.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse image search untuk menelusuri jejak digital gambar atau foto.

    Hasil pencarian di Google Lens mengarahkan ke artikel berita di Liputan6.com.

    Pada tangkapan layar tertera nama penulis Delvira Hutabarat dan keterangan waktu penayangan berita, yakni pada 31 Agustus 2022, pukul 20.09 WIB.

    Dengan petunjuk tersebut, Kompas.com menemukan berita asli berjudul "Ma'ruf Amin: Kekerasan di Ponpes Mencoreng Dunia Pesantren".

    Dikutip dari Liputan6, Ma'ruf meminta lingkungan pesantren untuk menjaga nilai-nilai Islam moderat (wasathiyyah) yang mengedepankan kesantunan dan cara-cara yang baik.

    Ia mengatakan, peristiwa kekerasan di salah satu pesantren di Tangerang tidak selaras dengan nilai Islam wasathiyyah dan ia meminta agar tidak terulang kembali di dunia pendidikan Islam.

    Pernyataan itu Ma'ruf sampaikan dalam ceramah umum, pada Rabu (31/08/2022). Namun, tidak terdapat keterangan mengenai lokasi ceramah.

    Berdasarkan pemberitaan Kompas.id, Ma'ruf memberikan ceramah umum di Auditorium Gedung Pusdiklat Al Muhajirien, Bekasi, Jawa Barat.

    Ceramah disampaikan kepada sivitas akademika dan guru Al Azhar seluruh Indonesia dalam rangka Milad Ke-37 Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai.

    Pada kesempatan tersebut, Wapres meminta agar jangan sampai terjadi kekerasan di sekolah-sekolah Islam, seperti Al Azhar.

    ”Sebab, kita ingin menjadikan generasi yang toleran. Kalau masih kecil sudah diajarkan kekerasan, ini akan bisa membawa sikap yang tidak baik,” kata dia.

    Kesimpulan

    Tangkapan layar judul berita yang memuat permintaan Ma'ruf agar masyarakat menyisihkan harta untuk membantu pemerintah adalah hoaks.

    Tangkapan layar bersumber dari artikel berita Liputan6.com yang judulnya diedit.

    Artikel aslinya memberitakan ceramah umum Wapres Ma'ruf Amin yang menyoroti kasus kekerasan di pesantren.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16695) Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini TKA China Hakimi Penduduk Lokal di Morowali

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 16/03/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video TKA asal China menghakimi penduduk lokal di Morowali, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 29 Februari 2024.
    Klaim video TKA China menghakimi penduduk lokal di Morowali menampilkan seorang mengenakan baju biru sedang tersungkur, kemudian ada sejumlah orang memberikan pukulan dan tendang ke orang yang tersungkur tersebut.
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:
    "Di MOROWALI ,,, TKA asal CINA mulai berani menghakimi penduduk lokal hingga parah ,,, Mohon Viralkan ke semua group , pemerintah harus bertanggung jawab dlm masalah ini , blm apa2 mereka disini sdh berani menganiaya bangsa Indonesia ini sdh keterlaluan kalau tdk secepatnya ditindak tambah sadis mereka sama bangsa kita , TLNG VIRALKAN"
    Benarkah klaim video TKA asal China menghakimi penduduk lokal di Morowali? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video TKA asal China menghakimi penduduk lokal di Morowali, dengan menangkap layar video tersebut untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image.
     
     
    Penelusuran mengarah pada artikel berujudul "Police: Man Being Beaten up in viral video is 'old case', suspect already accused in court" yang dimuat situs dayakdaily.com, pada 6 Oktober 2023.
    Artikel situs dayakdaily.com memuat foto yang identik dengan klaim.
     
    Artikel situs dayakdaily.com menyebutkan, video viral seorang lelaki dipukul sekelompok lelaki merupakan kasus lama dan telah menempuh proses pengadilan.
    Kepala Polisi Daerah Padawan Superintenden Abang Zainal Abidin Abang Ahmad mengatakan, lelaki yang dipukul dalam video tersebut terlibat dalam pencurian besi pada sebuah toko di Jalan Stepen Yong Kuching, Sarawak, Malaysia pada 25 Agustus 2023.
    Humas Polda Sulteng melalui akun X resminya @humaspolsulteng, pada 1 November 2023 telah membatah informasi dalam bentuk video yang diklaim TKA China menghakimi penduduk di Morowali.
    Berikut unggahan akun X @humaspolsulteng
    "Trimakasih informasinya, sehubungan video viral tentak TKA China yang berani menghakimi penduduk pribumi terjadi di Morowali Provinsi Sulteng, Itu tidak benar adanya dan kejadian berada ditempat lain.".
     
    Sumber:https://dayakdaily.com/police-man-being-beaten-up-in-viral-video-is-old-case-suspect-already-accused-in-court/
    https://twitter.com/humaspolsulteng/status/1719581914007556147?s=48&t=4HQaKNbTsqPPStmJwP2WVQ 

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video TKA asal China menghakimi penduduk lokal di Morowali tidak benar.
    Lelaki yang dipukul dalam video tersebut terlibat dalam pencurian besi pada sebuah toko di Jalan Stepen Yong Kuching, Sarawak, Malaysia pada 25 Agustus 2023. Humas Polda Sulteng melalui akun X resminya @humaspolsulteng, pada 1 November 2023 telah membatah informasi dalam bentuk video yang diklaim TKA China menghakimi penduduk di Morowali.