• (GFD-2024-24675) [SALAH] Jokowi Jadi Ketua Umum Golkar, Gantikan Bahlil

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 19/12/2024

    Berita

    Akun TikTok “KANG MAIDO” pada Kamis (12/12/2024) mengunggah video [arsip] disertai narasi:
    "SAH !! JOKOWI JADI KETUM GOLKAR MENGGANTIKAN BAHLIL
    Ada apa dgn JKW
    Jokowi Golkar
    Roda Politik Jokowi sudah berhenti di Partai Golkar. Apa maksud dan tujuan kenapa Golkar yg dipilih Jokowi? "
    Per Kamis (19/12/2024), video tersebut sudah dilihat hampir 3 juta kali dan dibagikan ulang lebih dari 2.400 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) pertama-tama melakukan penelusuran tentang klaim tersebut menggunakan mesin pencarian Google dengan kata kunci “Jokowi menjadi Ketum Golkar”. Hasil pencarian teratas mengarah ke pemberitaan kompas.com berjudul “Sesuatu Yang Baru” di HUT Golkar dan Isu Bergabungnya Jokowi” yang tayang Kamis (12/12/2024).
    Dalam berita tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menegaskan belum ada sinyal Jokowi akan bergabung dengan Golkar.
    TurnBackHoax kemudian menelusuri akun Instagram resmi Partai Golkar. “golkar.indonesia”. Dari unggahan terbaru pada Selasa (17/12/2024), Bahlil masih menjadi ketua umum, terlihat dari momen dirinya meresmikan kantor baru DPD Partai Golkar di Sumatra Barat.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Jokowi jadi Ketua Umum Golkar, gantikan Bahlil” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2024-24676) Cek Fakta: Jokowi Gantikan Bahlil Sebagai Ketum Golkar

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/12/2024

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video yang berisi narasi soal Jokowi menggantikan Bahlil sebagai Ketum Golkar.

    Akun TikTok “KANG MAIDO” pada Kamis (12/12/2024) mengunggah video tersebut dengan narasi sebagai berikut:

    “SAH !! JOKOWI JADI KETUM GOLKAR MENGGANTIKAN BAHLIL

    Ada apa dgn JKW

    Jokowi Golkar

    Roda Politik Jokowi sudah berhenti di Partai Golkar. Apa maksud dan tujuan kenapa Golkar yg dipilih Jokowi? “

    Terpantau pada Kamis (19/12/2024), video tersebut sudah dilihat hampir 3 juta kali dan dibagikan ulang lebih dari 2.400 kali.

    Lantas benarkah klaim tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) yang melakukan penelusuran tentang klaim tersebut menggunakan mesin pencarian Google dengan kata kunci “Jokowi menjadi Ketum Golkar" didapat hasil pemberitaan kompas.com berjudul “Sesuatu Yang Baru” di HUT Golkar dan Isu Bergabungnya Jokowi” yang tayang Kamis (12/12/2024).

    Disampaikan dalam artikel tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menegaskan belum ada tanda-tanda yang meyakinkan bahwa Jokowi akan segera bergabung dengan partai berlambang pohon beringin itu.

    TurnBackHoax juga menelusuri akun Instagram resmi Partai Golkar untuk mencari fakta tentang narasi yang disampaikan. Dari unggahan terbaru pada Selasa (17/12/2024), Bahlil masih menjadi ketua umum, terlihat dari momen ketika ia meresmikan kantor baru DPD Partai Golkar di Sumatra Barat.

    Kesimpulan

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa unggahan berisi klaim “Jokowi jadi Ketua Umum Golkar, gantikan Bahlil” merupakan konten palsu (fabricated content).
  • (GFD-2024-24681) Hoaks Prabowo Marah Karena Program "Lapor Mas Wapres"

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/12/2024

    Berita

    tirto.id - Belum genap dua bulan pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, sejumlah isu telah beredar di media sosial terkait keretakan hubungan keduanya.

    Tirto menemukan sebuah video mencurigakan diunggah pada akun TikTok no_vie87 (arsip). Narasi di video tersebut menyebut kemarahan Prabowo kepada wakilnya Gibran, terkait program "Lapor Mas Wapres" yang dibuat tanpa koordinasi sebagai bentuk manuver politik Gibran.

    Sekilas mengenai program "Lapor Mas Wapres", Gibran resmi membuka layanan pengaduan masyarakat ini, yang disebut "Lapor Mas Wapres", di Kantor Wakil Presiden per Senin (11/11/2024) lalu. Selain layanan pengaduan secara langsung, masyarakat bisa mengajukan pengaduan melalui kontak WhatsApp resmi "Lapor Mas Wapres" di nomor 081117042207.

