• (GFD-2024-22745) Cek Fakta: Hoaks Teror Ninja di Tasikmalaya

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/09/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang adanya teror ninja di Tasikmalaya, Jawa Barat beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 10 September 2024.
    Akun Facebook tersebut mengunggah narasi berisi peringatan terhadap ancaman ninja yang ada di Tasikmalaya.
    "Kadahe baraya!!!
    Ka sadaya warga masyarakat tasikmalaya ayeuna nuju viral ninja hatori ngetrokan panto terus jol bek ngadek diantawisna di salawu, puspajaya dll,
    Sing waspada bilih aya Jalmi teu wawuh keketrok ulah waka dibuka, tooong hla bisi teu wawuh kahade.
    Supados janten perhatosan!!!" tulis salah satu akun Facebook.
    Berikut terjemahannya.
    "Perhatian saudara-saudara!!!
    Buat semua warga masyarakat Tasikmalaya, lagi viral nih ninja hatori, ngetok-ngetok pintu dan berkeliaran di tengah jalan Salawu, Puspajaya, dll.
    Hati-hati ada orang yang gak kenal ngetok, jangan buka pintu, tengok dulu siapa tau gak kenal.
    Supaya jadi peringatan!!!"
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 14 kali direspons dan mendapat 16 komentar dari warganet.
    Benarkah terjadi teror ninja di Tasikmalaya, Jawa Barat? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang adanya teror ninja di Tasikmalaya. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "teror ninja tasikmalaya" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya, terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Polisi: Penyebar hoaks teror ninja di Tasikmalaya bisa diancam pidana" yang dimuat situs antaranews.com pada 15 September 2024.
    Tasikmalaya (ANTARA) - Kepolisian Resor Tasikmalaya menyampaikan siapa saja menyebarkan hoaks tentang teror ninja yang melakukan teror ketuk pintu malam hari untuk tujuan menimbulkan ketakutan kepada masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, bisa diancam hukuman pidana.
    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya AKP Ridwan Budiarta kepada wartawan di Tasikmalaya, Jumat, mengatakan, pelaku yang menyebarkan informasi bohong kepada masyarakat akan diancam pidana berdasarkan Pasal 45A ayat 3 jo Pasal 28 ayat 3 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE.
    Ia menjelaskan dalam pasal tersebut siapa saja yang menyebarkan informasi maupun dokumen elektronik yang diketahuinya memuat pemberitaan bohong kemudian menimbulkan kerusuhan di masyarakat maka ancamannya pidana kurungan selama enam tahun, dan denda sebesar Rp1 miliar.
    "Pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar," kata Ridwan.
    Sebelumnya di media sosial tersebar adanya isu aksi ketuk pintu secara misterius di sejumlah daerah di Kabupaten Tasikmalaya, salah satunya di Kecamatan Puspahiang.
    Isu yang membuat ketakutan di kalangan masyarakat itu mendapatkan perhatian dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Puspahiang yang langsung bergerak mengumpulkan tokoh masyarakat, RT dan RW untuk membahas tentang informasi bohong itu, kemudian menginformasikan kembali kepada masyarakat agar tenang.
    "Kami sampaikan sosialisasi terkait informasi hoaks ini supaya masyarakat juga tenang," kata Kapolsek Puspahiang Iptu Dedi Haryana.
    Camat Puspahiang Dadan Hamdani menambahkan, masyarakat agar tenang, dan tidak terpengaruhi dengan informasi bohong tentang adanya ninja yang ketuk pintu kemudian melakukan penganiayaan terhadap warga.
    "Informasi ninja ketuk pintu, bacok dan perkosa ternyata hoaks, tapi kita minta masyarakat intensifkan ronda malam untuk memberi rasa aman," katanya.
     

