(GFD-2024-22370) Cek Fakta: Hoaks Soimah Bagikan Uang Rp 50 Juta Bagi Pengikutnya di Media Sosial
Sumber:Tanggal publish: 02/09/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video Soimah membagikan uang Rp 50 juta hanya dengan memberikan tanda suka dan membagikannya di media sosial. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 26 Agustus 2024.
Dalam postingan tersebut terdapat video dengan narasi:
"Selamat buat kamu yang melihat video ini, mae janji kasih kamu 50 juta hari ini bagi yang sudah follow tekan love dan panah. Ingat yang sudah follow ya ini resmi langsung dari ma'e. Yang bilang hoaks biarkan saja sing penting kamu sudah dapat"
Video itu juga disertai tulisan "Beneran kalian cukup tekan love dan panah mae transfer Rp 50.000.000"
Hingga saat ini postingan video tersebut telah mendapat 31,3 ribu likes, 14,7 ribu komentar, dan 3,7 ribu kali dibagikan.
Lalu benarkah postingan video Soimah membagikan uang Rp 50 juta hanya dengan memberikan tanda suka dan membagikannya di media sosial?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta beberapa kali menemukan hoaks penipuan dengan mencatut nama Soimah. Konten yang dibagikan para pembuat hoaks itu pun beragam.
Padahal sejak 28 Desember 2020, Soimah telah memberikan bantahannya terkait pembagian uang atau hadiah ini.
Soimah memastikan tidak pernah membagikan hadiah berupa uang saat live di Facebook. Ia pun menyebut, akun Facebook yang mencatut namanya merupakan modus penipuan.
Berikut isi postingannya:
"Halo gaes, jangan mudah percaya kalau ada akun abal-abal yang mengatasnamakan saya, saya enggak pernah bikin-bikin giveaway apalagi yang katanya live, kebetulan saudara saya dan teman saya iseng-iseng mantau dan kroscek ke saya.
Heii ... akun go***k, jangan menjadi penipu pakai nama orang ya, nanti kamu bakalan kena karma ditipu sama orang lho.
Untuk teman-teman yang budiman sekali jangan pernah percaya, seumur hidup saya enggak pernah bikin-bikin gituan di media manapun, jadi kalau ada akun atas nama saya bikin giveaway, itu jelas palsu, karena saya sudah menginformasikan ini, jadi kalau ada apa-apa tanggung sendiri risikonya ya."
Selain itu dalam kolom komentar dalam postingan itu terdapat ajakan untuk menghubungi nomor yang terdapat pada akun tersebut. Ini merupakan modus agar masyarakat mengklik tautan menuju website yang bisa mencuri data ataupun terhubung dengan pinjaman online ilegal.
Di sisi lain video yang diunggah dalam postigan di atas identik dengan video yang diunggah Soimah dalam akun Tiktoknya @soimah_pancawati yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.
Kesimpulan
Postingan video Soimah membagikan uang Rp 50 juta hanya dengan memberikan tanda suka dan membagikannya di media sosial adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2024-22371) Cek Fakta: Situs Ini Bukan Tempat Resmi Pendaftaran CPNS 2024
Sumber:Tanggal publish: 02/09/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim situs pendaftaran CPNS 2024, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 22 Agustus 2024.
Klaim situs pendaftaran CPNS 2024 berupa tulisan sebagai berikut.
"Syarat Umum Pendaftaran CPNS 2024
* Warga Negara Indonesia (WNI)
* Usia paling rendah 18 tahun sampai 35 tahun pada saat melamar
* Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan Jabatan
* Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan Jabatan yang dilamar
* Penempatan Sesuai Domisili/Daerah Masing-masing
* Peserta tidak sedang berstatus sebagai CPNS, PNS, TNI, dan sejenisnyaSyarat Administrasi
* Kartu keluarga (KK)
* Kartu tanda penduduk (KTP) atau surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
* Swafoto (selfie)
* Dokumen lain yang diperlukan sesuai dengan instansi atau kementerian tujuan
Pendaftaran Disini Gratis Yah Tidak Dipungut Biaya👇"
Tulisan tersebut pun mengarahkan penerima informasi untuk mendaftar dengan mengakses tautan berikut ini.
