KOMPAS.com - Rebusan bawang bombai dan minuman bersoda diklaim dapat mengobati penyakit diabetes.
Tips kesehatan tersebut beredar di Facebook melalui sebuah video yang telah diputar 1,9 juta kali dan mendapatkan lebih dari 11.000 likes serta 1.300 komentar.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Tips kesehatan yang mengeklaim rebusan bawang bombai dan minuman bersoda dapat mengatasi diabetes disebarkan oleh akun Facebook ini pada Selasa (27/8/2024). Arsipnya dapat dilihat di sini.
Berikut narasi yang ditulis:
Jika Anda seorang penderita diabetes, tonton saja video ini....
Ramuan dari rebusan bawang bombai dan minuman bersoda diklaim dapat mengatasi kelebihan gula hanya dalam satu hari.
(GFD-2024-22451) [HOAKS] Rebusan Bawang Bombai dan Soda Mengobati Diabetes
Sumber:Tanggal publish: 03/09/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Penyakit diabetes yang menyebabkan gula atau glukosa tinggi dalam darah adalah diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 2 terjadi karena pankreas tidak memproduksi cukup insulin sehingga memengaruhi cara tubuh memproses glukosa.
Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam memastikan kepada Kompas.com, narasi dalam video merupakan hoaks.
"Makanan dengan kadar gula yang tinggi tentu harus kita hindari," kata Ari.
"Di dalam mengobati pasien diabetes, selain obat-obatan tetapi juga terapi non farmakologi, dan juga gaya hidup yang sehat," lanjutnya.
Gaya hidup yang dimaksud, misalnya rutin olahraga agar dapat membantu mengontrol berat badan resistensi insulin.
Bawang bombai atau Allium cepa L memang mengandung zat yang memiliki banyak fungsi untuk mengatur kadar glukosa darah.
Misalnya, minyak atsiri dengan senyawa sulfur (allicin dan alliin), flavonoids (kuersetin) dan kalsium.
Penelitian yang dilakukan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melakukan penelitian pada mencit. Hasilnya menunjukkan, air rebusan bawang bombai dapat meregulasi kadar glukosa darah.
Penelitian pengaruh bawang bombai pada gula darah dalam tikus juga dilakukan mahasiswa Universitas Medan Area.
Hasilnya, bawang bombai dapat memberikan efek menurunkan kadar glukosa darah tikus putih galur wistar.
Kendati demikian, belum ada penelitian yang secara spesifik membuktikan rebusan bawang bombai dan minuman bersoda dapat mengatasi diabetes.
Dokter penyakit dalam dari Junior Doctors Network (JDN) Indonesia, Andi Khomeini Takdir mengatakan, rebusan bawang bawang bombai dan minuman bersoda tidak dapat menyembuhkan diabetes.
"(Narasi itu) tidak benar. Tapi kalau ada yang mau melakukan uji klinisnya boleh saja," kata Andi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/9/2024).
Namun faktanya, penderita diabetes tipe 2 umumnya dianjurkan untuk mengurangi konsumsi minuman bersoda yang mengandung gula tinggi.
"Tidak dianjurkan. Kalau pun mau (minum minuman bersoda), ya jangan sering dan jangan banyak," tutur Andi.
Diabetes tipe 2 terjadi karena pankreas tidak memproduksi cukup insulin sehingga memengaruhi cara tubuh memproses glukosa.
Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam memastikan kepada Kompas.com, narasi dalam video merupakan hoaks.
"Makanan dengan kadar gula yang tinggi tentu harus kita hindari," kata Ari.
"Di dalam mengobati pasien diabetes, selain obat-obatan tetapi juga terapi non farmakologi, dan juga gaya hidup yang sehat," lanjutnya.
Gaya hidup yang dimaksud, misalnya rutin olahraga agar dapat membantu mengontrol berat badan resistensi insulin.
Bawang bombai atau Allium cepa L memang mengandung zat yang memiliki banyak fungsi untuk mengatur kadar glukosa darah.
Misalnya, minyak atsiri dengan senyawa sulfur (allicin dan alliin), flavonoids (kuersetin) dan kalsium.
