tirto.id - Beredar di media sosial sebuah unggahan soal program umrah gratis yang diselenggarakan oleh Gajah Duduk, produsen sarung tenun kenamaan di Indonesia.
“Siapa yang begitu rindu untuk bertamu ke tanah suci? Atau kamu ingin menghadiahkan kado terindah untuk yang terkasih? Mungkin ini kesempatanmu mendapatkan 10 tiket Umroh GRATIS dari Gajah Duduk!” begitu bunyi unggahan akun "Sarung Tenun Gajah Duduk”, pada 20 Oktober 2024 lalu (arsip).
Dalam unggahan tersebut, terdapat poster yang memuat tautan ke situs lain. Di bagian akhir unggahan juga terdapat arahan untuk mengakses tautan tersebut untuk mendaftarkan diri.
Unggahan ini juga viral. Kurang dari satu bulan, sampai dengan Senin (18/11/2024), sudah ada lebih dari 4,5 ribu tanda suka dan lebih dari 400 komentar. Unggahan ini juga sudah lebih dari 31 kali dibagikan ulang. Sejumlah komentar teratas memberi testimoni positif terkait Gajah Duduk, tanpa konteks yang jelas, kemungkinan percaya dan tertarik dengan narasi dalam unggahan tersebut.
Lalu bagaimana faktanya? Apakah benar Gajah Duduk membagikan hadiah tiket umrah gratis pada akhir tahun 2024?
(GFD-2024-24043) Penipuan Program Umroh Gratis dari Gajah Duduk pada Akhir 2024
Sumber:Tanggal publish: 19/11/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tirto melakukan penelusuran dengan mengambil potongan gambar poster dari unggahan dan melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search).
Hasil pencarian mengarahkan ke unggahan dengan gambar serupa dari akun media sosial resmi Gajah Duduk. Terdapat setidaknya dua unggahan serupa dari akun Instagram Gajah Duduk bercentang biru (verified) di Instagram.
Unggahan pertama, pada 14 Juli 2024. Benar, Gajah Duduk menyelenggarakan program umrah gratis. Namun ada sejumlah informasi yang berbeda dengan unggahan dari akun di Facebook yang viral. Pertama soal jumlah tiket umrah yang dibagikan. Kontes umrah gratis dari Gajah Duduk hanya menyediakan dua tiket.
Kemudian soal cara turut serta dalam kontes tersebut. Tidak ada pendaftaran lewat situs tertentu seperti yang dibagikan sebelumnya. Dalam instruksi dalam unggahan, calon peserta cukup mengikuti akun media sosial Gajah Duduk, mengunggah ulang (repost) unggahan di Instastory, memberi tanda suka, memberi komentar terkait alasan memenangkan umrah gratis, dan me-mention minimal lima teman lain.
Terakhir, terkait dengan masa penyelenggaraan. Unggahan di Instagram juga menyebut secara jelas periode kontes hanya sampai 17 Agustus 2024. Meski begitu, dalam unggahan lain bertanggal 15 Agustus 2024, yang juga didapat dari hasil reverse image search, kontes tersebut memang berlanjut sampai 31 Agustus 2024.
Dari jumlah tiket yang dibagikan, serta tanggal penyelenggaraan, ada indikasi upaya memanipulasi gambar poster dari kontes yang dibuat Gajah Duduk.
Lebih lanjut, kami juga mencoba mengakses tautan halaman pendaftaran yang terdapat di bagian akhir unggahan di Facebook. Tautan tersebut mengarahkan ke situs lain, berbentuk formulir yang meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telepon. Meski berisikan banyak gambar dan gambar, tidak ada tombol dalam situs ini yang bisa ditekan, selain teks boks dan tombol "Daftar Sekarang".
Tampilan situs ini mencurigakan dan biasanya tidak umum digunakan oleh situs resmi. Apalagi, hasil pemindaian URLScan.io menunjukkan alamat rumah (domain) situs formulir tersebut adalah aply-in.com. Situs ini bukan situs resmi dari Gajah Duduk. Situs resmi Gajah Duduk adalah https://sarunggajahduduk.id/id.
Situs berbentuk formulir yang tidak mengarah ke situs resmi, memiliki potensi pencurian data. Hal ini Tirto temukan di beberapa kasus sebelumnya.
Lebih lanjut, Tirto juga menemukan unggahan berikut dari akun resmi Gajah Duduk di Instagram yang berisikan pengumuman pemenang peraih tiket umrah, tertanggal 11 September 2024.
