Akun Facebook “informasi lowongan kerja Indonesia” pada Sabtu (21/12/2024) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi :
“Open Rekrutmen SILOAM HOSPITAL GRUP domisili di daerah kalian Terbuka seluruh Indonesia
Pendaftaran gratis tidak di pungut biaya apapun
Daftakan di anda sekarang!!”
Per Senin (17/2/2025), unggahan tersebut telah disukai hampir 80 kali.
(GFD-2025-25665) [PENIPUAN] Tautan Lowongan Kerja Siloam Hospital Group
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 17/02/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi Siloam Hospital siloamhospitals.com. Warganet justru diminta mengisi nama lengkap serta nomor telepon.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “lowongan kerja Siloam Hospital Group” disertai tautan yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten palsu (fabricated content).
(Ditulis oleh Vania Astagina)
(Ditulis oleh Vania Astagina)
Rujukan
(GFD-2025-25666) [SALAH] Prabowo Potong Gaji DPR Sebesar 90 Persen
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 17/02/2025
Berita
Kanal YouTube “Lingkarnews” pada Rabu (29/1/2025) membagikan video [arsip] disertai narasi:
Wakil Rakyat Menangis! Prabowo Pangkas Gaji Mereka 90%! Begini Kalau Tak Becus Bekerja!?
Per Senin (17/2/2025) video ini sudah ditonton 3 ribu kali dan mendapatkan 70 tanda suka.
Prabowo potong gaji DPR 90 PERSEN
Wakil Rakyat Menangis! Prabowo Pangkas Gaji Mereka 90%! Begini Kalau Tak Becus Bekerja!?
Per Senin (17/2/2025) video ini sudah ditonton 3 ribu kali dan mendapatkan 70 tanda suka.
Prabowo potong gaji DPR 90 PERSEN
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menonton video tersebut dari awal hingga akhir. Faktanya, narator dalam video hanya membaca ulang pemberitaan bisnis.com “KPK Dukung Inpres Prabowo, Bakal Pangkas Perdin dan Operasional Kantor” yang tayang Selasa (28/1/2025). Berita tersebut ditampilkan dalam video.
Diketahui, Prabowo mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025 pada Rabu (22/1/2025). Inpres itu tidak menyebut pemerintah memotong gaji anggota DPR sebesar 90 persen, tetapi menekankan pemotongan anggaran dinas serta operasional pemerintah daerah dan negara.
Dari penelusuran dengan Google Lens, diketahui foto sampul (thumbnail) video unggahan kanal YouTube “Lingkarnews” itu merupakan momen Prabowo—saat itu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI—menghadiri rapat kerja di DPR pada November 2019. Potret itu mirip dengan unggahan liputan6.com dalam pemberitaan “Prabowo Ingin Komponen Cadangan Pertahanan Negara Berasal dari Mahasiswa”.
Diketahui, Prabowo mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025 pada Rabu (22/1/2025). Inpres itu tidak menyebut pemerintah memotong gaji anggota DPR sebesar 90 persen, tetapi menekankan pemotongan anggaran dinas serta operasional pemerintah daerah dan negara.
Dari penelusuran dengan Google Lens, diketahui foto sampul (thumbnail) video unggahan kanal YouTube “Lingkarnews” itu merupakan momen Prabowo—saat itu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI—menghadiri rapat kerja di DPR pada November 2019. Potret itu mirip dengan unggahan liputan6.com dalam pemberitaan “Prabowo Ingin Komponen Cadangan Pertahanan Negara Berasal dari Mahasiswa”.
Kesimpulan
Unggahan berisi narasi “Prabowo potong gaji DPR sebesar 90 persen ” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
(GFD-2025-25667) Cek Fakta: Hoaks Video Penampakan Clownfish Berukuran Jumbo
Sumber:Tanggal publish: 17/02/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim sebagai penampakan ikan badut alias clownfish berukuran jumbo beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 1 Oktober 2024.
Dalam video berdurasi 10 detik itu memperlihatkan sejumlah nelayan sedang mengangkat ikan berukuran jumbo di atas sebuah kapal. Ikan tersebut berwarna putih dan oranye.