Penelitian yang dilakukan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melakukan penelitian pada mencit. Hasilnya menunjukkan, air rebusan bawang bombai dapat meregulasi kadar glukosa darah.
Penelitian pengaruh bawang bombai pada gula darah dalam tikus juga dilakukan mahasiswa Universitas Medan Area.
Hasilnya, bawang bombai dapat memberikan efek menurunkan kadar glukosa darah tikus putih galur wistar.
Kendati demikian, belum ada penelitian yang secara spesifik membuktikan rebusan bawang bombai dan minuman bersoda dapat mengatasi diabetes.
Dokter penyakit dalam dari Junior Doctors Network (JDN) Indonesia, Andi Khomeini Takdir mengatakan, rebusan bawang bawang bombai dan minuman bersoda tidak dapat menyembuhkan diabetes.
"(Narasi itu) tidak benar. Tapi kalau ada yang mau melakukan uji klinisnya boleh saja," kata Andi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/9/2024).
Namun faktanya, penderita diabetes tipe 2 umumnya dianjurkan untuk mengurangi konsumsi minuman bersoda yang mengandung gula tinggi.
"Tidak dianjurkan. Kalau pun mau (minum minuman bersoda), ya jangan sering dan jangan banyak," tutur Andi.
Kesimpulan
Tips kesehatan yang mengeklaim rebusan bawang bombai dan minuman bersoda dapat mengatasi diabetes merupakan hoaks.
Bawang bombai memang dapat menurunkan glukosa dalam darah, berdasarkan uji coba pada mencit dan tikus.
Namun penderita diabetes tipe 2 umumnya dianjurkan mengurangi konsumsi minuman bersoda yang mengandung gula tinggi.
Bawang bombai memang dapat menurunkan glukosa dalam darah, berdasarkan uji coba pada mencit dan tikus.
Namun penderita diabetes tipe 2 umumnya dianjurkan mengurangi konsumsi minuman bersoda yang mengandung gula tinggi.
Rujukan
- https://www.facebook.com/61564307385926/videos/1374147133541944/
- https://ghostarchive.org/archive/oWy1L
- https://www.kompas.com/tren/read/2023/03/20/090600965/diabetes-tipe-2--gejala-penyebab-faktor-risiko-komplikasi-dan-pencegahannya?page=all#:~:text=KOMPAs.com%20%2D%20Diabetes%20tipe%202,tidak%20dapat%20membuat%20cukup%20insulin.
- https://e-journal.unair.ac.id/CMSNJ/article/view/12727
- https://repositori.uma.ac.id/jspui/bitstream/123456789/24365/1/098700021%20-%20Yunesya%20Elfira%20Devi%20Fulltext.pdf
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22456) [HOAKS] Daftar Merek Motor yang Dilarang Gunakan Pertalite Awal September 2024
Sumber:Tanggal publish: 03/09/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar unggahan di media sosial dengan narasi yang mengeklaim daftar sejumlah merek motor yang dilarang menggunakan Pertalite pada awal September 2024.
Pertalite merupakan bahan bakar minyak (BBM) yang masih diberi subsidi oleh pemerintah, sehingga harganya lebih terjangkau.
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.
Unggahan soal daftar merek motor yang dilarang menggunakan Pertalite muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Unggahan diberi keterangan:
Daftar motor yang dilarang pakai pertalite
Pertalite merupakan bahan bakar minyak (BBM) yang masih diberi subsidi oleh pemerintah, sehingga harganya lebih terjangkau.
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.
Unggahan soal daftar merek motor yang dilarang menggunakan Pertalite muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Unggahan diberi keterangan:
Daftar motor yang dilarang pakai pertalite
Hasil Cek Fakta
Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari menjelaskan, informasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Menurut dia, tidak ada kebijakan dari pemerintah yang melarang merek motor tertentu menggunakan Pertalite.
"Tidak benar, hoaks. Hingga saat ini pemerintah tidak ada kebijakan melarang kendaraan-kendaraan tersebut untuk membeli Pertalite," kata Heppy kepada Kompas.com, Selasa (3/9/2024).