    Kembali ke cuplikan video yang diunggah akun TikTok tersebut. Di video, terlihat Prabowo memakai jas abu-abu duduk di kursi rapat. Gibran terlihat duduk di sampingnya, memakai kemeja putih.

    Video lalu berubah pada sekitar detik ke-46. Prabowo, kini mengenakan baju batik duduk di kursi rapat menyampaikan pesan tegas. “Tidak ada orang di sini yang kebal, yang tidak patuh, tidak bekerja keras untuk bangsa dan negara dan rakyat. Saudara saya beri wewenang, copot segera,” begitu ujar Prabowo dalam video tersebut.

    Dalam video berdurasi 58 detik tersebut, ada suara narator yang menyampaikan narasi Gibran dipanggil mendadak oleh Presiden Prabowo terkait program "Lapor Mas Wapres". Program tersebut dikatakan muncul secara tiba-tiba dan tanpa koordinasi. Hal ini membuat kelompok Prabowo marah dan merasa tidak dihargai.

    Di dalam video itu, terdapat teks juga yang berbunyi, “Prabowo marah, Prabowo merasa tidak dihormati. Mulai gawat di Istana, seperti pendulunya yg sesukanya berbuat.”

    Video mencurigakan tersebut diunggah pada Selasa (17/12/2024). Hingga Kamis (19/12/2024), video ini telah ditonton sebanyak 1,6 juta kali, mendapatkan hampir 40 ribu likes, dan dibagikan ulang hampir 5 ribu kali.

    Lantas, benarkah klaim yang menyebut bahwa Presiden Prabowo marah kepada Gibran karena program "Lapor Mas Wapres" dibuat tanpa koordinasi dan terjadi manuver politik?

    Hasil Cek Fakta

    Setelah menyaksikan keseluruhan video, kami membagi video tersebut jadi dua bagian utama. Bagian awal terkait dengan narasi Prabowo yang mendadak memanggil Gibran. Sedangkan bagian kedua terkait pesan Prabowo soal pelepasan jabatan untuk petugas pemerintahan yang tidak bekerja keras.

    Dari potongan video awal, soal pemanggilan mendadak Gibran oleh Prabowo, terdapat dua suara narator. Suara perempuan di awal membacakan pesan, “Alasan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka mendadak dipanggil Presiden Prabowo Subianto.”

    Video masih berlanjut, tetapi suara narator perempuan ganti menjadi suara laki-laki dengan narasi dengan gaya bahasa yang lebih santai juga, “Hari ini kemarahan kubu Prabowo terhadap manuver politik yang dilakukan oleh Gibran, nampaknya sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Karena ketika Gibran membuka posko pengaduan ‘Lapor Mas Wapres’, ini ternyata tidak ada koordinasi, tidak bilang siapa-siapa, tiba-tiba muncul begitu saja. Jadi wapres mengambil satu sikap politik sendiri tanpa koordinasi dan tanpa izin kepada presiden. Ini –denger-denger, membuat marah dan kecewa kelompok, kubu Presiden Prabowo karena seperti tidak dihargai.”

    Kami mencoba mencari informasi terkait narasi pemanggilan mendadak Gibran oleh Prabowo terlebih dahulu. Kami menggunakan kata kunci, “terungkap alasan wakil presiden gibran rakabuming raka mendadak dipanggil presiden prabowo subianto,” sesuai dengan narasi tulisan dalam video.

    Hasil pencarian teratas mengarahkan ke video berikut dari TribunNews, yang terlihat sama dengan video yang diunggah ulang di TikTok. Pemanggilan mendadak Prabowo terhadap Gibran tidak terkait program Lapor Mas Wapres.

    Berdasar laporan dari artikel video, Gibran pernah mendadak dipanggil Presiden Prabowo ketika sedang menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong, di Hutan Kota Plataran, Senayan, kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2024). Hal itu dikarenakan Gibran harus menuju ke Istana Kepresidenan RI untuk mengikuti Rapat Kabinet Paripurna yang dipimpin langsung Prabowo.

    Terkait klaim program "Lapor Mas Wapres" yang dilakukan tanpa koordinasi, juga coba kami pastikan kebenarannya. Hasil pencarian dengan Google, mengarahkan kami ke artikel yang dari Kompas.com berikut. Berdasar artikel tersebut, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan "Lapor Mas Wapres" dilaksanakan sesuai arahan dan selaras dengan pemerintahan Presiden Prabowo.

