• (GFD-2024-24782) Cek Fakta: Tidak Benar Video Ini Penampakan Hiu di Perairan Ancol pada Desember 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/12/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video yang menyebut ada hiu di perairan Ancol pada Desember 2024. Postingan itu beredar sejak pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 27 Desember 2024.
    Dalam postingannya terdapat video seseorang yang sedang berada di tengah laut berbicara ada delapan ekor hiu. Video itu disertai narasi:
    "Hati-hati Banyak Hiu mendekat pantai Ancol."
    Akun itu menambahkan narasi:
    "selain bahaya banjir,bahaya juga mengintai dengan bnyaknya ikan hiu yg berdatangan ke pantai ancol...hati hagi guys"
    Lalu benarkah postingan video yang menyebut ada hiu di perairan Ancol pada Desember 2024?
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan penjelasan dari Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJA) Winarto. Penjelasan itu disampaikan dalam website Jalahoaks.jakarta.go.id. Jalahoaks merupakan media informasi dan klarifikasi fakta yang dikelola oleh Bidang Informasi Publik, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta.
    "Video yang beredar merupakan video lama pada tahun 2023. Perlintasan hiu kala itu juga jauh dari area wisata," ujar Winarto dilansir Jalahoaks.
    "keberadaan ikan hiu yang melintas di perairan Ancol pada tahun 2023 itu menandakan indikasi kualitas perairan yang membaik. Winarto juga menambahkan bahwa yang masuk perairan Ancol baru-baru ini adalah ikan Pari Barongsay," katanya menambahkan.
    Penelusuran dilanjutkan dan menemukan artikel Liputan6.com pada tahun 2023 terkait topik di atas. Artikel itu berjudul "Viral Hiu Paus Muncul di Perairan Jakarta, Ini Penjelasan Dinas KPKP" yang tayang 6 Juni 2023.
    Berikut isi artikelnya:
    "Liputan6.com, Jakarta - Beredar video yang merekam sejumlah hiu paus sedang berada di perairan Jakarta. Hiu paus tersebut nampak muncul di permukaan air.
    Adapun video tersebut diunggah akun Instagram @jakut.info. Dalam keterangan unggahan tersebut, kemunculan hiu paus itu terjadi pada Sabtu (3/6/2023) lalu.
    Menanggapi itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengatakan, kejadian tersebut sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
    "Kehadiran hiu paus atau Rhincodon typus di perairan Kepulauan Seribu terindikasi bahwa wilayah tersebut merupakan salah satu alur migrasi dari Hiu Paus dan juga terdapat ikan-ikan kecil sebagai sumber makanannya," kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati, Dikutip Selasa (6/6/2023).
    Eli menambahkan, kemunculan hiu paus tersebut menandakan laut Kepulauan Seribu masih baik.
    "Hal ini menandakan kondisi perairan laut Kepulauan Seribu masih terjaga," ujar Eli.
    Lebih lanjut, Eli berharap nelayan dan masyarakat untuk tidak menabrak dan mengganggu hiu paus itu serta tidak melakukan penangkapan.
    "Hewan ini berstatus terancam punah dan merupakan hewan yang dilindungi secara nasional melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus dan bahkan di lingkup internasional oleh The International Union for Conservation of Nature (IUCN)," jelas Eli."

    Kesimpulan


    Postingan video yang menyebut ada hiu di perairan Ancol pada Desember 2024 adalah tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24785) [PENIPUAN] Eks Panglima TNI Andika Perkasa Bagi-Bagi Uang di TikTok

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 27/12/2024

    Berita

    Akun TikTok “andika_perkasa91” pada Rabu (30/11/2024) mengunggah video [arsip] berisi pernyataan dari sosok Andika Perkasa yang ingin membagi uang jutaan rupiah.

    Hasil Cek Fakta

    Unggahan yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9%.
    Video berisi pernyataan “Andika Perkasa bagikan uang senilai Rp25 juta” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Kesimpulan

    Video berisi pernyataan “Andika Perkasa bagikan uang senilai Rp25 juta” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2024-24786) [PENIPUAN] Ahmad Lutfhi Bagikan Jutaan Rupiah, Syukuran Menang Pilkada

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 27/12/2024

    Berita

    Akun TikTok “ahmaddigph6v” pada Rabu (12/12/2024) mengunggah video [arsip]. Isinya memperlihatkan sosok Ahmad Luthfi yang akan membagikan uang jutaan rupiah sebagai gubernur terpilih Jawa Tengah.

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 96,1%.
    Unggahan berisi narasi “Ahmad Luthfi akan membagikan uang jutaan rupiah sebagai gubernur terpilih Jawa Tengah” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Kesimpulan

    Unggahan berisi narasi “Ahmad Luthfi akan membagikan uang jutaan rupiah sebagai gubernur terpilih Jawa Tengah” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2024-24787) [SALAH] RI Bayar Upeti Kereta Cepat untuk Topang Ekonomi Tiongkok

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 27/12/2024

    Berita

    Akun X “TrioKwekKwek555” pada Kamis (12/12/2024) mengunggah video [arsip] berisi klaim yang menyebut Ekonomi Tiongkok ditopang tambang RI, impor produk, dan proyek seperti kereta cepat.
    Berikut narasi lengkapnya:
    “Ekonomi Tiongkok sudah ambrol kalau gak ditopang oleh tambang2 RI upeti Mulyono dan gerombolannya, kalau produk2nya gak diimpor oleh rezim PKI dan gerombolannya. Kereta cepat rongsokan misalnya”

    Per Jumat (27/12/2024), konten tersebut sudah ditonton 68 kali tayangan dan telah disukai 6 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) pertama-tama menelusuri pemberitaan metrotvnews.com berjudul “Kereta Cepat Bikin Indonesia Mesti Bayar Utang Rp226,9 Miliar per Bulan” yang terdapat dalam unggahan.
    Faktanya, berita itu hanya membahas pernyataan anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati tentang adanya kewajiban pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang mencapai Rp226,9 miliar per bulan selama 30 tahun. Tidak ada narasi tentang “pembayaran upeti kereta cepat untuk menopang ekonomi Tiongkok”

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi klaim “pembayaran upeti kereta cepat untuk menopang ekonomi Tiongkok” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Laurensius Raka)

    Rujukan