Heppy mengatakan, sampai saat ini Pertamina masih melayani pembelian Pertalite untuk merek motor yang ada dalam unggahan.
Sebelumnya di media sosial juga muncul unggahan keliru berisi daftar mobil yang dilarang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Agustus 2024.
Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini.
Menurut dia, tidak ada kebijakan dari pemerintah yang melarang merek motor tertentu menggunakan Pertalite.
"Tidak benar, hoaks. Hingga saat ini pemerintah tidak ada kebijakan melarang kendaraan-kendaraan tersebut untuk membeli Pertalite," kata Heppy kepada Kompas.com, Selasa (3/9/2024).
Heppy mengatakan, sampai saat ini Pertamina masih melayani pembelian Pertalite untuk merek motor yang ada dalam unggahan.
Sebelumnya di media sosial juga muncul unggahan keliru berisi daftar mobil yang dilarang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Agustus 2024.
Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini.
Kesimpulan
Unggahan pada awal September 2024 yang berisi daftar merek motor dilarang menggunakan Pertalite tidak benar atau hoaks.
Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari menjelaskan, hingga September 2024 ini Pertamina masih melayani pembelian Pertalite untuk merek motor yang ada dalam unggahan.
Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari menjelaskan, hingga September 2024 ini Pertamina masih melayani pembelian Pertalite untuk merek motor yang ada dalam unggahan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/SPBc9uCJQHeXQFPt/?mibextid=oFDknk
- https://www.facebook.com/share/p/gHKHdCMWuK9VNQG6/?mibextid=oFDknk
- https://www.facebook.com/share/p/K1trSFfrTkSe55hQ/?mibextid=oFDknk
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/07/24/153500782/hoaks-daftar-merek-mobil-yang-dilarang-pakai-bbm-bersubsidi
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22360) Berita Fakta Atau Hoax? Cek Disini - Liputan6.com
Sumber:Tanggal publish: 02/09/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim mulai 1 September 2024 Pertalite tidak dijual lagi di SPBU Pertamina, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 29 Agustus 2024.
Klaim mulai 1 September 2024 Pertalite tidak dijual lagi di SPBU Pertamina berupa tulisan sebagai berikut.
"Mulai 1 September 2024 Pertalite tidak akan dijual lagi di SPBU Pertamina.
Wacana soal bensin paling murah ini memang sudah mulai ramai sejak bulan lalu, mulai dari rencana dihapus sampai dibatasi."
Benarkah klaim mulai 1 September 2024 Pertalite tidak dijual lagi di SPBU Pertamina? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim mulai 1 September 2024 Pertalite tidak dijual lagi di SPBU Pertamina, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Awas Hoax, Pertamina Tetap Jual Pertalite 1 September 2024" yang dimuat situs Liputan6.com.
Dalam artikel Liputan6.com, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menyatakan, tidak ada rencana penghentian distribusi BBM jenis Pertalite pada 1 September 2024.
"Masyarakat tidak perlu termakan berita hoax. Pertalite akan terus kami salurkan sesuai kuota yang ditetapkan Pemerintah," tegas Heppy dalam keterangan resmi, Sabtu (31/8/2024).
Meskipun di sisi lain, ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga terus mendukung upaya pemerintah agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Dengan cara melakukan pendataan pengguna BBM Subsidi melalui pendaftaran QR Code pada laman www.subsiditepat.mypertamina.id.
1. Persiapan Dokumen:
Siapkan dokumen yang dibutuhkan, meliputi:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)
- Foto Kendaraan
- Dokumen pendukung lainnya jika diperlukan
2. Akses Website:
Buka website resmi Subsidi Tepat MyPertamina di alamat subsiditepat.mypertamina.id
3. Persetujuan Persyaratan:
Baca dengan seksama dan centang informasi yang menyatakan Anda memahami persyaratan yang berlaku.
4. Pendaftaran:
Klik tombol "Daftar Sekarang" untuk memulai proses pendaftaran.
5. Mengikuti Instruksi:
Ikuti setiap instruksi yang diberikan dalam website tersebut. Isi semua informasi yang diminta dengan lengkap dan akurat.