Penelusuran dari dua akun resmi Gajah Duduk di Instagram (akun 1, akun 2) juga tidak ditemukan informasi adanya kontes serupa pada Oktober ataupun November 2024.
Hasil pencarian mengarahkan ke unggahan dengan gambar serupa dari akun media sosial resmi Gajah Duduk. Terdapat setidaknya dua unggahan serupa dari akun Instagram Gajah Duduk bercentang biru (verified) di Instagram.
Unggahan pertama, pada 14 Juli 2024. Benar, Gajah Duduk menyelenggarakan program umrah gratis. Namun ada sejumlah informasi yang berbeda dengan unggahan dari akun di Facebook yang viral. Pertama soal jumlah tiket umrah yang dibagikan. Kontes umrah gratis dari Gajah Duduk hanya menyediakan dua tiket.
Kemudian soal cara turut serta dalam kontes tersebut. Tidak ada pendaftaran lewat situs tertentu seperti yang dibagikan sebelumnya. Dalam instruksi dalam unggahan, calon peserta cukup mengikuti akun media sosial Gajah Duduk, mengunggah ulang (repost) unggahan di Instastory, memberi tanda suka, memberi komentar terkait alasan memenangkan umrah gratis, dan me-mention minimal lima teman lain.
Terakhir, terkait dengan masa penyelenggaraan. Unggahan di Instagram juga menyebut secara jelas periode kontes hanya sampai 17 Agustus 2024. Meski begitu, dalam unggahan lain bertanggal 15 Agustus 2024, yang juga didapat dari hasil reverse image search, kontes tersebut memang berlanjut sampai 31 Agustus 2024.
Dari jumlah tiket yang dibagikan, serta tanggal penyelenggaraan, ada indikasi upaya memanipulasi gambar poster dari kontes yang dibuat Gajah Duduk.
Lebih lanjut, kami juga mencoba mengakses tautan halaman pendaftaran yang terdapat di bagian akhir unggahan di Facebook. Tautan tersebut mengarahkan ke situs lain, berbentuk formulir yang meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telepon. Meski berisikan banyak gambar dan gambar, tidak ada tombol dalam situs ini yang bisa ditekan, selain teks boks dan tombol "Daftar Sekarang".
Tampilan situs ini mencurigakan dan biasanya tidak umum digunakan oleh situs resmi. Apalagi, hasil pemindaian URLScan.io menunjukkan alamat rumah (domain) situs formulir tersebut adalah aply-in.com. Situs ini bukan situs resmi dari Gajah Duduk. Situs resmi Gajah Duduk adalah https://sarunggajahduduk.id/id.
Situs berbentuk formulir yang tidak mengarah ke situs resmi, memiliki potensi pencurian data. Hal ini Tirto temukan di beberapa kasus sebelumnya.
Lebih lanjut, Tirto juga menemukan unggahan berikut dari akun resmi Gajah Duduk di Instagram yang berisikan pengumuman pemenang peraih tiket umrah, tertanggal 11 September 2024.
Penelusuran dari dua akun resmi Gajah Duduk di Instagram (akun 1, akun 2) juga tidak ditemukan informasi adanya kontes serupa pada Oktober ataupun November 2024.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan narasi soal Gajah Duduk membagikan hadiah tiket umrah gratis pada Oktober 2024 bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Gajah Duduk memang mengadakan kontes membagikan tiket umrah gratis di Instagram. Namun, kegiatan tersebut terselenggara antara Juli-Agustus 2024. Pada 11 September 2011, Gajah Duduk juga telah mengumumkan pemenang tiket umrah ini. Tidak ditemukan kontes serupa pada Oktober ataupun November 2024.
Gajah Duduk memang mengadakan kontes membagikan tiket umrah gratis di Instagram. Namun, kegiatan tersebut terselenggara antara Juli-Agustus 2024. Pada 11 September 2011, Gajah Duduk juga telah mengumumkan pemenang tiket umrah ini. Tidak ditemukan kontes serupa pada Oktober ataupun November 2024.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0VYYNkNaCfj7CY7bHgtzrhVATULUEAaUahVuuVzpjM48GrpZJcNuv8w2oupknqBcQl&id=61565483117306&_rdc=1&_rdr
- https://archive.ph/wip/PbVmv
- https://lens.google.com/search?ep=gsbubb&hl=id&re=df&p=AbrfA8rcoNTkQT7jmmTavZF2-6MWiNQR1FdcxMQ9c6AuborWZYmn2X6nhE9xfhkx9UUaMQ-Ddstokr7p8Kv0nLokuSXojfrVRYWrbx6Y71LKYxrLRq8-qDo68Q_y7eEXdP-5GN3d7GMmdWF-Docq1pvzLa3kGrHy0CvLms3MZfTCMHAoI0QGQVKMmCupr_RLKWJ2UbC3_JvUVz18hw%3D%3D#lns=W251bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLDEsIkVrY0tKRFl6TnpVMk5qSTFMVE14WXpFdE5ERmxOaTA1WkdVNExUVmhNbU00Tm1OaE5XTmtZUklmVFhvMVpHeGZXSGRtWW5OaU9FZHRjM3A0VFdaRGJITnVkRUpNYkUxNGF3PT0iLG51bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLFtudWxsLG51bGwsW251bGwsWzAsMCwxMDAwMDAsMTAwMDAwXV1dLFsiZjM0MTE0NjEtZTI4Ni00OTg3LWE4MDctMzM0ZjIwZWIxYzU5Il1d
- https://www.instagram.com/gajahduduk_id/p/C9ZEccSP31o/
- https://www.instagram.com/gajahduduk_id/p/C-sDqJnyz6o/
- https://urlscan.io/result/a2e184ef-2328-4b3c-9632-fd139e73a356/
- https://sarunggajahduduk.id/id?fbclid=IwY2xjawGn2k9leHRuA2FlbQIxMAABHTQL3cw08mRh5C0vwy9vk7dQMDSbRPZem1SOsxOmgi9u9YGtjF5wmmTH-g_aem_Khh_64MNfvXV_nVXJYJGMg
- https://www.instagram.com/gajahduduk_id/reel/C_xapuxgvWp/
- https://www.instagram.com/gajahduduk_id/?g=5
- https://www.instagram.com/gajahduduk_official/?g=5
(GFD-2024-24044) [PENIPUAN] Menko Infra AHY Bagikan Bantuan Rp35 Juta
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 19/11/2024
Berita
Akun TikTok “agusharimurtiiyudhoyono” pada Kamis (24/11/2024) membagikan video [arsip]. Isinya menampilkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengatakan dirinya ingin memberi bantuan Rp35 juta bagi pengguna TikTok yang menghubungi nomor dalam bio akun.
Berikut narasi lengkapnya:
“Halo Assalamualaikum. Saya Agus Harimurti Yudhoyono, menteri di kabinet Presiden Indonesia. Ini adalah akun baru saya. Siapa saja yang menemukan video ini, saya akan memberikan bantuan buat kalian yang membutuhkan modal usaha dan biaya sekolah sebesar Rp 35 juta. Bantuan ini akan saya berikan bagi yang sudah ketahuan follow dan share video ini. Ingat ini sudah menjadi rezeki kalian. Terima kasih.”
Berikut narasi lengkapnya:
“Halo Assalamualaikum. Saya Agus Harimurti Yudhoyono, menteri di kabinet Presiden Indonesia. Ini adalah akun baru saya. Siapa saja yang menemukan video ini, saya akan memberikan bantuan buat kalian yang membutuhkan modal usaha dan biaya sekolah sebesar Rp 35 juta. Bantuan ini akan saya berikan bagi yang sudah ketahuan follow dan share video ini. Ingat ini sudah menjadi rezeki kalian. Terima kasih.”
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri audio unggahan di Hive Moderation. Hasilnya, audio dalam video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI dengan probabilitas 99,9%.
Dalam akun Instagram resmi AHY “agusyudhoyono” juga tidak ditemukan pernyataan soal bantuan dana, sebagaimana unggahan akun TikTok “agusharimurtiiyudhoyono”.
Dalam akun Instagram resmi AHY “agusyudhoyono” juga tidak ditemukan pernyataan soal bantuan dana, sebagaimana unggahan akun TikTok “agusharimurtiiyudhoyono”.
Kesimpulan
Video dengan narasi “AHY menjanjikan transfer uang Rp35 juta” merupakan konten tiruan (impostor contect).
Rujukan
- http[Hive Moderation] Hasil deteksi AI [Instagram] Akun Instagram resmi AHY “agusyudhoyono”
- https://turnbackhoax.id/wp-content/uploads/2024/11/17a.png
- https://www.tiktok.com/@agusharimurtiiyudhoyono/video/7429188559321484550 (tautan asli unggahan TikTok “agusharimurtiiyudhoyono”)
- https://ghostarchive.org/archive/0oxnF (tautan arsip unggahan TikTok “agusharimurtiiyudhoyono”)
(GFD-2024-24045) [PENIPUAN] Tautan Akses Bantuan BUMN Klaster Pangan
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 19/11/2024
Berita
Akun Facebook “BUMN Holding Pangan” pada Senin (28/10/2024) membagikan foto [arsip] berisi info “Program Bantuan Khusus Kesejahteraan Petani, Peternak, dan Nelayan dari BUMN Klaster Pangan.
