• (GFD-2024-24728) [HOAKS] Tautan untuk Daftar Pendamping Lokal Desa 2024/2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/12/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan berisi tautan yang diklaim sebagai akses untuk mendaftar Pendamping Lokal Desa (PLD) tahun 2024/2025.

    Program itu diklaim berasal dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Gaji yang ditawarkan yakni Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per bulan.

    Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.

    Tautan yang diklaim digunakan untuk mendaftar PLD tahun 2024-2025 muncul di media sosial pada Desember 2024, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Salah satu akun membagikan poster dengan disertai keterangan:

    PLD Kemendesa 2024/2025 Buka Lowongan Kerja Dengan Gaji HinggaRp.10-15 Juta Berikut Syarat dan Pendaftaranya..

    Penempatan sesuai domisili anda

    Pendaftaran Disini Gratis Yah Tidak Dipungut Biayahttps://daftar2024.info/pldkemendesa/ ????

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook tautan yang diklaim digunakan untuk mendaftar lowongan kerja PDL 2024/2025

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kemendes PDT.

    Tautan yang beredar berisi permintaan untuk memasukan nomor telepon yang terdaftar di Telegram. 

    Sementara ketika dicek di website dan media sosial resmi Kemendes PDT, tidak ada informasi soal pembukaan PLD tahun 2024/2025.

    Dikutip dari Antara, pada 12 Desember 2024 Kemendes PDT menegaskan, lowongan kerja PLD tahun 2024/2025 belum dibuka.

    "Kementerian Desa dan PDT sampai saat ini, belum melakukan rekrutmen tersebut. Jadi, pemberitaan (yang beredar di media sosial) itu tidak benar," kata Kepala Pusat Penyusunan Keterpaduan Rencana Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes PDT, Fajar Tri Suprapto.

    Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendes PDT, Rosyid.

    Menurut Rosyid, sampai saat ini Kemendes PDT belum berencana melakukan rekrutmen PLD.

    Jika ke depan ada rekrutmen PLD, informasinya akan disampaikan melalui situs dan media sosial resmi Kemendes PDT.

    Kesimpulan

    Tautan yang diklaim digunakan untuk mendaftar lowongan kerja PLD tahun 2024-2025 tidak benar atau hoaks.

    Setelah dicek, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kemendes PDT.

    Selain itu, Kemendes PDT juga menyatakan bahwa lowongan kerja PLD tahun 2024/2025 belum dibuka.

    Waspada penipuan. Jangan sembarangan mengikuti permintaan di media sosial, apalagi dengan penawaran yang menggiurkan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24729) [HOAKS] Lesti Kejora Bagikan Hadiah Melalui Facebook

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/12/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim penyanyi Lesti Kejora membagikan hadiah bagi penggemarnya.

    Menurut unggahan, cara untuk mendapatkan hadiah cukup mudah, dengan follow akun tersebut.

    Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks. Waspada, jangan sampai terjerat penipuan.

    Unggahan yang mengeklaim Lesti Kejora membagikan hadiah di Facebook diunggah oleh akun ini.

    Akun tersebut membagikan gambar Lesti dengan keterangan:

    HALO SEMUANYA DEDE MAU BERBAGI. Bagi yang belum follow silahkan follow dulu ya

    cukup tekan tanda love dan panah maka hadiah dahsyat akan di dapatkan

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Lesti berbagi rezeki di Facebook

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri gambar Lesti dalam unggahan menggunakan teknik reverse image search.

    Hasilnya, foto itu identik dengan unggahan di laman Liputan 6.com ini.

    Foto itu digunakan sebagai ilustrasi artikel berjudul "Trik Selfie Keren ala Lesti Kejora, Rahasia Mode 0,5 untuk Hasil Foto yang Lebih Memukau".

    Artikel tersebut membahas soal Lesti yang kerap berfoto selfie dengan pengaturan kamera 0,5 di ponsel. Foto tersebut tidak terkait dengan narasi Lesti berbagai rezeki di Facebook.

    Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek akun Facebook resmi Lesti yang telah bercentang biru.

    Di akun Facebook resminya, tidak ada konten soal bagi-bagi hadiah. Sehingga, dapat dipastikan konten yang beredar adalah hoaks.

    Sebelumnya di media sosial juga muncul informasi keliru yang menyebut Lesti membagikan Rp 35 juta melalui nomor WhatsApp.

    Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini.

    Kesimpulan

    Unggahan yang mengeklaim Lesti Kejora membagikan di Facebook tidak benar atau hoaks.

    Foto Lesti dalam unggahan tidak terkait dengan pembagian hadiah. Faktanya, foto itu diambil dari sebuah artikel di Liputan6.com.

    Selain itu di akun Facebook resminya tidak ditemukan konten pembagian hadiah seperti dalam unggahan yang beredar.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24730) [HOAKS] Sri Mulyani Bagi-bagi Rezeki Lewat Facebook

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/12/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video menampilkan Menteri Keuangan Sri Mulyani membagikan rezeki melalui Facebook.

    Ia menawarkan modal usaha, membayar utang, uang sekolah, dan sebagainya bagi pengguna Facebook, dengan menyebutkan asal provinsi di kolom komentar.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tawaran itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Video Sri Mulyani membagikan rezeki dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    "Siapapun dari kalian yang melihat video ini dan sedang dalam keadaan kesulitan ekonomi, termasuk biaya untuk modal usaha, untung bayar utang, biaya sekolah, dan lain-lain. Tolong segera hubungi saya ya," kata Sri Mulyani dalam video.

    "Karena saya sedang mengadakan program berbagi rezeki. Acara ini benar dan resmi ya dan berlaku untuk semua orang yang benar-benar membutuhkan," lanjutnya.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 24 November 2024:

    -SPESIAL ACARA GIVE AWAY IBU SRI MULYANI-SILAHKAN LANGSUNG HUBUNGI KAMI SEKARANG

    Sementara, berikut teks dalam video:

    SEBUTKAN ASAL PROVINSI KALIAN SEKARANG

    akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, 24 November 2024, berisi video Sri Mulyani membagikan rezeki.

    Hasil Cek Fakta

    Suara dalam video yang beredar berbeda dengan suara asli Sri Mulyani.

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek campur tangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dari suara tersebut.

    Hasil pengidentifikasian Hive Moderation menunjukkan, suara Sri Mulyani berbagi rezeki memiliki probabilitas 99,8 persen dibuat dengan AI.

    Sementara, video Sri Mulyani bersumber dari konferensi pers APBN edisi Juni 2024.

    Video aslinya dapat dilihat di kanal YouTube Kompas TV, 27 Juni 2024.

    Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah dengan depresiasi 6,58 persen year to date comparable dengan negara nilai emerging yang lain.

    Video tersebut disunting sehingga menghasilkan deepfake yang membuat gerak bibir Sri Mulyani selaras dengan audio AI yang dipasang.

    Dalam konferensi pers APBN edisi Juni 2024, tidak ada pembagian rezeki seperti dalam narasi yang beredar.

    Kesimpulan

    Video Sri Mulyani membagikan rezeki di Facebook merupakan hoaks.

    Suara Sri Mulyani dalam video dibuat dengan AI. Sementara videonya bersumber dari konferensi pers APBN edisi Juni 2024.

    Tidak ada pernyataan Sri Mulyani mengenai pembagian rezeki, terutama melalui Facebook.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24736) [HOAKS] Video Pengendara Sepeda Listrik Meninggal karena Tersetrum

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/12/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan video di media sosial dengan narasi yang menyatakan adanya pengendara sepeda listrik meninggal karena tersetrum.

    Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan pengendara sepeda listrik meninggal karena tersetrum muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Dalam video, tampak sejumlah orang sedang mengerubungi seorang perempuan yang tergeletak di pinggir jalan.

    Selain itu, di tepi jalan terdapat sepeda listrik dalam keadaan rusak.

    Berikut keterangan teks yang disampaikan:

    Kesetrum sepeda listrik

    Peng3ndar4 sep3da l1str1x kecelelak44n.hat12 par4 bu4h h4ti nya ya buk pak#laka

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu identik dengan tangkapan layar di laman Detik.com ini dan unggahan kanal YouTube Tribun Jatim ini.

    Dalam keterangannya, video itu memperlihatkan seorang bocah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang meninggal karena ditabrak mobil boks ketika sedang mengendarai sepeda listrik. 

    Saat kejadian, korban disebut hilang kendali dan keluar ke jalan raya sehingga tertabrak oleh mobil boks yang sedang melintas. 

    Video itu viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @mksinfo.official pada 26 Juli 2023.

    Sehingga, dapat dipastikan pengendara sepeda listrik tersebut meninggal bukan karena tersetrum, melainkan tertabrak mobil boks di jalan raya. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan pengendara sepeda listrik meninggal karena tersetrum tidak benar atau hoaks.

    Pengendara sepeda listrik meninggal karena tertabrak mobil boks di jalan raya. Peristiwa itu terjadi di Kota Makassar pada 2023. 

    Rujukan