KOMPAS.com - Beredar unggahan di media sosial yang berisi informasi lowongan kerja mengatasnamakan PT Pertamina (Persero) pada awal Oktober 2024.
Lowongan tersebut menawarkan sejumlah posisi kepala produksi serta bagian administrasi.
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut adalah hoaks. Waspada, jangan sampai menjadi korban penipuan.
Lowongan kerja mengatasnamakan Pertamina pada awal Oktober 2024 muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut menuliskan keterangan soal posisi lowongan kerja yang tersedia, persyaratan pelamar, serta fasilitas yang nantinya akan didapatkan.
Dalam unggahan juga dicantumkan tautan nomor WhatsApp untuk menanyakan lebih lanjut soal lowongan kerja tersebut.
(GFD-2024-23317) [HOAKS] Informasi Lowongan Kerja Pertamina pada Awal Oktober 2024
Sumber:Tanggal publish: 10/10/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, memastikan informasi tersebut adalah hoaks.
Pertamina tidak membuka lowongan kerja di awal Oktober 2024.
"Hoaks, tidak ada (lowongan kerja di awal Oktober)," ujar Fadjar ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (9/10/12).
Menurut Fadjar, info soal lowongan kerja Pertamina akan diumumkan melalui media sosial resmi yang ditandai dengan centang biru.
Selain itu, informasinya juga terdapat di laman recruitment@pertamina.com.
Adapun di laman recruitment@pertamina.com dijelaskan, Pertamina tidak pernah memungut biaya apapun atau bekerja sama dengan travel agen mana pun dalam proses perekrutan pekerja.
Sebelumnya, pada awal September 2024 lalu juga beredar lowongan kerja palsu mengatasnamakan Pertamina. Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini.
Pertamina tidak membuka lowongan kerja di awal Oktober 2024.
"Hoaks, tidak ada (lowongan kerja di awal Oktober)," ujar Fadjar ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (9/10/12).
Menurut Fadjar, info soal lowongan kerja Pertamina akan diumumkan melalui media sosial resmi yang ditandai dengan centang biru.
Selain itu, informasinya juga terdapat di laman recruitment@pertamina.com.
Adapun di laman recruitment@pertamina.com dijelaskan, Pertamina tidak pernah memungut biaya apapun atau bekerja sama dengan travel agen mana pun dalam proses perekrutan pekerja.
Sebelumnya, pada awal September 2024 lalu juga beredar lowongan kerja palsu mengatasnamakan Pertamina. Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini.
Kesimpulan
Unggahan yang berisi lowongan kerja mengatasnamakan PT Pertamina (Persero) pada awal Oktober 2024 tidak benar atau hoaks.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menjelaskan bahwa informasi tersebut bukan dari pihaknya. Menurut Fadjar, kabar itu hoaks.
Informasi soal lowongan kerja Pertamina akan diumumkan melalui media sosial resmi Pertamina dan laman recruitment@pertamina.com.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menjelaskan bahwa informasi tersebut bukan dari pihaknya. Menurut Fadjar, kabar itu hoaks.
Informasi soal lowongan kerja Pertamina akan diumumkan melalui media sosial resmi Pertamina dan laman recruitment@pertamina.com.
Rujukan
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122118072548527645&id=61565829358216&rdid=9PmT3CucpqXRSSvv&_rdc=1&_rdr mailto:recruitment@pertamina.com mailto:recruitment@pertamina.com
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/09/12/142800382/hoaks-lowongan-kerja-pertamina-pada-awal-september-2024?page=all mailto:recruitment@pertamina.com
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-23318) Cek fakta, nama Jokowi tidak disebut dalam sambutan pelantikan DPR
Sumber:Tanggal publish: 10/10/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di X menampilkan video berdurasi satu menit pada saat pelantikan DPR/ DPD/MPR periode 2024 – 2029.
Dalam unggahan tersebut, dinarasikan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak disebut dalam sambutan yang dibacakan oleh Pimpinan Sementara DPR, Guntur Sasono.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Nama Jokowie sebagai Presiden pada pelantikan DPR periode 2024/2029 tidak disebut, itu menunjukan betapa sesungguhnya para anggota Dewan sangat tidak menyukai cara kerja Jokowie yang kasar, arogan, tidak taat Hukum & Konstitusi. PENJARA MENANTIMU Mul”
Namun, benarkah nama Jokowi tidak disebut dalam sambutan pada pelantikan DPR?