Berikut narasinya:
“PROGRAM BANTUAN KHUSUS DANA HIBAH UNTUK KESEJAHTERAAN PETANI, PETERNAK DAN NELAYAN. DARI BUMN KLASTER PANGAN, SEPTEMBER 2024.
Untuk Syarat dan ketentuan penerima bantuan klik link”
Terdapat tautan https://klasterpanganbumn.jobstreetnews.com yang diklaim sebagai laman informasi untuk mengakses bantuan.
Hingga Selasa (19/11/2024) unggahan telah mendapat 1.200 tanda suka, 380-an komentar, dan telah dibagikan ulang hampir 20 kali.
Berikut narasinya:
“PROGRAM BANTUAN KHUSUS DANA HIBAH UNTUK KESEJAHTERAAN PETANI, PETERNAK DAN NELAYAN. DARI BUMN KLASTER PANGAN, SEPTEMBER 2024.
Untuk Syarat dan ketentuan penerima bantuan klik link”
Terdapat tautan https://klasterpanganbumn.jobstreetnews.com yang diklaim sebagai laman informasi untuk mengakses bantuan.
Hingga Selasa (19/11/2024) unggahan telah mendapat 1.200 tanda suka, 380-an komentar, dan telah dibagikan ulang hampir 20 kali.
Hasil Cek Fakta
Disadur dari artikel Cek Fakta Tempo.
Untuk diketahui, BUMN Klaster Pangan dibentuk untuk memperbaiki ekosistem pangan dalam negeri, isinya terdiri dari sejumlah perusahaan seperti:
PT RNI (Persero),
PT PPI (Persero),
PT Perikanan Indonesia,
PT Perikanan Nusantara (Persero),
PT Garam (Persero),
PT Pertani (Persero),
PT BGR Logistics (Persero),
PT Berdikari (Persero), dan
PT Sang Hyang Seri (Persero).
Tautan yang dibagikan dalam unggahan akun Facebook “BUMN Holding Pangan” tidak ditemukan dalam laman masing-masing perusahaan. Tautan tak mengarah ke laman resmi, pengunjung diminta memasukkan data pribadi berupa nama lengkap dan nomor telegram aktif.
Untuk diketahui, BUMN Klaster Pangan dibentuk untuk memperbaiki ekosistem pangan dalam negeri, isinya terdiri dari sejumlah perusahaan seperti:
PT RNI (Persero),
PT PPI (Persero),
PT Perikanan Indonesia,
PT Perikanan Nusantara (Persero),
PT Garam (Persero),
PT Pertani (Persero),
PT BGR Logistics (Persero),
PT Berdikari (Persero), dan
PT Sang Hyang Seri (Persero).
Tautan yang dibagikan dalam unggahan akun Facebook “BUMN Holding Pangan” tidak ditemukan dalam laman masing-masing perusahaan. Tautan tak mengarah ke laman resmi, pengunjung diminta memasukkan data pribadi berupa nama lengkap dan nomor telegram aktif.
Kesimpulan
Unggahan berisi tautan https://klasterpanganbumn.jobstreetnews.com untuk mengakses bantuan dari BUMN Klaster Pangan merupakan konten palsu (fabricated content) untuk modus penipuan.
Rujukan
- http[Tempo] Keliru, Tautan Untuk Mengakses Bantuan BUMN Klaster Pangan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/3228/keliru-tautan-untuk-mengakses-bantuan-bumn-klaster-pangan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=122114678018558825&id=61566764763553 (tautan unggahan Facebook “BUMN Holding Pangan”)
- https://turnbackhoax.id/wp-content/uploads/2024/11/16.png (arsip unggahan Facebook “BUMN Holding Pangan”)
(GFD-2024-24046) Cek Fakta: Hoaks Bantuan Sosial dari Pemerintah Sebesar Rp 5 Juta dengan Daftar Melalui Telegram
Sumber:Tanggal publish: 19/11/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan bantuan sosial dari pemerintah sebesar Rp 5 juta dengan mendaftar melalui Telegram. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 16 November 2024.