6. Menunggu Verifikasi:
Setelah menyelesaikan pendaftaran, tunggu proses pencocokan data yang dapat memakan waktu maksimal 7 hari kerja. Anda akan diberitahu melalui alamat email yang telah didaftarkan. Alternatifnya, Anda dapat secara berkala memeriksa status pendaftaran di website.
7. Mengunduh QR Code:
Apabila pendaftaran Anda sudah terkonfirmasi, unduh (download) kode QR yang diberikan. Simpan kode QR ini dengan baik karena akan digunakan untuk bertransaksi di SPBU Pertamina.
Kesimpulan
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim mulai 1 September 2024 Pertalite tidak dijual lagi di SPBU Pertamina tidak benar.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menyatakan, tidak ada rencana penghentian distribusi BBM jenis Pertalite pada 1 September 2024.
(GFD-2024-22362) Berita Fakta Atau Hoax? Cek Disini - Liputan6.com
Sumber:Tanggal publish: 02/09/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim mulai 1 September 2024 Pertalite tidak dijual lagi di SPBU Pertamina, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 29 Agustus 2024.
Klaim mulai 1 September 2024 Pertalite tidak dijual lagi di SPBU Pertamina berupa tulisan sebagai berikut.
"Mulai 1 September 2024 Pertalite tidak akan dijual lagi di SPBU Pertamina.
Wacana soal bensin paling murah ini memang sudah mulai ramai sejak bulan lalu, mulai dari rencana dihapus sampai dibatasi."
Benarkah klaim mulai 1 September 2024 Pertalite tidak dijual lagi di SPBU Pertamina? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim mulai 1 September 2024 Pertalite tidak dijual lagi di SPBU Pertamina, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Awas Hoax, Pertamina Tetap Jual Pertalite 1 September 2024" yang dimuat situs Liputan6.com.
Dalam artikel Liputan6.com, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menyatakan, tidak ada rencana penghentian distribusi BBM jenis Pertalite pada 1 September 2024.
"Masyarakat tidak perlu termakan berita hoax. Pertalite akan terus kami salurkan sesuai kuota yang ditetapkan Pemerintah," tegas Heppy dalam keterangan resmi, Sabtu (31/8/2024).
Meskipun di sisi lain, ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga terus mendukung upaya pemerintah agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Dengan cara melakukan pendataan pengguna BBM Subsidi melalui pendaftaran QR Code pada laman www.subsiditepat.mypertamina.id.
1. Persiapan Dokumen:
Siapkan dokumen yang dibutuhkan, meliputi:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)
- Foto Kendaraan
- Dokumen pendukung lainnya jika diperlukan
2. Akses Website:
Buka website resmi Subsidi Tepat MyPertamina di alamat subsiditepat.mypertamina.id
3. Persetujuan Persyaratan:
Baca dengan seksama dan centang informasi yang menyatakan Anda memahami persyaratan yang berlaku.
4. Pendaftaran:
Klik tombol "Daftar Sekarang" untuk memulai proses pendaftaran.
5. Mengikuti Instruksi:
Ikuti setiap instruksi yang diberikan dalam website tersebut. Isi semua informasi yang diminta dengan lengkap dan akurat.
6. Menunggu Verifikasi:
Setelah menyelesaikan pendaftaran, tunggu proses pencocokan data yang dapat memakan waktu maksimal 7 hari kerja. Anda akan diberitahu melalui alamat email yang telah didaftarkan. Alternatifnya, Anda dapat secara berkala memeriksa status pendaftaran di website.
7. Mengunduh QR Code:
Apabila pendaftaran Anda sudah terkonfirmasi, unduh (download) kode QR yang diberikan. Simpan kode QR ini dengan baik karena akan digunakan untuk bertransaksi di SPBU Pertamina.
Kesimpulan
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim mulai 1 September 2024 Pertalite tidak dijual lagi di SPBU Pertamina tidak benar.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menyatakan, tidak ada rencana penghentian distribusi BBM jenis Pertalite pada 1 September 2024.
Halaman: 2917/7923
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4933804/original/077017400_1725183136-pertalite_1_september.jpg)