(GFD-2024-24795) Cek Fakta: Tidak Benar Ditemukan Uang Palsu Saat Tarik Tunai dari ATM di Gowa
Sumber:Tanggal publish: 27/12/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang penemuan uang palsu saat melakukan tarik tunai dari sebuah ATM di Gowa, Sulawesi Selatan beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 23 Desember 2024.
Akun Facebook tersebut mengunggah video berisi seorang pria yang mengklaim mendapati uang palsu saat melakukan tarik tunai di salah satu ATM di Gowa, Sulawesi Selatan.
Pria tersebut kemudian memamerkan uang hasil tarik tunainya dari ATM. Ia mengklaim, terdapat belahan di uang tersebut dan diduga merupakan uang palsu.
"Lokasi sekarang di BRI Cabang Palangga, samping Polsek. Baru-baru tadi menarik, hasil uangnya seperti ini. Ada belahan di uangnya. Mohon jalan keluarnya," kata seorang pria dalam video tersebut.
"BETUL-BETUL UANG PALSU SANGAT MERESAHKAN WARGA SULSEL. Lokasi: Palngga Gowa," demikian narasi dalam video tersebut.
"Penarikan uang palsu di ATM BRI samping Polsek Pallangga Kab. Gowa," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 248 kali ditonton dan mendapat komentar dari warganet.
Benarkah kabar tentang penemuan uang palsu saat melakukan tarik tunai dari sebuah ATM di Gowa, Sulawesi Selatan? Berikut penelusurannya.
Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
Caranya mudah:
* Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
* Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
* Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
* Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang penemuan uang palsu saat melakukan tarik tunai dari sebuah ATM di Gowa, Sulawesi Selatan. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "uang palsu atm gowa" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang meluruskan kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Heboh Warga Ngaku Tarik Uang Palsu di ATM Gowa, Pembuat Konten Minta Maaf" yang dimuat situs detik.com pada 24 Desember 2024.
Gowa - Heboh di media sosial video seorang pria mengaku mendapatkan uang palsu usai melakukan penarikan di salah satu mesin ATM di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pembuat konten video tersebut belakangan meminta maaf sebab uang yang disebut palsu itu ternyata asli.
Kasat Intelkam Polres Gowa Iptu Syahrial Yuzdiansyah mengatakan peristiwa dalam video itu terjadi di mesin ATM di samping Polsek Pallangga, Minggu (22/12) pagi. Pria yang diketahui bernama Sultan itu sebenarnya sudah diberitahu bahwa uang yang ditariknya dari mesin ATM itu asli, bukan palsu.
"Dia ceritanya tarik uang, terus dia curiga dia tanyakan ke sekuriti, sekuriti bilang, 'uang asli ini, Pak'. Tapi setelah diyakinkan bahwa uang asli, dia malah bikin video bahwa ini uang palsu," kata Iptu Syahrial.
Konten video bikinan Sultan itu rupanya dengan cepat beredar luas di media sosial. Akibatnya, Sultan dipanggil untuk melakukan klarifikasi.
"Dipanggil klarifikasi, kan langsung viral, membuat resah, ada tim, ada polisi, ada pegawai sekuriti. Seandainya belum dikasi tahu bahwa itu uang asli baru dia bikin video, mungkin tidak apa-apa. Itu sudah dikasi tau uang asli, baru dia pergi rekam, bikin konten," katanya.
Tim Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan video berisi permintaan maaf dari seseorang yang menyebarkan informasi terkait penemuan uang palsu dari ATM di Gowa. Video tersebut berjudul "Pria Ini Beri Klarifikasi Video Viral Uang Palsu di ATM BRI Pallangga Gowa" yang dimuat channel YouTube Sulselsatu pada 23 Desember 2024.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
"Assalamualaikum, saya Sultan, alamat Takalar, dengan ini meminta maaf kepada masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan terkait video viral uang palsu di ATM BRI Palangga. Setelah dicek ternyata keaslian uang tersebut memang asli. Sekali lagi saya minta maaf kepada masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan," demikian pernyataan dari pria tersebut.
