• (GFD-2025-25323) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Mitchel Bakker Resmi Dinaturalisasi Timnas Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan media sosial dengan narasi yang mengeklaim pesepak bola Belanda, Mitchel Bakker telah resmi dinaturalisasi tim nasional Indonesia.

    Bakker merupakan warga negara Belanda yang berdarah Indonesia yang ditelusuri dari kakeknya yang lahir di Maluku.

    Namun setelah ditelusuri narasi tersebut keliru dan perlu diluruskan.

    Narasi yang mengeklaim Mitchel Bakker resmi dinaturalisasi timnas Indonesia muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan gambar Mitchel Bakker dan diberi keterangan demikian:

    MITCHEL BAKKER RESMI DI NATURALISASI

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Mitchel Bakker resmi dinaturalisasi

    Hasil Cek Fakta

    Meski sempat diisukan akan memperkuat timnas Indonesia, namun sampai saat ini tidak ada informasi valid pemain Belanda itu akan dinaturalisasi.

    Dikutip dari BolaSport, anggota Exco Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Arya Sinulingga menjelaskan, sulit untuk menaturalisasi Mitchel Bakker.

    Menurut Arya, ini disebabkan Bakker memiliki darah Indonesia dari kakek buyutnya. 

    Padahal dalam aturannya, FIFA mensyaratkan, maksimal seorang pemain bisa dinaturalisasi ketika memiliki darah Indonesia dari kakek dan neneknya. 

    "Kita dapat info (Mitchel Bakker) susah karena kakek buyutnya garis keturunannya sudah ketiga," kata Arya. 

    Sebelumnya, Bakker sempat disebut menjadi salah satu pemain incaran PSSI untuk dinaturalisasi. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo sebelum akhirnya diralat.

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim Mitchel Bakker telah resmi dinaturalisasi tidak benar dan informasinya keliru.

    Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga menjelaskan, sulit untuk menaturalisasi Mitchel Bakker. Sebab, Bakker memiliki darah Indonesia dari kakek buyutnya. 

    FIFA mensyaratkan, maksimal seorang pemain bisa dinaturalisasi ketika memiliki darah Indonesia dari kakek dan neneknya.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25341) [KLARIFIKASI] Konten Satire Jokowi Bertemu Sekjen Gerindra, Bahas Syarat Jadi Anggota Partai

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan yang memperlihatkan foto pertemuan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo dengan Sekjen Partai Gerinda, Ahmad Muzani pada 10 Desember 2024.

    Foto itu merupakan karya jurnalistik yang tayang di Kompas.com, namun digunakan untuk konten satire. Konten dibuat seakan-akan ada dialog bahwa Jokowi menanyakan syarat menjadi anggota Partai Gerindra.

    Konten tersebut merupakan hasil suntingan yang dibuat sebagai satire politik, tetapi informasinya perlu diluruskan.

    Konten satire dengan narasi yang menyebut Jokowi bertemu Ahmad Muzani untuk membahas persyaratan menjadi anggota partai muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan gambar Jokowi sedang berbincang dengan Muzani dan terdapat logo Kompas.com. Berikut keterangan teks yang disematkan:

    Bertemu dengan Sekjen Gerindra, Jokowi Bahas Lamaran Menjadi Anggota Partai.

     

    Hasil Cek Fakta

    Ketika dicermati, beberapa kata di judul memiliki font yang berbeda dan mengindikasikan adanya penyuntingan atau editing. Font yang digunakan umumnya digunakan dalam balon dialog pada komik.

    Adapun gambar aslinya diambil dari dengan unggahan di akun Instagram Kompas.com pada 10 Desember 2024.

    Judul pada posting aslinya adalah: "Bertemu dengan Sekjen Gerindra, Jokowi Bahas soal Ekonomi dan Politik". 

    Pemberitaan itu membahas soal pertemuan Jokowi dengan Ahmad Muzani di kediamannya yang berada di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah pada 10 Desember 2024. 

    Menurut Muzani, pembicaraan yang berlangsung tertutup itu mencakup berbagai hal yang bersifat ringan. Kata dia, Jokowi memberikan masukan mengenai peluang pemerintahan ke depan.

    Dalam pemberitaan di Kompas.com, tidak ada informasi yang menyebut pertemuan itu membahas mengenai syarat menjadi anggota Partai Gerindra. 

    Konten itu merupakan satire politik yang menggambarkan kondisi Jokowi yang saat ini tidak punya partai politik. Jokowi yang sebelumnya kader PDI Perjuangan telah dipecat oleh partai berlambang banteng tersebut.

    Meskipun konten ini merupakan satire politik, bentuk lelucon, atau kreativitas netizen, tetapi informasinya tetap perlu diluruskan.

    Kesimpulan

    Gambar pemberitaan Kompas.com yang menyebut Jokowi bertemu Ahmad Muzani untuk membahas syarat menjadi anggota partai merupakan hasil penyuntingan atau editing.

    Judul dalam gambar aslinya adalah: "Bertemu dengan Sekjen Gerindra, Jokowi Bahas soal Ekonomi dan Politik" yang tayang di posting Instagram Kompas.com pada 10 Desember 2024.

