KOMPAS.com - Beredar narasi mengenai pembuatan kartu lanjut usia (lansia) yang digunakan untuk mendapat layanan perjalanan KRL gratis.
Syarat pembuatan kartu lansia yakni berusia 60 tahun ke atas, menyertakan KTP, KK, foto terbaru, dan mengisi formulir pendaftaran.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi mengenai kartu lansia untuk naik KRL gratis disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (6/1/2025):
*COMMUTER GRATIS utk LANSIA*
Kereta Rel Listrik (KRL) di Indonesia menawarkan fasilitas gratis untuk *LANSIA* melalui program *"Kartu Lansia"* dari *PT Kereta Commuter Indonesia (KCI)*. Berikut syarat dan cara mendapatkannya:
Syarat1. Berusia 60 tahun ke atas.2. Memiliki KTP dan KK.3. Mengisi formulir pendaftaran.4. Foto terbaru.
Cara Mendaftar1. Kunjungi situs resmi KCI di (link unavailable)2. Pilih opsi “Pembuatan Kartu Lansia”.3. Unggah dokumen yang diperlukan.4. Isi data pada form pendaftaran.5. Klik ‘selanjutnya’ dan tunggu verifikasi dari KCI.6. Cetak atau unduh kartu digital.
Manfaat1. Perjalanan KRL gratis.2. Kemudahan berpergian ke berbagai stasiun.3. Mengurangi hambatan finansial.
Informasi Tambahan1. Kartu Lansia berlaku selama 5 tahun.2. Perlu perpanjangan setelah masa berlaku habis.3. Tidak dapat digunakan untuk perjalanan kereta jarak jauh.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi call center KCI di 021-121 atau kunjungi situs resmi KCI.*Semoga Bermanfaat . . .*
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Senin (6/1/2025), mengenai kartu lansia untuk naik KRL gratis.
(GFD-2025-25005) [HOAKS] Kartu Lansia untuk Naik KRL Gratis
Sumber:Tanggal publish: 10/01/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui akun X @CommuterLine menginformasikan bahwa kabar mengenai pembuatan kartu lansia merupakan hoaks.
"TIDAK BENAR bahwa KAI Commuter menawarkan fasilitas gratis untuk lansia melalui program Kartu Lansia yang saat ini beredar di media sosial," tulisnya pada Senin (6/1/2025).
Meski tidak memiliki program pemberian tiket gratis untuk lansia, KAI memberikan diskon tiket.
Dilansir situs web resminya, KAI memberikan tarif reduksi sebesar 20 persen bagi lansia berusia 60 tahun ke atas.
Reduksi tersebut berlaku ke semua kelas pelayanan. Tarif reduksi tersebut tidak memerlukan pembuatan kartu lansia.
"TIDAK BENAR bahwa KAI Commuter menawarkan fasilitas gratis untuk lansia melalui program Kartu Lansia yang saat ini beredar di media sosial," tulisnya pada Senin (6/1/2025).
Meski tidak memiliki program pemberian tiket gratis untuk lansia, KAI memberikan diskon tiket.
Dilansir situs web resminya, KAI memberikan tarif reduksi sebesar 20 persen bagi lansia berusia 60 tahun ke atas.
Reduksi tersebut berlaku ke semua kelas pelayanan. Tarif reduksi tersebut tidak memerlukan pembuatan kartu lansia.
Kesimpulan
Narasi mengenai kartu lansia untuk naik KRL gratis merupakan hoaks.
KAI Commuter tidak pernah membuat program kartu lansia untuk layanan KRL gratis. Namun KAI memberikan tarif reduksi sebesar 20 persen bagi lansia berusia 60 tahun ke atas.
KAI Commuter tidak pernah membuat program kartu lansia untuk layanan KRL gratis. Namun KAI memberikan tarif reduksi sebesar 20 persen bagi lansia berusia 60 tahun ke atas.
Rujukan
- https://www.facebook.com/alialatas.alialatas.526/posts/pfbid0U5iPtteAR1EcvMQTFpCMC6sqzTpp338nsasZhXcvjbLEnKFfZYQ77dU2nx9vxzjZl
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0pxXX3sPTFGnZ75mLfN14x3azMagxuouq5Ax9Tr9sv5n6E2L5Mqw5svoRjEi4A1Rul&id=100088875801316
- https://x.com/CommuterLine/status/1876132533039137135
- https://contact-kai.zendesk.com/hc/en-us/articles/360033241751-Ada-berapa-macam-tipe-reduksi
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25006) [KLARIFIKASI] Video Shin Tae-yong Mengisi Kuliah Umum, Bukan Pulang ke Korsel
Sumber:Tanggal publish: 10/01/2025
Berita
KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menampilkan pelatih sepak bola Shin Tae-yong berjalan di bandara untuk pulang ke Korea Selatan.
