• (GFD-2025-25126) [KLARIFIKASI] Video Orang Melantunkan Azan Tidak Terkait Kebakaran Los Angeles

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menunjukkan upaya pemadaman kebakaran besar di Los Angeles, California. Video diunggah di media sosial Facebook pada Januari 2025.

    Dalam video itu, tampak sejumlah laki-laki bersorban melantunkan azan. Tindakan itu diklaim sebagai upaya memadamkan api yang terus berkobar.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konteks video perlu diluruskan.

    Video sejumlah laki-laki bersorban melantunkan azan dan diklaim sebagai upaya memadamkan kebakaran Los Angeles dibagikan oleh akun Facebook ini pada Selasa (14/1/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Semua upaya metode ilmiah untuk memadamkan api di Los Angeles gagal. Umat Islam pun dipanggil untuk mengumandangkan azan di sekitar lokasi kebakaran.

    Screenshot Konteks keliru, video sejumlah pria bersorban mengumandangkan azan tidak terkait kebakaran Los Angeles

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut dengan menggunakan Google Lens. Hasilnya, video serupa ditemukan di pemberitaan media Turki, Ensonhaber, 5 Juni 2022.

    Artikel itu menyebutkan, video tersebut diambil pada 2 Juni 2022 ketika terjadi kebakaran di sebuah supermarket di Karachi, Pakistan.

    Pada saat kebakaran terjadi, sejumlah orang di luar supermarket berkumpul dan melantunkan azan selama petugas pemadam kebakaran memadamkan api.

    Kebakaran berhasil dipadamkan setelah petugas berjuang selama 2 jam 30 menit. Satu orang tewas dalam kebakaran, dan tiga petugas pemadam serta enam orang terluka.

    Video asli diketahui tidak terkait dengan kebakaran California.

    Kesimpulan

    Video sejumlah laki-laki bersorban melantunkan azan dan diklaim sebagai upaya memadamkan kebakaran Los Angeles perlu diluruskan.

    Video itu dibagikan dengan konteks keliru. Video tersebut diambil pada 2 Juni 2022 ketika terjadi kebakaran di sebuah supermarket di Karachi, Pakistan.

    Video tersebut tidak terkait dengan kebakaran Los Angeles yang terjadi pada Januari 2025.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25127) [HOAKS] Prabowo Minta Shin Tae-yong Kembali Latih Timnas Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan foto dengan narasi yang menyebut Presiden Prabowo Subianto menjemput pelatih Shin Tae-yong di bandara, dan memintanya kembali melatih tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia.

    Namun, setelah ditelusuri foto tersebut merupakan hasil manipulasi. Klaim dalam unggahan itu hoaks.

    Sebagai konteks, Shin Tae-yong diberhentikan sebagai pelatih timnas Indonesia pada 6 Januari 2025. Posisinya kemudian digantikan oleh Patrick Kluivert. 

    Foto yang mengeklaim Prabowo meminta Shin Tae-yong kembali melatih timnas Indonesia muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, serta Instagram ini.

    Akun tersebut membagikan foto yang menampilkan Prabowo sedang berjalan di bandara bersama Shin Tae-yong dan sejumlah pejabat. 

    Foto itu diberi keterangan teks:

    Wahh Akhirnya Prabowo Turun Tangan Nih

    STY DIJEMPUT PAKSA PRABOWO

    SHIN TAE YONG TIBA DI TANAH AIRTEPAT HARI INI

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Prabowo meminta Shin Tae-yong kembali menjadi pelatih timnas Indonesia

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran menggunakan teknik reverse image search, foto itu identik dengan unggahan di akun Instagram Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 24 November 2024.

    Dalam foto aslinya tidak ada Shin Tae-yong. Foto itu adalah momen ketika Prabowo tiba di Indonesia setelah melakukan lawatan ke luar negeri. 

    Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Prabowo tiba di Indonesia pada 24 November 2024 setelah menyelesaikan lawatannya ke lima negara, yakni China, Amerika Serikat, Peru, Brasil, dan Inggris.

    Kunjungan kerja itu dimulai pada 8 November 2024 sampai 22 November 2024.

    Dalam kunjungan itu Prabowo bertemu dengan beberapa tokoh penting di berbagai negera seperti Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Raja Charles III, Presiden China Xi Jinping serta mantan presiden Amerika Serikat, Joe Biden.

    Sampai saat ini tidak ada informasi valid Prabowo meminta Prabowo kembali melatih timnas Indonesia. 

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim Prabowo meminta Shin-tae Yong kembali melatih timnas Indonesia tidak benar atau hoaks.

    Foto yang beredar merupakan hasil manipulasi. Foto aslinya adalah momen ketika Prabowo tiba di Indonesia setelah melakukan lawatan ke luar negeri pada bulan November 2024. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-25073) Cek Fakta: Presiden Prabowo Berhasil Ciduk Harun Masiku

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2025

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video dengan narasi tentang Presiden Prabowo Subianto yang berhasil menangkap Harun Masiku.

