• (GFD-2025-25189) Cek Fakta: Link Pendaftaran Promo Token Listrik Gratis Ini Tidak Benar

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran promo token listrik gratis, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 15 Januari 2024.
    Klaim link pendaftaran promo token listrik gratis berupa tulisan sebagai berikut.
    "Pemerintah dan PT PLN (Persero) telah menandatangani Kontrak Subsidi Energi 2025 (berlaku mulai 15 Januari - 25 Desember 2025) Daftar dan dapatkan promo token listrik gratis."
    Unggahan tersebut mengarahkan penerima informasi untuk mengakses link pendaftaran yang ditelah disertakan, berikut linknya.
    "https://registrasi2025.info/pln/?fbclid=IwY2xjawH64qBleHRuA2FlbQIxMQABHQje7bR7EeMnMI17IGLlIbBqHjmxUngP3ToKk17eOBklGOwyTj0KR8S31A_aem_m2g6A1K3Ed3JCcNiLQDHyA"
    Jika link tersebut diklik, mengarah pada halaman situs yang terdapat logo PLN Peduli, Kementerian BUMN dan PT PLN (Persero), serta lengkapi dengan tulisan sebagai berikut.
    "PENDAFTARAN PELANGGAN LISTRIK DISKON 50%
    Pemerintah memberikan diskon 50 persen kepada pelanggan daya listrik 450 Volt Ampere (VA) sampai 2.200 VA pada Januari-Februari 2025. Ini merupakan bagian dari insentif imbas kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen tahun depan
    Silahkan untuk melengkapi form Pendaftaran dibawah ini dengan benar."
    Dalam halaman situs tersebut juga terdapat formulir digital yang meminta data pribadi, seperti nama, nomor identitas pelanggan, golongan daya dan nomor telegram aktif.
    Benarkah klaim link pendaftaran promo token listrik gratis? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran promo token listrik gratis, sebelumnya Cek Fakta Liputan6.com telah menghubungi pihak PT PLN (Persero).Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PT PLN (Persero) Gregorius Adi Trianto untuk mengkonfirmasi pembagian token listrik gratis. Gregorius  mengatakan, PLN memastikan informasi yang beredar adalah hoaks atau bahkan mungkin bersifat scam.
    "PLN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan PLN. Terkait dengan pendaftaran promo token listrik gratis yang ada di media sosial," kata  Gregorius, saat berbincang dengan Liputan6.com dikutip Senin (20/1/2025).
    PLN hanya memberikan fasilitas diskon 50 persen periode Januari dan Februari 2025, untuk pelanggan dengan daya dengan daya 2.200 volt ampere (VA) ke bawah.
    Menurutnya, diskon bagi pelanggan pascabayar akan dinikmati secara otomatis dan tanpa perlu mendaftar dan tanpa biaya.
    Potongan 50 persen akan langsung didapat ketika pelanggan melakukan pembayaran tagihan listrik untuk periode bulan Januari dan Februari 2025. Sementara bagi pelanggan prabayar cukup membeli setengah 50 persen dari biasanya untuk mendapatkan energi (kWh) yang sama di manapun, baik itu di PLN Mobile, di ritel-ritel, atau pun di agen-agen.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran promo token listrik gratis tidak benar.
    PLN memastikan informasi yang beredar adalah hoaks atau bahkan mungkin bersifat scam dan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan PLN terkait dengan pendaftaran promo token listrik gratis yang ada di media sosial.
     
  • (GFD-2025-25192) [HOAKS] Informasi Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan Kemenkes

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar informasi lowongan pekerjaan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk sejumlah posisi, seperti dokter spesialis, dokter umum, dan perawat.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.

    Informasi lowongan pekerjaan di Kemenkes dibagikan oleh akun Facebook ini pada Kamis (16/1/2025). Berikut narasi yang dibagikan:

    DAFTAR LOKER KEMENTRIAN KESEHATAN RI 2025

    1. DOKTER SPESIALIS: 15JT2. DOKTER UMUM: 10JT3. PERAWAT: 7,5JT

    4. AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK: 5 JT5. BIDAN: 7.5JT6. DIETISIEN: 5JT

    7. EPIDIOMOLOG: 5JT8. TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN: 5JT9. APOTEKER: 5JT

    10. RADIOGRAFER: 5JT11. REKAM MEDIS: 5JT12. AHLI GIZI: 5JT

    13. ELEKTROMEDIS: 5JT14. PSIKOLOGIS KLINIS: 5JT15. KESEHATAN LINGKUNGAN: 5JT

    Screenshot Hoaks, informasi lowongan pekerjaan mengatasnamakan Kemenkes

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi Kemenkes untuk mengonfirmasi kebenaran informasi lowongan pekerjaan tersebut.

    Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman mengatakan, informasi tersebut hoaks dan bukan berasal dari Kemenkes.

    "Kalau bukan dari website dan atau medsos Kemenkes, jelas bukan dari Kemenkes," kata Aji saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/1/2025).

    Sementara itu, Kompas.com mencoba mengeklik tautan pendaftaran yang dicantumkan dalam unggahan Facebook tersebut.

    Setelah diklik, tautan mengarah ke situs yang meminta informasi login Facebook, yaitu alamat email atau nomor telepon, dan password.

    Tautan tersebut kemungkinan besar adalah modus phishing atau pencurian data dengan tujuan mengambilalih akun Facebook.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi lowongan pekerjaan di Kemenkes yang beredar di Facebook adalah hoaks.

    Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman mengatakan, informasi tersebut hoaks dan bukan berasal dari Kemenkes.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25193) Cek fakta, foto masjid tetap utuh dalam kepungan api kebakaran Los Angeles

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan foto beredar di Threads dan Facebook menampilkan sebuah masjid yang tetap utuh dalam kepungan yang diklaim di Los Angeles.

    Api terlihat mulai menyambar masjid dari sisi bawah, dan belakang masjid terlihat kobaran api yang besar.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    "Los Angeles Seketika Berubah Menjadi lautan api ....."

    Namun, benarkah foto tersebut?



    Hasil Cek Fakta

    ANTARA menggunakan Hive Moderation AI detector untuk mengecek foto tersebut, hasilnya foto tersebut 99,7 persen merupakan hasil deepfake atau buatan Artificial intelligence (AI).



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hingga saat ini, korban jiwa akibat kebakaran hutan di Los Angeles, California, Amerika Serikat, bertambah menjadi 27 orang per Kamis (16/1/2025) malam.

    Klaim: Foto masjid tidak terbakar dalam kepungan api kebakaran Los Angeles

    Rating: Disinformasi

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Rujukan

  • (GFD-2025-25194) Hoaks Rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2025

    Berita

    tirto.id - Di awal tahun 2025, media sosial mulai ramai dengan berbagai narasi soal lowongan pekerjaan. Sayangnya, beberapa informasi tersebut ada yang bermuatan mis/disinformasi.

    Tirto menemukan unggahan dengan narasi pendaftaran petugas sensus pertanian bertebaran di Facebook.

    “Penerimaan petugas sensus pertanian desa 2025. Apa aja syaratnya?

    - lengkapi data diri dengan benar.

    - setelah memastikan semua data sudah benar,klik tombol "Daftar" untuk menyelesaikan proses pendaftaran.

    - proses pendaftaran tidak dipungut biaya

    - Usia23-50 tahun

    - Punya semangat inovasi tinggi

    - Min Pendidikan SMA/SMK Se-Derajat

    - Pria/Wanita

    - Bekerja Di Desa Masing-masing

    - Bekerja Sama Dengan Petani

    - Mengontrol Pupuk Petani,” begitu tulis narasi dalam unggahan akun “Petani.milenial.id” (arsip).

    Unggahan serupa juga kami temukan dari akun "ayu lestari" (arsip), "Info Lowongan Kerja & Pekerjaan Untuk Pria/Wanita" (arsip), "sensus pertanian" (arsip), dan "Amalia Adininggar Widyasanti" (arsip).

    Konten milik akun “Petani.milenial.id”, yang telah beredar sejak 30 Desember 2024, menjadi unggahan yang paling banyak mengumpulkan respon dari netizen. Sampai dengan Senin (20/1/2025), unggahan tersebut telah mengumpulkan 3,8 ribu tanda suka, 484 komentar, dan 122 kali dibagikan ulang.

    Sementara unggahan lainnya mengumpulkan ratusan tanda suka dan puluhan komentar. Unggahan-unggahan tersebut terlihat punya modus yang sama. Di akhir teks terdapat narasi untuk mengklik tautan pendaftaran.

    Akun penyebar informasi juga menggunakan embel-embel nama atau foto profil terkait Badan Pusat Statistik (BPS), ataupun program sensus pertanian.