Shin Tae-yong kini tidak lagi menjadi pelatih timnas Indonesia setelah diberhentikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 6 Januari 2025.
Namun, setelah ditelusuri video tersebut keliru dan perlu diluruskan.
Video yang diklaim sebagai momen Shin Tae-yong pulang ke Korea Selatan muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Instagram ini dan Facebook ini, ini, dan ini
Dalam video tampak sejumlah orang mengerubungi Shin Tae-yong yang sedang berjalan di atas karpet merah dengan pengawalan.
Salah satu akun menulis keterangan:
MOMEN STY MELANGKAH DI BANDARA MENUJU PULANG KE KOREA SELATAN
Shin Tae-yong kini tidak lagi menjadi pelatih timnas Indonesia setelah diberhentikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 6 Januari 2025.
Namun, setelah ditelusuri video tersebut keliru dan perlu diluruskan.
Video yang diklaim sebagai momen Shin Tae-yong pulang ke Korea Selatan muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Instagram ini dan Facebook ini, ini, dan ini
Dalam video tampak sejumlah orang mengerubungi Shin Tae-yong yang sedang berjalan di atas karpet merah dengan pengawalan.
Salah satu akun menulis keterangan:
MOMEN STY MELANGKAH DI BANDARA MENUJU PULANG KE KOREA SELATAN
Hasil Cek Fakta
Berdasarakan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu tidak menampilkan momen Shin Tae-yong berjalan di bandara.
Penelusuran menggunakan Google Lens menemukan bahwa video itu identik dengan unggahan akun Tiktok ini dan ini.
Video itu telah beredar pada bulan Juni 2024 ketika Shin Tae-yong masih melatih timnas Indonesia.
Keterangan dalam unggahan menyebut video tersebut merupakan momen ketika Shin Tae-yong mengunjungi President University di Bekasi, Jawa Barat.
Seperti pernah diberitakan Kompas.com, President University menghadirkan Shin Tae-yong sebagai dosen tamu dalam rangkaian acara "Seoul Beats Korean Festival 2024" di President University Convention Center Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi.
Di acara itu, Shin Tae-yong memberikan kuliah tamu yang membahas strateginya menerapkan change management di timnas Indonesia.
Penelusuran menggunakan Google Lens menemukan bahwa video itu identik dengan unggahan akun Tiktok ini dan ini.
Video itu telah beredar pada bulan Juni 2024 ketika Shin Tae-yong masih melatih timnas Indonesia.
Keterangan dalam unggahan menyebut video tersebut merupakan momen ketika Shin Tae-yong mengunjungi President University di Bekasi, Jawa Barat.
Seperti pernah diberitakan Kompas.com, President University menghadirkan Shin Tae-yong sebagai dosen tamu dalam rangkaian acara "Seoul Beats Korean Festival 2024" di President University Convention Center Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi.
Di acara itu, Shin Tae-yong memberikan kuliah tamu yang membahas strateginya menerapkan change management di timnas Indonesia.
Kesimpulan
Video yang diklaim sebagai momen Shin Tae-yong tengah berjalan di bandara untuk pulang ke Korea Selatan merupakan informasi keliru.
Faktanya, video itu adalah momen Shin Tae-yong datang ke President University, Bekasi pada 7 Juni 2024 untuk memberikan kuliah umum.
Faktanya, video itu adalah momen Shin Tae-yong datang ke President University, Bekasi pada 7 Juni 2024 untuk memberikan kuliah umum.
Rujukan
- https://www.instagram.com/reel/DEipcEhzC5s/?igsh=eW1zcTNyZHN2M3A4
- https://web.facebook.com/reel/616410990862726
- https://web.facebook.com/reel/2317490818630091
- https://web.facebook.com/watch/?v=570767515927137
- https://www.tiktok.com/@crush_iisma/video/7377720508835466502?_r=1&_t=ZS-8swLhkFB1SZ
- https://www.tiktok.com/@handa.satya/video/7457486396333247749?_r=1&_t=ZS-8swLx0ZZ8Eh
- https://www.kompas.com/edu/read/2024/07/10/181245071/presuniv-undang-shin-tae-yong-beri-kuliah-tamu-seoul-beats-korean-festival
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25008) [HOAKS] Tautan Diklaim untuk Cek Status Penerima Bansos
Sumber:Tanggal publish: 10/01/2025
Berita
KOMPAS.com - Beredar tautan di media sosial yang diklaim untuk mengecek penerima bantuan sosial dari pemerintah.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut palsu.
Tautan yang diklaim untuk mengecek penerima bansos dari pemerintah dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Jumat (10/1/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
CARA DAFTAR & CEK NAMA PENERIMA BANSOS BPNT & PKH, KKS, BLT UNTUK IBU HAMILSILAHKAN KLIK DAFTAR ATAU LINK YANG TERCANTUM
• 9 JUTA PESERTA PENERIMA MANFAAT• CEK NAMAMU DAN DAFTAR SEKARANG• BERLAKU 1 JANUARI - 28 JANUARI 2025
• BISA UNTUK KALANGAN MENENGAH KE ATAS• SEGERA DAFTAR & CEK BANSOS KALIAN SEBELUM TERLAMBAT• TIDAK DI PUNGUT BIAYA SEPESERPUN
Screenshot Hoaks, tautan cek status penerima bansos beredar di Facebook
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut palsu.
Tautan yang diklaim untuk mengecek penerima bansos dari pemerintah dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Jumat (10/1/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
CARA DAFTAR & CEK NAMA PENERIMA BANSOS BPNT & PKH, KKS, BLT UNTUK IBU HAMILSILAHKAN KLIK DAFTAR ATAU LINK YANG TERCANTUM
• 9 JUTA PESERTA PENERIMA MANFAAT• CEK NAMAMU DAN DAFTAR SEKARANG• BERLAKU 1 JANUARI - 28 JANUARI 2025
• BISA UNTUK KALANGAN MENENGAH KE ATAS• SEGERA DAFTAR & CEK BANSOS KALIAN SEBELUM TERLAMBAT• TIDAK DI PUNGUT BIAYA SEPESERPUN
Screenshot Hoaks, tautan cek status penerima bansos beredar di Facebook
Hasil Cek Fakta
Ketika diklik, tautan yang dicantumkan mengarah ke situs d4ftar-s3karang-jug4-c4472[dot]vercel[dot]app
Di situs tersebut, pengunjung diminta mengisi nama lengkap sesuai KTP, nomor akun Telegram, tempat dan tanggal lahir, serta alamat lengkap.
Namun, situs tersebut bukan situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos) dan kemungkinan besar merupakan modus phishing atau pencurian data.
Untuk diketahui, persyaratan menjadi penerima bantuan dari Kemensos adalah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
DTKS adalah data induk yang berfungsi sebagai acuan lembaga-lembaga untuk memberikan bantuan sosial, seperti PKH, sembako, PBI JK, dan sebagainya.
Pendaftaran DTKS dapat dilakukan secara offline dengan mendatangi kantor desa/kelurahan, atau secara online melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos di ponsel Android.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengecek status penerima bansos melalui situs DTKS di alamat https://cekbansos.kemensos.go.id.
Di situs tersebut, pengunjung diminta mengisi nama lengkap sesuai KTP, nomor akun Telegram, tempat dan tanggal lahir, serta alamat lengkap.
Namun, situs tersebut bukan situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos) dan kemungkinan besar merupakan modus phishing atau pencurian data.
Untuk diketahui, persyaratan menjadi penerima bantuan dari Kemensos adalah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
DTKS adalah data induk yang berfungsi sebagai acuan lembaga-lembaga untuk memberikan bantuan sosial, seperti PKH, sembako, PBI JK, dan sebagainya.
Pendaftaran DTKS dapat dilakukan secara offline dengan mendatangi kantor desa/kelurahan, atau secara online melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos di ponsel Android.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengecek status penerima bansos melalui situs DTKS di alamat https://cekbansos.kemensos.go.id.
Kesimpulan
Tautan yang beredar di Facebook dan diklaim untuk mengecek penerima bansos dari pemerintah adalah hoaks.
Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos dengan mengakses situs DTKS yang dikelola Kemensos di alamat cekbansos.kemensos.go.id.
Sementara itu, tautan yang beredar di Facebook tidak mengarah ke situs DTKS dan kemungkinan besar merupakan modus phishing.
Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos dengan mengakses situs DTKS yang dikelola Kemensos di alamat cekbansos.kemensos.go.id.
Sementara itu, tautan yang beredar di Facebook tidak mengarah ke situs DTKS dan kemungkinan besar merupakan modus phishing.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02uGQ6saxjmR18HK6w75XxerAAR57V2wXPHXHRG9EehjdmnvNVCyDVB2nxSSQVrkPYl&id=61570047564894
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02ywEtEChp82HfxM4huGiZTkQjysacWY7eR91pUM86nFX5sHyABtktEqjtZdTgsHRTl&id=61570934497188
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0EjR3FDDA7Zx4KGne4KNNXJGVe3RnX12A8LEGSdWFRcqguXTHPcno1EY284jrXdmQl&id=61571963750350
- https://cekbansos.kemensos.go.id
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25009) [KLARIFIKASI] Foto Ini Bukan Kecelakaan Crane di Sarawak, Malaysia
Sumber:Tanggal publish: 10/01/2025
Berita
KOMPAS.com - Beredar foto yang diklaim menunjukkan dua orang warga negara Indonesia (WNI) tewas tertimpa crane saat bekerja di galangan kapal Sibu, Sarawak, Malaysia.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut perlu diluruskan.
