• (GFD-2024-24103) [PENIPUAN] Kuis Tebak Kata dari Cagub Jabar Dedi Mulyadi, Hadiah Rp50 Juta

    Sumber: TikTok.com
    Tanggal publish: 21/11/2024

    Berita

    Akun TikTok “kangdedymulyadi00” mengunggah video [arsip] berisi klaim Calon Gubernur Jawa Tengah Dedi Mulyadi akan memberi Rp50 juta bagi yang berhasil menembak kata dari susunan huruf acak.
    Berikut narasi lengkapnya:
    “m-e-g-a-n-g-l-a. Sampai saat ini belum ada yang bisa, yusun nama kota di atas dengan benar saya transfer 50jt.”
    Hingga Senin (18/11/2024) unggahan telah disukai dan dibagikan ulang lebih dari 3.800 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri foto yang digunakan dalam unggahan lewat Google Lens. Hasilnya, diketahui laman ayobandung.com pada Februari 2024 memakai foto serupa yang berasal dari akun Instagram resmi Dedi Mulyadi “dedimulyadi71”.

    Penelusuran berlanjut ke akun Instagram “dedimulyadi71”. Ternyata, foto yang digunakan akun TikTok “kangdedymulyadi00” berasal dari unggahan akun Instagram pribadi Dedi Mulyani pada November 2023. Unggahan akun TikTok “kangdedymulyadi00” merupakan hasil manipulasi dari foto tersebut.

    Di akun Instagram resmi, tidak ada konten mengenai “Dedi Mulyadi mengadakan kuis tebak kata dengan hadiah puluhan juta rupiah”. Untuk akun TikTok, Dedi Mulyadi hanya memiliki satu akun, yakni “kangdedimulyadiofficial” yang kini memiliki 1,4 juta pengikut.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Dedi Mulyadi membuat kuis tebak kata dengan hadiah Rp50 juta di TikTok” merupakan konten tiruan (impostor content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2024-24104) [PENIPUAN] Wapres Gibran Bikin Program Bedah Rumah

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 21/11/2024

    Berita

    Akun Facebook “beda rumah” membagikan foto [arsip] yang menginformasikan adanya “Program Bedah Rumah” yang dibuat oleh Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming.
    Berikut narasi lengkapnya:
    “PROGRAM BEDAH RUMAH YANG DI SELENGGARAKAN LANGSUNG OLEH Gibran Rakabuming Raka, B.Sc.
    Daftarkan diri!!! Anda,keluarga,tetangga,kerabat atau orang yang menurut anda rumah sudah tidak layak huni dengan cara kirim poto rumah mengirim foto rumah nya dan foto orang yang menurut anda rumah sudah tidak layak huni. DAFTAR SEKARANG.
    INI BERLAKU DI SELURUH WILAYAH INDONESIA”
    “Segera Daftar diri anda tersedia di seluruh kabupaten , kecamatan dan kota yang ada di Indonesia”
    Hingga Kamis (21/11/2024), terdapat warganet yang tertarik dengan program tersebut, ditunjukkan dengan komentar “daftarnya di mana”.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran di laman resmi wapresri.go.id dengan memasukkan kata kunci “Bedah Rumah” dalam kolom pencarian Hasilnya, tidak ditemukan informasi mengenai “Program Bedah Rumah” dari Wapres Gibran.

    TurnBackHoax lalu mencari tahu seputar “Program Bedah Rumah”. Diketahui, dilansir dari laman rumah123.com, pemerintah pusat memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dijalankan Direktorat Jenderal Perumahan.

    Program itu diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan mengajukan diri ke kepala desa atau lurah setempat, bukan lewat tautan di media sosial.

    Penelusuran berlanjut menggunakan Google Lens untuk mengetahui keaslian foto dalam unggahan akun Facebook “beda rumah”. Diketahui, foto itu berasal dari pemberitaan BeritaSatu.com yang tayang Juli 2024.

    Konteks asli foto adalah momen pertemuan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep bersama Airlangga Hartarto (yang kala itu merupakan Ketua Umum Partai Golongan Karya). Tidak ada pembahasan mengenai “Program Bedah Rumah” dalam pertemuan tersebut.