Berikut narasi dalam postingan itu:
"𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗮𝗽𝗮𝗻 (𝗣𝗞𝗛) 𝟮𝟬𝟮𝟰 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗷𝗲𝗻𝗶𝘀 𝗯𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝘀𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 𝘀𝗲𝘀𝘂𝗮𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗮𝘁𝗲𝗴𝗼𝗿𝗶 𝗽𝗲𝗻𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮, 𝘆𝗮𝗶𝘁𝘂 :
1. Ibu Hamil-Nifas- Rp.5.000.000
2. Anak Usia Dini-Balita- Rp.5.000.000
3. Lansia- Rp.5.000.000
4. Penyandang Disabilitas- Rp.5.000.000
5. Anak SD Rp.5.000.000
6. Anak SMP Rp.5.000.000
7. Anak SMA Rp. 5.000.000
𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐌𝐞𝐧𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐬𝐨𝐬𝐢𝐚𝐥( 𝐏𝐊𝐇, 𝐊𝐏𝐌 & 𝐁𝐏𝐍𝐓 ) INFO PENDAFTAR BANSOS (Bantuan Sosial)𝗦𝗶𝗹𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗥𝗲𝗴𝗶𝘀𝘁𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿
1.Klik link 👉https://bantuan-pkh-2024.guirel.win
2. Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)
3. Masukkan Nama Lengkap Sesuai KTP, dan Nomor Telegram Aktif
4. Masukkan kode OTP dari TELEGRAM
5. Ikuti prosedur Yang Telah di Tentukan"
Lalu benarkah postingan bantuan sosial dari pemerintah sebesar Rp 5 juta dengan mendaftar melalui Telegram?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menemukan bahwa postingan tersebut merupakan hoaks yang berulang namun dimodifikasi dengan narasi yang berbeda.
Kementerian Sosial sendiri dalam website resminya meminta masyarakat mewaspadai informasi terkait bantuan sosial melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.
Berikut pengumumannya:
"Akhir-akhir ini banyak beredar pesan berantau berisi link/tautan yang di dalanya terdapat berita bohong (hoaks) terkait pencairan dan/atau pendaftaran bantuan sosial.
Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial. Adapun penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako/ BPNT dan PKH adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), jika masyarakat layak menerima namun belum terdaftar dalam DTKS, bisa diusulkan Pemerintah Daerah atau mengajukan melalui Aplikasi Cek Bansos di menu Usul-Sanggah."
Masyarakat diimbau agar selalu mengecek ulang kebenaran berita dan tidak ikut menyebarkannya.
Mari saling ingatkan dan lebih kritis terhadap informasi yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Sosial RI agar kita terhindar dari hoaks maupun modus penipuan lainnya katanya menambahkan."
Selain itu sangat berbahaya jika kita mengunggah data pribadi ke website atau aplikasi percakapan yang tidak resmi. Pasalnya data kita bisa dicuri dan terhubung dengan pinjaman online ilegal.
Liputan6.com juga pernah menulisnya dalam artikel berjudul "Cara Mengecek Bantuan PKH, Panduan Lengkap untuk Penerima Manfaat" yang tayang pada 2 Oktober 2024.
Artikel situs Liputan6.com menyebutkan, cara mendaftar Bantuan Sosial PKH secara online bagi yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan PKH namun merasa berhak menerimanya bisa dilakukan dengan mengikut langkah-langkah untuk mendaftar secara online:
1. Unduh aplikasi "Cek Bansos" dari App Store (untuk pengguna iOS) atau Play Store (untuk pengguna Android).
2. Buat akun baru dengan mengisi informasi pribadi, alamat, dan nomor kontak yang aktif.
3. Setelah berhasil masuk, pilih menu "Daftar Usulan" pada halaman utama aplikasi.
4. Klik "Tambah Usulan" untuk memulai proses pendaftaran.
5. Isi data diri Anda serta data anggota keluarga dengan lengkap dan akurat.
6. Pilih jenis bantuan PKH yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
7. Setelah semua data terisi, kirimkan pendaftaran Anda.
Setelah pendaftaran selesai, data Anda akan melalui proses validasi dan verifikasi oleh pihak berwenang. Sistem akan memeriksa kelayakan Anda sebagai penerima Bantuan Sosial PKH berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Kesimpulan
Postingan bantuan sosial dari pemerintah sebesar Rp 5 juta dengan mendaftar melalui Telegram adalah hoaks.
Rujukan
Halaman: 2491/7906




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5011461/original/005382800_1731985969-cek_fakta_bansos_5_juta.jpg)