Foto yang diklaim menunjukkan dua orang WNI tewas tertimpa crane di Sibu, Sarawak, dibagikan oleh akun Facebook ini pada Jumat (10/1/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
Innalillahi wainailaihi rojiun Kecelakaan Maut. Kabar duka menyelimuti. Seorang anak muda Kecelakaan Maut Hari Ini, laki-laki 2 orang umur 22 Tewas di Tempat Tertimpa Crane patah angat besi plat jam 8:20.
Lagi Bekerja di dok kapal. warga negara Indonesia kalimantan barat. lokasi sibu serawak semoga diterima di sisi allah amin,,
Narasi itu disertai foto yang menunjukkan patahan badan crane berwarna kuning bersandar di sebuah kapal dengan bendera Indonesia.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut perlu diluruskan.
Foto yang diklaim menunjukkan dua orang WNI tewas tertimpa crane di Sibu, Sarawak, dibagikan oleh akun Facebook ini pada Jumat (10/1/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
Innalillahi wainailaihi rojiun Kecelakaan Maut. Kabar duka menyelimuti. Seorang anak muda Kecelakaan Maut Hari Ini, laki-laki 2 orang umur 22 Tewas di Tempat Tertimpa Crane patah angat besi plat jam 8:20.
Lagi Bekerja di dok kapal. warga negara Indonesia kalimantan barat. lokasi sibu serawak semoga diterima di sisi allah amin,,
Narasi itu disertai foto yang menunjukkan patahan badan crane berwarna kuning bersandar di sebuah kapal dengan bendera Indonesia.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak dapat menemukan pemberitaan soal peristiwa kecelakaan crane di Sibu, Sarawak, Malaysia, pada Jumat (10/1/2025).
Sementara itu, setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, foto yang dibagikan dalam unggahan tersebut juga ditemukan di artikel Okezone, 8 September 2024.
Dalam pemberitaan Okezone, peristiwa dalam foto adalah insiden crane kapal yang jatuh dan menewaskan seorang operator kapal barang di Pelabuhan Pelindo 1, Riau.
Junior Manager Kawasan PT Pelindo Selatpanjang, Indra Ardiansah mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi saat aktivitas bongkar semen menggunakan crane.
Namun, tiba-tiba badan crane patah dan jatuh bersama operatornya. Korban bernama Suryadi asal Jakarta sempat dilarikan ke RSUD Selatpanjang.
Namun, nyawa korban tidak tertolong karena mengalami luka cukup parah di bagian kepala.
"Ini murni kecelakaan kerja pada saat kegiatan bongkar muat berlangsung. Kabin crane terlepas dari kedudukannya dan jatuh ke dalam palka bersama dengan operator crane. Sementara ujung crane jatuh ke dermaga," kata Indra.
Sementara itu, setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, foto yang dibagikan dalam unggahan tersebut juga ditemukan di artikel Okezone, 8 September 2024.
Dalam pemberitaan Okezone, peristiwa dalam foto adalah insiden crane kapal yang jatuh dan menewaskan seorang operator kapal barang di Pelabuhan Pelindo 1, Riau.
Junior Manager Kawasan PT Pelindo Selatpanjang, Indra Ardiansah mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi saat aktivitas bongkar semen menggunakan crane.
Namun, tiba-tiba badan crane patah dan jatuh bersama operatornya. Korban bernama Suryadi asal Jakarta sempat dilarikan ke RSUD Selatpanjang.
Namun, nyawa korban tidak tertolong karena mengalami luka cukup parah di bagian kepala.
"Ini murni kecelakaan kerja pada saat kegiatan bongkar muat berlangsung. Kabin crane terlepas dari kedudukannya dan jatuh ke dalam palka bersama dengan operator crane. Sementara ujung crane jatuh ke dermaga," kata Indra.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto yang diklaim menunjukkan dua orang WNI tewas tertimpa crane di Sibu, Sarawak, Malaysia, perlu diluruskan.
Foto yang dibagikan bukan menunjukkan peristiwa di Malaysia, melainkan insiden crane kapal yang jatuh dan menewaskan seorang operator kapal barang di Pelabuhan Pelindo 1, Riau.
Foto yang dibagikan bukan menunjukkan peristiwa di Malaysia, melainkan insiden crane kapal yang jatuh dan menewaskan seorang operator kapal barang di Pelabuhan Pelindo 1, Riau.
Rujukan
Halaman: 2480/8125