    Di Instagram unggahan serupa juga kami temukan dari unggahan beberapa akun berikut (akun 1, arsip 1;akun 2,arsip 2) dan di TikTok (arsip). Di dua platform tersebut, atensi dan reaksi netizen tidak sebanyak unggahan di Facebook.

    Lalu, bagaimana faktanya? Apakah benar ada rekrutmen petugas sensus pertanian 2025 yang tersebar di media sosial?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba mengakses tautan yang ada di akhir unggahan. Tiap tautan mengarahkan ke halaman yang berbeda, tetapi semuanya berbentuk formulir yang memintakan data pribadi, setidaknya nama dan nomor telepon aktif.

    Halaman-halaman tersebut juga mencantumkan beberapa logo organisasi, seperti BPS, Kawan Baik, bahkan ada yang mencantumkan logo Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo, sekarang menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital), yang tidak ada sangkut pautnya dengan sensus petani.

    Terdapat kejanggalan juga dari tidak adanya tombol di formulir yang bisa diklik. Penggunaan bahasa di formulir juga cenderung tidak konsisten, mencampurkan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris.

    Kami kemudian melakukan pemindaian menggunakan perangkat URLScan.io. Hasil pemindaian (1, 2, 3, 4) menunjukkan situs-situs tersebut memiliki alamat asal situs (domain) yang tidak ada sangkut pautnya dengan BPS, badan yang menyelenggarakan sensus.

    Modus seperti ini berbahaya karena berpotensi menjadi ladang pencurian data, lewat skema phising.

    Tirto juga sempat melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search) untuk salah satu poster yang tersebar di media sosial. Hasil penelusuran menunjukkan mengarahkan ke gambar berikut. Gambar tersebut asalnya adalah poster penjelasan tentang ciri petugas Sensus Pertanian 2023. Sebagai informasi, Sensus Pertanian 2023 dilakukan pada 1 Juni - 31 Juli 2023 lalu. Dalam poster aslinya terdapat penjelasan tentang atribut yang harus dikenakan petugas sensus.

    Lebih lanjut, penelusuran kami mengarahkan ke unggahan dari akun resmi (bercentang biru) milik BPS berikut. Unggahan tersebut menyebut soal rekrutmen mitra palsu BPS yang banyak beredar belakangan.

    "Akhir-akhir ini banyak beredar informasi rekrutmen mitra statistik untuk kegiatan survei/sensus di tahun 2025, seperti rekrutmen mitra untuk Sensus Pertanian," tulis unggahan akun tersebut.

    Terlihat juga unggahan di media sosial yang mendapat cap hoaks, serupa dengan unggahan di media sosial yang kami temukan. "Sahabat Data, selalu waspada terhadap penyebaran informasi palsu dan penipuan yang mengatasnamakan perekrutan petugas/mitra Badan Pusat Statistik (BPS). Informasi resmi rekrutmen mitra statistik yang dilakukan BPS, baik sensus atau survei, akan selalu disampaikan melalui saluran resmi BPS provinsi/kabupaten/kota,” tulis keterangan unggahan tersebut.

    Akun Facebook resmi BPS juga menyebut informasi yang beredar di media sosial tersebut sebagai hoaks. Akun Facebook resmi BPS tidak membuka pendafataran untuk Sensus pertanian pada tahun 2025.

    Berdasar informasi dalam halaman sensus resmi BPS, dijelaskan kalau Sensus Pertanian dilakukan setiap 10 tahun sekali, sema seperti sensus lainnya. “Sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik, penyelenggaraan sensus dilakukan setiap 10 tahun sekali, termasuk Sensus Pertanian pada setiap tahun berakhiran angka 3 (tiga),” begitu tulis keterangan dalam situs tersebut.

    Hasil pencarian kami juga menunjukkan rekrutmen terakhir untuk petugas sensus pertanian terjadi pada Februari 2023 lalu, tepatnya 21-28 Februari 2023.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan rekrutmen petugas sensus pertanian 2025 yang tersebar di media sosial bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Informasi yang tersebar di media sosial mengarahkan ke situs lain yang tidak terkait dengan BPS ataupun instansi pemerintah terkait pertanian lainnya.

    Pihak BPS juga telah membantah keaslian informasi soal rekrutmen petugas sensus pertanian ini. Sensus Pertanian terakhir dilakukan pada tahun 2023 dan dilakukan 10 tahun sekali, pada setiap tahun berakhiran angka tiga.

    Rujukan