• (GFD-2025-25088) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Bendera Indonesia Berkibar di Laga PSV Vs Feyenoord

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang mengeklaim bendera Indonesia berkibar saat laga PSV Eindhoven melawan Feyenoord di Liga Belanda musim ini.

    Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut keliru dan perlu diluruskan.

    Video yang mengeklaim bendera Indonesia berkibar saat laga PSV Eindhoven melawan Feyenoord muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Dalam video tampak pemain PSV melakukan selebrasi setelah mencetak gol. Ia kemudian mengangkat tiang corner kick dengan bendera merah dan putih.

    Video diberi keterangan:

    Semakin Mendunia

    Bendera Indonesia berkibar saat pertandingan PSV vs Feyenord

    Keren Pemain PSV selebrasi langsung angkat bendera sudut Indonesia

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim bendera Indonesia berkibar di pertandingan PSV melawan Feyenoord

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, video tersebut merupakan cuplikan pertandingan PSV melawan Feyenoord pada 22 Desember 2024 yang diunggah di kanal YouTube PSV ini.

    Dalam video, pemain PSV, Noa Lang, melakukan selebrasi gol dengan mengangkat bendera corner kick berwarna merah putih. 

    Namun bendera itu bukanlah lambang negara Indonesia, melainkan lambang tim PSV Eindhoven.

    Dikutip dari ESPN, presiden pertama PSV, Jan-Willem Hofkes, konon sangat terpukau dengan kontras antara segelas limun raspberry merah dan buku tulis putihnya.

    Ketertarikan dia akan perpaduan warna itu membuatnya memilih merah dan putih sebagai warna tim. 

    Setiap PSV bermain di kandang, bendera corner kick berwarna merah dan putih terpasang di Philips Stadion.

    Misalnya pada pertandingan PSV melawan AZ Alkmaar pada 12 Januari 2025, atau pertandingan di Liga Champions melawan Shakhtar Donetsk pada November 2024. 

    Tidak ada informasi kredibel yang menyebut bendera Indonesia berkibar di Philips Stadion. 

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim bendera Indonesia berkibar saat laga PSV Eindhoven melawan Feyenoord adalah keliru.

    Faktanya, bendera itu adalah warna klub PSV. Bendera corner kick berwarna merah dan putih terpasang di Philips Stadion setiap PSV bermain kandang. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-25089) [HOAKS] Tautan Pendaftaran Bansos Rp 3,5 Juta atas Nama BPJS Kesehatan

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan disertai tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran bantuan sosial Rp 3.550.000 mengatasnamakan Badan Penyelenggera Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Tautan pendaftaran bansos Rp 3.550.000 mengatasnamakan BPJS Kesehatan dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini pada Senin (13/1/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    PROGRAM BANTUAN BPJS KIS 2025

    PEMERINTAH RI MENGELUARKAN DANA BANTUAN BPJS KIS Rp. 3.550.000 UNTUK MASYARAKAT DISELURUH INDONESIA

    Buruan Daftarkan Diri Anda Dan Dapatkan Segera....

    Screenshot Hoaks, tautan pendaftaran bansos Rp 3.550.000 mengatasnamakan BPJS Kesehatan

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Kesehatan untuk mengonfirmasi kebenaran informasi pendaftaran bansos tersebut.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, tautan pendaftaran bansos Rp 3.550.000 yang dibagikan sejumlah akun Facebook adalah hoaks.

    "Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut," kata Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/1/2025).

    Rizzky meminta masyarakat berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan yang beredar di media sosial.

    Masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi apabila memiliki pertanyaan atau keluhan terkait BPJS Kesehatan.

    Berikut saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan:

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan pendaftaran bansos Rp 3.550.000 mengatasnamakan BPJS Kesehatan adalah hoaks.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, tidak ada bantuan dan program seperti yang diklaim. Informasi itu merupakan hoaks dan modus penipuan.

     

    Rujukan

  • (GFD-2025-25090) [HOAKS] Video Raffi Ahmad Tawarkan Sejumlah Bantuan

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang menampilkan artis sekaligus staf khusus presiden, Raffi Ahmad menawarkan sejumlah bantuan kepada masyarakat.

    Menurut video, bantuan itu meliputi biaya sekolah dan kuliah, modal usaha, bayar utang, serta renovasi rumah.

    Namun setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Video yang menampilkan Raffi Ahmad menawarkan sejumlah bantuan kepada masyarakat muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Untuk mendapatkan bantuan, warganet diminta mengirimkan nomor WhatsApp.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang menampilkan Raffi identik dengan unggahan di kanal YouTube ini.

    Video tersebut bisa dilihat pada menit ke-2 detik ke-26.

    Dalam video aslinya, Raffi tidak menawarkan bantuan kepada masyarakat seperti di unggahan.

    Namun ia menceritakan soal dirinya yang mengikuti upacara Hari Pahlawan 2024 dipimpin Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.

    Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com, mengecek suara Raffi dalam unggahan menggunakan True Media.

    Hasilnya, suara Raffi menjanjikan bantuan terdeteksi secara subtansial dihasilkan oleh artificial intelligence (AI).

    Video yang menampilkan Raffi Ahmad menawarkan sejumlah bantuan kepada masyarakat merupakan hoaks. Setelah ditelusuri, video itu diketahui sebagai hasil manipulasi.

    Dalam video aslinya Raffi menceritakan soal dirinya yang mengikuti upacara Hari Pahlawan 2024. Setelah dicek menggunakan TrueMedia suara Raffi terdeteksi dihasilkan AI. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-25092) [SALAH] Megawati dan Puan Maharani Menuntut Pembebasan Hasto

    Sumber: Facebook.com, TikTok.com
    Tanggal publish: 14/01/2025

    Berita

    Akun TikTok “ara.ari98” [arsip] pada Rabu (25/12/2024) dan akun Facebook “Zul A.manaf” [arsip] pada Jumat (27/12/2024) membagikan video disertai narasi:
    “Raut wajah Puan Maharani dan Megawati setelah keluar Dari gedung KPK menuntut hasto Dibebaskan oleh KPK. Siapa Bilang megawati tidak berani hadir ke KPK, dan menepati janjinya bakal bebaskan Hasto.”

    Hingga Senin (13/1/2025) unggahan TikTok “ara.ari98” telah disukai lebih dari 115.000 pengguna dan menuai lebih dari 20.000 komentar. Sementara unggahan Facebook “Zul A.manaf” 143 pengguna dan menuai 55 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Cek Fakta Kompas.com.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, sampai saat ini tidak ada informasi valid Megawati dan Puan mendatangi gedung KPK usai Hasto ditetapkan sebagai tersangka pada 23 Desember 2024.

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video yang beredar menggunakan teknik reverse image search. Hasilnya, video itu mirip dengan unggahan di kanal YouTube “osotv channel” pada 2023. Video itu adalah momen rapat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD pada 25 Oktober 2023. PDI-P merupakan partai pengusung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024. Megawati turut menghadiri rapat TPN Ganjar-Mahfud tersebut, hadir juga Puan Maharani serta beberapa politisi lainnya.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi narasi “Megawati dan Puan Maharani menuntut pembebasan Hasto” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan