Suara.com - Beredar di media sosial sebuah cuitan yang memuat narasi tentang nama asli dan asal usul Gus Miftah. Akun X Adit_yapramudya pada Senin (7/10/2024) menyampaikan cuitan dengan narasi berikut ini:
“Sdh kalrifikasi blm? Dia aslinya namanya Ta’im bkn Gus Miftah. Dia bkn anak kiai, tp anak pekerja serabutan dr Lampung. Klarifikasi gak kalau dia dulu kuliah di UIN Sunan Kalijogo Jogja gak lulus. Dulu Marbot di Masjid Mergangsan Kidul dibantu bnyk warga krn hidup susah.”
Terpantau pada Rabu (25/12/2024), unggahan ini telah menerima impresi sebanyak 389 ribu lebih tayangan dan disukai oleh sebanyak 3.874 pengguna.
Lantas benarkah narasi yang disampaikan dalam cuitan tersebut?
(GFD-2024-24830) Cek Fakta: Gus Miftah Punya Nama Asli Ta'im dan Bukan Keturunan Kiai
Sumber:Tanggal publish: 31/12/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Melansir TurnBackHoax, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo memasukkan kata kunci “Gus Miftah bernama asli Ta’im” ke mesin pencari Google. Hasil penelusuran tersebut mengarah ke artikel antaranews.com “Profil Gus Miftah, salah satu Utusan Khusus Presiden Prabowo”.
Berdasarkan informasi yang dimuat dalam artikel yang tayang Oktober 2023 itu, Gus Miftah memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman. Ia merupakan pendakwah sekaligus pendiri Pondok Pesantren Ora Aji yang berlokasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Terkait asal-usul keturunan, Gus Miftah yang lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981 merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dan memiliki garis keturunan langsung dari Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur.
Berdasarkan informasi yang dimuat dalam artikel yang tayang Oktober 2023 itu, Gus Miftah memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman. Ia merupakan pendakwah sekaligus pendiri Pondok Pesantren Ora Aji yang berlokasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Terkait asal-usul keturunan, Gus Miftah yang lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981 merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dan memiliki garis keturunan langsung dari Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan berisi narasi “Gus Miftah bernama asli Ta’im dan bukan anak kiai” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
(GFD-2024-24831) [SALAH] Awan Melingkar di Puncak Gunung Merupakan Pertanda Badai
Sumber: facebook.comTanggal publish: 31/12/2024
Berita
Akun Facebook “Viana Via” pada Jumat (13/12/2024) mengunggah foto [arsip] yang memperlihatkan Gunung Sumbing diselimuti topi di bagian puncak. Unggahan disertai narasi:
View musim hujan
Gunung Sumbing dari Sindoro
Hati” Ya semuanyaa rawan badai…
Per Selasa (31/12/2024), konten telah disukai oleh 269 penyuka, 67 komentar, dan dibagikan sebanyak 4 kali.
View musim hujan
Gunung Sumbing dari Sindoro
Hati” Ya semuanyaa rawan badai…
Per Selasa (31/12/2024), konten telah disukai oleh 269 penyuka, 67 komentar, dan dibagikan sebanyak 4 kali.
Hasil Cek Fakta
Disadur dari artikel Cek Fakta Kompas.com
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang, Haris Syahid Hakim mengatakan, kemunculan awan bertopi tidak ada kaitannya dengan prediksi bencana.
“Awan berbentuk topi di puncak Gunung Sindoro pada dasarnya hanya fenomena biasa dan tidak terkait badai, bencana, atau apapun sejenisnya,” kata Haris pada Selasa (17/12/2024), seperti diwartakan Kompas.com.
Meski tak dapat memprediksi badai, tetapi kemunculan awan berbentuk topi di puncak gunung dapat diprediksi.
“Contohnya seperti faktor kelembapan, uap air, suhu, angin, dan lainnya. Jadi tidak ada kaitannya dengan bencana atau badai,” jelasnya.
Awan yang biasanya muncul ketika badai adalah Cumulonimbus, yang cirinya menjulang ke atas dan bergelombang-gelombang, berwarna hitam pekat, serta kerap disertai petir dan angin kencang.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang, Haris Syahid Hakim mengatakan, kemunculan awan bertopi tidak ada kaitannya dengan prediksi bencana.
“Awan berbentuk topi di puncak Gunung Sindoro pada dasarnya hanya fenomena biasa dan tidak terkait badai, bencana, atau apapun sejenisnya,” kata Haris pada Selasa (17/12/2024), seperti diwartakan Kompas.com.
Meski tak dapat memprediksi badai, tetapi kemunculan awan berbentuk topi di puncak gunung dapat diprediksi.
“Contohnya seperti faktor kelembapan, uap air, suhu, angin, dan lainnya. Jadi tidak ada kaitannya dengan bencana atau badai,” jelasnya.
Awan yang biasanya muncul ketika badai adalah Cumulonimbus, yang cirinya menjulang ke atas dan bergelombang-gelombang, berwarna hitam pekat, serta kerap disertai petir dan angin kencang.
Kesimpulan
Unggahan foto “awan melingkar di puncak gunung merupakan pertanda badai” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).
(Ditulis oleh Arief Putra Ramadhan)
(Ditulis oleh Arief Putra Ramadhan)
Rujukan
- http[kompas.com] [KLARIFIKASI] Awan Bertopi di Gunung Sindoro Bukan Pertanda Badai
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/12/19/121900982/-klarifikasi-awan-bertopi-di-gunung-sindoro-bukan-pertanda-badai
- https://web.facebook.com/groups/1471783946904067/posts/1801335290615596?_rdc=1&_rdr# (tautan unggahan akun Facebook “Viana Via”)
- https://archive.ph/6B4g2\ (arsip unggahan akun Facebook “Viana Via”)
(GFD-2024-24844) [HOAKS] Laga Indonesia Vs Filipina di Piala AFF 2024 Diulang
Sumber:Tanggal publish: 30/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah unggahan mengeklaim pertandingan Indonesia melawan Filipina di penyisihan Grup B Piala AFF 2024 diulang pada 23 Desember karena ada kecurangan wasit.
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Sebagai konteks, pertandingan Indonesia melawan Filipina di Piala AFF 2024 pada 21 Desember dipimpin wasit asal Jepang, Koji Takasaki.
Di pertandingan itu Koji mengeluarkan kartu merah kepada kapten Indonesia Muhammad Ferarri. Koji juga memberikan penalti kepada Filipina karena Dony Tri Pamungkas dinilai melakukan handball di kotak penalti.
Indonesia kalah dengan skor 0-1 dari Filipina dan harus tersingkir dari turnamen dua tahunan itu.
Narasi yang mengeklaim pertandingan Indonesia melawan Filipina di Piala AFF 2024 diulang muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Dalam video terdapat tulisan sebagai berikut:
FILIPINA PASRAH WASIT AFF Terbukti Lakukan 5. Kecurangan Laga Timnas Vs Filipina Diulang" Harus
PERMAINAN HARUS DIULANG??
Selain itu terdapat klip yang menampilkan Sekjen Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) Datuk Seri Windsor John sedang memberikan sebuah keterangan.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut pertandingan Indonesia melawan Filipina di Piala AFF 2024 diulang
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Sebagai konteks, pertandingan Indonesia melawan Filipina di Piala AFF 2024 pada 21 Desember dipimpin wasit asal Jepang, Koji Takasaki.
Di pertandingan itu Koji mengeluarkan kartu merah kepada kapten Indonesia Muhammad Ferarri. Koji juga memberikan penalti kepada Filipina karena Dony Tri Pamungkas dinilai melakukan handball di kotak penalti.
Indonesia kalah dengan skor 0-1 dari Filipina dan harus tersingkir dari turnamen dua tahunan itu.
