• (GFD-2024-24817) Cek Fakta: Tidak Benar Elon Musk Kembangkan Mobil Berbahan Bakar Air

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/12/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang bos perusahaan mobil listrik Tesla, Elon Musk akan mengembangkan mobil berbahan bakar air beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan salah satu akun Facebook pada 16 November 2024.
    Akun Facebook tersebut mengunggah foto Elon Musk dengan ilustrasi mobil berbahan bakar air. Gambar ini kemudian dikaitkan dengan kabar bahwa Elon Musk akan mengembangkan mobil berbahan bakar air.
    "Elon Musk: "Mesin Air Ini Akan Menghancurkan Seluruh Industri Mobil! "
    Visi Elon Musk selalu mendorong batas-batas dari apa yang kami anggap mungkin. Dari mobil listrik hingga roket yang dapat digunakan kembali, namanya identik dengan inovasi. Tetapi bagaimana jika saya memberi tahu Anda bahwa ide besarnya berikutnya dapat mengubah industri otomotif dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan? Hari ini, kami terjun ke dunia mesin bertenaga air dan mendiskusikan rumor dan fakta seputar minat Musk terhadap teknologi ini," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 39 kali dibagikan dan mendapat 4 komentar dari warganet.
    Benarkah kabar tentang Elon Musk akan mengembakan mobil berbahan bakar air? Berikut penelusurannya.
     
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang Elon Musk mengembangkan mobil berbahan bakar air. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "elon musk water fueled car" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah klaim tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Tesla CEO Elon Musk did not announce a water-powered car" yang dimuat situs politifact.com pada 4 November 2024.
    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa tidak ada informasi valid yang mendukung klaim itu. Pihak Tesla maupun Elon Musk hingga saat ini tidak pernah mengumumkan akan mengembangkan mobil berbahan bakar air.
    Terlepas dari klaim postingan tersebut, hukum termodinamika menyatakan bahwa tidak mungkin ada mobil bertenaga air. Mengekstraksi energi dari molekul air membutuhkan lebih banyak energi daripada yang dihasilkannya, menjadikannya cara yang tidak praktis untuk menggerakkan mobil, menurut sebuah artikel dari Massachusetts Institute of Technology School of Engineering.
    Selain itu, dikutip dari CNBC, Elon Musk pernah mengatakan teknologi mesin berbahan bakar air sebagai sesuatu yang bodoh. Hal tersebut disampaikan Musk saat KTT Financial Time Future of the Car tahun 2022 lalu.
    "Hal paling bodoh yang dapat saya bayangkan untuk penyimpanan energi", dikutip dari CNBC Internasional.
    Saat itu Musk ditanya soal hidrogen apakah bisa mempercepat transisi dari bahan bakar fosil. Menurutnya, hidrogen adalah pilihan yang buruk.
    "Penting untuk dipahami, jika Anda menginginkan sarana penyimpanan energi, hidrogen adalah pilihan yang buruk," jelasnya.
    Musk menambahkan penggunaan hidrogen akan membutuhkan sebuah tangki raksasa sebagai tempat penampungan. Tangki 'lebih besar' akan dibutuhkan untuk menyimpan hidrogen dalam bentuk gas.
     