    Kesimpulan


    Kabar tentang adanya teror ninja di Tasikmalaya ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, pihak kepolisian memastikan, tidak ada teror ninja di wilayah Tasikmalaya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22746) [HOAKS] Roberto Mancini Menertawakan Hasil Imbang Australia Vs Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/09/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Pelatih tim nasional sepak bola Arab Saudi, Roberto Mancini, disebut menertawakan hasil imbang yang diperoleh Australia usai melawan Indonesia.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Sebagai konteks, Arab Saudi, Australia, Indonesia, Jepang, Bahrain, dan China, tergabung dalam Grup C pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

    Pada 10 September 2024, pertandingan Indonesia dan Australia yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, berakhir dengan skor 0-0.

    Sebelumnya, Indonesia menahan imbang Arab Saudi di Jeddah pada 6 September 2024 dengan skor 1-1.

    Australia dan Arab Saudi merupakan tim unggulan, sedangkan Indonesia berstatus "kuda hitam" dan memiliki peringkat FIFA jauh di bawah kedua tim tersebut.

    Narasi Roberto Mancini menertawakan tim Australia yang hanya memperoleh hasil imbang saat berhadapan dengan Indonesia dibagikan akun YouTube ini, pada 11 September 2024.

    Berikut judul video yang dibagikan:

    Mancini Tertawa,,,,Tau Australia imbang Juga,, Reaksi Pelatih Arab Saudi Mengejutkan Publik

    Video itu disertai penjelasan dari narator sebagai berikut:

    "Mancini jelas tertawa dengan hasil yang didapatkan Australia. Bukan tanpa sebab, Mancini harus menerima hujatan dari publik Arab Saudi setelah gagal menang melawan timnas Indonesia," kata narator.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, video tersebut adalah konferensi pers seusai pertandingan Arab Saudi melawan Pakistan dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.

    Video tersebut diunggah di kanal YouTube Sports Side pada 7 Juni 2024.

    Dalam video tersebut, Mancini menanggapi pertanyaan tentang penampilan timnya yang menang 3-0 atas Pakistan dalam laga yang digelar di Islamabad.

    Mancini mengatakan bahwa ia senang timnya lolos dan bermain dengan baik. Ia sama sekali tidak menyinggung soal Australia atau Indonesia.

    Sementara itu, tidak ditemukan pernyataan atau komentar Mancini soal hasil laga Australia melawan Indonesia, baik di laman FIFA atau AFC.

    Kesimpulan

    Klaim Roberto Mancini menertawakan tim Australia yang hanya memperoleh hasil imbang saat berhadapan dengan Indonesia adalah hoaks.

    Video yang dibagikan adalah konferensi pers seusai laga Arab Saudi melawan Pakistan.

    Dalam video tersebut, Mancini menanggapi pertanyaan tentang penampilan timnya yang menang 3-0 atas Pakistan dalam laga yang digelar di Islamabad.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22753) [HOAKS] FIFA Diskualifikasi Arab Saudi dari Piala Dunia 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/09/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video menyebutkan, Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA mendiskualifikasi Arab Saudi dari Piala Dunia 2026.

    Sebelumnya, Arab Saudi imbang melawan Indonesia dalam klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada 6 September 2024.

    Video yang beredar mengeklaim, dengan didiskualifikasinya Arab Saudi maka Indonesia lolos kualifikasi Piala Dunia.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video tidak benar atau hoaks.

    Video FIFA mendiskualifikasi Arab Saudi disebarkan oleh akun Facebook ini pada 4 September 2024. Arsipnya dapat dilihat di sini.

    Video berdurasi 10 menit 14 detik itu juga diunggah oleh kanal YouTube ini.

    Berikut judul videonya:

    FIFA DISKUALIFIKASI SAFF SAUDI ARABIA DARI KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2026, TIMNAS INDONESIA AUTO LOLOS

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar hanya menampilkan kumpulan klip latihan sepak bola, sejumlah konferensi pers, dan Presiden FIFA Gianni Infantino.

    Klip pertama menampilkan Infantino berbicara. Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video, lalu mengeceknya dengan Google Lens.

    Hasil pencarian mengarah ke video di situs web APO Group, 15 November 2022.