Narasi yang mengeklaim pertandingan Indonesia melawan Filipina di Piala AFF 2024 diulang muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Dalam video terdapat tulisan sebagai berikut:
FILIPINA PASRAH WASIT AFF Terbukti Lakukan 5. Kecurangan Laga Timnas Vs Filipina Diulang" Harus
PERMAINAN HARUS DIULANG??
Selain itu terdapat klip yang menampilkan Sekjen Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) Datuk Seri Windsor John sedang memberikan sebuah keterangan.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut pertandingan Indonesia melawan Filipina di Piala AFF 2024 diulang
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video yang menampilkan Datuk Seri Windsor John sedang memberikan sebuah keterangan.
Hasilnya, video itu identik dengan unggahan di kanal YouTube Great People TV.
Dalam video itu Datuk Seri Windsor menceritakan awal mula keterlibatannya di dunia sepak bola.
Dia juga membicarakan mengenai Piala Dunia Qatar 2022 dan perkembangan sepaka bola di Asia.
Sampai saat ini tidak ada informasi valid laga Indonesia melawan Filipina diulang.
Setelah mengalahkan Indonesia, Filipina melaju ke semifinal Piala AFF 2024 sebagai runner-up Grup B.
Di semifinal, Filipina bertemu dengan Thailand yang merupakan pemuncak klasemen Grup A.
Pertandingan leg pertama antara Filipina melawan Thailand digelar pada Jumat (27/12/2024) malam. Filipina mengalahkan Thailand dengan skor 2-1 saat berstatus tuan rumah.
Leg kedua akan digelar pada Senin (30/12/2024) di Thailand.
Hasilnya, video itu identik dengan unggahan di kanal YouTube Great People TV.
Dalam video itu Datuk Seri Windsor menceritakan awal mula keterlibatannya di dunia sepak bola.
Dia juga membicarakan mengenai Piala Dunia Qatar 2022 dan perkembangan sepaka bola di Asia.
Sampai saat ini tidak ada informasi valid laga Indonesia melawan Filipina diulang.
Setelah mengalahkan Indonesia, Filipina melaju ke semifinal Piala AFF 2024 sebagai runner-up Grup B.
Di semifinal, Filipina bertemu dengan Thailand yang merupakan pemuncak klasemen Grup A.
Pertandingan leg pertama antara Filipina melawan Thailand digelar pada Jumat (27/12/2024) malam. Filipina mengalahkan Thailand dengan skor 2-1 saat berstatus tuan rumah.
Leg kedua akan digelar pada Senin (30/12/2024) di Thailand.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim pertandingan Indonesia melawan Filipina di Piala AFF 2024 diulang tidak benar atau hoaks.
Faktanya, Indonesia tetap tersingkir dari Piala AFF 2024 setelah kalah dari Filipina di penyisihan Grup B.
Filipina melaju ke semifinal dan berhadapan dengan Thailand yang merupakan pemuncak klasemen Grup A.
Faktanya, Indonesia tetap tersingkir dari Piala AFF 2024 setelah kalah dari Filipina di penyisihan Grup B.
Filipina melaju ke semifinal dan berhadapan dengan Thailand yang merupakan pemuncak klasemen Grup A.