Dalam unggahan tersebut, dinarasikan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak disebut dalam sambutan yang dibacakan oleh Pimpinan Sementara DPR, Guntur Sasono.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Nama Jokowie sebagai Presiden pada pelantikan DPR periode 2024/2029 tidak disebut, itu menunjukan betapa sesungguhnya para anggota Dewan sangat tidak menyukai cara kerja Jokowie yang kasar, arogan, tidak taat Hukum & Konstitusi. PENJARA MENANTIMU Mul”
Namun, benarkah nama Jokowi tidak disebut dalam sambutan pada pelantikan DPR?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran ANTARA, dalam rekaman video di akun YouTube DPR RI yang berjudul “BREAKING NEWS - PELANTIKAN DAN PENGUCAPAN SUMPAH/JANJI ANGGOTA DPR/ DPD/MPR RI PERIODE 2024 – 2029” pada 1:21:32 hingga 1:21:42, Guntur Sasono menyebutkan nama Jokowi saat pembukaan sidang.
“Yang terhormat saudara Presiden Republik Indonesia, Bapak Insinyur Joko Widodo,” ucap Guntur Sasono.
Dengan demikian, klaim nama Jokowi tidak disebut di sambutan saat pelantikan DPR/ DPD/MPR RI Periode 2024 – 2029 merupakan keliru.
Klaim: Nama Jokowi tidak disebut dalam sambutan pada pelantikan DPR/ DPD/MPR periode 2024 – 2029
Rating: Disinformasi
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
“Yang terhormat saudara Presiden Republik Indonesia, Bapak Insinyur Joko Widodo,” ucap Guntur Sasono.
Dengan demikian, klaim nama Jokowi tidak disebut di sambutan saat pelantikan DPR/ DPD/MPR RI Periode 2024 – 2029 merupakan keliru.
Klaim: Nama Jokowi tidak disebut dalam sambutan pada pelantikan DPR/ DPD/MPR periode 2024 – 2029
Rating: Disinformasi
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-23321) [KLARIFIKASI] Jokowi Bukan Batalkan Keppres IKN, tetapi Menyerahkan untuk Diteken Prabowo
Sumber:Tanggal publish: 10/10/2024
Berita
KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diklaim telah membatalkan keputusan presiden (Keppres) pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut keliru.
Informasi pembatalan Keppres IKN disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Pengunggah menyertakan tangkapan layar sebuah artikel dari Fajarmetro.com, 8 Oktober 2024.
Berikut narasinya:
JOKOWI BATALKAN KEPRESJAKARTA TETAP MENJADI IBU KOTA NEGARA
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut keliru.
Informasi pembatalan Keppres IKN disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Pengunggah menyertakan tangkapan layar sebuah artikel dari Fajarmetro.com, 8 Oktober 2024.
Berikut narasinya:
JOKOWI BATALKAN KEPRESJAKARTA TETAP MENJADI IBU KOTA NEGARA
Hasil Cek Fakta
Artikel yang diambil sebagai tangkapan layar membahas mengenai pernyataan Jokowi usai menghadiri rangkaian acara Nusantara Fun Run 2024, di Kawasan inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Minggu (6/10/2024).
Tangkapan layar artikel tersebut disebarkan tanpa menyertakan konteks lengkap.
Jokowi mengatakan, keppres pemindahan ibu kota akan diteken presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Ya mestinya gitu, (diteken oleh) Presiden yang baru, Pak Prabowo," kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Jokowi menambahkan, memindahkan ibu kota tidak hanya terkait urusan fisiknya saja, tetapi perlu dibangun ekosistem dalam sebuah Ibu kota.
Di sisi lain, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memastikan Prabowo akan menandatangani keppres pemindahan ibu kota.
"Kalau soal keppres perpindahan itu memang sebelum perpindahan ini kan kita sudah sama-sama bahas bahwa perpindahan itu akan ditandatangani oleh Pak Prabowo," tutur Dasco, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/10/2024).
"Nantinya sambil menghitung dan kemudian persiapan-persiapan peraturan-peraturan pelaksanaan yang akan menyertai itu," kata dia.
Tangkapan layar artikel tersebut disebarkan tanpa menyertakan konteks lengkap.
Jokowi mengatakan, keppres pemindahan ibu kota akan diteken presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Ya mestinya gitu, (diteken oleh) Presiden yang baru, Pak Prabowo," kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Jokowi menambahkan, memindahkan ibu kota tidak hanya terkait urusan fisiknya saja, tetapi perlu dibangun ekosistem dalam sebuah Ibu kota.
Di sisi lain, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memastikan Prabowo akan menandatangani keppres pemindahan ibu kota.
"Kalau soal keppres perpindahan itu memang sebelum perpindahan ini kan kita sudah sama-sama bahas bahwa perpindahan itu akan ditandatangani oleh Pak Prabowo," tutur Dasco, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/10/2024).
"Nantinya sambil menghitung dan kemudian persiapan-persiapan peraturan-peraturan pelaksanaan yang akan menyertai itu," kata dia.
Kesimpulan
Narasi mengenai pembatalan Keppres pemindahan ibu kota ke IKN disebarkan dengan konteks yang tidak lengkap.
Joko Widodo bukan membatalkan Keppres IKN. Keppres pemindahan ibu kota tetap dibuat, tetapi diserahkan oleh Jokowi untuk diteken oleh presiden terpilih Prabowo Subianto.
