• (GFD-2026-32804) Keliru, Video Pesawat Israel Ditembak Jatuh oleh Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/03/2026

    Berita

    tirto.id - Di tengah ketegangan yang terjadi antara Iran dan Israel, beredar sebuah video di media sosial yang mengklaim bahwa sejumlah pesawat tempur milik Israel ditembak jatuh setelah nekat memasuki wilayah udara Iran. Narasi dalam video tersebut membangun persepsi seolah-olah sistem pertahanan udara Iran berhasil melumpuhkan serangan udara dari pihak Israel dalam sebuah insiden nyata.

    ADVERTISEMENT

    Video ini beredar melalui akun Instagram @metro24jam.id (arsip) pada Rabu (04/03/3036). Terdapat juga narasi dalam teks besar berwarna merah yang menyebut pesawat-pesawat Israel yang nekat melintas di atas udara Iran ditembak jatuh.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Inilah momen dimana pesawat milik Israel yang ditembak jatuh saat nekat memasuki wilayah udara Iran. Gempuran-gempuran rudal ke wilayah Tel Aviv dan sejumlah wilayah Israel lainnya semakin mengganas dan menimbulkan kepanikan bagi Netanyahu dan Donald Trump,” tulis pengunggah di keterangan unggahan.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Video Pesawat Israel. foto/hotline periksa fakta tirto

    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Hari Kesepuluh Perang Iran vs Amerika: Apa Saja yang Terjadi?AS Serang Iran, Puan Nilai Sistem Keamanan Global Gagal

    Dalam tayangan tersebut, terlihat visual yang menunjukkan beberapa kendaraan peluncur rudal pertahanan udara yang ditempatkan di dekat struktur bangunan tua. Pada bagian kendaraan peluncur rudal tersebut, terlihat bendera Iran yang terpasang di sisinya.

    ADVERTISEMENT

    Video menampilkan momen peluncuran rudal secara bertubi-tubi ke arah langit yang diikuti dengan suara sirene peringatan serangan udara yang melengking. Tayangan kemudian memperlihatkan sebuah pesawat tempur yang sedang terbang rendah, yang kemudian tampak terkena ledakan rudal di udara hingga terbakar dan jatuh menukik ke tanah.

    Hingga Senin (09/03/2026), unggahan tersebut telah ditonton hingga sekitar 919 ribu kali serta mendapatkan sekitar 21,4 ribu tanda suka dan 258 kali dibagikan. Video serupa juga ditemukan di akun lainnya seperti ini dan ini.

    Baca juga:Singapura Evakuasi Warganya dari Arab Saudi Imbas Perang AS-Iran

    Lantas, benarkah video tersebut menunjukkan kejadian nyata jatuhnya pesawat Israel di wilayah udara Iran?

    Hasil Cek Fakta

    Penelusuran dimulai dengan mencari sumber video yang identik dengan video yang beredar menggunakan Google Lens. Dari hasil pencarian, ditemukan video serupa yang memiliki visual yang sama persis, mulai dari latar gedung tua, pepohonan di sekitar lokasi, hingga adegan pesawat yang ditembaki rudal.

    Baca juga:Trump Klaim Perang Iran vs AS akan Segera Berakhir

    Video tersebut berasal akun Facebook @Duzyatan 3.0 pada 1 Maret 2026. Unggahan itu telah dilihat sekitar 262 ribu kali serta mendapatkan 5,1 ribu tanda reaksi.

    “Golden Dome vs F/A-18 Hornet,” tulis pemilik akun di keterangan video.

    Jika ditelusuri lebih lanjut, akun tersebut secara konsisten mengunggah konten simulasi pertempuran udara, termasuk manuver pesawat tempur, sistem rudal, dan berbagai adegan militer lainnya. Melalui keterangan akunnya, seluruh konten tersebut dibuat menggunakan game simulasi militer War Thunder.

    Melalui deskripsi akunnya, pemilik akun juga secara terbuka menjelaskan bahwa seluruh konten yang diunggah merupakan video virtual yang dibuat dalam permainan dan hanya ditujukan untuk hiburan.

    “Halaman ini menampilkan atraksi terbang pesawat yang dinamis, manuver taktis yang presisi, pertempuran udara yang seru, dan aksi udara yang mendalam. Semuanya dibuat dalam platform game War Thunder. Konten ini sepenuhnya virtual dan hanya ditujukan untuk tujuan hiburan,” tulisnya di keterangan akun.