"https://pendaftaraan-cpns-dan-p3k-tahun-2024.logkad.com/ap1/?fbclid=IwY2xjawFCC05leHRuA2FlbQIxMQABHTcQ_IHKihYkcVtN8d1a5eyVaGgx7Xa1qlTITjPxsmCvSxLBPHHLPpc1FQ_aem_BQs6D6O_4veC0hydWxTfAw"
Jika tautan tersebut diklik mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital, yang meminta data pribadi seperti nama lengkap sesuai e-KTP, usia, jenis klaim nomor telepon telegram aktif.
Benarkah klaim situs pendaftaran CPNS 2024? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim situs pendaftaran CPNS 2024, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Pendaftaran CPNS 2024 Dibuka Hari Ini: Catat Link, Cara Daftar hingga Syaratnya" yang dimuat Liputan6.com, pada 20 Agustus 2024.
Artikel Liputan6.com menyebutkan, pendaftaran CPNS 2024 ini bisa diakses melalui link nantinya bisa dilakukan melalui link Sscasn.bkn.go.id. Proses pendaftaran akan dilakukan melalui portal SSCASN BKN mulai tanggal 20 Agustus 2024 Pukul 17.08.45 WIB sampai dengan 06 September 2024.
"Jadi selain mengecek lowongan formasi melalui kanal penerimaan CPNS Tahun 2024 di masing-masing instansi, pelamar juga dapat melihat keterangan formasi jabatan yang akan dilamar pada menu pencarian informasi tentang detail formasi di portal SSCASN BKN," dikutip dari keterangan tertulis BKN, Selasa (20/8/2024).
Lantas bagaimana cara daftar CPNS 2024?
Pendaftaran CPNS dan PPPK biasanya bisa dilakukan melalui situs resmi SSCASN atau melalui link sscasn.bkn.go.id. Lebih jelasnya lagi berikut ini adalah cara mendaftar CPNS:
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim situs pendaftaran CPNS 2024 tidak benar.
Pendaftaran CPNS 2024 ini bisa diakses melalui link nantinya bisa dilakukan melalui link sscasn.bkn.go.id. Proses pendaftaran akan dilakukan melalui portal SSCASN BKN mulai tanggal 20 Agustus 2024 Pukul 17.08.45 WIB sampai dengan 06 September 2024.
(GFD-2024-22374) [HOAKS] Wabah Mpox Telah Menyebar di Papua Nugini pada Agustus 2024
Sumber:Tanggal publish: 02/09/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi yang mengeklaim wabah monkeypox (Mpox) atau cacar monyet telah menyebar ke Papua Nugini, dan menginfeksi sekitar 5 persen populasi.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi wabah Mpox menyebar di Papua Nugini dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini, pada 26-27 Agustus 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
Wabah mpox di PNG
Virus Mpox baru menyebar secara global, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari ini mengumumkan bahwa itu adalah penyakit yang sangat berbahaya yang berpotensi membunuh banyak orang dalam satu hari.
Di Papua Nugini, virus Mpox sudah tiba, dan sekitar 5% dari populasi terinfeksi.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi wabah Mpox menyebar di Papua Nugini dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini, pada 26-27 Agustus 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
Wabah mpox di PNG
Virus Mpox baru menyebar secara global, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari ini mengumumkan bahwa itu adalah penyakit yang sangat berbahaya yang berpotensi membunuh banyak orang dalam satu hari.
Di Papua Nugini, virus Mpox sudah tiba, dan sekitar 5% dari populasi terinfeksi.
Hasil Cek Fakta
Narasi wabah Mpox di Papua Nugini dibantah oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Departemen Kesehatan Papua Nugini.
Kedua lembaga menerbitkan pernyataan gabungan yang dipublikasikan akun Facebook resmi WHO Papua New Guinea, pada Rabu (28/8/2024).