    Kesimpulan


    Kabar tentang Elon Musk mengembangkan mobil berbahan bakar air ternyata tidak benar. Faktanya, tidak ada informasi valid yang mendukung klaim tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24818) Cek Fakta: Tidak Benar Janda dan Duda Dikenakan Pajak 16 Persen per 1 Januari 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/12/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim janda dan duda dikenakan pajak 16 persen mulai 1 Januari 2025, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 20 Desember 2024.
    Klaim janda dan duda dikenakan pajak 16 persen mulai 1 Januari 2025 menampilkan foto Menteri Keuangan Sri Mulyani dan di dalamnya terdapat tulisan sebagai berikut.
    "Mulai 1 Januari 2025 yang statusnya Janda/Duda akan dikenakan pajak 16 % hitung dari masa lama status menjanda atau mendudanya."
    Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Salam interaksi
    Mentri Keuangan RI Bilang yang janda/Duda kena pajak 16% hahaha
    ayoo buruan cari pria dan wanita gays 😂😂 😂😂"
    Benarkah klaim janda dan duda dikenakan pajak 16 persen mulai 1 Januari 2025? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim janda dan duda dikenakan pajak 16 persen mulai 1 Januari 2025, penelusuran mengarah pada artikel berujudul "Viral Janda dan Duda Dikenakan Pajak 16 Persen, Begini Respon DJP" yang dimuat Liputan6.com, pada 30 Desember 2024.
    Dalam artikel Liputan6.com, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyebut, informasi tentang pengenaan pajak untuk janda dan duda sebesar 16 persen mulai 1 Januari 2025 tidak benar. Pasalnya, pemerintah tidak memiliki rencana untuk mengeluarkan kebijakan tersebut.
    "Tidak ada pemajakan khusus untuk janda/duda. Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) dengan status janda/duda dipersamakan dgn WP OP tidak kawin," tulis Direktorat Jenderal Pajak, dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Pajak @ditjenpajakri, Senin (30/12/2024).
    Bagaimana aspek pajak penghasilan atas janda atau duda? Tidak ada pemajakan khusus untuk janda atau duda. Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) dengan status janda atau duda dipersamakan dengan WP OP tidak kawin.
    Besarnya penghasilan tidak kena pajak (PTKP) bagi WP OP tidak kawin, sebesar PTKP untuk dirinya sendiri ditambah PTKP untuk keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya (status TK/(...) sesuai banyaknya tanggungan maksimal 3 orang. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 10 ayat (5) huruf b PMK-252/PMK.03/2008.
    Namun, apabila tidak memenuhi persyaratan sebagai WP, baik subjektif maupun objektif, janda atau duda tersebut tidak wajib mendaftarkan NPWP dan tidak dipotong pajak penghasilan.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim janda dan duda dikenakan pajak 16 persen mulai 1 Januari 2025 tidak benar.
    Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyebut, informasi tentang pengenaan pajak untuk janda dan duda sebesar 16 persen mulai 1 Januari 2025 tidak benar. Pasalnya, pemerintah tidak memiliki rencana untuk mengeluarkan kebijakan tersebut.
     
  • (GFD-2024-24821) [PENIPUAN] Rekrutmen Bukit Asam Lewat Program “Pre Employment Training”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 30/12/2024

    Berita

    Akun Facebook “loker bumn” pada Kamis (19/12/2024) membagikan foto [arsip] berisi informasi rekrutmen PT Bukit Asam melalui program pre employment training untuk seluruh wilayah Indonesia. Ada tautan pendaftaran dalam unggahan itu, serta narasi:
    “ Rekrutmen Pt Bukit Asam Tbk Terbuka untuk seluruh wilayah Indonesia, buruan Daftar segera”
    Per Senin (30/12/2024), terpantau sudah ada 75 pengguna menyukai postingan ini dan dikomentari 2 orang.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mencoba mengakses tautan pendaftaran yang tertera dalam unggahan. Hasilnya, tautan tidak mengarah ke laman resmi PT Bukit Asam (ptba.co.id). Warganet justru diminta menuliskan nama serta nomor handphone.
    TurnBackHoax kemudian menelusuri informasi lowongan di laman karier (https://www.ptba.co.id/sdm/karir). Diketahui, perusahaan saat ini tidak membuka lowongan pekerjaan atau rekrutmen.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi informasi “rekrutmen Bukit Asam lewat program “pre employment training” merupakan konten palsu (fabricated content) untuk modus penipuan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24822) Keliru, Video Tanaman Patikan Kebo Bisa Menghilangkan Kutil atau Daging Tumbuh Tanpa Operasi

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/12/2024

    Berita



    Sebuah video tutorial cara mengobati kutil atau daging tumbuh atau tahi lalat diunggah akun Facebook [ arsip ]. Seorang perempuan dalam video mengatakan bahwa kutil, daging tumbuh, tahi lalat tak perlu operasi, cukup gunakan getah tanaman patikan kebo.  

    Tips yang dibagikan dlm video itu adalah dengan memotong atau mematahkan batang tanaman, lalu getah yang keluar dioleskan langsung ke kutil atau daging tumbuh atau tahi lalat. Langkah ini dapat dilakukan secara rutin 5 kali sehari. 

     

    Benarkah tanaman patikan kebo bisa menghilangkan kutil, daging tumbuh tanpa operasi? 

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim di atas dengan menghubungi dokter spesialis kulit dan kelamin dari Surabaya Skin Center, DR. dr. Putri Hendria Wardhani, SpDVE. Menurut Putri, klaim tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

    Keluhan terhadap kutil atau daging tumbuh, harus diketahui penyebabnya terlebih dahulu. Sebab penyakit tersebut dapat terjadi karena faktor genetik, virus atau penyakit menular seksual, dan sebagainya.

    “Pertama kita harus tentukan apa penyebabnya. Karena faktor penuaan juga sering terjadi,” kata Putri kepada Tempo, Jumat, 27 Desember 2024.

    Salah satu pilihan terapinya, kata Putri, menggunakan cairan kimia yang diberikan kepada kutil atau daging tumbuh tersebut oleh orang yang ahli di bidang tersebut.

    “Mengapa? Karena memang kita harus berhati-hati jangan sampai kena ke kulit yang normal dan juga berlebihan. Konsentrasi cairannya pun harus tepat. Karena bila berlebihan atau tidak hati-hati, akhirnya akan menyebabkan suatu proses yang tidak diinginkan dari efek sampingnya,” kata Putri.

    Putri memberikan salah satu efek samping yang bisa timbul jika tidak berhati-hati saat melakukan terapi adalah munculnya dermatitis, yakni iritasi di kulit sekitar yang diberi terapi. Sejauh ini terapi yang sering dilakukan oleh dokter berupa laser dan sebagainya untuk menghilangkan kutil atau daging tumbuh tersebut.  

    “Terhadap daun patikan kebo, kita harus berhati-hati, apakah memang efektif digunakan. Yang paling penting dari semua itu, apakah aman digunakan. Jangan sampai, bukanya malah membantu tetapi justru memberikan efek samping atau masalah baru lainnya,” kata Putri.  

    Dikutip dari situs Health Harvard bahwa kutil kulit adalah pertumbuhan lunak sewarna kulit yang menggantung dari permukaan kulit pada sepotong jaringan tipis yang disebut tangkai. Nama medisnya adalah akrokordon. Kutil kulit bukanlah kanker kulit dan tidak dapat berubah menjadi kanker kulit. 

    Kutil kulit biasanya muncul seiring bertambahnya usia. Kutil kulit cukup umum terjadi pada orang berusia 60 tahun ke atas. Kecenderungan timbulnya kutil kulit dapat terjadi dalam keluarga. Kutil kulit sering kali muncul setelah berat badan bertambah atau setelah kehamilan.

    Kutil kulit paling sering muncul di lipatan kulit leher, ketiak, badan, di bawah payudara, atau di daerah genital. Kutil kulit dapat teriritasi jika berada di area yang sering bergesekan dengan pakaian atau perhiasan, dan dapat mengganggu penampilan.

    Dokter dapat mengenali kutil kulit dengan mudah dengan melihatnya. Untuk kutil kulit dengan tampilan yang khas yakni lunak, mudah digerakkan, berwarna seperti daging atau sedikit lebih gelap dan biasanya menempel pada permukaan kulit dengan tangkai. Seseorang tidak perlu melakukan tes apa pun. 

    Namun jika pertumbuhan kulit terlalu keras untuk digoyang, warnanya berbeda dari kulit di sekitarnya, berwarna-warni atau memiliki area yang mentah atau berdarah, maka perlu memeriksakan diri ke dokter. “Jika tidak jelas bahwa pertumbuhan kulit Anda adalah kutil kulit, dokter Anda mungkin ingin melakukan biopsi, yang berarti ia akan mengambil sepotong kecil kulit untuk diperiksa di laboratorium,” tulis Health Harvard.

    Kesimpulan



    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa video tanaman patikan kebo bisa menghilangkan kutil, daging tumbuh tanpa operasi adalah keliru. 

    TIM CEK FAKTA TEMPO

    Cek Fakta Tempo telah hadir selama lima tahun membantu publik menghadirkan informasi yang sesuai fakta, serta melawan misinformasi dan disinformasi. Kami membutuhkan masukan Anda agar cek fakta Tempo terus relevan menjawab kebutuhan pembaca serta menghadapi tantangan disinformasi yang semakin kompleks. Semoga Anda bisa meluangkan waktu selama 5 menit untuk mengisi survei pada tautan ini.

    **Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email [email protected]

    Rujukan