MULY0NO DIG3RUDUK MASSA!! RIBUAN MASSA DUDUKI IST4NA RAJA JAWA – BREAKING NEWS
BENDERA PERANG BERKIBAR
TNI PASANG BADAN GANDENG MASSA GERUDUK ISTANA
(GFD-2024-22412) [SALAH] TNI PASANG BADAN GANDENG MASSA GERUDUK ISTANA
Sumber: youtube.comTanggal publish: 03/09/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Sebuah video bernarasikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) pasang badan gandeng massa geruduk istana beredar dari channel youtube bernama Infotama News pada 30 Agustus 2024. Klaim ini diperkuat dengan gambar thumbnail puluhan TNI bersama massa demonstran.
Setelah ditelusuri, thumbnail yang ditampilkan tersebut merupakan momen ketika puluhan TNI Angkatan Darat maju ke barisan depan barkade penahan massa akasi 22 Mei di kawasan Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu 22 Mei 2019.
Gambar aslinya dimuat dalam artikel kabar24.bisnis.com dengan judul “AKSI 22 MEI : Massa Sambut Kedatangan TNI yang Ikut Mengamankan Demonstrasi”.
Pada awal video terdapat narasi yang membahas tentang gelombang demonstrasi untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap sikap Presiden Joko Widodo dan DPR yang menolak mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait RUU Pilkada. Narasi tersebut bersumber dari artikel rmol.id berjudul “Rakyat Sudah Lama Memendam Amarah ke Jokowi”.
Selain itu narator juga membacakan artikel lain dari rmol.id yang berjudul “Modal Putusan MK, PDIP Bisa Kalahkan Jokowi dengan Usung Anies”. Dalam artikel ini membahas tentang analis politik Hendri Satrio yang mengatakan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 60/PUU-XXII/2024 yang mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah membuka jalan bagi PDIP untuk megusung kader internal dan bahkan tidak menutup kemungkinan untuk mengusung Anies Baswedan.
Dengan demikian, klaim narasi yang membahas TNI pasang badan gandeng massa geruduk istana adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Setelah ditelusuri, thumbnail yang ditampilkan tersebut merupakan momen ketika puluhan TNI Angkatan Darat maju ke barisan depan barkade penahan massa akasi 22 Mei di kawasan Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu 22 Mei 2019.
Gambar aslinya dimuat dalam artikel kabar24.bisnis.com dengan judul “AKSI 22 MEI : Massa Sambut Kedatangan TNI yang Ikut Mengamankan Demonstrasi”.
Pada awal video terdapat narasi yang membahas tentang gelombang demonstrasi untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap sikap Presiden Joko Widodo dan DPR yang menolak mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait RUU Pilkada. Narasi tersebut bersumber dari artikel rmol.id berjudul “Rakyat Sudah Lama Memendam Amarah ke Jokowi”.
Selain itu narator juga membacakan artikel lain dari rmol.id yang berjudul “Modal Putusan MK, PDIP Bisa Kalahkan Jokowi dengan Usung Anies”. Dalam artikel ini membahas tentang analis politik Hendri Satrio yang mengatakan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 60/PUU-XXII/2024 yang mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah membuka jalan bagi PDIP untuk megusung kader internal dan bahkan tidak menutup kemungkinan untuk mengusung Anies Baswedan.
Dengan demikian, klaim narasi yang membahas TNI pasang badan gandeng massa geruduk istana adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
Tidak ditemukan pemberitaan terkait TNI pasang badan gandeng massa geruduk istana. Dalam video tersebut hanya berisi gabungan dari beberapa cuplikan video berbeda yang tidak mendukung klaim narasi.
Tidak ditemukan pemberitaan terkait TNI pasang badan gandeng massa geruduk istana. Dalam video tersebut hanya berisi gabungan dari beberapa cuplikan video berbeda yang tidak mendukung klaim narasi.
Rujukan
- https://kabar24.bisnis.com/read/20190522/15/925965/aksi-22-mei-massa-sambut-kedatangan-tni-yang-ikut-mengamankan-demonstrasi
- https://rmol.id/read/2024/08/25/634142/rakyat-sudah-lama-memendam-amarah-ke-jokowi-
- https://rmol.id/politik/read/2024/08/20/633433/modal-putusan-mk-pdip-bisa-kalahkan-jokowi-dengan-usung-anies
(GFD-2024-22413) [SALAH] KAESANG DIPANGGIL PAKSA KPK
Sumber: youtube.comTanggal publish: 03/09/2024
Berita
KAESANG DI PANGGIL KPK ?.@garispolitik1320
MENGEJUTKAN..!
DI PANGGIL PAKSA KPK?
GRATIFIKASI KAESANG SERET GIBRAN & JKW
MENGEJUTKAN..!
DI PANGGIL PAKSA KPK?
GRATIFIKASI KAESANG SERET GIBRAN & JKW
Hasil Cek Fakta
Channel youtube bernama Garis Politik membagikan sebuah video yang menampilkan thumbnail Kaesang Pangarep seolah berada di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan narasi yang menyatakan bahwa Kaesang dipanggil paksa oleh KPK. Video tersebut diunggah pada 31 Agustus 2024.
Setelah menonton keseluruhan dari isi video, tidak ditemukan informasi terkait klaim yang beredar. Video tersebut hanya berisi cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan.
Narator dalam video hanya membacakan ulang artikel dari tribunnews.com berjudul “Kirim Utusan Klarifikasi Kaesang, KPK Disentil Boyamin Saiman: Aneh Kalau Mereka Mendatangi”.
Artikel ini membahas tentang upaya Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan klarifikasi kepada putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep terkait dugaan gratifikasi jet pribadi yang digunakan untuk pergi ke Amerika Serikat bersama istrinya, Erina Gudono.
Thumbnail yang ditampilkan dalam video merupakan hasil manipulasi dari gambar lobi gedung KPK yang dimuat artikel detik.com dengan judul “Gedung KPK Kembali Dibuka, Pegawai Masuk Kantor Dibatasi 50 Persen”. Dalam gambar aslinya tidak menampilkan sosok Kaesang.
Selain itu, terdapat juga gambar personel Brimob dalam thumbnail. Gambar tersebut bersumber dari artikel detik.com yang berjudul “Digiring Personel Brimob, Bupati Mimika Tiba di Gedung KPK”.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim narasi yang disebarluaskan oleh channel youtube Garis Politik adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Setelah menonton keseluruhan dari isi video, tidak ditemukan informasi terkait klaim yang beredar. Video tersebut hanya berisi cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan.
Narator dalam video hanya membacakan ulang artikel dari tribunnews.com berjudul “Kirim Utusan Klarifikasi Kaesang, KPK Disentil Boyamin Saiman: Aneh Kalau Mereka Mendatangi”.
Artikel ini membahas tentang upaya Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan klarifikasi kepada putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep terkait dugaan gratifikasi jet pribadi yang digunakan untuk pergi ke Amerika Serikat bersama istrinya, Erina Gudono.
Thumbnail yang ditampilkan dalam video merupakan hasil manipulasi dari gambar lobi gedung KPK yang dimuat artikel detik.com dengan judul “Gedung KPK Kembali Dibuka, Pegawai Masuk Kantor Dibatasi 50 Persen”. Dalam gambar aslinya tidak menampilkan sosok Kaesang.
Selain itu, terdapat juga gambar personel Brimob dalam thumbnail. Gambar tersebut bersumber dari artikel detik.com yang berjudul “Digiring Personel Brimob, Bupati Mimika Tiba di Gedung KPK”.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim narasi yang disebarluaskan oleh channel youtube Garis Politik adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
Informasi menyesatkan. Tidak ditemukan pemberitaan terkait Kaesang dipanggil paksa oleh KPK. Video tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan dan thumbnail yang dimanipulasi.
Informasi menyesatkan. Tidak ditemukan pemberitaan terkait Kaesang dipanggil paksa oleh KPK. Video tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan dan thumbnail yang dimanipulasi.
Rujukan
- https://bangka.tribunnews.com/2024/08/30/kirim-utusan-klarifikasi-kaesang-kpk-disentil-boyamin-saiman-aneh-kalau-mereka-mendatangi
- https://news.detik.com/berita/d-5158095/gedung-kpk-kembali-dibuka-pegawai-masuk-kantor-dibatasi-50-persen
- https://news.detik.com/berita/d-6279782/digiring-personel-brimob-bupati-mimika-tiba-di-gedung-kpk
(GFD-2024-22425) Keliru, Konten Berisi Klaim Netanyahu Sebut 80 Persen SDM Indonesia Rendah
Sumber:Tanggal publish: 03/09/2024
Berita
Sebuah konten tangkapan layar berita berjudul “Netanyahu Sampaikan: 80% Warga Indonesia Itu Sumber Daya Manusia-nya Rendah (SDM) Gampang Dibodohi”, diunggah oleh akun X [arsip] ini pada 10 Agustus 2024.
Tangkapan layar tersebut memuat teks bahwa berita bersumber dari media Nias Pro News yang diterbitkan 27 Juni 2024 pukul 08.34 WIB. Konten itu memuat keterangan untuk mengikuti akun Nias Pro News di TikTok serta foto Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam latar berwarna biru.
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah disaksikan 51,1 ribu kali, disukai 685 orang, dan dibagikan 117 kali. Benarkah Netanyahu menyampaikan 80% SDM Indonesia rendah seperti klaim unggahan tersebut?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak pernah menyatakan 80 persen sumber daya manusia rendah. Konten tersebut adalah hasil rekayasa digital.
Awalnya Tempo memeriksa media Nias Pro News seperti yang dimuat dalam tangkapan layar, melalui pencarian di Google dan TikTok. Namun nama media Nias Pro News tidak terindeks dalam pencarian Google. Tempo juga mencoba dengan sejumlah nama domain seperti niaspronews.com, niaspronews.id, dan niaspronews.co namun tidak tersedia.
Pencarian berikutnya melalui TikTok, juga tidak ditemukan akun media Nias Pro News seperti klaim dalam konten.
Tim Cek Fakta Tempo kemudian menelusuri judul berita di mesin pencarian Google dan Yandex, namun tidak ada judul berita tersebut yang dimuat oleh media atau situs di Indonesia.
Pencarian berikutnya adalah menelusuri foto Benjamin Netanyahu yang digunakan dalam konten itu. Lewat reverse image tool Tineye, Tempo mendapatkan bahwa foto Benjamin berlatar biru tersebut dipublikasikan pertama kali didokumentasikan oleh fotografer media Inggris, Reuters, Ammar Awad pada 2 November 2022, lewat artikel berjudul “Palestinians fear Israeli election result could mean more violence”.
Dalam artikel itu, Netanyahu sama sekali tidak membuat pernyataan bahwa 80 persen sumber daya manusia Indonesia rendah. Saat itu, Benjamin Netanyahu yang memimpin partai Likud sedang berbicara kepada para pendukungnya di markas besar partainya selama pemilihan umum Israel di Yerusalem.
Dengan filter waktu, Tineye dan Google Lens memberikan hasil sejumlah media telah menggunakan ulang foto tersebut untuk berbagai artikel mengenai Netanyahu hingga 2023. Tempo tidak menemukan foto tersebut digunakan oleh media maupun situs apapun pada 27 Juni 2024 seperti di dalam konten. Media di Indonesia yakni Sindonews menggunakan foto tersebut pada 23 Januari 2023 berjudul “Netanyahu Akan Permudah Warga Israel Mendapatkan Senjata Api”.
Kesimpulan
Hasil verifikasi Tempo tentang klaim Netanyahu menyebut 80 Persen SDM Indonesia rendah adalah keliru.
Faktanya tangkapan layar berita tersebut merupakan hasil suntingan. Tidak ditemukan berita sebagaimana tertulis di judul dan tidak ditemukan alamat website Nias Pro News.
Rujukan
- https://x.com/Tita83079013/status/1822127023139295355%20pada%2010%20Agustus%202024
- https://www.reuters.com/world/middle-east/palestinians-fear-netanyahu-win-israeli-election-could-mean-more-violence-2022-11-02/
- https://www.tineye.com/search/e9cd1b8c1e873b27ad3c1d6293c18925704afb42?sort=crawl_date&order=desc&page=2
- https://lens.google.com/search?ep=cntpubb&hl=id-ID&re=df&s=4&p=AbrfA8o24pELj1c1qmhUVhmwwe00cDXvXU3Tsy0TPB8uqRUUXVPozwcxlSpjScJT3PJHylb25K4FRCs0VDznPfUoRK_O3uH0zA0cumc7K491lIDkRcKw2i-G83KsKFaio0dWQNKqegcqDfHVCqzNoeeikq4r5j0PFqmcWDGetC6DTepv57ZnpHtgUk7DL5MWabZY-iLKPySZeCxhGI2vbXJLmmnQlFwCP7YKZWxGJvVFTaJNEv3fEqbANvTenJhrLTpeiY4BdmiegkL73SFC92BWWm8%3D#lns=W251bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLDEsIkVrY0tKR1UxT0RRNE9EQmhMVEJqWlRVdE5EZ3hNUzFpTmpjM0xXWmtNMkU0WWpjeFpUQTFOaElmUVhoeWIwSTFSVXRMUzI5WmMwWldkMUYzZG5veE4wWXlOMkpzZGtkNGF3PT0iLG51bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLFtudWxsLG51bGwsW11dLFsiNmEzYjUyZTEtOGY1Mi00ZGI2LWE4ZWEtYjFhODFlZGQ0OWRjIl1d
- https://international.sindonews.com/read/1008867/43/netanyahu-akan-permudah-warga-israel-mendapatkan-senjata-api-1674997291
(GFD-2024-22426) [HOAKS] Ada Gua Raksasa di Bawah Kuala Lumpur, Malaysia
Sumber:Tanggal publish: 03/09/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi di media sosial yang menyebutkan kota Kuala Lumpur di Malaysia dibangun di atas gua raksasa.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi itu beredar setelah seorang turis India jatuh ke lubang ambles (sinkhole) di Kuala Lumpur pada 23 Agustus 2024.