    Hal ini juga telah dikonfirmasi Tirtosebelumnya. Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, Prita Laura, menegaskan, program "Lapor Mas Wapres" telah diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Prita Laura juga membantah jika Gibran membentuk program tersebut tanpa koordinasi dengan Prabowo, karena "Lapor Mas Wapres" adalah bagian dari program pemerintahan.

    Lanjut ke bagian video kedua, yang menunjukkan Prabowo mengenakan pakaian batik coklat dan menyampaikan pesan tegas soal pelepasan jabatan bagi mereka yang tidak bekerja keras. Tirto melakukan penelusuran fakta dengan melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search).

    Salah satu hasil pencarian mengarahkan pada unggahan instagram akun @bsip_ntt. Video tersebut menunjukkan hal yang sama. Dalam video tersebut, tertulis akun TikTok @banggaindonesia08 sebagai sumbernya.

    Tirto kemudian mengunjungi akun tersebut, dan menemukan unggahan asli yang sama, dengan tampilan gambar video terlihat lebih utuh. Di sekitar detik ke-54 video tersebut, terlihat apa yang disampaikan Prabowo soal pelepasan jabatan bagi yang tidak bekerja keras. Potongan ini identik dengan unggahan video di TikTok.

    Konteks pesan Prabowo ini adalah terkait pelepasan jabatan bagi pejabat yang mempersulit birokrasi dan menyusahkan rakyat. Tidak ada narasi soal kemarahan akibat program "Lapor Mas Wapres" dalam video tersebut.

    Hasil pencarian lebih lanjut menunjukkan pesan Prabowo tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna Perdana, Kantor Presiden, pada 23 Oktober 2024.

    Naskah lengkap arahan Prabowo diarsipkan oleh Antaradalam artikel berikut.

    “Ini saya minta menteri-menteri sekarang mari kita lebih berani, mari kita lebih tidak ragu-ragu, untuk memberi pelayanan yang terbaik kepada rakyat kita. Jangan ragu-ragu kalau saudara tidak puas dengan pejabat-pejabat di bawah anda laporkan, segera kita ganti. Begitu banyak orang yang mau mengabdi, tidak ada orang di sini yang kebal, yang tidak patuh, tidak bekerja keras untuk bangsa dan negara dan rakyat, saudara saya beri wewenang copot segera. Suruh tinggal di rumah saja daripada bikin susah kita,” begitu potongan pesan Prabowo kala itu.

    Hasil pencarian Tirto terkait potongan video pesan Prabowo tersebut kami temukan dari unggahan kanal YouTube Sekretariat Presiden berikut. Dalam video yang berdurasi 26 menit tersebut, terdapat pidato lengkap Prabowo kepada para menteri. Terlihat Gibran tengah duduk di sampingnya, mengenakan baju batik, sebagai Wakil Presiden. Pesan Prabowo yang dicuplik dalam video di TikTok diambil dari sekitar menit ke-18.

    Sebelumnya, Tirto juga menemukan sejumlah unggahan yang memelintir pernyataan Prabowo dan menjadi misinformasi terkait kebijakan Prabowo.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan video Presiden Prabowo Subianto marah kepada wakilnya Gibran Rakabuming Raka yang beredar di media sosial terkait program "Lapor Mas Wapres" bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Gibran memang sempat dipanggil mendadak oleh Prabowo ke Istana Kepresidenan RI. Namun konteks panggilan mendadak tersebut untuk menghadiri Rapat Kabinet Paripurna.

    Sementara pesan Prabowo pada potongan video merupakan arahannya kepada para menteri, di sidang Kabinet Paripurna Perdana, Kantor Presiden, 23 Oktober 2024. Apa yang diucapkan Prabowo tidak ada kaitannya dengan program "Lapor Mas Wapres".

    Rujukan

  • (GFD-2024-24682) Salah, Prabowo Tunjuk Jokowi Jadi Ketua Umum Partai Gerindra

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/12/2024

    Berita

    tirto.id - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah resmi memecat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dari keanggotaan partai berlogo banteng moncong putih itu.

    Pemecatan Jokowi tertuang dalam Surat Keputusan (SK) nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024 tentang pemecatan Joko Widodo dari keanggotaan PDI-P. SK pemecatan Jokowi resmi berlaku sejak 14 Desember 2024 dan ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto.

    Sejumlah narasi soal pemecatan Jokowi dari PDIP pun menjadi bahan perbincangan publik, tak terkecuali soal arah manuver politik selanjutnya dari mantan Walikota Surakarta tersebut. Di tengah ramai perbincangan soal isu ini, beredar narasi di media sosial yang menyebut Presiden Prabowo Subianto menunjuk Jokowi sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

    Narasi ini disebarkan oleh akun TikTok bernama “dede36315”(arsip) pada Minggu (15/12/2024) lewat tangkapan layar sebuah foto yang menampilkan sosok Prabowo dan Jokowi.

