• (GFD-2024-23237) [PENIPUAN] Akun WhatsApp Mencatut Pj Bupati Minahasa Noudy Tendean

    Sumber: WhatsApp.com
    Tanggal publish: 07/10/2024

    Berita

    /Panggilan suara/

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari Manado Ekspress.
    Tersebar akun WhatsApp bernomor 0822 9899 9287 yang mencatut foto dan nama Noudy Tendean, Pj Bupati Minahasa. Ini merupakan bentuk kejahatan siber dan modus penipuan.
    Dilansir dari Manado Express, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kabupaten Minahasa Maya Kainde mengonfirmasi ada yang menyalahgunakan nama dan foto Pj Bupati Noudy.
    Kainde meminta masyarakat waspada dan berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan Pj Bupati maupun pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten.

    Kesimpulan

    Kadis Kominfo Minahasa Maya Kainde mengonfirmasi akun WhatsApp tersebut bukan milik Pj Bupati Noudy Tendean.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23238) Cek Fakta: Ancang-ancang Kabinet Prabowo, Ada Nama Rocky Gerung dan Gatot Nurmantyo

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/10/2024

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah narasi yang menyebut bahwa Prabowo Subianto mulai menentukan siapa yang akan menjadi menterinya kelak. Narasi itu juga menyebut bahwa Rocky Gerung dan Gatot Nurmantyo termasuk dalam daftar nama calon menteri kabinet Prabowo.

    Narasi tersebut termuat dalam unggahan akun TikTok “joko.mulyono11” pada Jumat (13/9/2024). Dalam video disampaikan narasi yang menyebut Prabowo Subianto (presiden terpilih periode 2024—2029) mulai memilih bakal calon menteri, beberapa di antaranya adalah komentator politik Rocky Gerung serta mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo. Hingga Senin (7/10/2024), video telah ditonton lebih dari 200 ribu kali.

    Narasi yang disampaikan:

    “Ancang ancang kabinet PRABOWO mulai memilih bakal calon menterinya. ada nama ROCKY GERONG dan pak GATOT. apakah ada hubungannya dengan Fufufaffa??”

    Lantas benarkah narasi tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran fakta Suara.com, salah satu foto yang dimuat dalam video tersebut setelah dicek dengan menggunakan perangkat Google Lens memperlihatkan hasil yang cukup jelas. Hasilnya, foto tersebut diketahui berasal dari pemberitaan Suara.com yang tayang April 2019 lalu.

    Saat itu, Prabowo mengungkap Gatot Nurmantyo dan Rocky Gerung akan masuk dalam susunan kabinet bila dirinya dan Sandiaga Uno (calon wakil presiden) menang di Pemilihan Presiden 2019. Ucapan tersebut disampaikan oleh Prabowo saat berpidato di depan pendukungnya di Surabaya, Jumat (12/4/2019).

    Dalam unggahan kali ini, video tersebut menggambarkan seolah Prabowo sedang membocorkan nama-nama menteri kabinet periode 2024 - 2029.

    Melansir reportase Kompas.com, Prabowo dan Gibran disebut akan merampungkan susunan kabinet pada Selasa (15/10/2024), lima hari sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

    Kesimpulan

    Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahw narasi yang menyebut Rocky Gerung masuk daftar menteri kabinet Jokowi tidaklah benar. Video tersebut termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
  • (GFD-2024-23250) [HOAKS] Bantuan Dana Rp 125 Juta Mengatasnamakan BPJS Kesehatan

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar informasi mengenai adanya bantuan dana sebesar Rp 125 juta mengatasnamakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.

    Informasi bantuan dana Rp 125 juta mengatasnamakan BPJS Kesehatan dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Selasa (1/10/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    *INFO RESMI*PROGRAM BANTUAN BPJS 2024PEMERINTAH RI.

    MENGELUARKAN DANA BANTUAN BPJS Rp.125.000.000 UNTUK MASYARAKAT DI SELURUH INDONESIA DAN TKI TKW DARI MALAYSIA

    *KEGUNAAN DANA BANTUAN BPJS*

    1.BIAYA BEROBAT2.BIAYA SEKOLAH3.MODAL USAHA4.MEMBANGUN RUMAH

    PENANGGUNG JAWAB--------------------------------------BPJS KESEHATAN JAKARTA PUSATPENANGGUNG JAWAB: M ARIF BUDIMAN

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Kesehatan untuk mengonfirmasi kebenaran informasi bantuan dana yang beredar di Facebook.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi itu hoaks dan merupakan modus penipuan.

    "Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Jumat (4/20/2024).

    Ia menyarankan masyarakat untuk menghubungi saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan apabila memiliki pertanyaan atau keluhan.

    Saluran komunikasi tersebut antara lain:

    Hoaks bantuan dana mengatasnamakan BPJS Kesehatan marak beredar di media sosial. Simak hasil penelusuran Kompas.com di sini.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi bantuan dana Rp 125 juta mengatasnamakan BPJS Kesehatan adalah hoaks.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi itu hoaks dan merupakan modus penipuan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23251) [HOAKS] Putri Tanjung Bagi-bagikan Rp 50 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang diunggah di media sosial mengeklaim pengusaha Putri Tanjung akan membagikan Rp 50 juta di media sosial.

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi. Waspada, sebab ada indikasi konten itu merupakan modus penipuan.

    Video yang mengeklaim Putri Tanjung akan membagikan Rp 50 juta diunggah oleh akun Instagram ini.

    Dalam video, Putri Tanjung mengatakan, untuk mendapat Rp 50 juta yakni dengan mengikuti akun, serta menyukai dan membagikan video tersebut ke sepuluh teman.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan teknik reverse image searchuntuk menelusuri video Putri Tanjung membagikan Rp 50 juta.

    Hasilnya, video tersebut diketahui merupakan hasil manipulasi dengan memanfaatkan foto Putri Tanjung yang ada di artikel CNN Indonesia ini. 

    Foto Putri Tanjung dikerayasa seolah ia mengatakan akan memberikan uang Rp 50 juta.

    Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengecek video menggunakan Hive Moderation untuk memastikan apakah konten tersebut merupakan rekayasa artificial intelligence (AI).

    Setelah dicek hasilnya video itu terdeteksi memiliki probabilitas mencapai 98,2 persen dihasilkan AI. 

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Putri Tanjung akan membagikan Rp 50 juta merupakan hasil manipulasi.

    Video tersebut dibuat dengan memanfaatkan foto Putri Tanjung di laman CNN Indonesia.  Setelah dicek, video itu terdeteksi memiliki probabilitas mencapai 98,2 persen dihasilkan AI.

    Rujukan