(GFD-2025-26422) Awas Hoaks! Gunung Gede Tidak Erupsi Pada Periode 1 Januari-8 April 2025
Sumber:Tanggal publish: 08/02/2025
Berita
SUKABUMIUPDATE.com - Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa ada Gunung Gede mengalami Erupsi. Unggahan itu dilengkapi potongan video sebuah gunung yang mengeluarkan kepulan asap tebal berwarna gelap.
Video tersebut beredar luas di media sosial Facebook dengan narasi Letusan Gunung Gede hingga Gunung Gede Erupsi.
Terbaru viral di salah satu grup Facebook di Sukabumi, unggahan video kilatan cahaya yang diduga dari Gunung Gede. Hingga artikel ini ditayangkan, Selasa (8/4/2025), video berdurasi 29 detik itu sudah dilihat lebih dari 55,1 ribu kali, dibagikan 58 kali dan disukai 319 akun Facebook.
"Leres ieu teh baraya di gunung gede" tulis keterangan video unggahan yang menampilkan kilatan cahaya pada Senin, 7 April 2025.
Lantas, benarkah Gunung Gede mengalami erupsi hingga keluarkan asap tebal mengepul? Cek faktanya!
Hasil Cek Fakta
Hasil penelusuran Cek Fakta sukabumiupdate.com, informasi yang menyebut video kilatan cahaya dari Gunung Gede karena mengalami erupsi adalah tidak benar.
Hal itu sebagaimana siaran pers Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) nomor 59 /KM.05/BGL/2025, tentang "klarifikasi Badan Geologi tentang berita HOAX Erupsi Gunungapi Gede, Jawa Barat"
"Sehubungan dengan beredarnya berita di media sosial tentang aktivitas Gunungapi Gede (G. Gede) berupa video yang menarasikan adanya kolom erupsi di atas puncak G. Gede, dengan ini Badan Geologi menyatakan bahwa video ilustrasi tersebut tidak benar (HOAX)," tulis keterangan Siaran Pers Badan Geologi, Selasa, 8 April 2025.
Sebelumnya, akun resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) turut mengunggah video tersebut di story Instagram resminya dengan keterangan "Hoax" pada Senin, 7 April 2025.
"Hoax" tulis keterangan video Story Instagram/@pvmbg_.
Badan Geologi turut menegaskan bahwa video yang beredar bukan merupakan aktivitas Gunung Gede, melainkan video yang diambil dari aktivitas erupsi Gunungapi Marapi di Sumatera Barat.
Hal itu sejalan dengan penelusuran lain yang menunjukkan bahwa klaim video detik-detik terjadinya erupsi Gunung Gede 2 April 2025 adalah tidak benar, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya kepada Liputan6.com.
Penelusuran redaksi sukabumiupdate.com tentang klaim video tentang Gunung Gede juga dipantau langsung melalui laman resmi PVMBG di alamat magma.esdm.go.id. Hasilnya, Laporan Aktivitas Gunung Gede Periode 1-7 April 2025 (7 hari terakhir) berada di level I atau Normal.
Hal itu sesuai dengan klarifikasi Badan Geologi bahwa, "Berdasarkan pemantauan aktivitas visual dari Pos PGA Gunung Gede yang berada di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diketahui bahwa hingga saat ini (8/4/2025), tidak terjadi erupsi maupun keluarnya kolom abu di atas kawah Gunung Gede."
Pengamatan visual sejak 1 Januari 2025 hingga tanggal 8 April 2025 menunjukkan, aktivitas Gunung Gede yang tampak dipermukaan masih berupa hembusan asap putih tipis hingga sedang yang berasal dari Kawah Wadon dengan ketinggian asap kawah berkisar antara 50 – 100 meter.
"Erupsi terakhir Gunung Gede terjadi pada tahun 1957 berupa kolom erupsi mencapai 3000 meter di atas Kawah Ratu." tulis keterangan pers.
Foto Visual Gunung Gede, Selasa 8 April 2025 pukul 05.32 WIB
Pemantauan kegempaan menunjukkan, sejak peningkatan Gempa Vulkanik-Dalam (VA) pada tanggal 1 April 2025, tidak terjadi peningkatan aktivitas hembusan asap kawah ataupun terjadi lagi peningkatan Gempa Vulkanik-Dalam (VA).
Berdasarkan catatan Badan Geologi, pada periode 2 - 8 April 2025 pukul 06.00 WIB terekam 1 kali gempa Tornillo, 2 kali gempa Vulkanik-Dalam, 6 kali gempa Tektonik Lokal, dan 14 kali gempa Tektonik Jauh.
Grafik tinggi hembusan asap Gunung Gede periode 1 Januari 2025 – 8 April 2025
Tak hanya keterangan Erupsi dan kegempaan, Badan Geologi juga menegaskan bahwa hingga Selasa, 8 April 2025, Gunung Gede masih berstatus normal atau masih berada di Level I.
"Dengan demikian tingkat aktivitas Gunung Gede hingga tanggal 8 April 2025 pukul 06.00 WIB masih ditetapkan pada Level I (Normal)".
Meski begitu, Badan Geologi mengimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Gede dan pengunjung/wisatawan untuk tidak menuruni, mendekati dan bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon.
Hal itu sebagaimana siaran pers Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) nomor 59 /KM.05/BGL/2025, tentang "klarifikasi Badan Geologi tentang berita HOAX Erupsi Gunungapi Gede, Jawa Barat"
"Sehubungan dengan beredarnya berita di media sosial tentang aktivitas Gunungapi Gede (G. Gede) berupa video yang menarasikan adanya kolom erupsi di atas puncak G. Gede, dengan ini Badan Geologi menyatakan bahwa video ilustrasi tersebut tidak benar (HOAX)," tulis keterangan Siaran Pers Badan Geologi, Selasa, 8 April 2025.
Sebelumnya, akun resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) turut mengunggah video tersebut di story Instagram resminya dengan keterangan "Hoax" pada Senin, 7 April 2025.
"Hoax" tulis keterangan video Story Instagram/@pvmbg_.
Badan Geologi turut menegaskan bahwa video yang beredar bukan merupakan aktivitas Gunung Gede, melainkan video yang diambil dari aktivitas erupsi Gunungapi Marapi di Sumatera Barat.
Hal itu sejalan dengan penelusuran lain yang menunjukkan bahwa klaim video detik-detik terjadinya erupsi Gunung Gede 2 April 2025 adalah tidak benar, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya kepada Liputan6.com.
Penelusuran redaksi sukabumiupdate.com tentang klaim video tentang Gunung Gede juga dipantau langsung melalui laman resmi PVMBG di alamat magma.esdm.go.id. Hasilnya, Laporan Aktivitas Gunung Gede Periode 1-7 April 2025 (7 hari terakhir) berada di level I atau Normal.
Hal itu sesuai dengan klarifikasi Badan Geologi bahwa, "Berdasarkan pemantauan aktivitas visual dari Pos PGA Gunung Gede yang berada di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diketahui bahwa hingga saat ini (8/4/2025), tidak terjadi erupsi maupun keluarnya kolom abu di atas kawah Gunung Gede."
Pengamatan visual sejak 1 Januari 2025 hingga tanggal 8 April 2025 menunjukkan, aktivitas Gunung Gede yang tampak dipermukaan masih berupa hembusan asap putih tipis hingga sedang yang berasal dari Kawah Wadon dengan ketinggian asap kawah berkisar antara 50 – 100 meter.
"Erupsi terakhir Gunung Gede terjadi pada tahun 1957 berupa kolom erupsi mencapai 3000 meter di atas Kawah Ratu." tulis keterangan pers.
Foto Visual Gunung Gede, Selasa 8 April 2025 pukul 05.32 WIB
Pemantauan kegempaan menunjukkan, sejak peningkatan Gempa Vulkanik-Dalam (VA) pada tanggal 1 April 2025, tidak terjadi peningkatan aktivitas hembusan asap kawah ataupun terjadi lagi peningkatan Gempa Vulkanik-Dalam (VA).
Berdasarkan catatan Badan Geologi, pada periode 2 - 8 April 2025 pukul 06.00 WIB terekam 1 kali gempa Tornillo, 2 kali gempa Vulkanik-Dalam, 6 kali gempa Tektonik Lokal, dan 14 kali gempa Tektonik Jauh.
Grafik tinggi hembusan asap Gunung Gede periode 1 Januari 2025 – 8 April 2025
Tak hanya keterangan Erupsi dan kegempaan, Badan Geologi juga menegaskan bahwa hingga Selasa, 8 April 2025, Gunung Gede masih berstatus normal atau masih berada di Level I.
"Dengan demikian tingkat aktivitas Gunung Gede hingga tanggal 8 April 2025 pukul 06.00 WIB masih ditetapkan pada Level I (Normal)".
Meski begitu, Badan Geologi mengimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Gede dan pengunjung/wisatawan untuk tidak menuruni, mendekati dan bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil Cek Fakta sukabumiupdate.com, informasi bahwa "Gunung Gede Erupsi" adalah TIDAK BENAR. Hal itu sebagaimana merujuk klarifikasi resmi dari Badan Geologi, Kementerian ESDM.
Sumber rujukan:
Sumber rujukan:
(GFD-2025-26518) CEK FAKTA: Tautan Pendaftaran Kartu Sembako Murah
Sumber:Tanggal publish: 08/02/2025
Berita
Murianews, Kudus – Beredar tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran Kartu Sembako Murah bagi masyarakat tidak mampu. Yuk kita cek fakta dan kebenarannya.
Tautan itu sendiri dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini pada Januari dan Februari 2025. Akun tersebut mengklaim program itu diluncurkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelang Ramadhan 2025.
Narasi yang dibagikan sebagai berikut:
”Erlangga Hartarto (MENKO) Akan meluncurkan program pembagian kartu sembako untuk persiapan bulan Ramadhan Tahun 2025 iniPendaftaran mulai Tangal 20/12025 Daftar dan dapatkan kartu sembako untuk bulan Ramadhan ini biaya pendaftaran tidak dipungut biaya apapun”
Berikut tangkap layar dari postingan itu:
Tangkap layar narasi pendaftaran Kartu Sembako Murah. (Istimewa/Facebook)
Penelusuran...
Hasil Cek Fakta
Dalam penelusuran, tautan yang dibagikan di akun-akun Facebook di atas tak satupun mengarah ke situs DTKS.
Tautan tersebut justru mengarah ke situs yang meminta pengunjung memasukkan informasi pribadi.
Di situs itu, pengunjung diminta mengisi nama lengkap sesuai KTP dan nomor akun Telegram. Situs itu besar kemungkinan merupakan modus phishing atau pencurian data.
Diketahui, program Kartu Sembako mulanya dikenal sebagai Bantuan Pangan Non Tunai. Bantuan itu dikelola Kementerian Sosial.
Setiap bulannya, penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp 200 ribu. Adapun untuk jadi penerima manfaat adalah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Diketahui, DTKS merupakan data induk yang digunakan untuk acuan lembaga-lembaga dalam pemberian bantuan sosial, seperti PKH, Kartu Sembako, PBI JK, dan sebagainya.
Pendaftaran penerima manfaat di DTKS sendiri dilakukan secara offline dengan mendatangi kantor desa/kelurahan, atau secara online melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos di ponsel Android.
Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos melalui situs DTKS di alamat https://cekbansos.kemensos.go.id atau klik tautan ini.
Kesimpulan...
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran itu, tautan pendaftaran Kartu Sembako Murah sebagaimana yang dibagikan di akun-akun Facebook di atas adalah disinformasi jenis fabricated content atau konten palsu.
Konten jenis ini terbilang paling berbahaya. Sebab, konten ini dibentuk dengan kandungan 100 persen tidak bisa dipertanggungjawabkan secara fakta. Biasanya, konten ini berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
(GFD-2025-25518) [KLARIFIKASI] Foto Elpiji 3 Kg di Rumah Raffi Ahmad Bersumber dari Video Lama
Sumber:Tanggal publish: 08/02/2025
Berita
KOMPAS.com - Tumpukan tabung elpiji 3 kg di rumah Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad menjadi sorotan.
Warganet menyindir kekayaan Raffi yang kontradiktif dengan penggunaan elpiji 3 kg bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.
Dalam sebuah foto yang beredar, tampak istri Raffi, Nagita Slavina berdiri di pintu dan terdapat tumpukkan elpiji 3 kg di dekatnya.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, ada yang perlu diluruskan dari narasi tersebut.
Foto tumpukan tabung melon di rumah Raffi Ahmad disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (6/2/2025):
Miliki Tumpukan Cadangan Gas Elpiji 3 Kg Padahal Rakyat Harus Antre, Netizen ke Raffi Ahmad: Keluarga Bapak Ikut Terdampak Loh
Warganet menyindir kekayaan Raffi yang kontradiktif dengan penggunaan elpiji 3 kg bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.
Dalam sebuah foto yang beredar, tampak istri Raffi, Nagita Slavina berdiri di pintu dan terdapat tumpukkan elpiji 3 kg di dekatnya.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, ada yang perlu diluruskan dari narasi tersebut.
Foto tumpukan tabung melon di rumah Raffi Ahmad disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (6/2/2025):
Miliki Tumpukan Cadangan Gas Elpiji 3 Kg Padahal Rakyat Harus Antre, Netizen ke Raffi Ahmad: Keluarga Bapak Ikut Terdampak Loh
Hasil Cek Fakta
Foto tumpukan tabung elpiji 3 kg diambil dari video lama di tayangan YouTube Rans Entertainment.
Video itu berjudul "Queen of Jahil. Baim Lewat Sudah. Driver Sampai Mati Kutu" yang diunggah pada 1 November 2020.
Dilansir Kompas.com, foto tumpukan elpiji 3 kg bersubsidi di rumah Raffi menuai kecaman.
Nagita Slavina memberikan klarifikasi terkait keberadaan tabung elpiji 3 kg dalam rumahnya.
Ia menyatakan bahwa tabung tersebut merupakan properti untuk keperluan syuting.
"Jadi kami mau syuting buat sosialisasi masalah tabung gas melon karena masih banyak yang salah kaprah kalau tabung yang hijau itu memang diperuntukkan untuk keluarga yang prasejahtera," kata dia.
Ia mengaku tidak menggunakan gas melon untuk keperluan sehari-hari.
Konten lama itu disebarkan ulang di media sosial usai Raffi Ahmad melaporkan harta kekayaannya yang mencapai 1 triliun rupiah ke LHKPN.
Keberadaan tabung elpiji 3 kg bersubsidi di rumahnya dinilai bertentangan dengan jumlah kekayaan tersebut.
Namun narasi yang beredar perlu diluruskan, bahwa konten tersebut bersumber dari video lama tahun 2020.
Video itu berjudul "Queen of Jahil. Baim Lewat Sudah. Driver Sampai Mati Kutu" yang diunggah pada 1 November 2020.
Dilansir Kompas.com, foto tumpukan elpiji 3 kg bersubsidi di rumah Raffi menuai kecaman.
Nagita Slavina memberikan klarifikasi terkait keberadaan tabung elpiji 3 kg dalam rumahnya.
Ia menyatakan bahwa tabung tersebut merupakan properti untuk keperluan syuting.
"Jadi kami mau syuting buat sosialisasi masalah tabung gas melon karena masih banyak yang salah kaprah kalau tabung yang hijau itu memang diperuntukkan untuk keluarga yang prasejahtera," kata dia.
Ia mengaku tidak menggunakan gas melon untuk keperluan sehari-hari.
Konten lama itu disebarkan ulang di media sosial usai Raffi Ahmad melaporkan harta kekayaannya yang mencapai 1 triliun rupiah ke LHKPN.
Keberadaan tabung elpiji 3 kg bersubsidi di rumahnya dinilai bertentangan dengan jumlah kekayaan tersebut.
Namun narasi yang beredar perlu diluruskan, bahwa konten tersebut bersumber dari video lama tahun 2020.
Kesimpulan
Foto tumpukan tabung melon di rumah Raffi Ahmad bersumber dari video lama dari kanal YouTube Rans Entertainment pada 2020.
Istri Raffi, Nagita Slavina memberi klarifikasi bahwa tabung gas tersebut merupakan properti syuting.
Istri Raffi, Nagita Slavina memberi klarifikasi bahwa tabung gas tersebut merupakan properti syuting.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid024tUo1Ns54vLLLHnftkew86DNQUw1eXgKDefTgUYuYEzCUJrB7Hc5zw9X9e3tT46ul&id=100064428443576
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=611937398330887&set=a.173864965471468
- https://www.facebook.com/nita.erma.3/posts/pfbid0zawBJHJ3kAeGaspt3jRwjK1knF6Pk3FLwByijECcjhJEwcWVekNLNbf4n7G77EaJl
- https://www.youtube.com/watch?v=LnMf2bNR59Q
- https://www.kompas.com/hype/read/2025/02/04/084448966/beredar-foto-nagita-slavina-dan-gas-3-kg-yang-langka-ini-faktanya
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25519) Cek Fakta: Foto Gas Elpiji Kemasan Saset
Sumber:Tanggal publish: 08/02/2025
Berita
Suara.com - Beredar di media sosial sebuah foto yang memperlihatkan gas elpiji dalam kemasan saset.
Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 5 Februari 2025.
Tampak kemasan saset bergambar tabung gas dan bertuliskan 3 miligram. Foto itu kemudian diklaim sebagai produk gas elpiji kemasan saset seberat 3 miligram.
Berikut narasi yang disampaikan:
"Silahkan di order Gas Elpiji kemasan saset, harga cek inbok," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali dibagikan dan mendapat sejumlah respons dari warganet.
Lantas benarkah narasi tersebut?
Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 5 Februari 2025.
Tampak kemasan saset bergambar tabung gas dan bertuliskan 3 miligram. Foto itu kemudian diklaim sebagai produk gas elpiji kemasan saset seberat 3 miligram.
Berikut narasi yang disampaikan:
"Silahkan di order Gas Elpiji kemasan saset, harga cek inbok," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali dibagikan dan mendapat sejumlah respons dari warganet.
Lantas benarkah narasi tersebut?
Hasil Cek Fakta
Melansir hasil penelusuran Tim Cek Fakta Liputan6.com yang telah menelusuri foto yang diklaim gas elpiji kemasan saset, ditemukan fakta yang sesungguhnya.
Penelusuran dilakukan dengan melakukan pengecekan produk gas elipiji di situs pertaminapatraniaga.com.
Tertera di lama tersebut, bahwa produk gas elpiji tersedia dalam beragam ukuran. Mulai dari Bright Gas 12 kg, Bright Gas 5,5 kg, Bright Gas 220 g, dan elpiji 3 kg subsidi.
Penelusuran lain dilakukan dengan cara mengunggah foto tersebut ke situs pendeteksi artificial intelligence (AI), sightengine.com.
Setelah dicek, foto tersebut ternyata memiliki probabilitas 80 persen dibuat oleh perangkat AI.
Penelusuran dilakukan dengan melakukan pengecekan produk gas elipiji di situs pertaminapatraniaga.com.
Tertera di lama tersebut, bahwa produk gas elpiji tersedia dalam beragam ukuran. Mulai dari Bright Gas 12 kg, Bright Gas 5,5 kg, Bright Gas 220 g, dan elpiji 3 kg subsidi.
Penelusuran lain dilakukan dengan cara mengunggah foto tersebut ke situs pendeteksi artificial intelligence (AI), sightengine.com.
Setelah dicek, foto tersebut ternyata memiliki probabilitas 80 persen dibuat oleh perangkat AI.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa foto yang diklaim sebagai gas elpiji kemasan saset merupakan konten satire. Faktanya, tidak ada produk gas elpiji kemasan saset yang dijual di Indonesia.
Halaman: 2333/8116