    Baca juga:Perang Iran-AS: Iran Tetap Menolak Menyerah Tanpa Syarat

    Artinya, video yang beredar di Instagram telah mengambil ulang video simulasi dari game, lalu menambahkan narasi baru yang mengaitkannya dengan konflik Iran dan Israel tanpa memberikan konteks asli dari video tersebut.

    Selain itu, tidak ditemukan laporan kredibel dari media internasional maupun pernyataan resmi pemerintah yang menyebut adanya insiden pesawat tempur Israel ditembak jatuh di wilayah udara Iran seperti yang diklaim dalam video tersebut.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran, video yang diklaim memperlihatkan pesawat Israel ditembak jatuh setelah memasuki wilayah udara Iran salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Baca juga:Sejauh Apa Perang AS vs Iran Berlangsung: Sprint atau Marathon?

    Video tersebut sebenarnya merupakan rekaman simulasi pertempuran udara yang dibuat menggunakan game War Thunder, yang kemudian dicatut dan disebarkan ulang dengan narasi menyesatkan seolah-olah menggambarkan kejadian nyata dalam konflik Iran dan Israel.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32805) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Rekrutmen Pegawai Koperasi Merah Putih 2026

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 11/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Info Loker” pada Senin (2/02/2026) mengunggah informasi [arsip] informasi disertai tautan di media sosial yang diklaim sebagai link pendaftaran rekrutmen pegawai Koperasi Merah Putih 2026. Unggahan tersebut disertai ajakan untuk segera mendaftar dengan mengklik tautan yang dibagikan dan mengisi sejumlah data pribadi. Unggahan itu disertai dengan narasi sebagai berikut: 

    REKRUTMEN PEGAWAI KOPERASI DESA MERAH PUTIH

    Pemerintah Membuka Rekrutmen Pegawai Koperasi Desa Merah putih Tahun 2025 Persyaratan :

    Laki-laki dan perempuan

    Berusia Minimal 20 tahun

    Bersedia Ditempatkan di Daerah masing-masing

    Memiliki Ijazah Minimal SMA

    Sehat Jasmani dan rohani

    Bersedia Digaji Minimal 5 - 8 Juta

    Untuk info cara pendaftaran dan penempatannya ada di bawah dan bio profil

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah mendapatkan 785 reaksi, 183 interaksi komentar, dan

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tautan yang dibagikan melalui Facebook dengan cara mengakses serta memeriksa alamat situs [arsip] yang tercantum dalam unggahan tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop), melainkan menuju sebuah laman yang menampilkan formulir digital dan meminta pengunjung mengisi data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.

    Penelusuran lebih lanjut melalui akun Instagram resmi Kemenkop menemukan unggahan Instagram Story yang memberikan peringatan mengenai penipuan terkait pendaftaran pegawai Koperasi Merah Putih. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi milik Kemenkop.

    Pola penyebaran tautan yang meminta pengguna mengisi data pribadi melalui situs tidak resmi seperti ini kerap digunakan dalam modus phishing atau upaya pengumpulan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa sumber informasi dan hanya mengakses tautan dari kanal resmi pemerintah.

    Kesimpulan

    Tautan yang diklaim sebagai pendaftaran rekrutmen pegawai Koperasi Merah Putih 2026 tidak berasal dari kanal resmi Kementerian Koperasi dan UKM. Tautan tersebut justru mengarah ke laman yang meminta pengisian data pribadi, yang merupakan pola umum dalam modus phishing atau penipuan daring. Dengan demikian, unggahan informasi mengenai “tautan pendaftaran rekrutmen pegawai koperasi merah putih 2026” merupakan konten palsu (Fabricated Content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32806) [SALAH] Video "Warga Israel Berlarian di Bandara Ben Gurion"

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 11/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Terbaru Terkini” pada Rabu, (04/03/2026) mengunggah video [arsip] memperlihatkan kepanikan yang diduga warga Israel ketika adanya sirine peringatan serangan udara. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Warga Israel Berlarian ke Tempat Perlindungan Saat Sirene Peringatan Terdengar, Yerusalem/Tel Aviv (Selasa, 3 Maret 2026) Suasana panik melanda sejumlah kota di Israel ketika sirene peringatan serangan udara kembali aktif menyusul deteksi rudal balasan dari Iran.

    Warga bergegas menuju bunker dan ruang bawah tanah untuk mencari perlindungan.

     Sebagian keluarga bahkan menyiapkan tenda darurat di area perlindungan, sementara aparat keamanan meminta masyarakat tetap siaga.

