(GFD-2024-23534) Keliru, Klaim Cacar Monyet Sama Dengan Herpes Zoster Dan Efek Samping Vaksin Covid-19
Sumber:Tanggal publish: 22/10/2024
Berita
Sejumlah konten di Facebook oleh akun ini, ini, ini, dan ini memuat klaim bahwa monkeypox (mpox) sama dengan herpes zoster atau cacar api dan efek samping dari vaksinasi Covid-19 jenis mRNA. Konten tersebut disertai video yang memperlihatkan berita Kompas TV tentang perawatan orang-orang sakit Mpox di Afrika.
Klaim itu disebut berasal dari Wolfgang Wodarg, seorang dokter di Jerman. Berikut tulis narasinya: Dokter Jerman Wolfgang Wodarg menawarkan pandangan alternatif mengenai cacar monyet lebih dari dua tahun yang lalu: Apa yang dianggap sebagai cacar monyet, dalam banyak kasus, sebenarnya adalah herpes zoster, salah satu efek samping yang diketahui dari vaksin COVID-19. Cacar adalah momok lain yang diciptakan untuk menutupi efek samping vaksin mRNA.
Namun, benarkah Mpox adalah herpes zoster dan merupakan efek samping vaksinasi Covid-19 jenis mRNA?
Hasil Cek Fakta
Mpox dan herpes zoster merupakan dua jenis yang berbeda meski sama-sama tergolong jenis cacar dan disebabkan oleh virus. Mpox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus cacar monyet (MPXV), salah satu spesies virus dari genus Orthopoxvirus. Sementara herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan varicella-zoster virus (VZV).
Cacar Monyet
Dilansir website Badan Kesehatan Dunia ( WHO ), Mpox atau Monkeypox adalah penyakit yang disebabkan cacar monyet dengan gejala ruam kulit atau lesi mukosa yang dapat berlangsung 2–4 minggu disertai demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, energi rendah, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Penularan virus cacar monyet bisa terjadi melalui kontak dekat dengan orang yang menderita penyakit tersebut, atau benda yang terkontaminasi, misal penggunaan jarum suntik bergantian. Bisa juga melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi.
Penularan pada bayi juga bisa terjadi saat kehamilan, kelahiran ataupun setelah kelahiran. Orang yang memiliki banyak pasangan seksual juga memiliki risiko lebih tinggi tertular Mpox.
Namun dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengetahui secara lebih detail dan lengkap, bagaimana virus ini menular. Termasuk untuk mengetahui hewan apa saja yang bisa menampung dan menularkannya pada manusia.
Pengobatannya sejauh ini dilakukan dengan perawatan suportif, tergantung gejala yang muncul, seperti nyeri dan demam. Perawatan dilakukan dengan cara memberi perhatian ketat pada nutrisi, hidrasi, perawatan kulit, pencegahan infeksi sekunder dan pengobatan infeksi penyerta, termasuk untuk HIV jika ada.
Herpes Zoster
Sementara herpes zoster, juga dari laman WHO, merupakan penyakit akut yang sangat menular yang disebabkan oleh VZV, anggota famili virus herpes. Penyakit yang diketahui hanya menular di antara manusia ini juga disebut cacar air dan cacar ular.
Sebanyak 10 sampai 20 persen orang yang dihinggapi virus ini, akan menyimpannya di ganglia (kelompok sel) saraf, dan kemudian di masa depan aktif lagi hingga menimbulkan sakit herpes zoster.
Kategori yang rentan terserang penyakit ini adalah orang berusia di atas 50 tahun atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Bahkan pada pada neonatus dan orang dengan gangguan kekebalan tubuh, akibatnya bisa menjadi fatal.
Herpes zoster ditandai dengan gejala ruam gatal yang biasanya muncul di kulit kepala dan wajah dan awalnya disertai demam dan malaise. Ruam tersebut secara bertahap akan menyebar ke badan dan ekstremitas (anggota gerak pada tubuh manusia).
Vesikel atau ruang di dalam sel, secara bertahap akan mengering dan muncul krusta yang kemudian menghilang dalam jangka waktu satu hingga dua minggu. Kondisi kesehatan bisa lebih rumit bila pasien juga menderita pneumonia atau ensefalitis (radang otak), dan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Mpox dan Covid-19 Tidak Berkaitan
Konten yang beredar mengatakan bahwa narasi Mpox berkaitan dengan vaksin Covid-19 berasal dari orang Jerman bernama Wolfgang Wodarg. Menurut pemeriksa fakta asal Jerman, DW.com, Wodarg adalah seorang dokter dan mantan anggota Partai Sosial Demokrat (SPD) Bundestag Jerman.