Rujukan
(GFD-2024-24845) [HOAKS] Tautan Voucher Listrik Gratis bagi Pelanggan PLN
Sumber:Tanggal publish: 30/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar informasi adanya voucher listrik gratis bagi pelanggan PLN yang dapat diklaim menggunakan Telegram.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi voucher listrik gratis yang dapat diklaim menggunakan Telegram dibagikan oleh akun Facebook ini pada 28 Desember 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
PLN PEDULI KINI MEMBERIKAN VOUCHER LISTRIK GRATIS GOLONGAN R-2/TR DAYA LISTRIK 5500 KEBAWAH
5500 VA: 350.0003500 VA: 250.0002200 VA: 180.0001300 VA: 140.000900 VA: 110.000
UNTUK PENDAFTARAN DAN CARA KLAIM NYA CUKUP MUDAH (WAJIB DAFTAR VIA TELEGRAM)
PROMO BERLAKU SAMPAI 10 JANUARI 2025 DAFTAR DAN DAPATKAN SEKARANG
Screenshot Hoaks, tautan voucher listrik gratis mengatasnamakan PLN
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi voucher listrik gratis yang dapat diklaim menggunakan Telegram dibagikan oleh akun Facebook ini pada 28 Desember 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
PLN PEDULI KINI MEMBERIKAN VOUCHER LISTRIK GRATIS GOLONGAN R-2/TR DAYA LISTRIK 5500 KEBAWAH
5500 VA: 350.0003500 VA: 250.0002200 VA: 180.0001300 VA: 140.000900 VA: 110.000
UNTUK PENDAFTARAN DAN CARA KLAIM NYA CUKUP MUDAH (WAJIB DAFTAR VIA TELEGRAM)
PROMO BERLAKU SAMPAI 10 JANUARI 2025 DAFTAR DAN DAPATKAN SEKARANG
Screenshot Hoaks, tautan voucher listrik gratis mengatasnamakan PLN
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi PLN untuk mengonfirmasi kebenaran informasi voucher listrik gratis tersebut.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto mengatakan, informasi tersebut hoaks.
"Terkait dengan pendaftaran promo token listrik gratis yang ada di media sosial, PLN memastikan informasi yang beredar adalah hoaks atau bahkan mungkin bersifat scam," kata Gregorius kepada Kompas.com, Senin (30/12/2024).
Gregorius mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan PLN, terutama terkait diskon tarif listrik.
Untuk diketahui, pemerintah memberikan diskon tarif listrik 50 persen pada Januari-Februari 2025 sebagai stimulus kenaikan PPN dari 11 persen menjadi 12 persen.
Gregorius menjelaskan, diskon 50 persen bagi pelanggan pascabayar akan dinikmati secara otomatis dan tanpa perlu mendaftar dan tanpa biaya apa pun.
"Potongan 50 persen akan langsung didapat ketika pelanggan melakukan pembayaran tagihan listrik untuk periode bulan Januari dan Februari 2025," ujar Gregorius.
"Sementara bagi pelanggan prabayar cukup membeli setengah (50 persen) dari biasanya untuk mendapatkan energi (kWh) yang sama di mana pun, baik itu di PLN Mobile, di ritel-ritel, atau pun di agen-agen," tuturnya.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto mengatakan, informasi tersebut hoaks.
"Terkait dengan pendaftaran promo token listrik gratis yang ada di media sosial, PLN memastikan informasi yang beredar adalah hoaks atau bahkan mungkin bersifat scam," kata Gregorius kepada Kompas.com, Senin (30/12/2024).
Gregorius mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan PLN, terutama terkait diskon tarif listrik.
Untuk diketahui, pemerintah memberikan diskon tarif listrik 50 persen pada Januari-Februari 2025 sebagai stimulus kenaikan PPN dari 11 persen menjadi 12 persen.
Gregorius menjelaskan, diskon 50 persen bagi pelanggan pascabayar akan dinikmati secara otomatis dan tanpa perlu mendaftar dan tanpa biaya apa pun.
"Potongan 50 persen akan langsung didapat ketika pelanggan melakukan pembayaran tagihan listrik untuk periode bulan Januari dan Februari 2025," ujar Gregorius.
"Sementara bagi pelanggan prabayar cukup membeli setengah (50 persen) dari biasanya untuk mendapatkan energi (kWh) yang sama di mana pun, baik itu di PLN Mobile, di ritel-ritel, atau pun di agen-agen," tuturnya.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi voucher listrik gratis yang dapat diklaim menggunakan Telegram adalah hoaks.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto mengatakan, informasi yang beredar adalah hoaks dan modus penipuan.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto mengatakan, informasi yang beredar adalah hoaks dan modus penipuan.
Rujukan
Halaman: 2301/7906

