• (GFD-2024-22882) [PENIPUAN] Bantuan Sosial Senilai Rp27.300.000 dari BPJS yang Diklaim dengan Mengirim Kode

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 25/09/2024

    Berita

    “KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK_INDONESIA

    NOMOR:57011511374899/BPJS/VI/2024

    PENGUMUMAN PENTING BAGI SELURUH MASYARAKAT

    INFORMASI PERIHAL DANA BANTUAN

    KEPADA SELURUH MASYARAKAT INDONESIA TAHUN 2024

    Assalemualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Kepada YTH: SELURUH MASYARAKAT INDONESIA

    Penerima Dana Bansos

    Sehubungan dengan adanya Bantuan Dana Sosial yang diperuntukkan untuk Masyarakat, Pemerintah RI Melalui Kementrian Kesehatan RI Bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan memberikan Dana Bantuan Sosial Khususnya bagi Warga Negara Indonesia yang Belum Menerima Dana Bantuan, PROGRAM TAHUN 2024 Penguna Facebook Berkesempatan Menerima Bantuan Dari Program. BPJS KESEHATAN PUSAT DESEMBER 2024 KETIK KODE INI DAN KRIM DI MESSENGER DI BAWA INI DENGAN KODE (TQH77535) (KHUSUS MASYARAKAT DI INDONESIA MAUPUN MASYARAKAT DI LUAR INDONESIA) Senilai Rp.27.300.000 Dari SUBSIDI BPJS PENERIMA TERCEPAT YANG DAPAT MENERIMA DANA BANTUAN DARI PROGRAM SUBSIDI BPJS KESEHATAN 2>”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah informasi di Facebook yang menyebut bahwa BPJS sedang memberikan bantuan sosial. Dalam postingan tersebut juga diberikan kode yang perlu dikirimkan melallui Messenger di Facebook untuk mendapatkan bantuan senilai Rp27.300.000.

    Setelah ditelusuri BPJS tidak pernah memberikan bantuan seperti yang diklaim dalam postingan tersebut. Pemeriksa Fakta Mafindo sebelumnya juga sudah pernah membantah postingan serupa yang mana calon korban penipuan diminta menghubungi terlebih dahulu dengan mengirimkan kode yang sebelumnya telah diberikan pada postingan.

    Pada Agustus 2021, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M. Sc, Ph.D., AAK menyebut bahwa pesan yang beredar dengan memberikan kode untuk mengklaim bantuan BPJS semacam ini merupakan hoaks.

    Agar tidak menjadi korban penipuan, masyarakat dihimbau untuk tidak mengikuti instruksi yang diberikan dan tetap menjaga data pribadi agar tidak diberikan kepada pihak yang tidak dapat dipercaya.

    Dengan demikian, bantuan sosial senilai Rp27.300.000 dari BPJS yang diklaim dengan mengirim kode adalah tidak benar dengan kategori Konten Tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah

    Postingan tersebut merupakan konten tiruan yang digunakan untuk menipu. Calon korban penipuan diarahkan untuk menghubungi terlebih dahulu dengan modus mengklaim kode yang sebelumnya diinformasikan melalui postingan, ini merupakan ciri-ciri modus penipuan. Selengkapnya pada bagian penjelasan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22887) Cek fakta, video aksi demontrasi terhadap Jokowi di Malioboro pada 23 September 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/09/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video beredar di X berdurasi 21 detik yang menampilkan sekumpulan orang sedang melakukan demonstrasi di Jalan Malioboro, Yogyakarta.

    Dalam unggahan tersebut, dinarasikan sekumpulan orang tersebut sedang melakukan aksi demonstrasi terhadap Pemerintahan Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin..

    Unggahan tersebut juga dilengkapi dengan takarir berikut:

    “Perlawanan kepada Jokowi marak dimana mana.”

    Namun, benarkah video aksi demonstrasi di Jalan Malioboro itu terjadi pada 23 September?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, video tersebut serupa dengan unggahan video di Instagram Jogjaku yang diunggah pada 22 Agustus 2024 dengan keterangan berikut:

    “LIVE SITUASI MALIOBORO HARI INI: DOA YANG BAIK-BAIK UNTUK NEGERI INI”

    Dilansir dari ANTARA, ribuan mahasiswa dan masyarakat Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Malioboro, Kamis (22/8/2024). Aksi dimulai dari parkiran Abu Bakar Ali, kemudian dilanjutkan ke gedung DPRD DIY dan berakhir di Istana Kepresidenan Gedung Agung.