Dilansir India Today, pencarian turis tersebut dihentikan pada 31 Agustus 2024 karena lokasi kejadian yang berbahaya.
Narasi Kuala Lumpur dibangun di atas gua raksasa dibagikan oleh akun Facebook ini pada 26 Agustus 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
Dalam sebuah penemuan mengejutkan yang telah mengejutkan dunia geologi, Dr. Sarah Jamal, ahli geologi terkemuka dari Universitas Malaya, telah mengungkapkan bahwa daerah di bawah kota Kuala Lampur adalah sebuah gua kosong yang sangat besar.
Menurut sebuah studi mendalam yang dilakukan oleh Dr. Sarah dan timnya, struktur geologi yang unik ini terbentuk jutaan tahun yang lalu, membuat Kuala Lumpur tampak seperti kota yang dibangun di atas 'atap' gua raksasa.
Dr. Sarah menjelaskan bahwa “Gua Kuala Lumpur,” seperti namanya, terdiri dari batu kapur yang terkikis secara bertahap oleh air bawah tanah, menghasilkan rongga besar di bawah permukaan tanah. "Penemuan seperti ini sangat jarang, apalagi di bawah kota modern seperti Kuala Lumpur," kata Dr Sarah saat ditemukan.
Menambahkan lagi, gua berpotensi mengandung ekosistem unik yang belum sepenuhnya dijelajahi, tetapi hingga sekarang, sebagian besar ruang di dalam gua kosong tanpa tambahan formasi geologi atau tanda-tanda kehidupan.
Penemuan ini juga menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai stabilitas struktur perkotaan Kuala Lumpur, meskipun Dr. Sarah menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menentukan risiko yang mungkin terjadi.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi itu beredar setelah seorang turis India jatuh ke lubang ambles (sinkhole) di Kuala Lumpur pada 23 Agustus 2024.
Dilansir India Today, pencarian turis tersebut dihentikan pada 31 Agustus 2024 karena lokasi kejadian yang berbahaya.
Narasi Kuala Lumpur dibangun di atas gua raksasa dibagikan oleh akun Facebook ini pada 26 Agustus 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
Dalam sebuah penemuan mengejutkan yang telah mengejutkan dunia geologi, Dr. Sarah Jamal, ahli geologi terkemuka dari Universitas Malaya, telah mengungkapkan bahwa daerah di bawah kota Kuala Lampur adalah sebuah gua kosong yang sangat besar.
Menurut sebuah studi mendalam yang dilakukan oleh Dr. Sarah dan timnya, struktur geologi yang unik ini terbentuk jutaan tahun yang lalu, membuat Kuala Lumpur tampak seperti kota yang dibangun di atas 'atap' gua raksasa.
Dr. Sarah menjelaskan bahwa “Gua Kuala Lumpur,” seperti namanya, terdiri dari batu kapur yang terkikis secara bertahap oleh air bawah tanah, menghasilkan rongga besar di bawah permukaan tanah. "Penemuan seperti ini sangat jarang, apalagi di bawah kota modern seperti Kuala Lumpur," kata Dr Sarah saat ditemukan.
Menambahkan lagi, gua berpotensi mengandung ekosistem unik yang belum sepenuhnya dijelajahi, tetapi hingga sekarang, sebagian besar ruang di dalam gua kosong tanpa tambahan formasi geologi atau tanda-tanda kehidupan.
Penemuan ini juga menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai stabilitas struktur perkotaan Kuala Lumpur, meskipun Dr. Sarah menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menentukan risiko yang mungkin terjadi.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek kebenaran narasi tersebut dengan menelusuri kata kunci "sarah jamal universiti malaya".