    “Prabowo Tunjuk Jokowi Ketum Gerindra Banteng Panik,” tulis keterangan teks dalam foto tersebut.

    Sepanjang Minggu (15/12/2024) hingga Kamis (19/12/2024) atau selama empat hari tersebar di TikTok, unggahan tersebut telah memperoleh 23 tanda suka, enam komentar dan telah dua kali dibagikan.

    Lantas, benarkah klaim yang menyebut bahwa Prabowo menunjuk Jokowi sebagai Ketua Umum Partai Gerindra?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melakukan penelusuran dengan menelusuri foto Prabowo dan Jokowi yang disertakan dalam unggahan tersebut dengan menggunakan teknik reverse image search dari Google Images.

    Hasil penelusuran mengarahkan kami ke foto yang diunggah media Tribunnews berjudul “Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo” yang diunggah pada Jumat (6/12/2024).

    Konteks foto tersebut seperti yang diberitakan Tribunnews adalah momen saat Prabowo bersama Jokowi memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di Kediaman Prabowo di Jakarta, pada Jumat (6/12/2024) malam.

    Situs resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia diketahui juga memberitakan momen tersebut. Dalam keterangan resmi yang dilansir dari situs tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bentuk undangan balasan kepada Presiden ke-7 RI Jokowi.

    Sebelumnya, diketahui Prabowo telah mengunjungi kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada bulan November lalu.

    “Jadi saya dengar Pak Jokowi ada di Jakarta saya undang makan begitu. Jadi saya pernah ke rumah beliau di Solo, saya undang sekarang ke Kertanegara,” ujar Prabowo seperti yang dilansir dari situs Sekretariat Kabinet, Sabtu (7/12/2024).

    Prabowo menegaskan bahwa tidak ada agenda khusus dalam pertemuan malam ini selain makan malam. Senada, Jokowi juga menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah bentuk silaturahmi dengan Presiden Prabowo.

    “Beliau Bapak Presiden waktu ke Merauke kemudian mampir ke Solo. Ini saya pas ke Jakarta kayak kunjungan balasan gitu lo karena kangen,” ungkapnya.

    Sementara itu, melansir laporan Detik, dalam keterangan pers usai makan malam tersebut, Prabowo memang menyampaikan partainya terbuka jika Jokowi ingin bergabung, meski begitu ia tak akan memaksa.

    "Oh, kalau Gerindra terbuka, tapi tentunya kami nggak bisa maksa beliau masuk," ungkap Prabowo seperti yang dikutip dari Detik, Sabtu (7/12/2024).

    Selebihnya, tidak ada satupun pernyataan yang membenarkan klaim bahwa Prabowo menunjuk Jokowi sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Kami juga menelusuri kebenaran klaim tersebut dengan memasukan kata kunci “Prabowo menunjuk Jokowi sebagai Ketua Umum Partai Gerindra” ke mesin pencarian Google.

    Mengutip laporan Kompas, pada Selasa (10/12/2024), Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani sempat menyambangi kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Pertemuan itu terjadi hanya berselang empat hari setelah Jokowi bersua dengan Prabowo di Jakarta.

    Meski begitu, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi Kompas, Rabu (11/12/2024), mengatakan, pertemuan antara Muzani dan Jokowi hanya sebatas membahas rencana Kongres Gerindra. Dalam pertemuan itu, Muzani sekaligus mengundang Jokowi untuk hadir dalam kongres.

    “Ya, memang hanya untuk mengundang kongres, tidak lain tidak bukan, tidak ada (soal ajakan Gerindra kepada Jokowi untuk bergabung dengan Gerindra),” kata Dasco seperti yang dikutip dari Kompas.

    Selebihnya, per Kamis (19/12/2024), ketika artikel periksa fakta ini ditulis, tidak ada satupun keterangan resmi dan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim bahwa Prabowo menunjuk Jokowi sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

    Mengutip situs resmi Partai Gerindra per Kamis (19/12/2024), Prabowo Subianto masih tercatat sebagai ketua umum partai berlambang Garuda tersebut.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan keterangan resmi yang membenarkan klaim bahwa Prabowo menunjuk Jokowi sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

    Hingga Kamis (19/12/2024) atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, tidak ada satupun keterangan resmi dari Prabowo terkait penunjukan Jokowi sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Di situs resmi Partai Gerindra, Prabowo Subianto masih tercatat sebagai ketua umum.

    Jadi, informasi yang menyebut bahwa Prabowo menunjuk Jokowi sebagai Ketua Umum Partai Gerindra bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Rujukan