    Dengan mengenakan baju berwarna hitam, massa aksi menyerukan untuk menjaga demokrasi dan mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pencalonan kepala daerah pada Pilkada 2024.

    Dengan demikian, video demo di Yogyakarta tersebut diambil di bulan Agustus 2024, bukan September.

    Klaim: Video demo perlawanan Jokowi di Malioboro pada 23 September 2024

    Rating: Misinformasi

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-22888) [PENIPUAN] Video Reza Rahadian Bagikan Pengalaman Dapat Tambahan Rezeki dari Situs Judi Online

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 25/09/2024

    Berita

    “Oke, kita kedatangan aktor terkenal Reza Rahadian yang mau menceritakan mendapatkan rezeki tambahan dari Madura 8 8 itu tuh gimana ceritanya bro reza?

    Iya, betul Sekali Praz, 1 hal yang besar di hidup gua itu dapetin rezeki sebanyak banyaknya keras nah ini gua mau ngasih tau ke elu atau ke temen-temen gua baru aja ketemu tempat yang bagus banget. Namanya Madura 8 8 yang Madura 8 8 ini adalah tempat permainan yang disukai banyak orang di Indonesia yang bikin lu bisa dapetin rezeki sampingan kayak gua contohnya nih ya, misalnya ada orang main kakek zeus atau princess. Terus dapet skater nah isinya kali 500 sampe 1.000 turun dan pecah dan j p di atas 2 juta emang bagus banget dan di sini macamnya juga gacor, dan sering banget pecah panjang jadi Madura 8 8 ini emang cocok banget untuk orang yang mau rezeki atau yang lagi PU jadi kalo ada. Temen-temen yang mau nyoba langsung cari aja Madura 8 8 setelah itu daftar dan mainkan aja sekarang.”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah video yang menunjukkan Praz Teguh sedang membawakan podcast bersama Reza Rahadian yang membagikan cerita bahwa mendapatkan rezeki tambahan dengan bermain di situs judi online bernama Madura88.

    Setelah dilakukan pendeteksian AI dari Hive Moderation ditemukan hasil sebesar 84,8% bahwa video tersebut memiliki probabilitas adalah deepfake yang dibuat dengan AI.

    Penelusuran dengan mesin pencarian YouTube ditemukan video asli dari Reza Rahadian bersama Praz Teguh dengan judul “PWK – DULU DILEMPAR PENGHAPUS SAMA GURU SAMPE MEMAR, KINI REZA RAHADIAN INGIN JADI MENDIKBUD!” yang telah terpublikasi melalui saluran HAS Creative pada 28 Januari 2024.

    Dengan demikian, Reza Rahadian bagikan pengalaman mendapatkan penghasilan tambahan dari judi online adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah

    Setelah diidentifikasi dengan AI Detection dari Hive Moderation ditemukan angka sebesar 84,8% bahwa video tersebut memiliki probabilitas adalah deepfake yang dibuat dengan AI.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22889) [SALAH] “Video Viral di China, Terekam Harimau dengan Posisi Duduk Layaknya Manusia”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 25/09/2024

    Berita

    “Video ini viral di China, setelah seorang warga merekam harimau dengan posisi duduk layaknya manusia, video ini dikaitkan dengan sebuah cerita mistis kuno, salah satu mitos masyarakat Tiongkok yang terkenal adalah huren, yaitu manusia yang bisa berubah menjadi harimau.”

    Hasil Cek Fakta

    Artikel disadur dari Kompas.

    Beredar sebuah rekaman video yang diklaim diambil oleh manusia yang menunjukkan seekor harimau duduk seperti layaknya manusia yang diambil di China, rekaman tersebut dikaitkan dengan mitos yang terkenal bernama Huren.

    Namun setelah ditelusuri oleh Tim Cek Fakta Kompas.com dengan Google Lens, ditemukan video serupa yang menunjukkan watermark dari KLING AI.

    KLING AI adalah platform pembuatan gambar dan video yang berbasis AI-generatif. Sehingga dapat dipastikan bahwa video tersebut merupakan buatan AI, bukan rekaman video yang diambil oleh manusia.

    Dilansir dari Kompas.com, Lighthouse Journalism memeriksa video serupa dengan pendeteksi AI Itisaar.ai, ditemukan hasil bahwa video merupakan manipulasi yang dibuat dengan AI.

    Dengan demikian, rekaman video harimau duduk selayaknya manusia adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah

    Faktanya video tersebut dibuat dengan KLING AI, platform membuat gambar dan video dengan AI. Bukan rekaman yang diambil oleh manusia.

    Rujukan