"Penting untuk diklarifikasi bahwa pada tahap ini, belum ada wabah Mpox yang terkonfirmasi di Papua Nugini," demikian pernyataan tersebut.
Sementara itu, menurut penelusuran AAP Fact-Check, foto yang disertakan dalam narasi berasal dari pasien Mpox di Republik Demokratik Kongo, bukan Papua Nugini.
Dilansir dari pemberitaan BBC, Republik Demokratik Kongo menyumbang hampir semua kasus yang tercatat pada tahun ini dengan lebih dari 450 kematian.
Kedua lembaga menerbitkan pernyataan gabungan yang dipublikasikan akun Facebook resmi WHO Papua New Guinea, pada Rabu (28/8/2024).
"Penting untuk diklarifikasi bahwa pada tahap ini, belum ada wabah Mpox yang terkonfirmasi di Papua Nugini," demikian pernyataan tersebut.
Sementara itu, menurut penelusuran AAP Fact-Check, foto yang disertakan dalam narasi berasal dari pasien Mpox di Republik Demokratik Kongo, bukan Papua Nugini.
Dilansir dari pemberitaan BBC, Republik Demokratik Kongo menyumbang hampir semua kasus yang tercatat pada tahun ini dengan lebih dari 450 kematian.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi wabah Mpox menyebar di Papua Nugini adalah hoaks.
WHO dan Departemen Kesehatan Papua Nugini mengatakan, sampai saat ini belum ada wabah Mpox yang terkonfirmasi di negara tersebut.
WHO dan Departemen Kesehatan Papua Nugini mengatakan, sampai saat ini belum ada wabah Mpox yang terkonfirmasi di negara tersebut.
Rujukan
- https://www.facebook.com/NhayTasol03/posts/pfbid02PP3uEZmFVFVfRhQqzt1qdHCKJWXW4AzHsYFFCqZKuUcVMU9Romdr1HqPx2gHr3w1l
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0v8Zainswxkv7cpKcWcgC3UrqHwYR2J48BKcuQzwkNUnVwssCeEyHQLFsEMPZ98kMl&id=61559815816160
- https://www.facebook.com/WHOPapuaNewGuinea/posts/pfbid0HeqLn37tyhC6duzd6h9JNuZ8BCHoS9RgAxRMH7BeEaC2RmTBSiXSQGG3EaakwnzKl?rdid=1b9Ph8doiBRV33Q6
- https://www.aap.com.au/factcheck/png-mpox-outbreak-claims-are-viral-misinformation/
- https://www.kompas.com/global/read/2024/08/27/113500070/begini-kondisi-anak-anak-di-rd-kongo-yang-terdampak-mpox-dokter--jangan?page=all
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22375) Cek fakta, Pratama Arhan dicoret dari Timas karena isu perselingkuhan istrinya
Sumber:Tanggal publish: 02/09/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video TikTok yang menarasikan pelatih Timnas sepak bola Indonesia Shin Tae-yong mencoret nama Pratama Arhan dari daftar pemain kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang karena isu perselingkuhan istrinya, Azizah Salsha.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Karena perselingkuhan itu,kita tidak bisa melihat Penampilan Bek kita Pratama Arhan di WC quality nnti, stay strong Arhan”
Namun, benarkah Pratama Arhan dicoret STY dari permainan kualifikasi Piala Dunia karena isu perselingkuhan istrinya?
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Karena perselingkuhan itu,kita tidak bisa melihat Penampilan Bek kita Pratama Arhan di WC quality nnti, stay strong Arhan”
Namun, benarkah Pratama Arhan dicoret STY dari permainan kualifikasi Piala Dunia karena isu perselingkuhan istrinya?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tangkapan layar artikel dalam unggahan video tersebut merupakan artikel Suara.com yang berjudul “Pratama Arhan Bakal Dicoret Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia Usai Isu Perlingkuhan Azizah Salsha?”.
