• (GFD-2024-15092) [HOAKS] KPU Coret Gibran sebagai Cawapres dan Jatuhkan Denda Rp 50 Miliar

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 09/01/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencoret calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dan menjatuhkan denda Rp 50 miliar.
    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
    Narasi soal KPU mencoret Gibran sebagai cawapres dan menjatuhkan denda 50 Rp miliar muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini (arsip).
    Akun tersebut membagikan video berdurasi 9 menit 9 detik pada 8 Januari 2023 dengan judul:
    V1ral ~ K-pu C0ret Gibran Sebagai Caw4pres Dan Jatuhkan D3nda 50 M
    Kemudian pada thumbnail video terdapat keterangan demikian:
    PRABOWO-GIBRAN BATAL NYAPRES
    KPU AMBIL SIKAP TEGAL DALAM MENANGANI PELANGGARAN PEMILU 2024
     
    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut KPU mencoret Gibran sebagai cawapres dan menjatuhkan denda 50 miliar

    Hasil Cek Fakta

    Setelah video disimak sampai tuntas, tidak terdapat informasi KPU mencoret Gibran sebagai cawapres dan menjatuhkan denda Rp 50 miliar.
    Narator video hanya membacakan artikel di laman Detik.com ini berjudul “Bawaslu Jakpus Putuskan Gibran Langgar Aturan CFD soal Bagi Susu Gratis”.
    Artikel tersebut membahas mengenai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Pusat yang memutuskan Gibran melakukan pelanggaran terkait aksi bagi-bagi susu gratis di area car free day (CFD) Jakarta.
    Bawaslu Jakarta Pusat memutuskan pembagian susu yang dilakukan Gibran melanggar peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. 
    Selain itu, narator video juga membacakan artikel di laman Okezone ini berjudul “Bawaslu Nyatakan Kasus Gibran Bagikan Susu di CFD sebagai Pelanggaran Hukum”.
    Artikel tersebut memuat pernyataan Ketua Bawaslu Jakarta Pusat, Christian Nelson Pangkey. Ia menyebut aksi bagi-bagi susu yang dilakukan Gibran di CFD Jakarta sebagai pelanggaran hukum lainnya.
    Menurut dia, temuan itu akan diteruskan ke Bawaslu Provinsi DKI Jakarta untuk disampaikan kepada instansi yang berwenang. 
    Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid KPU mencoret Gibran dan menjatuhkan denda Rp 50 miliar.

    Kesimpulan

    Narasi soal KPU mencoret Gibran sebagai cawapres dan menjatuhkan denda Rp 50 miliar tidak benar atau hoaks.
    Judul dan isi video tidak sesuai. Narator hanya membahas soal putusan Bawaslu Jakarta Pusat yang menyatakan Gibran melakukan pelanggaran terkait aksi bagi-bagi susu gratis di area CFD Jakarta.
    Gibran dianggap melanggar melanggar peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor.

    Rujukan

  • (GFD-2024-15091) [KLARIFIKASI] Vaksinasi Tidak Menyebabkan Penularan Polio

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 09/01/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar klaim bahwa kasus luar biasa (KLB) polio terjadi karena penularan dari anak yang sudah menerima vaksin ke anak yang belum divaksin.
    Pengguna Facebook lantas mengaitkan vaksin polio sebagai upaya pembunuhan.
    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, ada yang perlu diluruskan dari narasi tersebut.
    Informasi soal KLB polio terjadi karena penularan dari anak penerima vaksin ke anak yang belum divaksin, disebarkan oleh akun Facebook ini pada Sabtu (6/1/2024). Arsipnya dapat dilihat di sini.
    Berikut narasinya:
    KASUS POLIO YANG DITEMUKAN DI JAWA ADALAH KASUS VDVP DARI VAKSIN TIPE 2 (cVDPV2). ARTINYA KASUS POLIO DI TULARKAN OLEH ANAK YANG SUDAH MENERIMA VAKSIN POLIO K ANAK YG SEHAT TIDAK VAKSIN. INI DATA WHO YANG MAU KALIAN TUTUPI??
    Penjelasan oleh WHO: "Virus polio yang diturunkan dari vaksin adalah strain virus polio yang terdokumentasi dengan baik dan bermutasi dari strain aslinya yang terkandung dalam OPV (vaksin polio). OPV mengandung virus polio hidup yang dilemahkan yang bereplikasi di usus"
    Kebohongan dan tindakan YANG DILAKUKAN WAKANDA DAN MENUTUPI FAKTA INI . Hal ini sangat membahayakan anak-anak dan berpotensi menimbulkan pemVunuhan jika ada di antara anak-anak tersebut yang meninggal.EMAK2 VANGSATT MAU LO DUSTAI DATA WHO PENYEBAB POLIO ADALAH DITULARKAN DARI ANAK YG D VAKSIN POLIO??? LO CEK AJA LANGSUNG D LINK RESMI WHO
    Pengunggah lantas menyertakan tautan dari situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) soal kasus polio yang terdeteksi dari virus polio tipe 2 yang diturunkan dari vaksin (cVDPV2) pada 17 Maret 2023.
    Terdapat pula tangkapan layar situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jumat (5/1/2024).