    TurnBackHoax juga menelusuri tautan pendaftaran yang ada di profil akun Facebook “beda rumah”. Ternyata, tautan tersebut meminta pengguna memasukkan nama lengkap sesuai KTP dan nomor telepon Telegram, lalu meminta memasukkan kode OTP.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi narasi “Program Bedah Rumah yang diselenggarakan langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming” merupakan konten tiruan (impostor content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2024-24107) [KLARIFIKASI] Video Burung Bertopi Dibuat dengan AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video menampilkan dua burung eksotis yang memiliki bulu di bagian kepala menyerupai topi.

    Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif.

    Video burung bertopi disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Rabu (20/11/2024):

    Subhaanallah. Ternyata *burung*-pun ada yang *bertopi*...

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek seberapa banyak campur tangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam video yang beredar.

    Hive Moderation merupakan tools yang dapat membantu mendeteksi kemungkinan konten berbasis AI dalam bentuk teks, gambar, video, dan audio.

    Hasil pengidentifikasian Hive Moderation menunjukkan, video burung bertopi memiliki probabilitas 99,9 persen dibuat dengan AI.

    Memang betul ada makhluk hidup yang memiliki sebutan burung bertopi atau burung kehicap bertopi. Nama latin burung ini yakni Symposiachrus manadensis.

    Dilansir Avibase, burung bertopi dapat ditemukan di Papua Nugini dan hidup di hutan dataran rendah subtropis dan tropis.

    Namun ciri-ciri burung kehicap bertopi berbeda dengan burung dalam video.

    Penampakan burung kehicap bertopi dapat dilihat di sini.

    Kesimpulan

    Video burung bertopi merupakan konten manipulatif berbasis AI.

    Hive Moderation mengidentifikasi video tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen dibuat dengan AI.

    Spesies burung bertopi, seperti burung kehicap bertopi memiliki ciri yang berbeda dengan burung dalam video.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24108) Cek fakta, Pramono sebut hanya 44 persen warga Jakarta yang mendapatkan akses air bersih

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/11/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Calon Gubernur (Cagub) Jakarta dengan nomor urut tiga Pramono Anung menyebut tingkat layanan air bersih warga Jakarta baru mencapai 44 persen.

    Hal itu disampaikannya pada debat ketiga Pilkada DKI 2024 Jakarta yang berlangsung di Jakarta pada Minggu (17/11/2024) malam yang mengangkat tema “Tata Kota dan Perubahan Iklim”.

    Berikut pernyataan Cagub Pramono Anung tersebut:

    “Jakarta saat ini hanya 44 persen yang ter-cover air bersih”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah hanya 44 persen warga Jakarta yang mendapatkan layanan air bersih?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan catatan PAM Jaya pada 2023, cakupan penyaluran air bersih di Jakarta baru mencapai 65,85 persen. Dengan kata lain masih ada 34,15 persen warga Jakarta yang belum mendapatkan layanan penyaluran air bersih dari PAM Jaya.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menyebutkan akses terhadap sumber air minum layak di Jakarta 2023 menjadi terbanyak di Indonesia dengan persentase mencapai 99,42 persen.

    Perbedaan air bersih dan air minum, berdasarkan laman Pemprov DKI Jakarta, air bersih adalah air yang dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan memasak. Air bersih harus terbebas dari setiap kuman penyebab penyakit dan bebas dari bahan kimia.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Sedangkan air minum merupakan air yang dapat diminum secara langsung dan tidak menyebabkan efek samping apa pun yang bisa membahayakan kesehatan manusia.

    Persoalan distribusi air bersih ini ditargetkan akan teratasi 100 persen pada 2030. PAM Jaya optimistis dapat merampungkan permasalahan saluran air bersih yang dihadapi 34,15 persen warga Jakarta. PAM Jaya telah bersinergi dengan sejumlah pemangku kepentingan termasuk dengan media massa.

    Selain permasalahan pasokan air bersih, Jakarta juga dihadapkan pada berkurangnya volume air tanah yang menyebabkan terjadinya penurunan muka tanah. Penurunan muka tanah di Jakarta terjadi secara bervariasi. Beberapa wilayah mengalami penurunan 1-15 sentimeter per tahun dan beberapa lokasi lainnya dapat mengalami penurunan hingga 20-28 sentimeter per tahun.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan