• (GFD-2024-24019) [SALAH] Video Pusat Strategi Militer di Florida Hancur Pasca Badai Milton

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 17/11/2024

    Berita

    Pada Selasa (15/11/2024) akun X “Topi_Merah Influenza pilek” mengunggah video [arsip] berdurasi 1 menit. Isinya mengeklaim pusat strategi militer untuk wilayah Timur Tengah—yang menyuplai senjata untuk Israel—porak poranda akibat Badai Milton.
    Berikut narasi yang tertulis:
    “Pusat Strategi Militer Tampa Florida US CENTCOM untuk wilayah Timur Tengah yang men suply senjata untuk Israel dan sekitarnya paska badai Milton, Alhamdulillah ... 👍🇵🇸 Tanpa menjatuhkan (((Bom)) .. Allah kirimkan pasukan angin utk menghancurkan 💪🏼💪🏼💪🏼”
    [sisipkan skrinsyut di sini]
    Video menggambarkan badai menghancurkan bangunan dan fasilitas di Florida. Per Kamis (14/11/2024) unggahan telah ditonton lebih dari 240 ribu kali dan dibagikan ulang hampir 1.200 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Pertama-tama, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri sejumlah gambar dari video tersebut lewat Google Lens. Hasilnya, ditemukan video serupa di kanal YouTube “WXChasing”.
    Konteks aslinya adalah dokumentasi kerusakan di Florida akibat badai Michael (tayang tahun 2018) lokasinya di Pangkalan Angkatan Udara Tyndall. Badai menyebabkan kerusakan terhadap beberapa gedung dan sekolah.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “pusat militer di Florida yang menyuplai persenjataan untuk Israel hancur akibat badai Milton” merupakan konteks yang salah (false context).

    Rujukan

  • (GFD-2024-24020) Cek Fakta: Tidak Terbukti Merendam Kaki dengan Metode Ion Elektrik Bisa Mengeluarkan Racun dari Tubuh

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/11/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Klaim tentang merendam kaki dengan metode ion elektrik bisa mengeluarkan racun dari tubuh beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 6 Agustus 2024.
    Akun Facebook tersebut mengunggah sebuah video mengenai terapi ion elektrik dengan merendam kaki. Video berdurasi 20 detik itu, memperlihatkan seseorang tengah merendam kakinya di dalam bak berisi air.
    Selain air, di dalam bak itu ada juga sebuah alat mirip aki. Kemudian, orang dalam video itu mengklaim bahwa racun dalam tubuhnya sudah keluar setelah air di bak berubah warna menjadi keruh.
    "25 Menit kemudian, racun yang di dalam tubuh keluar," kata seseorang dalam video tersebut.
    Video yang diunggah akun Facebook tersebut telah beberapa dibagikan dan telah direspons sejumlah warganet.
    Benarkah merendam kaki dengan metode ion elektrik bisa mengeluarkan racun dari tubuh? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang merendam kaki dengan metode ion elektrik dapat mengeluar racun dari tubuh. Penelusuran dilakukan dengan menghubungi pakar kesehatan, dokter Muhamad Fajri Adda'i.
    Menurut dr Fajri, merendam kaki dengan menggunakan ion elektrik tidak bisa mengeluarkan racun dalam tubuh.
    "Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung terkait kebenaran dari video tersebut, apalagi membuang racun," kata dr Fajri kepada Liputan6.com, Minggu (17/11/2024).
    Ia menduga, air yang berubah warna menjadi keruh dalam video tersebut merupakan reaksi kimia. Sebab, ada perangkat elektronik yang ada dalam bak berisi air tersebut.
    "Jadi kemungkinan besar yang warna oranye tersebut itu adalah suatu reaksi kimia, mungkin oksidasi antara air, mineral, garam, kemudian ada elektroda dari perangkat tersebut," ungkap dr Fajri.
    Ia menyebut bahwa di dalam tubuh manusia terdapat organ yang berfungsi untuk membuang dan menetralisir racun, yakni hati dan ginjal.
    "Komponen tersebut yang berfungsi membuang atau menetralisir racun dalam tubuh kita," ucap dr Fajri.
    Karena itu, kata dr Fajri, penting bagi masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan tubuh, termasuk ginjal dan hati yang berfungsi membuang serta menetralisir racun. Salah satu caranya yaitu dengan mengonsumsi sayur dan buah-buahan.
    "Termasuk olahraga 150 menit seminggu, kemudian hidup sehat dan tidur teratur," kata dr Fajri.
     

    Kesimpulan


    Klaim tentang merendam kaki dengan menggunakan ion elektrik dapat mengeluar racun dari tubuh ternyata tidak terbukti. Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
     
  • (GFD-2024-24011) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Foto Ini Merupakan Erupsi Gunung Lewotobi

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/11/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim erupsi Gunung Lewotobi beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 8 November 2024.
    Dalam foto tersebut terlihat sebuah gunung tampak erupsi, mengeluarkan material vulkanik dan asap tebal. Foto tersebut kemudian diklaim sebagai erupsi Gunung Lewotobi.
    "Gunung Lewotobi.
    #erupsi
    #gunungLewotobi
    #FloresTimur
    #NTT," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 15 kali dibagikan dan mendapat 50 komentar dari warganet.
    Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi hingga Selasa 12 November 2024. 
    Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, tinggi kolom letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki kali teramati mencapai 3.500 meter di atas puncak, atau sekitar 5.084 meter di atas permukaan laut.
    Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
    Masyarakat dan wisatawan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dilarang melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, serta sektoral 9 km pada arah Barat Daya - Barat Laut.
    Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.
    Benarkah dalam foto tersebut merupakan peristiwa erupsi Gunung Lewotobi? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim erupsi Gunung Lewotobi. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto ke situs pendeteksi artificial intelligence (AI), hivemoderation.com.
    Hasilnya, foto tersebut ternyata memiliki probabilitas 99,8 persen dibuat oleh AI. Berikut gambar tangkapan layarnya.
     

    Kesimpulan


    Foto yang diklaim sebagai peristiwa erupsi Gunung Lewotobi ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, foto tersebut merupakan hasil rekayasa digital menggunakan perangkat AI.
  • (GFD-2024-24017) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pencairan KIS BPJS Kesehatan Rp 600 Ribu - Rp 1,2 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/11/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pencairan kartu KIS BPJS Kesehatan mulai Rp 600 ribu - Rp 1,2 juta, informasi terebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 11 November 2024.
    Klaim link pencairan kartu KIS BPJS Kesehatan mulai Rp 600 ribu - Rp 1,2 juta berupa tulisan sebagai berikut.
    "Informasi bagi seluruh pemegang kartu kis bpjs Kesehatan, bahwa di dalam kartu tersebut terdapat bantuan mulai 600.000 sampai 1.200.000 , untuk info pencairan langsung klik daftar,"
    Tulisan tersebut disertai dengan tautan yang diklaim sebagai situs pendaftaran untuk pencairan kartu KIS BPJS Kesehatan mulai Rp 600 ribu - Rp 1,2 juta.
    Berikut linknya.
    "https://taplink.cc/bantuan_sosial2024?fbclid=IwZXh0bgNhZW0CMTAAAR2lzjxzLVOKWtRq3pLRLlU2fCCtO88yZ_KRBJX6L38EBCtDXzbLAArHzs8_aem_-eYarA-zNZHV_1m7ZV1aZg"
    Benarkah klaim link pencairan kartu KIS BPJS Kesehatan mulai Rp 600 ribu - Rp 1,2 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pencairan kartu KIS BPJS Kesehatan mulai Rp 600 ribu - Rp 1,2 juta, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Awas Hoaks Mencatut BPJS Kesehatan Lewat Bantuan KIS hingga Rp 2 Juta" yang dimuat Liputan6.com.
    Dalam artikel Lputan6.com, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizky Anugrah menyatakan informasi pendaftaran bantuan dari KIS BPJS Kesehatan merupakan hoaks yang harus diwaspadai karena merupakan modus penipuan.
    "Ini hoaks dan penipuan," kata Rizky, saat berbincang dengan Liputan6.com.
    Menurut Rizky, BPJS Kesehatan sedang tidak menjalankan program pendaftaran bantuan dari KIS BPJS Kesehatan. Sebab itu masyarakat diingatkan untuk berhati-hati jika mendapat informasi serupa dan mengabaikannya.
    "Agar masyarakat berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan. Apabila terdapat pertanyaan dan keluhan terkait BPJS Kesehatan dapat menghubungi Care Center 165, Mobile JKN dan Pandawa (Pelayanan Melalui WA) 08118165165," tutup Rizky.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pencairan kartu KIS BPJS Kesehatan mulai Rp 600 ribu - Rp 1,2 juta tidak benar.
    BPJS Kesehatan sedang tidak menjalankan program pendaftaran bantuan dari KIS BPJS Kesehatan. Sebab itu masyarakat diingatkan untuk berhati-hati jika mendapat informasi serupa dan mengabaikannya.