Kesimpulan
Kabar tentang penemuan uang palsu saat melakukan tarik tunai dari sebuah ATM di Gowa, Sulawesi Selatan ternyata tidak benar. Faktanya, uang yang ditarik pria dalam video tersebut ternyata asli. Selain itu, pria yang menyebarkan informasi tersebut juga telah menyampaikan permintaan maaf.
Rujukan
(GFD-2024-24807) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Ditemukan Uang Palsu dari Sebuah ATM di Gowa
Sumber:Tanggal publish: 27/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video dengan narasi penemuan uang palsu di Anjungan Tunai Mandiri atau ATM yang berada Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Setelah ditelusuri narasi tersebut keliru dan perlu diluruskan.
Narasi soal penemuan uang palsu di ATM Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Dalam video itu perekam menunjukkan uang kertas pecahan Rp 100.000 yang terbelah di bagian ujungnya.
Video itu diberi keterangan:
Waspadalah Uang Palsu sudah masuk ATM
BETUL-BETUL UANG PALSU SANGAT MERESAHKAN WARGA SULSES Lokasi : Palangga Gowa (22/12).
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim penemuan uang palsu di ATM di Pallangga, Gowa
Setelah ditelusuri narasi tersebut keliru dan perlu diluruskan.
Narasi soal penemuan uang palsu di ATM Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Dalam video itu perekam menunjukkan uang kertas pecahan Rp 100.000 yang terbelah di bagian ujungnya.
Video itu diberi keterangan:
Waspadalah Uang Palsu sudah masuk ATM
BETUL-BETUL UANG PALSU SANGAT MERESAHKAN WARGA SULSES Lokasi : Palangga Gowa (22/12).
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim penemuan uang palsu di ATM di Pallangga, Gowa
Hasil Cek Fakta
Dikutip dari Detik.com, Kasat Intelkam Polres Gowa Iptu Syahrial Yuzdiansyah menjelaskan lokasi dalam video berada di ATM yang berada di samping Polsek Pallangga, Kabupaten Gowa.
Video itu diambil oleh seorang warga bernama Sultan, pada Minggu (22/12/2024) pagi.
Menurut Syahrial, sebenarnya Sultan sudah diberi tahu uang yang ia tarik dari ATM tersebut asli. Namun, Sultan justru membuat video dengan narasi bahwa uang itu palsu.
"Dia ceritanya tarik uang, terus dia curiga dia tanyakan ke sekuriti, sekuriti bilang, 'uang asli ini, Pak'. Tapi setelah diyakinkan bahwa uang asli, dia malah bikin video bahwa ini uang palsu," kata Syahrial.
Video yang dibuat Sultan itu kemudian viral di media sosial. Oleh pihak berwajib, Sultan lantas diminta untuk memberikan klarifikasi.
Dalam video klarifikasinya, Sultan mengatakan, setelah dicek uang yang ia tarik di ATM Pallangga asli, bukan uang palsu.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Sultan alamat Takalar dengan ini meminta maaf kepada masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan terkait video viral uang palsu di ATM BRI Pallangga. Setelah dicek, ternyata keaslian uang tersebut memang asli," ujarnya.
Video itu diambil oleh seorang warga bernama Sultan, pada Minggu (22/12/2024) pagi.
Menurut Syahrial, sebenarnya Sultan sudah diberi tahu uang yang ia tarik dari ATM tersebut asli. Namun, Sultan justru membuat video dengan narasi bahwa uang itu palsu.
"Dia ceritanya tarik uang, terus dia curiga dia tanyakan ke sekuriti, sekuriti bilang, 'uang asli ini, Pak'. Tapi setelah diyakinkan bahwa uang asli, dia malah bikin video bahwa ini uang palsu," kata Syahrial.