    Hasil Cek Fakta

    Virus polio memiliki tiga strain, yakni strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansing), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae.
    Dikutip dari situs Kemenkes, virus polio yang ditemukan dapat berupa virus polio vaksin atau sabin, virus polio liar atau Wild Poliovirus (WPV), dan Vaccine Derived Poliovirus (VDPV).
    Adapun VDPV diklasifikasikan dalam tiga kategori, yakni Immunodeficient-related VDPV (iVDPV), Circulating VDPV (cVDPV), dan Ambiguous VDPV (aVDPV).
    iVDPV berasal dari pasien imunodefisiensi. Kemudian kategori cVDPV ketika ada bukti transmisi penularan dari orang ke orang.
    Sementara aVDPV apabila tidak dapat diklasifikasikan sebagai cVDPV atau iVDPV.
    Rilis WHO yang disertakan dalam tangkapan layar membahas soal kasus polio cVDPV2 yang ditemukan pada anak perempuan berusia 4 tahun di Purwakarta, Jawa Barat, 17 Maret 2023.
    Anak perempuan tersebut belum pernah menerima dosis vaksin virus polio oral atau oral poliovirus vaccine (OPV) atau vaksin virus polio yang tidak aktif (IPV) sebelumnya.
    Dalam rilisnya, WHO sekaligus menjelaskan soal semakin rendah imunitas penduduk, maka semakin lama virus ini bertahan dan semakin banyak pula perubahan genetik yang dialami.
    Ada kasus yang sangat jarang terjadi ketika vaksin secara genetik dapat berubah menjadi bentuk yang dapat menyebabkan kelumpuhan seperti halnya virus polio liar.
    Kadang ketika berkembang biak di saluran pencernaan, strain OPV berubah secara genetik dan dapat menyebar di komunitas yang tidak menerima vaksinasi polio sepenuhnya, terutama daerah dengan kebersihan dan sanitasi yang buruk atau padat penduduk.
    WHO mengatakan, terdeteksinya cVDPV menjadi tanda pentingnya mempertahankan tingkat cakupan vaksinasi rutin.
    Vaksinasi mampu meminimalkan risiko dan konsekuensi dari peredaran virus polio, serta perlunya memastikan pengawasan yang berkualitas untuk deteksi dini virus polio.
    Di sisi lain, kasus yang belakangan terjadi ditemukan di Jawa Tengah pada Desember 2023 dan Jawa Timur pada Januari 2024. Kemenkes mencatat, kedua kasus terjadi akibat virus polio tipe 2.
    Cakupan imunisasi yang rendah menjadi salah satu penyebab masih adanya penularan polio pada anak di Indonesia.
    Virus polio umumnya masuk melalui mulut akibat tertelannya makanan atau air yang terkontaminasi.
    Sebagai pencegahan, Pelaksana Harian Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan Lily Banonah menyarankan masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih sehat.
    Perilaku hidup sehat antara lain, buang air besar di jamban dengan tangki septik, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air.
    "Polio merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Virus polio dapat menular melalui air yang terkontaminasi dengan tinja yang mengandung virus polio," kata Lily, pada Jumat (5/1/2024), dilansir Harian Kompas.
    Sebagai konteks, virus polio merupakan virus yang telah lama ada.
    Dikutip dari Britannica, virus polio telah ada sejak zaman prasejarah. Setidaknya tercatat sejak zaman Mesir Kuno atau sekitar 1570-1342 Sebelum Masehi.
    Sebelumnya, polio merupakan penyakit yang sangat menular yang menyerang anak-anak.
    Virus polio menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan tulang belakang dan pernapasan. Dalam beberapa kasus, virus polio juga menyebabkan kematian.
    Menurut WHO, pemberian vaksin terbukti menurunkan angka polio dari tahun ke tahun.

