• (GFD-2024-23840) Hati-Hati, Ada Situs SATUSEHAT Health Pass Palsu

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/11/2024

    Berita

    tirto.id - Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut adanya indikasi penggunaan situs SATUSEHAT Health Pass (SSHP) palsu yang tersebar di internet.

    Adapun Kemenkes menggunakan situs SSHP sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran wabah Mpox di Indonesia. Menukil informasi dari situs resmi Kemenkes, SATUSEHAT Health Pass adalah kartu kesehatan yang berisikan deklarasi kesehatan yang wajib diisi oleh pelaku perjalanan luar negeri.

    Terdapat situs yang berusaha mengambil keuntungan dengan membuat situs tiruan terkait portal SSHP ini. Salah satunya situs dengan URL https://sshp.id/. Dalam situs tersebut, pelaku perjalanan internasional diminta membayar sejumlah biaya agar bisa mengisi formulir SSHP.

    Situs tersebut dengan jelas menggunakan nama dari singkatan SATU SEHAT Health Pass. Namun, ada hal yang mencurigakan, karena umumnya situs pemerintah menggunakan domain ".go.id".

    Lantas, bagaimana faktanya? Apakah benar alamat situs tersebut mengarah ke situs resmi pemerintah?

    Hasil Cek Fakta

    Melansir keterangan resmi yang Tirto terima dari Kemenkes, situs https://sshp.id/ adalah situs palsu. Situs resmi dari Kemenkes mempunyai domain dengan akhiran "kemkes.go.id".

    “Kami mengimbau kepada publik untuk selalu waspada. Pengisian SSHP hanya melalui situs resmi sshp.kemkes.go.id atau SATUSEHAT Mobile dan tidak dipungut biaya sepeser pun,” ujar Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI, Setiaji, Selasa (5/11).

    Lebih lanjut, kata Setiaji, pelaku perjalanan hanya perlu mengisi formulir daring (online) secara gratis di tautan berikut. Setelah itu, akan muncul barcode yang berisi riwayat kesehatan dan perjalanan orang tersebut. Barcode tersebut akan dipindai oleh petugas di pintu kedatangan bandara. Seterusnya, barcode juga dapat disimpan oleh pengguna.

    Pada Rabu (6/11/2024), situs SSHP palsu ini sudah tidak dapat diakses. Namun, Setiaji mengimbau masyarakat, khususnya kepada pelaku perjalanan internasional, untuk tetap waspada terhadap potensi muncul kembalinya tindakan ilegal serupa.

    Apabila menemukan tindakan ilegal semacam itu, masyarakat dapat ikut melapor melalui email helpdesk@kemkes.go.id.

    Tidak hanya berpotensi merugikan secara finansial, tetapi juga tindakan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut juga dapat berdampak pada keamanan dan perlindungan data pribadi masyarakat,” tutup Setiaji.

    Berdasar pemantauan Tirto, setibanya di bandara Indonesia, biasanya ada sejumlah papan kode barcode untuk mengakses ke situs SSHP dari Kemenkes tersebut.

    Kesimpulan

    Berdasar pernyataan Kemenkes, yang bertanggung jawab terhadap situs SSHP, portal resmi SATUSEHAT hanya ada di tautan sshp.kemkes.go.id atau aplikasi SATUSEHAT Mobile.

    Kemenkes juga menegaskan, akses portal tersebut tidak dipungut biaya.

    Oleh karena itu, situs lain yang mengatasnamakan SSHP, apalagi yang meminta bayaran untuk mengisi formulir, adalah situs palsu.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23841) [SALAH] Video “China Berhasil Lakukan Kloning Babi dengan Sapi”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 06/11/2024

    Berita

    Akun Facebook “Ken Kuncoro Soerjo” pada Minggu (27/10/2024) mengunggah video [arsip] yang diklaim menunjukkan hasil kloning babi dengan sapi.
    Berikut narasi lengkapnya:
    “*China berhasil kloning babi sama sapi kalo udah jadi seperti ini bentuknya halal apa haram ya ?* 🫡 Awas Hati2 kemungkinan sebentar lagi akan masuk Indonesia. *Semoga Allah Melindungi dan Memberkahi kita semua dlm RidhoNya.* *Aamiin*”
    Hingga Rabu (6/11/2024) unggahan telah ditonton lebih dari 600 kali dan dikomentari belasan akun.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari Cek Fakta Kompas.com.