Video yang dibuat Sultan itu kemudian viral di media sosial. Oleh pihak berwajib, Sultan lantas diminta untuk memberikan klarifikasi.
Dalam video klarifikasinya, Sultan mengatakan, setelah dicek uang yang ia tarik di ATM Pallangga asli, bukan uang palsu.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Sultan alamat Takalar dengan ini meminta maaf kepada masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan terkait video viral uang palsu di ATM BRI Pallangga. Setelah dicek, ternyata keaslian uang tersebut memang asli," ujarnya.
Kesimpulan
Narasi soal penemuan uang palsu di ATM Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa tidak benar.
Polres Gowa memastikan uang tersebut asli. Selain itu, pembuat video juga telah meminta maaf dan mengakui bahwa uang yang ia tarik di ATM Pallangga asli.
Polres Gowa memastikan uang tersebut asli. Selain itu, pembuat video juga telah meminta maaf dan mengakui bahwa uang yang ia tarik di ATM Pallangga asli.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1160457752349675
- https://www.facebook.com/reel/1157599936014516
- https://www.facebook.com/reel/1673983813149155
- https://www.facebook.com/reel/1105373537788198
- https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7701483/heboh-warga-ngaku-tarik-uang-palsu-di-atm-gowa-pembuat-konten-minta-maaf
- https://www.instagram.com/p/DD5xCRESRAL/?img_index=2&igsh=N3FqeHV2dTRtcGN1
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24819) [HOAKS] Prabowo Akan Miskinkan Koruptor Dana Desa
Sumber:Tanggal publish: 27/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar unggahan di media sosial dengan narasi yang menyebut Presiden Prabowo Subianto akan memiskinkan pelaku korupsi dana desa.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi Prabowo akan memiskinkan pelaku korupsi dana desa dibagikan oleh akun Facebook ini pada 20 Desember 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
Wacana Prabowo,,Dana Desa 1,2 milyar pertahun yang digelontorkan pemerintah,jika masyarakat mencurigai ada dana desa yang diselewengkan segera laporkan.Mantap presidenku yang tegas dan berkeadilan
Narasi itu disertai gambar Prabowo dan orang yang mengenakan rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan teks sebagai berikut:
Prabowo: Peraturan Baru! KORUPSI Dana Desa akan saya Miskinkan, Baik yang masih Menjabat maupun yang sudah Tidak Menjabat
"Masyarakat Harus tau Bahwa 1,2 M pertahun Dana Desa yang di gelontorkan Pemerintah, Jika Kalian Mencurigai Dana Desa di Selewengkan, Segera Melaporr
Screenshot Hoaks, Prabowo akan miskinkan koruptor dana desa
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi Prabowo akan memiskinkan pelaku korupsi dana desa dibagikan oleh akun Facebook ini pada 20 Desember 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
Wacana Prabowo,,Dana Desa 1,2 milyar pertahun yang digelontorkan pemerintah,jika masyarakat mencurigai ada dana desa yang diselewengkan segera laporkan.Mantap presidenku yang tegas dan berkeadilan
Narasi itu disertai gambar Prabowo dan orang yang mengenakan rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan teks sebagai berikut:
Prabowo: Peraturan Baru! KORUPSI Dana Desa akan saya Miskinkan, Baik yang masih Menjabat maupun yang sudah Tidak Menjabat
"Masyarakat Harus tau Bahwa 1,2 M pertahun Dana Desa yang di gelontorkan Pemerintah, Jika Kalian Mencurigai Dana Desa di Selewengkan, Segera Melaporr
Screenshot Hoaks, Prabowo akan miskinkan koruptor dana desa
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri narasi tersebut menggunakan kata kunci "prabowo korupsi dana desa".
Hasilnya, Kompas.com tidak menemukan pernyataan Prabowo di pemberitaan atau sumber kredibel terkait pemiskinan pelaku korupsi dana desa .