    Kesimpulan

    Narasi bahwa polio ditularkan dari anak yang sudah menerima vaksin ke anak yang belum divaksin perlu diluruskan.
    Dalam rilis WHO, kasus di Purwakarta, Jawa Barat, pada 17 Maret 2023, pasien belum pernah menerima vaksin polio sebelumnya.
    Vaksin tidak dapat menyebabkan penularan virus polio, tetapi justru mencegahnya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-15090) [HOAKS] Video Gerai McDonald's di Qatar Dirobohkan

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 09/01/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menunjukkan gerai restoran cepat saji McDonald's di Qatar dirobohkan.
    Narasi konten menyebutkan, Qatar memerintahkan penutupan seluruh gerai McDonald's di negara tersebut karena jaringan restoran itu mendukung Israel dalam perang melawan Palestina.
    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut tidak benar atau hoaks.
    Video yang diklaim menunjukkan gerai McDonald's di Qatar dirobohkan dibagikan oleh akun X (Twitter) ini pada 29 Desember 2023.
    Berikut narasi yang dibagikan:
    McDonald's banned in Qatar? (McDonald's dilarang di Qatar?)
    Video berdurasi 51 detik itu menunjukkan sebuah eskavator merobohkan papan nama McDonald's.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri menggunakan teknik reverse image search, video serupa telah diunggah oleh kanal YouTube Simpson Dirt Construction, pada 28 Oktober 2018.
    Menurut deskripsi video, gerai McDonald's yang dirobohkan itu berada di Kota Pratt, Negara Bagian Kansas, Amerika Serikat.
    Video serupa dengan deskripsi yang sama juga diunggah akun Facebook Simpson Dirt Construction pada 9 Juli 2018.
    Adapun Simpson Dirt Construction adalah perusahaan konstruksi yang beroperasi di Pratt dan Wichita, Kansas.
    Penelusuran lebih lanjut menemukan pemberitaan media lokal Kansas, Salina Journal, yang menyebutkan bahwa gerai McDonald's Pratt tutup sementara mulai 4 Juli 2018 untuk menyelesaikan pembangunan gerai baru.
    Menurut Inspektorat Bangunan Kota Pratt, pembongkaran gerai lama dimulai pada 9 Juli 2018 dan gerai baru diharapkan sudah bisa dibuka pada Oktober 2018.
    Sementara itu, tidak ditemukan bukti bahwa Qatar memerintahkan penutupan gerai McDonald's.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan gerai McDonald's di Qatar dirobohkan adalah hoaks.
    Video itu dibagikan dengan konteks keliru. Video asli menunjukkan pembongkaran gerai McDonald's di Kota Pratt, Kansas pada Juli 2018.

    Rujukan

  • (GFD-2024-15089) Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Peristiwa Gempa dan Tsunami Jepang 1 Januari 2024

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 10/01/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video peristiwa gempa bumi dan tsunami di Jepang 1 Januari 2024, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 3 Januari 2024.
    Klaim video peristiwa gempa bumi dan tsunami di Jepang 1 Januari 2024 menampilkan arus air yang menerjang sejumlah bangunan dan kendaraan, telihat aliran tersebut membawa puing-puing bangunan.
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "1 Januari 2024. Gempa yg di susul Tsunami di Jepang."
    Benarkah klaim video peristiwa gempa bumi dan tsunami di Jepang 1 Januari 2024? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video peristiwa gempa bumi dan tsunami di Jepang 1 Januari 2024, dengan menangkap layar video tersebut untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image.
     
     
    Penelusuran mengarah pada sejumlah situs berita dalam dan luar negeri, salah satunya artikel berjudul "Usai Hujan Lebat, Tanah Longsor Melanda Jepang, 19 Orang Hilang" yang dimuat situs kompas.com, pada 3 Juli 2021.
     
    Artikel situs kompas.com memuat foto yang identik dengan klaim video, foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut
    "Tanah longsor di Atami, Prefektur Shizuoka, Jepang pada Sabtu (3/7/2021).".
     
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Huge landslide hits Japan: At least 20 people missing as deluge of debris and mud sweeps away houses and roads in town west of Tokyo following heavy rain" yang dimuat situs dailymail.co.uk, pada 3 Juli 2021.
     
    Artikel situs dailymail.co.uk memuat rekaman video dan potongan gambar yang identik dengan klaim.
    Artikel situs dailymail.co.uk menyebutkan, rekaman video yang menunjukkan tanah longsor runtuh di lereng bukit dan menghancurkan bangunan-bangunan yang dilaluinya, lumpur dan air menghantam lereng bukit di Atami, barat daya Tokyo.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video peristiwa gempa bumi dan tsunami di Jepang 1 Januari 2024 tidak benar.
    Peristiwa dalam video tersebut merupakan tanah longsor lereng bukit yang menghancurkan bangunan-bangunan di Atami, barat daya Tokyo, pada 3 Juli 2021.
     

    Rujukan