Ia kemudian bergabung dengan The Grassroots Democratic Party of Germany (dieBasis) yang merupakan partai kecil penolak lockdown yang berkaitan dengan Covid-19 di Jerman. Video dirinya membicarakan penyebab Mpox dirilis tahun 2022.
Namun, ahli mikrobiologi dan imunologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Amerika Serikat, Kari Moore Debbink, menyatakan Mpox bukan penyakit yang disebabkan vaksin Covid-19.
“Vaksin COVID mRNA digunakan secara global, sementara kasus Mpox biasanya ditemukan di negara-negara tertentu di Afrika, dengan beberapa kasus rendah di luar wilayah tersebut. Oleh karena itu, tidak ada hubungan geografis antara penggunaan vaksin COVID mRNA dan kasus mpox," kata Debink.
Profesor penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Amerika Serikat, William Schaffner, juga membantah narasi yang beredar. "Ini adalah dua virus yang sangat berbeda, dan tentu saja, vaksin melawan COVID tidak ada hubungannya dengan Mpox," kata Schaffner.
Dilansir pemeriksa fakta asal Prancis, AFP, beberapa akademisi di bidang kesehatan menyatakan Mpox tidak berkaitan dengan Covid-19 ataupun vaksin Covid-19. Mereka adalah dokter spesialis penyakit menular dan mikrobiolog di Fakultas Kedokteran Li Ka Shing, Universitas Hong Kong, Yuen Kwok-Yung, dan profesor epidemiologi penyakit menular di London School of Hygiene and Tropical Medicine, David Heymann.
"Tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa epidemi cacar monyet terkait dengan vaksin," kata David Heymann kepada AFP pada Juni 2022.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan bahwa penyakit Mpox bukan efek samping dari vaksinasi Covid-19. Vaksin Covid-19 baru diedarkan secara masif tahun 2021, sementara WHO mencatat Mpox pertama kali diketahui menyerang manusia pada 1970 di Kongo, Afrika.
“Jadi, penyakit Mpox ini tidak dapat dikatakan karena efek samping dari vaksin COVID-19. Itu tidak ada hubungannya,” kata Syahril.
Dia mengatakan virus Mpox menular lewat kontak langsung seperti berjabat tangan, bergandengan, termasuk juga kontak seksual. Dilansir CNBC.com, WHO mencatat bahwa 99 persen penderita Mpox adalah laki-laki.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan Mpox adalah penyakit yang sama dengan herpes zoster dan merupakan efek samping dari vaksinasi Covid-19 jenis mRNA adalah klaimkeliru.
Mpox merupakan penyakit yang disebabkan virus cacar monyet (MPXV), herpes zoster berasal dari varicella-zoster virus (VZV), dan Covid-19 dari virus Sars-Cov-2. Sejumlah dokter spesialis dan akademisi di bidang kesehatan juga mengatakan narasi yang beredar tersebut salah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/marasan.lubis.5/posts/1462420467745193/
- https://www.facebook.com/jeriko.simangunsong/posts/pfbid02Ek2MxH2yG1GDutWHLsHRA4aTMgaFDCHbB5jfyEhSrzzdh3G3LiQ9nyjrGYzWcYaal
- https://www.facebook.com/fahrez.arsyila/posts/pfbid0c785HjWx8edtLxMPUQ5NVyWyk9VG3yXg9PCEdtiKgYCf8ZFyBaZZuR93SSqeJdPNl
- https://www.facebook.com/hotma.j.sinambela.1/posts/pfbid03LebA9FzV6L1ikyfRv5xfDu5kRYV2wjDhf9MQXy3ogBPcKop7mTbgEx6WHgSa4uJl
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mpox
- https://www.who.int/teams/health-product-policy-and-standards/standards-and-specifications/norms-and-standards/vaccine-standardization/varicella
- https://www.dw.com/en/fact-check-no-link-between-mpox-and-covid-vaccination/a-69977565
- https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.36EN4YM
- https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20240902/2746370/penyakit-mpox-bukan-karena-efek-vaksin-covid-19-2/
- https://www.cnbc.com/2022/07/27/monkeypox-who-recommends-gay-bisexual-men-limit-sexual-partners-to-reduce-spread.html mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2024-23535) Cek Fakta: Hoaks Artikel Cak Imin Sudah Ajukan Nama Anies Baswedan ke Prabowo Sesuai Permintaan Anies
Sumber:Tanggal publish: 22/10/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel Cak Imin mengajukan nama Anies Baswedan ke Prabowo sesuai permintaan Anies. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 20 Oktober 2024.
Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari Detik.com berjudul:
"Cak Imin: "Sebenarnya Saya Sudah Ajukan Nama Mas Anies ke Pak Prabowo, Sesuai Pesan Mas Anies, Tapi Mohon Maaf Mas Anies, Beliau Nyatakan Kursi Kabinet sudah Full."
Lalu benarkah postingan artikel Cak Imin mengajukan nama Anies Baswedan ke Prabowo sesuai permintaan Anies?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka laman Detiknews.com. Namun tidak ada artikel seperti yang disebutkan dalam postingan di atas.
Cek Fakta Liputan6.com justru menemukan artikel yang identik dengan postingan. Kesamaan terdapat pada foto yang dipakai dalam artikel.
Namun dalam artikel asli mempunyai judul "Cak Imin Ngaku Dapat Tugas dari Prabowo untuk 'Mengkoordinir'" yang tayang pada 17 Oktober 2024. Berikut isi artikelnya:
"Jakarta - Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku menerima arahan untuk menjadi bagian dari kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto. Cak Imin mengaku diberikan tugas untuk 'mengkoordinir'.Cak Imin tak menjelaskan lebih lanjut pos kementerian apa yang akan dipimpinnya. Ia mengaku akan mengikuti arahan Prabowo.
"Saya enggak tau (posisi menko) ha-ha, pokoknya kita ikuti aja. Belum (arahan khusus), ya pokoknya mengkoordinir aja," kata Cak Imin di The Westin Jakarta, Kamis (17/10/2024).
Cak Imin mengaku tidak ada keinginan perihal posisi yang akan diberikan. Dia menyebut penempatan posisi dalam kabinet sepenuhnya menjadi hak istimewa presiden.
"Enggak ada pengen-pengenan (posisi menteri), itu urusan prerogatif presiden," ungkap Cak Imin.
Seperti diketahui, Cak Imin turut mengikuti pembekalan calon menteri kabinet Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Cak Imin menyebut pembekalan ini membahas persiapan kabinet yang akan datang.
"Ya pokoknya hari ini briefing, hari ini briefing tantangan dan persiapan kabinet yang akan datang," kata Cak Imin kepada wartawan di Hambalang pada Rabu (16/10).
Cak Imin mengatakan Prabowo menyampaikan banyak hal dalam pembekalan tersebut. Namun, kata Cak Imin, inti pembekalan tersebut adalah perencanaan pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming mendatang.
"Semua.. semua, pemetaan, persiapan dan perencanaan," ucapnya."
Kesimpulan
Postingan artikel Cak Imin mengajukan nama Anies Baswedan ke Prabowo sesuai permintaan Anies. Faktanya judul dalam artikel itu merupakan hasil editan.
Rujukan
(GFD-2024-23538) [HOAKS] Video Prabowo Promosikan Produk Jam Tangan
Sumber:Tanggal publish: 22/10/2024
Berita
KOMPAS.com- Sebuah video menampikan Presiden Prabowo Subianto mempromosikan produk jam tangan.
Video yang diedarkan unggahan di media sosial itu menyatakan, promo jam tangan yang diberikan adalah beli satu gratis satu, dengan harga Rp 99.000.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan hasil manipulasi.
Video yang menampilkan Prabowo mempromosikan produk jam tangan muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Dalam video, Prabowo mempromosikan jam tangan dengan harga Rp 99.000 dan terdapat promo "beli satu gratis satu".
Video yang diedarkan unggahan di media sosial itu menyatakan, promo jam tangan yang diberikan adalah beli satu gratis satu, dengan harga Rp 99.000.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan hasil manipulasi.
Video yang menampilkan Prabowo mempromosikan produk jam tangan muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Dalam video, Prabowo mempromosikan jam tangan dengan harga Rp 99.000 dan terdapat promo "beli satu gratis satu".