Sementara itu, narasi tersebut mirip dengan artikel Palopopos.co.id, 15 November 2024, berjudul "Koruptor Dana Desa akan Dikenakan Sanksi Pencabutan Harta dan Pemiskinan".
Dalam artikel tersebut, pemerintah disebut telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 85 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Desa.
Peraturan itu diklaim mengatur soal pemiskinan pelaku korupsi dana desa.
Namun, setelah ditelusuri, hingga Jumat (27/12/2024) tidak ada Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2024.
Berdasarkan data Kementerian Sekretariat Negara, hingga saat ini baru ada 47 peraturan pemerintah yang dirilis pada 2024. Cek daftar PP di tautan ini.
Tidak ada PP Nomor 85 Tahun 2024 sebagaimana yang tertulis dalam artikel.
Untuk menguji apakah ada kemungkinan kesalahan aturan yang dirujuk, Kompas.com juga mengecek peraturan presiden.
Setelah dicek, Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2024 tidak mengatur soal pengelolaan dana desa atau korupsi dana desa.
Perpres Nomor 85 Tahun 2024 mengatur tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Kawasan Perkotaan Metropolitan Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut.
Hasilnya, Kompas.com tidak menemukan pernyataan Prabowo di pemberitaan atau sumber kredibel terkait pemiskinan pelaku korupsi dana desa .
Sementara itu, narasi tersebut mirip dengan artikel Palopopos.co.id, 15 November 2024, berjudul "Koruptor Dana Desa akan Dikenakan Sanksi Pencabutan Harta dan Pemiskinan".
Dalam artikel tersebut, pemerintah disebut telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 85 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Desa.
Peraturan itu diklaim mengatur soal pemiskinan pelaku korupsi dana desa.
Namun, setelah ditelusuri, hingga Jumat (27/12/2024) tidak ada Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2024.
Berdasarkan data Kementerian Sekretariat Negara, hingga saat ini baru ada 47 peraturan pemerintah yang dirilis pada 2024. Cek daftar PP di tautan ini.
Tidak ada PP Nomor 85 Tahun 2024 sebagaimana yang tertulis dalam artikel.
Untuk menguji apakah ada kemungkinan kesalahan aturan yang dirujuk, Kompas.com juga mengecek peraturan presiden.
Setelah dicek, Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2024 tidak mengatur soal pengelolaan dana desa atau korupsi dana desa.
Perpres Nomor 85 Tahun 2024 mengatur tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Kawasan Perkotaan Metropolitan Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi Prabowo akan memiskinkan pelaku korupsi dana desa adalah hoaks.
Tidak ditemukan pernyataan Prabowo akan memiskinkan pelaku korupsi dana desa. Aturan yang diklaim dikeluarkan pemerintah untuk memiskinkan koruptor dana desa juga keliru.
Tidak ditemukan pernyataan Prabowo akan memiskinkan pelaku korupsi dana desa. Aturan yang diklaim dikeluarkan pemerintah untuk memiskinkan koruptor dana desa juga keliru.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/890785618559406/posts/1393874244917205/
- https://palopopos.fajar.co.id/2024/11/15/koruptor-dana-desa-akan-dikenakan-sanksi-pencabutan-harta-dan-pemiskinan/
- https://jdih.setneg.go.id/Produk
- https://peraturan.bpk.go.id/Details/300504/perpres-no-85-tahun-2024
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24820) [HOAKS] Video Titiek Soeharto Membagikan Bantuan Modal Usaha
Sumber:Tanggal publish: 27/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar unggahan video dengan narasi yang mengeklaim Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto akan memberikan bantuan modal usaha bagi masyarakat.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu hoaks dan merupakan hasil manipulasi artificial intelligence (AI).
Video Titiek Soeharto mengatakan akan memberikan bantuan modal usaha dibagikan oleh akun TikTok ini pada 13 September 2024.
Berikut pernyataan Titiek dalam video:
Halo saya Titiek Soeharto. Saya berjanji yang melihat VT ini saya akan bantu untuk modal usaha atau bayar hutang. Dan ingat jika sudah dibantu jangan dipakai untuk foya-foya.