    Pemerintah Israel menegaskan operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah ditonton sebanyak 67 kali, mendapat 2 reaksi dan 1 kali dibagikan ulang oleh akun Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri cuplikan video yang beredar dengan melakukan pencarian gambar balik menggunakan Google Lens pada beberapa frame dalam video tersebut. Dari hasil penelusuran, ditemukan bahwa gambar yang sama pernah dipublikasikan di situs web Avlar Emoz pada Rabu (11/10/2023).

    Keterangan dalam unggahan tersebut menjelaskan bahwa peristiwa pada video berkaitan dengan Operasi Badai Al-Aqsa, yakni rangkaian serangan yang dilakukan kelompok Hamas sebagai respons terhadap serangan Israel ke Gaza pada Sabtu (7/10/2023). Dalam rekaman itu terlihat sejumlah warga Israel berlarian di area Bandara Ben Gurion untuk mencari perlindungan setelah terdengar sirene peringatan serangan roket yang diluncurkan oleh Brigade Qassam.

    Penelusuran tambahan juga menunjukkan bahwa video yang sama sebelumnya telah diverifikasi oleh organisasi pemeriksa fakta Misbar. Mereka menyimpulkan bahwa video tersebut memang berkaitan dengan situasi serangan roket pada 2023 dan bukan peristiwa lain seperti yang diklaim dalam narasi yang beredar di media sosial.

    Sehingga video yang beredar tidak menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan konflik atau perang antara Iran dan Israel yang terjadi baru-baru ini. Konflik terbaru di kawasan tersebut memang memanas sejak akhir Februari 2026 setelah serangan militer yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran serta serangan balasan dari Iran, yang kemudian meningkatkan ketegangan di Timur Tengah

    Kesimpulan

    Video yang beredar merupakan rekaman lama yang berkaitan dengan situasi serangan roket saat Operasi Badai Al-Aqsa pada Oktober 2023, ketika warga Israel berlarian mencari perlindungan di Bandara Ben Gurion setelah sirene peringatan berbunyi sehingga tidak berkaitan dengan konflik atau perang antara Iran dan Israel yang terjadi baru-baru ini. Dengan demikian, video dengan klaim “warga Israel berlarian di bandara Ben Gurion” merupakan konteks yang salah (False Context).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32807) [SALAH] FIFA Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 11/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Sepak BOLA Indonesia” pada Selasa, (03/03/2026) mengunggah informasi [arsip] yang menyebutkan bahwa FIFA resmi mengumumkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia gantikan Mexico. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Dunia Sepak Bola Geger! Kabar FIFA World Cup 2026 Berubah Tuan Rumah ke Indonesia Bikin Jagat Maya Heboh — Fakta atau Sensasi?

    Lihat cerita lengkapnya di komentar pertama

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah mendapatkan 98 reaksi, dan 37 interaksi komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri gambar yang menampilkan Jokowi bersama Presiden FIFA dengan memanfaatkan fitur penelusuran gambar balik (reverse image search) melalui Google Lens. Hasil pencarian menunjukkan bahwa foto tersebut telah lebih dahulu dipublikasikan pada Oktober 2022 oleh media olahraga BolaSport. Dalam keterangan foto dijelaskan bahwa momen itu diambil saat pertemuan antara Presiden Indonesia dan Presiden FIFA di Istana Merdeka, Jakarta, pada 18 Oktober 2022.

    Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka membahas kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan FIFA untuk melakukan pembenahan tata kelola sepak bola nasional setelah terjadinya Tragedi Kanjuruhan. Artinya, foto tersebut merupakan dokumentasi kegiatan resmi pada 2022 dan tidak berkaitan dengan klaim yang menyebut Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026.

    Penelusuran lebih lanjut juga tidak menemukan pengumuman resmi dari FIFA mengenai penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah turnamen tersebut. Berdasarkan informasi resmi yang ditulis oleh Bola.com, Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan menjadi edisi pertama dalam sejarah yang digelar di tiga negara sekaligus.

    Kesimpulan

    Foto tersebut merupakan dokumentasi pertemuan pada Selasa (18/10/2022) di Istana Merdeka yang membahas pembenahan sepak bola Indonesia pasca Tragedi Kanjuruhan. Hingga saat ini, tidak ada pengumuman resmi dari FIFA mengenai Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 karena turnamen tersebut akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan demikian, klaim “FIFA tunjuk Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia 2026” merupakan konten yang menyesatkan (Misleading Content).

    Rujukan