KOMPAS.com - Di media sosial beredar narasi yang diklaim berasal dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk pengemudi kendaraan bermotor, khususnya mobil.
Narasi itu berisi imbauan untuk tidak membersihkan kaca depan mobil apabila tiba-tiba terkena lemparan telur.
Hal itu akan membuat kaca buram sehingga pengemudi terpaksa berhenti dan rentan menjadi korban perampokan.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konteks narasi tersebut perlu dilengkapi agar utuh.
Imbauan untuk tidak membersihkan kaca depan mobil apabila terkena lemparan telur dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini, pada Januari-Februari 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
INFO DARI POLRI
Jika anda mengemudi dimalam hari dan tiba² kaca mobil depan dilempar dengan TELUR....!!!
"JANGAN operasikan wipper/semprotkan air/cairan apapun...!!!" Telur yang terlempar jika dicampur dengan air akan berubah putih seperti susu & akan menghalangi penglihatan Anda sampai dengan 92.5% ! |
Sehingga anda terpaksa berhenti di pinggir jalan dan risikonya sudah dipastikan akanjadi korban perampokan !!!
Ini modus terbaru yang digunakan oleh perampok dijalan pada waktu malam hari.
Screenshot Klarifikasi, imbauan untuk tidak menyalakan wiper saat kaca mobil terkena lemparan telur
(GFD-2025-25569) [KLARIFIKASI] Wiper Bersihkan Kaca Mobil Saat Dilempar Telur, Tidak Ganggu Pandangan
Sumber:Tanggal publish: 10/02/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, imbauan untuk tidak mengaktifkan wiper apabila kaca depan mobil terkena lemparan telur pernah disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto dalam pemberitaan Antara, 23 Januari 2008.
Menurut Sisno, setelah penjahat melempar telur ke kaca mobil bagian depan, mereka akan kabur sementara pengemudi akan berusaha membersihkan kaca dengan mengaktifkan wiper.
Namun, membersihkan telor pecah dengan wiper itu justru akan membuat kaca buram sehingga memaksa pengemudi turun untuk membersihkan dengan lap.
"Saat membersihkan dengan kain lap itulah, ada penjahat lain yang beraksi dengan mengambil barang-barang berharga dari dalam mobil. Pengemudi biasanya konsentrasi mengelap kaca sehingga lengah atas keamanan barang dalam mobil," kata Sisno.
Sisno mengatakan, hingga kini memang belum ada laporan resmi masyarakat dan menjadi permasalah hukum sebab belum ada yang memberikan laporan resmi.
"Tapi, informasi itu sudah banyak masuk ke polisi namun belum ada kasus yang dilaporkan secara resmi," tuturnya.
Untuk menghindari hal tersebut, Sisno meminta agar pengemudi tetap menjalankan kendaraan kendati kaca mobil telah dilempar dengan telur.
Akan tetapi, berdasarkan pengujian, menyalakan wiper untuk membersihkan pecahan telur tidak akan mengganggu pandangan pengemudi mobil.
Dilansir pemberitaan Kompas.com pada 16 Juli 2021, Director and Founder Real Driving Centre (RDC) Roslianna Ginting mengaku pernah melakukan percobaan saat kaca mobil dilempari telur.
Ia pun memberikan cuplikan video, di mana dalam rekaman tersebut terlihat kaca mobil bagian depan yang dilempari telur dua kali.
Selang beberapa detik wiper dinyalakan, dan pecahan telur yang ada di kaca langsung terhapus saat dibasuh oleh air wiper.
"Jadi ini adalah mitos. Begitu ada modus terjadi, pengemudi mobil bisa langsung nyalakan wiper. Terbukti setelah wiper dinyalakan, noda langsung terhapus dan kaca bersih kembali,” ucap Rosliana.
Simak videonya dalam tautan ini.
Sebaliknya, bila kaca tak segera dibersihkan justru malah membahayakan. Sebab, telur tersebut bisa saja mengering dan menganggu pandangan, serta akan lebih sulit dibersihkan nantinya.
Menurut Sisno, setelah penjahat melempar telur ke kaca mobil bagian depan, mereka akan kabur sementara pengemudi akan berusaha membersihkan kaca dengan mengaktifkan wiper.
Namun, membersihkan telor pecah dengan wiper itu justru akan membuat kaca buram sehingga memaksa pengemudi turun untuk membersihkan dengan lap.
"Saat membersihkan dengan kain lap itulah, ada penjahat lain yang beraksi dengan mengambil barang-barang berharga dari dalam mobil. Pengemudi biasanya konsentrasi mengelap kaca sehingga lengah atas keamanan barang dalam mobil," kata Sisno.
Sisno mengatakan, hingga kini memang belum ada laporan resmi masyarakat dan menjadi permasalah hukum sebab belum ada yang memberikan laporan resmi.
"Tapi, informasi itu sudah banyak masuk ke polisi namun belum ada kasus yang dilaporkan secara resmi," tuturnya.
Untuk menghindari hal tersebut, Sisno meminta agar pengemudi tetap menjalankan kendaraan kendati kaca mobil telah dilempar dengan telur.
Akan tetapi, berdasarkan pengujian, menyalakan wiper untuk membersihkan pecahan telur tidak akan mengganggu pandangan pengemudi mobil.
Dilansir pemberitaan Kompas.com pada 16 Juli 2021, Director and Founder Real Driving Centre (RDC) Roslianna Ginting mengaku pernah melakukan percobaan saat kaca mobil dilempari telur.
Ia pun memberikan cuplikan video, di mana dalam rekaman tersebut terlihat kaca mobil bagian depan yang dilempari telur dua kali.
Selang beberapa detik wiper dinyalakan, dan pecahan telur yang ada di kaca langsung terhapus saat dibasuh oleh air wiper.
"Jadi ini adalah mitos. Begitu ada modus terjadi, pengemudi mobil bisa langsung nyalakan wiper. Terbukti setelah wiper dinyalakan, noda langsung terhapus dan kaca bersih kembali,” ucap Rosliana.
Simak videonya dalam tautan ini.
Sebaliknya, bila kaca tak segera dibersihkan justru malah membahayakan. Sebab, telur tersebut bisa saja mengering dan menganggu pandangan, serta akan lebih sulit dibersihkan nantinya.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, imbauan untuk tidak mengaktifkan wiper apabila kaca depan mobil terkena lemparan telur perlu diluruskan.
Imbauan tersebut memang pernah disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto pada 2008.
Akan tetapi, berdasarkan pengujian, menyalakan wiper untuk membersihkan pecahan telur tidak akan mengganggu pandangan pengemudi mobil.
Director and Founder Real Driving Centre (RDC) Roslianna Ginting mengatakan, pecahan telur yang ada di kaca langsung terhapus saat dibasuh oleh air wiper.
Imbauan tersebut memang pernah disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto pada 2008.
Akan tetapi, berdasarkan pengujian, menyalakan wiper untuk membersihkan pecahan telur tidak akan mengganggu pandangan pengemudi mobil.
Director and Founder Real Driving Centre (RDC) Roslianna Ginting mengatakan, pecahan telur yang ada di kaca langsung terhapus saat dibasuh oleh air wiper.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid034BrVSU83ocQpBLt2UdNX1ZdPtW6KvWGwgdBddred2ZyPivYWAxfNwPdAiwqcv9Yil&id=100082818229827
- https://www.facebook.com/marvell.kalinggo/posts/pfbid06EtsdpaibDRMAdkaG5Lht4HWaY7kiLdvwzD1jru2cdvW5jdsmAsv6spJhg95aNoml
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1323175495594432&set=gm.2248021808928764&idorvanity=648936018837359
- https://www.facebook.com/groups/barbagiilmudanpengetahuan/posts/2991323997684886/
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0241b8ve5Py4XBFeZG3vJEDKV81UYN6vipfejBtR5Kg7SKt3UjjiWijTUqPUxiyTWBl&id=100091824407588
- https://www.facebook.com/muhammad.chumaydi.33/posts/pfbid02iS8ZsWqY7gU9QhaqkFNU5qKhhBVVSDPTP2BnrwWF5xAFXGEwDv13tBqYaASVnVczl
- https://www.facebook.com/groups/260521908145393/posts/1546690186195219/
- https://www.facebook.com/devis.keniolongsongke/posts/pfbid02nuwa8RiGsUL3aFMxPfVfhTe1zkAvfVtf2F9jo3snjKr2aFTR46SnjoZSKScFqLVUl
- https://www.facebook.com/groups/211586704052415/posts/1135148758362867/
- https://www.antaranews.com/berita/91125/waspadai-kejahatan-lempar-telor-ke-kaca-mobil
- https://otomotif.kompas.com/read/2021/07/16/160100515/modus-kaca-mobil-dilempari-telur-langsung-nyalakan-wiper
- https://www.youtube.com/watch?v=EgU0jDJqWXg
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25570) [KLARIFIKASI] Bantuan dari Menkeu Sri Mulyani Diberikan pada Masa Pandemi Covid-19
Sumber:Tanggal publish: 10/02/2025
Berita
KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati diklaim akan meluncurkan bantuan sosial bagi masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta pada 2025.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut merupakan informasi yang konteksnya keliru, informasinya perlu diluruskan.
Narasi yang menyebut Menkeu Sri Mulyani akan meluncurkan bansos bagi masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta pada 2025 dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Sri Mulyani Bakal Beri Bantuan ke Pekerja dengan Gaji di Bawah Rp5 Juta
Screenshot Hoaks, Sri Mulyani berikan bantuan untuk masyarakat berpendapatan di bawah Rp 5 juta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut merupakan informasi yang konteksnya keliru, informasinya perlu diluruskan.
Narasi yang menyebut Menkeu Sri Mulyani akan meluncurkan bansos bagi masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta pada 2025 dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Sri Mulyani Bakal Beri Bantuan ke Pekerja dengan Gaji di Bawah Rp5 Juta
Screenshot Hoaks, Sri Mulyani berikan bantuan untuk masyarakat berpendapatan di bawah Rp 5 juta
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, narasi tersebut mencatut pemberitaan Merdeka.com yang dibagikan di Facebook pada 5 Agustus 2020.
Dalam pemberitaan tersebut, Menkeu Sri Mulyani tengah menggodok aturan baru guna membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
Aturan tersebut yaitu memberikan bantuan sosial atau bansos kepada masyarakat yang berpendapatan di bawah Rp 5 juta.
Mengacu pada pemberitaan tersebut, rencana pemerintah meluncurkan bantuan untuk masyarakat berpendapatan di bawah Rp 5 juta adalah dalam situasi pandemi Covid-19.
Sedangkan pada 2025, pemerintah tidak memiliki rencana meluncurkan bantuan semacam itu.
Tidak ada pemberitaan dari media kredibel mana pun tentang rencana pemberian bantuan bagi masyarakat berpendapatan di bawah Rp 5 juta.
Unggahan yang beredar pada akhir Desember 2024 dan awal Januari 2025 itu merupakan informasi yang konteksnya keliru.
Dalam pemberitaan tersebut, Menkeu Sri Mulyani tengah menggodok aturan baru guna membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
Aturan tersebut yaitu memberikan bantuan sosial atau bansos kepada masyarakat yang berpendapatan di bawah Rp 5 juta.
Mengacu pada pemberitaan tersebut, rencana pemerintah meluncurkan bantuan untuk masyarakat berpendapatan di bawah Rp 5 juta adalah dalam situasi pandemi Covid-19.
Sedangkan pada 2025, pemerintah tidak memiliki rencana meluncurkan bantuan semacam itu.
Tidak ada pemberitaan dari media kredibel mana pun tentang rencana pemberian bantuan bagi masyarakat berpendapatan di bawah Rp 5 juta.
Unggahan yang beredar pada akhir Desember 2024 dan awal Januari 2025 itu merupakan informasi yang konteksnya keliru.
Kesimpulan
Narasi Menkeu Sri Mulyani akan meluncurkan bansos bagi masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta pada 2025 adalah informasi dengan konteks keliru.
Adapun unggahan itu mencatut pemberitaan Merdeka.com pada 5 Agustus 2020, tentang rencana pemerintah menyalurkan bantuan sosial pada masa pandemi Covid-19.
Sedangkan pada 2025, pemerintah tidak memiliki rencana meluncurkan bantuan semacam itu.
Adapun unggahan itu mencatut pemberitaan Merdeka.com pada 5 Agustus 2020, tentang rencana pemerintah menyalurkan bantuan sosial pada masa pandemi Covid-19.
Sedangkan pada 2025, pemerintah tidak memiliki rencana meluncurkan bantuan semacam itu.
Rujukan
(GFD-2025-25571) [HOAKS] Video Mobil Ambulans Melaju Tanpa Sopir
Sumber:Tanggal publish: 10/02/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menampilkan sebuah mobil ambulans melaju tanpa sopir.
Unggahan video itu memperlihatkan suasana ambulans dari tempat pasien, atau berada di belakang kursi sopir.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Video yang diklaim menampilkan mobil ambulans melaju tanpa sopir muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Instagram ini, ini, dan Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan seorang sedang duduk di samping jenazah yang diselimuti kain.
Dari belakang, tampak tidak ada sopir di kursi pengemudi.
Dalam video terdapat rekaman suara seorang pria yang menyebut peristiwa itu nyata. Menurut dia, orang yang ada di dalam mobil menangis ketakutan karena mobil itu berjalan tanpa sopir.
Video diberi keterangan:
BERITA YANG DIKIRA HOAXTERNYATA BENAR, MOBIL JENAZAH JALAN SENDIRI TANPA ADA SOPIR DIKONFIRMASI SAMA ORANG INI
Akun Instagram Tangkapan layar akun Instagram narasi yang menyebut mobil jenazah melaju tanpa sopir
Unggahan video itu memperlihatkan suasana ambulans dari tempat pasien, atau berada di belakang kursi sopir.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Video yang diklaim menampilkan mobil ambulans melaju tanpa sopir muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Instagram ini, ini, dan Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan seorang sedang duduk di samping jenazah yang diselimuti kain.
Dari belakang, tampak tidak ada sopir di kursi pengemudi.
Dalam video terdapat rekaman suara seorang pria yang menyebut peristiwa itu nyata. Menurut dia, orang yang ada di dalam mobil menangis ketakutan karena mobil itu berjalan tanpa sopir.
Video diberi keterangan:
BERITA YANG DIKIRA HOAXTERNYATA BENAR, MOBIL JENAZAH JALAN SENDIRI TANPA ADA SOPIR DIKONFIRMASI SAMA ORANG INI
Akun Instagram Tangkapan layar akun Instagram narasi yang menyebut mobil jenazah melaju tanpa sopir
Hasil Cek Fakta
Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan bahwa video itu identik dengan tangkapan layar di laman Tribun Sultra ini pada 2022.
Dalam pemberitaan dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Video itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Atika Umar. Setelah video viral di media sosial, ia menjelaskan, narasi soal mobil ambulans melaju tanpa sopir tersebut tidak benar.
Menurut dia, saat merekam video terdapat sopir yang mengemudikan ambulans. Namun, sopir tersebut berperawakan kecil sehingga tidak terlihat ketika direkam dari belakang kursi pengemudi.
Hal senada juga disampaikan oleh Kapolsek Ampana Kota saat itu, AKP Jimyarto Anasim. Menurut dia, video soal mobil ambulans melaju tanpa sopir itu tidak benar.
Informasi itu juga pernah beredar di media sosial pada 2022 dan telah dibantah oleh Tim Cek Fakta Kompas.com. Penelusurannya bisa dilihat di sini.
Dalam pemberitaan dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Video itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Atika Umar. Setelah video viral di media sosial, ia menjelaskan, narasi soal mobil ambulans melaju tanpa sopir tersebut tidak benar.
Menurut dia, saat merekam video terdapat sopir yang mengemudikan ambulans. Namun, sopir tersebut berperawakan kecil sehingga tidak terlihat ketika direkam dari belakang kursi pengemudi.
Hal senada juga disampaikan oleh Kapolsek Ampana Kota saat itu, AKP Jimyarto Anasim. Menurut dia, video soal mobil ambulans melaju tanpa sopir itu tidak benar.
Informasi itu juga pernah beredar di media sosial pada 2022 dan telah dibantah oleh Tim Cek Fakta Kompas.com. Penelusurannya bisa dilihat di sini.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan mobil ambulans melaju tanpa sopir tidak benar atau hoaks.
Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah pada 2022.
Perekam video menjelaskan, sopir ambulans tersebut berperawakan kecil, sehingga tidak terlihat ketika direkam dari belakang bangku pengemudi.
Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah pada 2022.
Perekam video menjelaskan, sopir ambulans tersebut berperawakan kecil, sehingga tidak terlihat ketika direkam dari belakang bangku pengemudi.
Rujukan
- https://www.instagram.com/reel/DFzT7Mbhb1K/?utm_source=ig_embed&ig_rid=00209392-838c-4f58-b7c6-0163c62eaf2b
- https://www.instagram.com/reel/DFrgDycyU1a/?igsh=MWVkM3dlaGxmZXIwNQ%3D%3D
- https://www.facebook.com/watch/?v=1002217308461768&rdid=6dzaAv4JnPU0ZrSm
- https://sultra.tribunnews.com/2022/10/20/video-viral-ambulans-jenazah-melaju-tanpa-sopir-di-ampana-sulawesi-tengah-berikut-fakta-sebenarnya?page=3
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/10/20/230000882/-hoaks-ambulans-melaju-tanpa-sopir-saat-bawa-jenazah-di-sulawesi-tengah
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25521) Cek Fakta: Hoaks Konten Kreator Asal Malaysia Hilang di Hutan Bandung
Sumber:Tanggal publish: 09/02/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang seorang konten kreator asal Malaysia hilang di hutan kawasan Bandung, Jawa Barat beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 7 Februari 2025.
Akun Facebook tersebut mengunggah video berdurasi 1 menit 52 detik yang diklaim seorang konten kreator asal Malaysia hilang saat berada di hutan di kawasan Bandung, Jawa Barat.
"Seorang konten kreator asal Malaysia hilang di hutan bandung," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 85 kali ditonton dan mendapat 2 reaksi dari warganet.
Benarkah kabar tentang seorang konten kreator asal Malaysia hilang di hutan kawasan Bandung? Berikut penelusurannya.
Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
Caranya mudah:
* Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
* Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
* Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
* Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang seorang konten kreator asal Malaysia hilang di hutan kawasan Bandung. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "konten kreator malaysia hilang di bandung" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah mengenai kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Influencer Malaysia Bikin Hoaks Hilang di Hutan Bandung Saat Liburan demi Follower" yang dimuat Liputan6.com pada 7 Februari 2025.
Liputan6.com, Jakarta - Demi mendulang follower di TikTok, Ammar Nazhan, seorang influencer asal Malaysia membuat berita hoaks tentang temannya yang bernama Eyka hilang di hutan Bandung. Berita hilangnya Eyka di hutan langsung viral hingga mencapai 3,7 juta penayangan.
Disebutkan bahwa Eyka, dilaporkan hilang setelah pergi ke hutan di Bandung, Indonesia selama tiga hari. Wanita tersebut kemudian ditemukan selamat pada Kamis malam, 6 Februari 2025.
Mengutip dari laman Mstar, Jumat (7/2/2025), perempuan berusia 22 tahun itu ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB dan penemuannya dibagikan melalui streaming langsung di TikTok @Arasz. Di unggahannya, Eyka terlihat sedang tergeletak di sebuah kawasan hutan dalam kondisi lemah.
Dalam pengakuannya, Ammar Nazhan Noralyadi (29), melihatnya Eyka pada pukul 02.00 pagi Senin, 3 Februari 2025. Saat itu mereka sedang melakukan aktivitas paranormal di hutan.
Ammar Nazhan mengatakan bahwa lebih dari 20 orang bergabung dengan kelompok aktivitas paranormal, tetapi hanya tujuh orang yang memasuki hutan, termasuk Eyka. "Hanya saja dia adalah seorang wanita yang pergi ke hutan dan dia juga sedang menstruasi pada saat itu," katanya.
Menurut Amar laporan polisi diajukan 48 jam setelah Eyka menghilang karena itulah persyaratan yang ditetapkan oleh hukum di Indonesia. "Sebelum membuat laporan polisi, kami sudah mencari Eyka dan baru membuat laporan polisi 48 jam setelah dia menghilang, sesuai anjuran pihak berwenang di sini," kata Ammar lagi.
Ammar saat itu mengatakan, selain kepolisian, mereka juga dibantu warga sekitar yang bergotong-royong mencari Eyka. Pria tersebut meminta keluarga Eyka tidak khawatir karena dirinya berjanji akan mengurus semuanya di Indonesia.
Ammar berjanji ke keluarga Eyka bahwa akan menemukannya. Dalam unggahan Ammar Nazhan di TikTok tentang seorang influencer Malaysia yang hilang di hutan, teman-teman Eyka terkejut dan bersedih atas kehilangan Eyka.
Ammar membagikan proses pencarian Eyka melalui akun TikTok miliknya. Para pengikut setia Ammar Nazhan tak henti-hentinya berdoa agar Eyka ditemukan dengan selamat. Setelah berita ini membuat heboh, barulah terungkap bahwa hanya settingan semata.
Mengutip dari Antara, video hilangnya Eyka sempat menjadi viral di media sosial hingga jumlah penayangan videonya mencapai 3,7 juta. Kapolsek Panyileukan Kompol Kurnia, dalam keterangannya mengatakan konten itu dibuat untuk meningkatkan viewers dan followers. Menurut Kurnia, kegiatan para konten kreator asal Malaysia ini dilakukan tanpa izin pihak kepolisian.
"Maksud tujuan pembuatan konten tersebut dalam rangka menaikkan rating dan follower akun Tiktok dan YouTube miliknya, dengan skenario seolah-olah WNA Malaysia Tiktoker bernama Eykaa hilang di hutan Bandung namun dengan kejadian tersebut mereka tidak mengetahui bahwa di negara Indonesia ada Undang-Undang yang mengatur apabila melakukan berita hoax dikenai sanksi pidana," jelas Kurnia.
Kurnia menegaskan jika informasi WNA Malaysia yang hilang di hutan Bandung adalah hoaks. Dia juga mengatakan konten kreator itu sudah meminta maaf di hadapan polisi.
Kesimpulan
Kabar tentang seorang konten kreator asal Malaysia hilang di hutan kawasan Bandung ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, kabar tersebut sengaja dibuat untuk meningkatkan viewers dan followers si konten kreator tersebut.
Halaman: 2332/8116
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5126585/original/050449600_1739088166-KontenKreator1.jpg)