    Posting Kompas.com itu kemudian diubah menjadi konten satire politik untuk menggambarkan kondisi Jokowi yang saat ini tidak punya partai politik.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25342) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Perlihatkan Pengungsi Kebakaran Los Angeles

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang diunggah di media sosial menampilkan ratusan orang tidur di lapangan terbuka.

    Mereka diklaim sebagai korban kebakaran Los Angeles, California yang sedang mengungsi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video tidak benar atau keliru.

    Video pengungsi kebakaran Los Angeles dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Rabu (22/1/2025):

    Beginilah Kondisi Pengungsi korban kebakaran Los Angeles

    Hasil Cek Fakta

    Kebakaran di Los Angeles terjadi sejak 7 Januari 2025. Namun video yang beredar telah ada di internet jauh sebelumnya.

    Video yang sama ditemukan di kanal YouTube dan TikTok Solo Catecumenos pada 6 Agustus 2023.

    Keterangan dan tagar video menyebutkan, anak-anak muda yang bermalam sebuah lapangan di Lisbon, Portugal.

    Tagar tersebut juga menyebut JMJ Lisboa 2023 atau World Youth Day.

    Dilansir situs web JMJ Lisboa 2023, acara tersebut merupakan pertemuan pemuda Katolik dari berbagai negara.

    Acara berlangsung selama seminggu, mulai 1-6 Agustus 2023. Anak-anak muda diperbolehkan tinggal di fasilitas umum, paroki, atau rumah jemaat.

    Kesimpulan

    Video anak muda yang mengikuti kegiatan JMJ Lisboa 2023 di Portugal disebarkan dengan konteks keliru.

    Pertemuan pemuda katolik itu tidak ada kaitannya dengan kebakaran di Los Angeles, California yang terjadi pada 7 Januari 2025.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26513) CEK FAKTA: Dilarang Baca Alquran di Masjid Rumdin Gubernur Sumut

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2025

    Berita



    Murianews, Kudus – Beredar sebuah video dengan narasi dilarang membaca Alquran di Masjid Kompleks Rumah Dinas (Rumdin) Gubernur Sumatera Utara (Sumut). Tim Cek Fakta Murianews.com ungkap kebenarannya.



    Video dengan narasi larangan membaca Alquran di Masjid Kompleks Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara itu beredar di platform WhatsApp dan Facebook.



    Salah satunya diunggah di akun Facebook bernama Mukidi Ngibul pada 12 Januari 2025 lalu.



    ”Masjid Rumah Dinas GUBERNUR SUMUT Jln. Sudirman MËDAN tidak boleh ada kegiatan baca Al Quràn.



    Pelarangan juga berlaku di masjìd2 lain dari Gubernur MEDAN Bobby Nasùtion (Mantu Jokowi).



    SEMUA ORANG @sorotan,” tulis akun tersebut seperti dikutip, Kamis (23/1/2025).



    Untuk melihat unggahan tersebut, silakan klik tautan ini. Sementara untuk melihat video yang menarasikan larangan membaca alquran maupun kegiatan pengajian di Masjid Kompleks Gubernur Sumatera Utara dapat diklik di sini.



    Penelusuran...

    Hasil Cek Fakta



    Dalam penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com menemukan artikel yang diterbitkan Tempo.co yang berisi klarifikasi dari narasi tersebut.



    Dalam laporan Tempo.co, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Sumut Juliadi Zurdani Harahap mengatakan video yang beredar tidaklah benar.



    Juliadi juga membantah ada larangan kegiatan pengajian maupun membaca Alquran sebagaimana dinarasikan dalam video yang beredar itu.



    ”Video yang mengklaim demikian (pelarangan pengajian) itu tidak benar. Pemprov Sumut tidak pernah melarang masyarakat melakukan kegiatan di masjid Gubernur,” kata Juliadi Zurdani Harahap, Sabtu (11/1/2025), seperti dikutip Kamis (23/1/2025).



    Juliadi menegaskan, Pemprov Sumut senantiasa mendukung penuh kegiatan keagamaan termasuk pengajian.



    Pemprov Sumut tidak mungkin melarang kegiatan yang penuh dengan ikatan silaturahmi umat beragama dan meningkatkan keimanan tersebut.



    ”Tidak mungkin kami melarang, Pemprov Sumut mendukung penuh kegiatan keagamaan, banyak kegiatan yang kami fasilitasi juga, jadi video tersebut tidak benar,” ujarnya.



    Kesimpulan...

    Kesimpulan



    Berdasarkan penelusuran itu, unggahan berisi informasi ”larangan baca Al-Qur’an di Masjid Kompleks Dinas Gubernur Sumatra Utara” adalah disinformasi dalam jenis konten yang menyesatkan (misleading content).



    Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Sumut Juliadi Zurdani Harahap mengatakan video yang beredar tidaklah benar. Juliadi juga membantah ada larangan kegiatan pengajian maupun membaca Alquran sebagaimana dinarasikan dalam video yang beredar itu.