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Kompas.com mengambil tangkapan layar video dan menelusurinya menggunakan platform pencari Yandex.
Hasilnya. video tersebut identik dengan unggahan kanal YouTube TV NU ini yang diunggah pada 28 April 2024.
Video itu adalah moemen ketika Prabowo menyampaikan pidato pada acara halalbihalal yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kramat Raya, Jakarta Pusat pada 28 April 2024.
Dalam pidatonya, salah satu yang dibahas Prabowo adalah soal kedetakatannya dengan kiai NU, salah satunya Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Prabowo sama sekali tidak mempromosikan produk jam tangan dalam kesempatan itu.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengecek suara Prabowo mempromosikan produk jam tangan menggunakan tools dari Hive Moderation.
Hasilnya, suara Prabowo terdeteksi dihasilkan oleh artificial intelligence (AI) dengan probabilitas mencapai 99.8 persen.
Suara Prabowo yang dimanipulasi kemudian dipadukan dengan video saat dia menjadi pembicara di acara PBNU.
Hasilnya. video tersebut identik dengan unggahan kanal YouTube TV NU ini yang diunggah pada 28 April 2024.
Video itu adalah moemen ketika Prabowo menyampaikan pidato pada acara halalbihalal yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kramat Raya, Jakarta Pusat pada 28 April 2024.
Dalam pidatonya, salah satu yang dibahas Prabowo adalah soal kedetakatannya dengan kiai NU, salah satunya Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Prabowo sama sekali tidak mempromosikan produk jam tangan dalam kesempatan itu.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengecek suara Prabowo mempromosikan produk jam tangan menggunakan tools dari Hive Moderation.
Hasilnya, suara Prabowo terdeteksi dihasilkan oleh artificial intelligence (AI) dengan probabilitas mencapai 99.8 persen.
Suara Prabowo yang dimanipulasi kemudian dipadukan dengan video saat dia menjadi pembicara di acara PBNU.
Kesimpulan
Video yang menampilkan Prabowo mempromosikan produk jam tangan merupakan hasil manipulasi. Video aslinya adalah momen ketika Prabowo menyampaikan pidato pada acara halalbihalal yang diadakan oleh PBNU pada 28 April 2024.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Prabowo mempromosikan produk jam tangan terdeteksi dihasilkan oleh AI generatif.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Prabowo mempromosikan produk jam tangan terdeteksi dihasilkan oleh AI generatif.
Rujukan
(GFD-2024-23539) [KLARIFIKASI] Lagu "Kebyar Kebyar" Dibawakan Band Arkarna, Bukan Penyanyi Spanyol
Sumber:Tanggal publish: 22/10/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video lagu "Kebyar Kebyar" ciptaan almarhum Gombloh dibawakan oleh penyanyi asal Spanyol.
Penyanyi latar dalam video tersebut juga diklaim sebagai mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Spanyol.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut disebarkan dengan konteks keliru.
Video lagu "Kebyar Kebyar" dibawakan oleh penyanyi asal Spanyol disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (14/10/2024):
Lagu Indonesia KEBYAR KEBYAR gubahan Alm. GOMBLOH (SOEDJARWOTO) dikumandangkan oleh penyanyi kenamaan Spanyol, dan di backing vocal oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Spanyol.
Saat lagu itu berkumandang, sungguh mendapat applous yang luar biasa dari seluruh atlit sedunia yang hadir di Tokyo.
Penyanyi tersebut minta ke Panitya Olympiade Tokyo, agar memberikan royalti lagu ke keluarga (alm) Gombloh.
Hal ini direspon cepat oleh Panitia Olympiade yang di back up oleh Pemerintah Jepang, yang langsung menyerahkan royalti ke keluarga (alm) Gombloh melalui kedubes Jepang di Indonesia.
Saat ini lagu Kebyar Kebyar sudah viral di beberapa negara. Gombloh begitu dikagumi di luar negeri dengan karya-karyanya yang mengharumkan nama Indonesia.
Penyanyi latar dalam video tersebut juga diklaim sebagai mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Spanyol.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut disebarkan dengan konteks keliru.
Video lagu "Kebyar Kebyar" dibawakan oleh penyanyi asal Spanyol disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (14/10/2024):
Lagu Indonesia KEBYAR KEBYAR gubahan Alm. GOMBLOH (SOEDJARWOTO) dikumandangkan oleh penyanyi kenamaan Spanyol, dan di backing vocal oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Spanyol.