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengunggah video ke Hive Moderation untuk mengidentifikasi penggunaan AI. Diketahui, 88,8% video tersebut merupakan rekayasa AI.

    Melansir livescience.com, para ilmuwan hingga kini telah berhasil mengkloning berbagai mamalia, termasuk babi, kucing, rusa, kuda, anjing, tikus, kambing liar, serigala abu-abu, dan monyet. Namun, tidak ada penelitian yang melaporkan keberhasilan kloning sapi dengan babi.

    Kesimpulan

    Video dengan narasi “China berhasil kloning babi dengan sapi” merupakan konten palsu (fabricated content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2024-23850) [HOAKS] Video Bos Alfamart, Djoko Susanto Bagi-bagi Rp 20 Juta Lewat WhatsApp

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan bos perusahaan ritel Alfamart, Djoko Susanto akan membagi-bagikan uang Rp 20 juta melalui nomor WhatsApp. 

    Namun video tersebut merupakan hasil manipulasi. Kabar itu dipastikan hoaks, informasinya keliru. Waspada penipuan.

    Video yang menampilkan Djoko Susanto membagikan Rp 20 juta melalui nomor WhatsApp muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Instagram ini. 

    Dalam video Djoko Susanto mengatakan, uang tersebut akan diberikan kepada siapa saja yang sudah mengikuti dan meneruskan video tersebut.

    Selain itu, warganet juga diminta menghubungi nomor WhatsApp yang tertera dalam unggahan.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarakan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube Narasi  ini.

    Dalam video aslinya Djoko Susanto tidak menjanjikan uang Rp 20 juta. Namun, ia berbagi pengalamannya ketika pertama kali membuka usaha minimarket bernama Alfamart.

    Djoko meceritakan, usaha Alfamart bermula dari sebuah warung kelontong di Pasar Arjuna di kawasan Petojo, Jakarta Pusat.

    Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengecek keaslian suara Djoko Susanto yang menjanjikan uang Rp 20 juta menggunakan tools Hive Moderation.

    Setelah dicek, suara Djoko Susanto terdeteksi dihasilkan oleh artificial intelligence (AI) generatif dengan probabilitas mencapai 91 persen.

    Kesimpulan

    Video yang menampilkan Djoko Susanto membagikan Rp 20 juta melalui nomor WhatsApp merupakan hasil manipulasi.

    Dalam video aslinya ia tidak menjanjikan uang Rp 20 juta, namun membagikan pengalamannya merintis minimarket bernama Alfamart. 

    Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Djoko Susanto membagikan Rp 20 juta terdeteksi dihasilkan oleh AI generatif.

    Dengan demikian, manipulasi suara Djoko hasil AI generatif itu kemudian dipadukan dengan video dari kanal YouTube narasi, sehingga menghasilkan konten hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23851) [HOAKS] Michael Jordan Berikan Dukungan untuk Donald Trump

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Pemain bola basket legendaris, Michael Jordan, diklaim memberikan dukungan untuk Donald Trump, kandidat Presiden Amerika Serikat yang diusung Partai Republik.

    Narasi tersebut beredar di media sosial menjelang Pemilihan Presiden AS 2024 yang digelar pada Selasa (5/11/2024).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi Michael Jordan telah memberikan dukungan untuk Donald Trump dibagikan oleh akun X (Twitter) ini, ini, dan ini, pada Senin (4/11/2024).

    Berikut salah satu narasi yang dibagikan:

    Pemain terhebat sepanjang masa, Michael Jordan, mendukung Donald Trump!

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri informasi terkait dukungan Michael Jordan untuk Donald Trump dengan menggunakan Google Search.

    Hasilnya, ditemukan artikel The Independent, Selasa (5/11/2024), yang memuat bantahan dari perwakilan resmi Jordan terhadap narasi itu.

    Dalam sebuah pernyataan kepada The Independent, perwakilan Jordan membantah bahwa legenda basket tersebut telah memberikan dukungan untuk salah satu kandidat.

    "Klaim bahwa Michael Jordan telah memberikan dukungan terkait pemilihan presiden sama sekali tidak benar," demikian pernyataan perwakilan Jordan.

    Sejauh ini, juara NBA enam kali tersebut dikenal tertutup dan tidak pernah menunjukkan afiliasi politiknya ke publik.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim Michael Jordan memberikan dukungan untuk Donald Trump adalah hoaks.

    Perwakilan Jordan membantah bahwa legenda basket tersebut telah memberikan dukungan untuk salah satu kandidat dalam Pilpres AS 2024.

    Rujukan