    Dalam video aslinya, Infantino bicara kepada para pemimpin dunia pada KTT G20 di Bali, Indonesia.

    Ia bicara tentang potensi sepak bola untuk menyatukan dunia dan seruan untuk melakukan gencatan senjata setidaknya selama berlangsungnya Piala Dunia.

    Sementara, narator video membacakan artikel dari Bola Sport berjudul "Head to Head Arab Saudi di Ronde Ketiga Kualifikasi Piala Dunia Kontra Tim ASEAN - Timnas Indonesia Wajib Waspada" yang terbit pada 2 September 2024.

    Artikel membahas soal pertandingan Indonesia melawan Arab Saudi pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

    Tidak ada pengumuman dari FIFA mengenai diskualifikasi Arab Saudi.

    Usai pertandingan melawan Indonesia pada 6 September 2024, Arab Saudi melawan China.

    Dilansir Arab News, Arab Saudi menang dengan skor 2-1 melawan China dan akan menghadapi Jepang pada 10 Oktober 2024, dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 berikutnya.

    Pertandingan tersebut membuktikan, FIFA tidak mendiskualifikasi Arab Saudi dari Piala Dunia 2026.

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim FIFA mendiskualifikasi Arab Saudi dari Piala Dunia 2026 merupakan hoaks.

    Klip dan artikel yang dibacakan narator tidak selaras dengan judul video. Tidak ada pengumuman dari FIFA mengenai diskualifikasi Arab Saudi.

    Usai bertanding dengan Indonesia, Arab Saudi menang melawan China dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22754) [HOAKS] Hadiah Rp 700.000 bagi Pengguna BRImo dari BRI

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/09/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan yang mengeklaim Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan uang Rp 700.000 bagi pengguna BRI Mobile (BRImo).

    Selain itu, dalam unggahan juga terdapat tawaran undian dengan hadiah seperti mobil maupun motor. 

    Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut adalah hoaks. Waspada, jangan sampai menjadi korban penipuan.

    Unggahan yang mengeklaim BRI membagikan Rp 700.000 ribu bagi pengguna BRImo muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan video yang membagikan poster dengan logo BRI dan diberi keterangan:

    *Khusus Nasabah BankBRI yang Sudah Mempunyai BRImo. Ayo buruan Daftar Dapatkan uang tunai Rp.700.000 bagi setiap pengguna BRImo dan Menangkan undian BRI Festival agar kamu berkesempatan menjadi Pemenang.*

    Menangkan hadiah menarik lainnya berikut ini:

    ???????????????????? ???????????????????? :

    ° 30 Unit Mobil HRV???????????????????????? ???????????????????????????? :

    ° 20 Unit Mobil Fortuner GR° 50 unit honda brio

    ° 200 motor beat street 2024° 250 IPhone 15 Pro Max° 70 Kulkas LG

    Saksikan penarikan undian nya padatanggal 25 September 2024Biaya tagihan gratis di tanggung oleh Bank BRI.

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut BRI memberikan uang Rp 700.000 bagi pengguna BRImo

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan situs WhereGoes untuk mengetahui situs yang dituju. Hasilnya, tautan dalam unggahan tidak mengarah ke situs resmi BRI. 

    Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi memastikan informasi tersebut adalah hoaks. BRI tidak pernah menjanjikan hadiah Rp 700.000 bagi pengguna BRImo. 

    "Ini hoaks dan penipuan," kata Hendy kepada Kompas.com, Selasa (17/9/2024).

    Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tidak menginformasikan kerahasiaan data pribadi serta data perbankan kepada pihak yang mengatasnamakan BRI.

    "BRI hanya menggunakan saluran resmi baik website maupun media sosial (verified) sebagai media komunikasi yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas," ujarnya.

    Kesimpulan

    Narasi BRI membagikan Rp 700.000 ribu bagi pengguna BRImo tidak benar atau hoaks.  Setelah ditelusuri tautan dalam unggahan tidak mengarah ke situs resmi BRI. 

    Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi memastikan informasi tersebut adalah hoaks.

    Rujukan