Saat lagu itu berkumandang, sungguh mendapat applous yang luar biasa dari seluruh atlit sedunia yang hadir di Tokyo.
Penyanyi tersebut minta ke Panitya Olympiade Tokyo, agar memberikan royalti lagu ke keluarga (alm) Gombloh.
Hal ini direspon cepat oleh Panitia Olympiade yang di back up oleh Pemerintah Jepang, yang langsung menyerahkan royalti ke keluarga (alm) Gombloh melalui kedubes Jepang di Indonesia.
Saat ini lagu Kebyar Kebyar sudah viral di beberapa negara. Gombloh begitu dikagumi di luar negeri dengan karya-karyanya yang mengharumkan nama Indonesia.
Hasil Cek Fakta
Video yang beredar tersebut bersumber dari siaran stasiun televisi swasta, RCTI pada 18 Agustus 2015.
Lagu "Kebyar Kebyar" dibawakan oleh grup musik Arkarna dalam acara Mega Konser Dunia.
Rekaman penampilan Arkarna dapat dilihat di kanal YouTube RCTI - ENTERTAINMENT.
Berdasarkan deskripsi di Spotify, Arkarna mulai merintis karier musiknya di London, Inggris.
Arkarna merupakan grup musik asal Inggris. Vokalis Arkarna, Ollie Jacobs mengatakan, butuh waktu satu bulan untuk menghafalkan lagu tersebut.
Warner Music Indonesia memproduksi lagu bersama Arkarna dalam rangka menyambut HUT ke-70 Republik Indonesia.
Lagu "Kebyar Kebyar" ciptaan Gombloh dinyanyikan untuk memupuk semangat generasi muda dan sebagai bentuk kampanye melawan narkoba.
Lagu "Kebyar Kebyar" dibawakan oleh grup musik Arkarna dalam acara Mega Konser Dunia.
Rekaman penampilan Arkarna dapat dilihat di kanal YouTube RCTI - ENTERTAINMENT.
Berdasarkan deskripsi di Spotify, Arkarna mulai merintis karier musiknya di London, Inggris.
Arkarna merupakan grup musik asal Inggris. Vokalis Arkarna, Ollie Jacobs mengatakan, butuh waktu satu bulan untuk menghafalkan lagu tersebut.
Warner Music Indonesia memproduksi lagu bersama Arkarna dalam rangka menyambut HUT ke-70 Republik Indonesia.
Lagu "Kebyar Kebyar" ciptaan Gombloh dinyanyikan untuk memupuk semangat generasi muda dan sebagai bentuk kampanye melawan narkoba.
Kesimpulan
Video penampilan Arkarna membawakan lagu "Kebyar Kebyar" di RCTI pada 18 Agustus 2015, disebarkan dengan konteks keliru.
Arkarna merupakan grup musik asal Inggris, bukan Spanyol. Mereka bekerja sama dengan Warner Music Indonesia membawakan lagu ciptaan Gombloh tersebut dalam rangka HUT ke-70 RI.
Arkarna merupakan grup musik asal Inggris, bukan Spanyol. Mereka bekerja sama dengan Warner Music Indonesia membawakan lagu ciptaan Gombloh tersebut dalam rangka HUT ke-70 RI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/100063445130117/videos/470953632636194
- https://www.facebook.com/emirishvaraizak4/videos/2039411813155823/?idorvanity=562884883868229
- https://www.facebook.com/emirishvaraizak4/videos/1231051935420611/?idorvanity=382309508543847
- https://www.facebook.com/Musswalla/videos/625752409326665/
- https://www.facebook.com/sasakalombok.prabu/videos/1211051072745023/?idorvanity=1172865196558104
- https://www.facebook.com/putra.lemersing.52/videos/426726245376763/
- https://www.youtube.com/watch?v=7N4GjJ7Qdrg
- https://open.spotify.com/artist/66HrV4IC0VbLmy0vF3sqty
- https://entertainment.kompas.com/read/2015/08/18/121902410/Vokalis.Arkarna.Belajar.Sebulan.Nyanyikan.Kebyar.Kebyar.
- https://www.youtube.com/watch?v=lUkYLgOhrpo
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2612/7901

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4976065/original/048284800_1729581726-cek_fakta_cak_imin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4976066/original/062750300_1729581765-cek_fakta_cak_imin_2.jpg)