Dalam artikel tersebut, dinarasikan dugaan perselingkuhan istri Pratama Arhan, Azizah Salsha, mewarnai jagat sepak bola Tanah Air. Shin Tae-yong pun disarankan coret nama Arhan Pratama dari skuad Timnas Indonesia karena isu perselingkungan sang istri, Azizah Salsha.
Namun, pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong akan tetap memanggil Pratama Arhan meski sempat ragu karena pemain bertahan ini tak banyak dimainkan oleh klubnya, Suwon FC, dalam Liga Korea Selatan.
"Sebelum ada masalah ini (masalah pribadi Arhan) saya sudah berpikir apakah harus memilih dia atau tidak, karena di Liga Korea pun dia sama sekali tidak masuk daftar nama Suwon FC," kata Shin, dilansir dari ANTARA.
Shin mengatakan dirinya tetap memilih Arhan untuk masuk ke dalam skuad timnas dengan berbagai pertimbangan.
"Ya baru kejadian, ada masalah seperti ini," sambung Shin.
Sebelumnya, mantan pemain PSIS Semarang tersebut hanya memainkan satu pertandingan bersama dengan Suwon FC pada Mei lalu saat bersua Jeju United.
Dalam laga itu Arhan mendapatkan kartu merah ketika baru tampil selama tiga menit sehingga dilarang bermain pada dua pertandingan dan hingga kini belum masuk daftar skuad Suwon FC.
Meskipun demikian Shin menilai Arhan salah satu pilar penting skuad Garuda dan pemain pekerja keras yang sangat disayangkan jika tak masuk timnas.
Dilansir dari ANTARA, diketahui Shin Tae-yong memanggil 26 pemain untuk lawan Arab Saudi dan Australia, dan nama Pratama Arhan masuk dalam daftar 26 pemain tersebut.
Klaim:Â Pratama Arhan dicoret STY dari permainan kualifikasi Piala Dunia karena isu perselingkuhan istrinya
Rating:Â Disinformasi
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Dalam artikel tersebut, dinarasikan dugaan perselingkuhan istri Pratama Arhan, Azizah Salsha, mewarnai jagat sepak bola Tanah Air. Shin Tae-yong pun disarankan coret nama Arhan Pratama dari skuad Timnas Indonesia karena isu perselingkungan sang istri, Azizah Salsha.
Namun, pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong akan tetap memanggil Pratama Arhan meski sempat ragu karena pemain bertahan ini tak banyak dimainkan oleh klubnya, Suwon FC, dalam Liga Korea Selatan.
"Sebelum ada masalah ini (masalah pribadi Arhan) saya sudah berpikir apakah harus memilih dia atau tidak, karena di Liga Korea pun dia sama sekali tidak masuk daftar nama Suwon FC," kata Shin, dilansir dari ANTARA.
Shin mengatakan dirinya tetap memilih Arhan untuk masuk ke dalam skuad timnas dengan berbagai pertimbangan.
"Ya baru kejadian, ada masalah seperti ini," sambung Shin.
Sebelumnya, mantan pemain PSIS Semarang tersebut hanya memainkan satu pertandingan bersama dengan Suwon FC pada Mei lalu saat bersua Jeju United.
Dalam laga itu Arhan mendapatkan kartu merah ketika baru tampil selama tiga menit sehingga dilarang bermain pada dua pertandingan dan hingga kini belum masuk daftar skuad Suwon FC.
Meskipun demikian Shin menilai Arhan salah satu pilar penting skuad Garuda dan pemain pekerja keras yang sangat disayangkan jika tak masuk timnas.
Dilansir dari ANTARA, diketahui Shin Tae-yong memanggil 26 pemain untuk lawan Arab Saudi dan Australia, dan nama Pratama Arhan masuk dalam daftar 26 pemain tersebut.
Klaim:Â Pratama Arhan dicoret STY dari permainan kualifikasi Piala Dunia karena isu perselingkuhan istrinya
Rating:Â Disinformasi
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
Halaman: 2919/7923
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4934091/original/043279100_1725238391-cek_fakta_soimah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4934217/original/059289000_1725248201-pendaftaran_CPNs.jpg)