Hasilnya, ditemukan artikel bantahan yang dipublikasikan media Malaysia, Bernama, pada 26 Agustus 2024.
Dalam artikel tersebut, Departemen Geologi Universiti Malaya mengatakan bahwa tidak ada pengajar bernama "Sarah Jamal".
Menurut Kepala Departemen Geologi UM, Meor Hakif Amir Hassan, nama Sarah Jamal tidak terdaftar di Lembaga Ahli Geologi Malaysia.
"Narasi tersebut tidak berdasar fakta dan palsu," kata Hassan.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari menjelaskan, sinkhole adalah lubang yang terbentuk akibat tanah amblas atau runtuh.
Runtuhnya tanah ini disebabkan oleh lapisan batu gamping yang berongga, sehingga membuat daya dukungnya berkurang. Batu gamping juga dikenal sebagai batu kapur.
"Fenomena ini ada kaitannya dengan kondisi geologi di daerah yang terdapat lapisan batu gamping di bawah permukaannya," ujar Adrin, diberitakan Kompas.com, 31 Agustus 2024.
Senada, ahli geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyu Wilopo mengatakan, sinkhole adalah cekungan di dalam tanah yang tidak memiliki drainase permukaan luar alami.
Istilah sinkhole juga sering disebut sebagai lubang yang terbentuk secara tiba-tiba karena amblesnya lapisan tanah atau batuan.
"Kedalaman dan diameter lubang biasanya bervariasi, dari beberapa meter sampai ratusan meter," ujar Wahyu.
Hasilnya, ditemukan artikel bantahan yang dipublikasikan media Malaysia, Bernama, pada 26 Agustus 2024.
Dalam artikel tersebut, Departemen Geologi Universiti Malaya mengatakan bahwa tidak ada pengajar bernama "Sarah Jamal".
Menurut Kepala Departemen Geologi UM, Meor Hakif Amir Hassan, nama Sarah Jamal tidak terdaftar di Lembaga Ahli Geologi Malaysia.
"Narasi tersebut tidak berdasar fakta dan palsu," kata Hassan.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari menjelaskan, sinkhole adalah lubang yang terbentuk akibat tanah amblas atau runtuh.
Runtuhnya tanah ini disebabkan oleh lapisan batu gamping yang berongga, sehingga membuat daya dukungnya berkurang. Batu gamping juga dikenal sebagai batu kapur.
"Fenomena ini ada kaitannya dengan kondisi geologi di daerah yang terdapat lapisan batu gamping di bawah permukaannya," ujar Adrin, diberitakan Kompas.com, 31 Agustus 2024.
Senada, ahli geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyu Wilopo mengatakan, sinkhole adalah cekungan di dalam tanah yang tidak memiliki drainase permukaan luar alami.
Istilah sinkhole juga sering disebut sebagai lubang yang terbentuk secara tiba-tiba karena amblesnya lapisan tanah atau batuan.
"Kedalaman dan diameter lubang biasanya bervariasi, dari beberapa meter sampai ratusan meter," ujar Wahyu.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi Kuala Lumpur dibangun di atas gua raksasa adalah hoaks.
Ahli geologi yang disebut dalam narasi tersebut tidak terdaftar di Lembaga Ahli Geologi Malaysia dan bukan pengajar di Departemen Geologi Universiti Malaya.
Selain itu, Departemen Geologi UM mengatakan bahwa narasi itu tidak berdasar fakta.
Ahli geologi yang disebut dalam narasi tersebut tidak terdaftar di Lembaga Ahli Geologi Malaysia dan bukan pengajar di Departemen Geologi Universiti Malaya.
Selain itu, Departemen Geologi UM mengatakan bahwa narasi itu tidak berdasar fakta.
Rujukan
- https://www.indiatoday.in/world/story/andhra-pradesh-woman-woman-fell-sinkhole-malaysia-kuala-lumpur-search-stopped-2591615-2024-09-01
- https://www.facebook.com/groups/1428950907144908/permalink/26838148575798458/?mibextid=oFDknk&rdid=AHnV2rbyG7esPAh3&share_url=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare%2Fp%2FU6JXaBiP87jRSuY5%2F%3Fmibextid%3DoFDknk
- https://www.bernama.com/en/news.php/news.php?id=2333610
- https://www.kompas.com/tren/read/2024/08/31/213000765/apa-penyebab-sinkhole-yang-terjadi-di-malaysia-dan-korea-selatan-?page=all
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2915/7923