Joko Widodo bukan membatalkan Keppres IKN. Keppres pemindahan ibu kota tetap dibuat, tetapi diserahkan oleh Jokowi untuk diteken oleh presiden terpilih Prabowo Subianto.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo?fbid=865030825754495&set=a.106798211577764
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=9255625137786935&set=a.467471159935754
- https://www.facebook.com/photo?fbid=904318871758434&set=gm.1518346185553281&idorvanity=1267949420592960
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=8358703854222998&set=a.964224493671008
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=938908028256917&set=a.107789458035449
- https://www.youtube.com/watch?v=wUxpAl5vB2Q
- https://nasional.kompas.com/read/2024/10/09/10433711/gerindra-pastikan-prabowo-tanda-tangani-keppres-pemindahan-ibu-kota-ke-ikn
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-23328) [HOAKS] Pengobatan Ida Dayak di Kabupaten Siak, Riau pada 9-11 Oktober 2024
Sumber:Tanggal publish: 10/10/2024
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan berupa poster yang menyebut Ida Dayak akan melakukan pengobatan alternatif di Gedung Daerah, Kabupaten Siak, Provinsi Riau pada 9 sampai 11 Oktober 2024.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com informasi tersebut hoaks.
Poster yang menyebut Ida Dayak akan melakukan pengobatan Kabupaten Siak muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.
Poster tersebut disertai nomor WhastApp untuk mendaftar pengobatan.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com informasi tersebut hoaks.
Poster yang menyebut Ida Dayak akan melakukan pengobatan Kabupaten Siak muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.
Poster tersebut disertai nomor WhastApp untuk mendaftar pengobatan.
Hasil Cek Fakta
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupeten Siak memastikan informasi tersebut adalah hoaks.
"Sehubungan dengan beredarnya informasi yang menyatakan bahwa Ida Dayak akan hadir di Kabupaten Siak, kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar", tulis Diskominfo Siak di akun Instagram-nya.
Hal serupa juga disampaikan Kasat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polres Siak AKP Hermanto.
Dikutip dari Haluan Riau, ia menyebut poster pengobatan Ida Dayak di Siak merupakan penipuan.
Beberapa warga menjadi korban penipuan tersebut. Salah satunya warga bernama Aisyah, ia mengaku telah mentransfer uang pendaftaran setelah menghubungi nomor WhatsApp yang tertera di poster.
Namun, ternyata tidak ada tindak lanjut. Nomor WhatsApp tersebut juga tidak bisa dihubungi lagi.
Adapun poster palsu soal pengobatan Ida Dayak sebelumnya juga beredar di sejumlah wilayah.
Modusnya selalu sama, pelaku meminta korban mentransfer sejumlah uang sebelum mengikuti pengobatan.
"Sehubungan dengan beredarnya informasi yang menyatakan bahwa Ida Dayak akan hadir di Kabupaten Siak, kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar", tulis Diskominfo Siak di akun Instagram-nya.
Hal serupa juga disampaikan Kasat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polres Siak AKP Hermanto.
Dikutip dari Haluan Riau, ia menyebut poster pengobatan Ida Dayak di Siak merupakan penipuan.
Beberapa warga menjadi korban penipuan tersebut. Salah satunya warga bernama Aisyah, ia mengaku telah mentransfer uang pendaftaran setelah menghubungi nomor WhatsApp yang tertera di poster.
Namun, ternyata tidak ada tindak lanjut. Nomor WhatsApp tersebut juga tidak bisa dihubungi lagi.
Adapun poster palsu soal pengobatan Ida Dayak sebelumnya juga beredar di sejumlah wilayah.
Modusnya selalu sama, pelaku meminta korban mentransfer sejumlah uang sebelum mengikuti pengobatan.
Kesimpulan
Poster yang menyebut Ida Dayak akan melakukan pengobatan Kabupaten Siak pada 9 sampai 11 Oktober adalah hoaks.
Poster tersebut merupakan penipuan. Pelaku meminta korbannya untuk mentransfer sejumlah uang yang diklaim sebagai biaya pendaftaran.
Poster tersebut merupakan penipuan. Pelaku meminta korbannya untuk mentransfer sejumlah uang yang diklaim sebagai biaya pendaftaran.
Rujukan
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122098107674546192&id=61566385768968&rdid=dw7lF8DiMmt6DmGs
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=2918796594925199&id=100003846611643&rdid=XIXq1hSCQrm1tbVE
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=378048922035758&id=100094919599536&rdid=dfUUBykK4PUA0Hb7
- https://www.instagram.com/p/DAVVGPossDO/?igsh=Y2ljNW45cDc1Ymo4
- https://riau.harianhaluan.com/daerah/1113684737/penipuan-berkedok-pengobatan-ida-dayak-polres-siak-imbau-masyarakat-lebih-waspada
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2675/7906