Syaratnya mudah sekali. Cukup tekan love dan tanda panah akan saya bantu. Ini real amanah no tipu-tipu.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu hoaks dan merupakan hasil manipulasi artificial intelligence (AI).
Video Titiek Soeharto mengatakan akan memberikan bantuan modal usaha dibagikan oleh akun TikTok ini pada 13 September 2024.
Berikut pernyataan Titiek dalam video:
Halo saya Titiek Soeharto. Saya berjanji yang melihat VT ini saya akan bantu untuk modal usaha atau bayar hutang. Dan ingat jika sudah dibantu jangan dipakai untuk foya-foya.
Syaratnya mudah sekali. Cukup tekan love dan tanda panah akan saya bantu. Ini real amanah no tipu-tipu.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan video soal pembagian modal usaha di akun media sosial resmi Titiek Soeharto.
Saat diperhatikan lebih detail, terdapat watermark bertuliskan "Hedra" dalam video itu. Watermark terdapat pada pojok kanan bawah.
Hedra merupakan tool yang dapat menciptakan gambar bergerak menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) atau AI generatif. Video itu kemungkinan dibuat menggunakan Hedra.
Kemudian, Kompas.com mengunggah video TikTok tersebut ke situs TrueMedia.org untuk mengecek apakah terdapat bukti manipulasi AI.
Hasil pengecekan TrueMedia.org menunjukkan, terdapat bukti substansial manipulasi AI pada video Titiek berkata akan memberikan bantuan modal usaha.
Bukti manipulasi ditemukan pada suara dan wajah Titiek dalam video.
Ada potensi video ini dibuat sebagai modus penipuan yang marak terjadi di media sosial. Waspada, jangan mengikuti petunjuk atau perintah apa pun dari unggahan di jagat maya.
Penipuan dilakukan dengan modus memberikan penawaran menarik. Selalu cek dan ricek agar kita tidak menjadi korban.
Saat diperhatikan lebih detail, terdapat watermark bertuliskan "Hedra" dalam video itu. Watermark terdapat pada pojok kanan bawah.
Hedra merupakan tool yang dapat menciptakan gambar bergerak menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) atau AI generatif. Video itu kemungkinan dibuat menggunakan Hedra.
Kemudian, Kompas.com mengunggah video TikTok tersebut ke situs TrueMedia.org untuk mengecek apakah terdapat bukti manipulasi AI.
Hasil pengecekan TrueMedia.org menunjukkan, terdapat bukti substansial manipulasi AI pada video Titiek berkata akan memberikan bantuan modal usaha.
Bukti manipulasi ditemukan pada suara dan wajah Titiek dalam video.
Ada potensi video ini dibuat sebagai modus penipuan yang marak terjadi di media sosial. Waspada, jangan mengikuti petunjuk atau perintah apa pun dari unggahan di jagat maya.
Penipuan dilakukan dengan modus memberikan penawaran menarik. Selalu cek dan ricek agar kita tidak menjadi korban.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video Titiek Soeharto mengatakan akan memberikan bantuan modal usaha adalah hoaks.
Hasil pengecekan TrueMedia.org menunjukkan, terdapat bukti substansial manipulasi AI pada video Titiek berkata akan memberikan bantuan modal usaha.
Video juga masih mencantumkan watermark Hedra, yang menjadi penanda hasil buatan AI generatif.
Hasil pengecekan TrueMedia.org menunjukkan, terdapat bukti substansial manipulasi AI pada video Titiek berkata akan memberikan bantuan modal usaha.
Video juga masih mencantumkan watermark Hedra, yang menjadi penanda hasil buatan AI generatif.
Rujukan
Halaman: 2542/8135
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5069245/original/007120300_1735294746-UpalGowa1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5069247/original/050034500_1735294834-VideoUpalGowa1.jpg)