    Video tersebut diunggah oleh akun TikTok “sonyblue3” pada Jumat, (13/12/2024) dengan narasi seperti berikut ini:

    “Geger! Prabowo Hari Ini Berhasil Tangkap Harun Masiku! Elit Politik PDIP Kelojotan”

    Terpantau pada hari Selasa (14/01/ 2025), unggahan tersebut telah memperoleh 18,7 ribu tanda suka, 1.000-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 700-an kali.

    Hasil Cek Fakta

    Melansir TurnBackHoax, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo memasukkan kata kunci “Prabowo berhasil tangkap Harun Masiku” ke mesin pencari Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi mengenai klaim tersebut baik dari laman berita kredibel atau akun resmi pemerintahan.

    Untuk diketahui, Harun Masiku sampai saat ini masih belum tertangkap. Melansir berita law-justice.co “Hasto Tersangka, Ara: Sayembara Tangkap Harun Masiku Masih Berlaku” yang tayang Kamis (26/12/2024), politisi Gerindra Maruarar Sirait bahkan membuka sayembara senilai Rp8 miliar, akan diberikan ke masyarakat Indonesia yang berhasil menangkap Harun Masiku.

    Harun Masiku merupakan tersangka KPK yang diduga menyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

    Harun melakukan tindak pidana suap agar dapat ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR, tetapi batal menjabat karena meninggal dunia.

    Harun diduga telah mengalokasikan dana sekitar Rp850 juta untuk mempermulus jalannya melenggang ke Senayan. Eks politisi PDIP itu sudah menghilang sejak operasi tangkap tangan (OTT) pada Januari 2020.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan berisi informasi “Prabowo berhasil tangkap Harun Masiku” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
  • (GFD-2025-25074) Cek Fakta: Prabowo Akan Menjatuhi Harvey Moeis Hukuman Mati di Nusakambangan

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2025

    Berita

    Suara.com - Sebuah unggahan di TikTok menarasikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan menjatuhkan hukuman mati terhadap terpidana kasus korupsi timah, Harvey Moeis. Dalam unggahan tersebut, terdapat narasi sebagai berikut:

    "PRABOWO AMBIL LANGKAH KEJAM!

    KORUPTOR 300 T AKAN DIHUKUM MATI DI NUSAKAMBANGAN!

    Tamat Riwayat Harvey Moeis!!

    Prabowo Marah!

    Koruptor 300T akan Dihukum Mati di Nusakambangan!?"

    Namun, benarkah Prabowo meminta agar Harvey Moeis dijatuhi hukuman mati?

    Penelusuran Fakta

    Berdasarkan penelusuran dari ANTARA, narasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memang mengkritik hakim yang memberikan vonis ringan kepada koruptor dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta pada 30 Desember 2024.

    Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa masyarakat memahami ketidakadilan dalam vonis terhadap pelaku korupsi yang merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah.

    "Rakyat itu mengerti, rampok ratusan triliun vonisnya sekian (tahun)," kata Prabowo.

    Presiden juga menekankan bahwa para terdakwa korupsi seharusnya menerima vonis yang lebih berat.

    "Vonisnya ya 50 tahun, begitu kira-kira," ujar Prabowo kepada Jaksa Agung, seperti dilansir dari ANTARA.

    Fakta Kasus Harvey Moeis

    Terdakwa Harvey Moeis, yang berperan sebagai perpanjangan tangan PT Refined Bangka Tin (RBT), dijatuhi vonis hukuman penjara selama 6,5 tahun oleh Pengadilan Tipikor.

    Hakim Ketua Eko Aryanto menyatakan bahwa Harvey terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang secara bersama-sama dalam kasus tata niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk pada periode 2015-2022.

    Selain hukuman penjara, Harvey juga dikenakan denda sebesar Rp1 miliar yang jika tidak dibayar akan diganti dengan kurungan enam bulan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp210 miliar dengan subsider dua tahun penjara.

    Dalam putusannya, hakim mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk perilaku sopan Harvey di persidangan dan tanggung jawabnya terhadap keluarga.

    "Sementara hal yang meringankan, yaitu terdakwa berlaku sopan di persidangan, mempunyai tanggungan keluarga, dan belum pernah dihukum," kata Hakim Eko Aryanto.

    Namun, Jaksa Penuntut Umum telah mengajukan banding atas putusan tersebut.

    “Kami berkomitmen, dan sesungguhnya kami sudah melakukan upaya hukum, melakukan banding,” kata Harli Siregar dari Kejaksaan Agung.

    Mahkamah Agung juga meminta semua pihak untuk bersabar menunggu keputusan akhir terkait banding ini.

    "Jadi, mohon bersabar karena perkara itu diajukan banding oleh jaksa," ujar Juru Bicara Mahkamah Agung, Yanto.

    Hingga saat ini, belum ada hasil putusan banding terhadap terdakwa Harvey Moeis.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim: Harvey Moeis akan dijatuhi hukuman mati di Nusakambangan.

    Fakta: Tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa Harvey Moeis akan dijatuhi hukuman mati. Narasi tersebut merupakan disinformasi yang menyesatkan.

    Rating: Disinformasi.