Pada klip selanjutnya, para nelayan itu tampak sedang membelah bagian tubuh ikan tersebut. Video itu kemudian dikaitkan dengan penampakan ikan badut alias clownfish berukuran jumbo.
"Ikan Nemo
Wow‼️Begini penampakan ikan #nemo dialam bebas.
Kalo dipotong bisa sekampung tuh
Makannya🤭," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 15 ribu kali ditonton dan mendapat 37 komentar dari warganet.
Benarkah dalam video tersebut merupakan penampakan ikan badut alias clownfish berukuran jumbo? Berikut penelusurannya.
Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
Caranya mudah:
* Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
* Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
* Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
* Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim sebagai penampakan ikan badut alias clownfish berukuran jumbo. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut situs pendeteksi artificial intelligence (AI), aidetectcontent.com.
Hasilnya, gambar tersebut memiliki probabilitas 63 persen dibuat dengan perangkat AI. Berikut gambar tangkapan layarnya.
Dikutip dari laman britannica.com, ikan badut atau clownfish merupakan ikan yang hidup di lautan tropis. Ikan ini juga disebut ikan anemon karena hidup di antara anemon laut. Habitatnya yang tidak biasa dan warnanya yang cerah membuat ikan ini populer sebagai ikan akuarium.
Ikan badut populer saat diangkat dalam film animasi berjudul "Finding Nemo" pada 2003. Ikan badut dapat tumbuh hingga panjang sekitar 4 inci atau 10 sentimeter.
Ikan badut betina lebih besar daripada ikan badut jantan. Sebagian besar jenis ikan badut memiliki garis-garis putih cerah pada tubuh yang berwarna-warni.
Kesimpulan
Video yang diklaim sebagai penampakan ikan badut alias clownfish berukuran jumbo ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, video tersebut merupakan hasil rekayasa digital menggunakan perangkat AI.
Rujukan
(GFD-2025-25669) [HOAKS] Link Pendaftaran Medical Check Up Gratis dari Pemerintah
Sumber:Tanggal publish: 17/02/2025
Berita
KOMPAS.com - Pemerintah disebut membuat program medical check-up (MCU) atau pemeriksaan kesehatan gratis yang berlaku mulai Februari 2025.
Di media sosial, beredar link atau tautan yang diklaim sebagai akses untuk pendaftaran MCU dari pemerintah.
Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan yang beredar merupakan phishing. Waspada penipuan!
Tautan pendaftaran MCU gratis dari pemerintah disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (10/2025):
Program Medical Check Up Gratis dari PemerintahSeluruh Indonesia...
JANGAN LEWATKAN!!!
Di media sosial, beredar link atau tautan yang diklaim sebagai akses untuk pendaftaran MCU dari pemerintah.
Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan yang beredar merupakan phishing. Waspada penipuan!
Tautan pendaftaran MCU gratis dari pemerintah disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (10/2025):
Program Medical Check Up Gratis dari PemerintahSeluruh Indonesia...
JANGAN LEWATKAN!!!
Hasil Cek Fakta
Tautan yang disebarkan tidak mengarah ke situs resmi pemerintah.
Tim Cek Fakta Kompas.com memeriksa tautan yang beredar menggunakan tools URL Scan, yang dapat membantu melacak ke mana suatu tautan berlabuh.
Kedua tautan mengarah ke laman pendaftaran yang meminta pengunjung situsnya mengisi nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram.
Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini dan di sini.
Tautan yang disebarkan merupakan phishing. Pasalnya, layanan MCU gratis hanya dilakukan di situs web resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Dilansir Kompas.com, pendaftaran MCU dapat dilakukan melalui SatuSehat Mobile, WhatsApp Kemenkes, atau datang ke puskesmas.
MCU gratis dapat dilakukan mulai tanggal ulang tahun sampai 30 hari setelahnya.
Tim Cek Fakta Kompas.com memeriksa tautan yang beredar menggunakan tools URL Scan, yang dapat membantu melacak ke mana suatu tautan berlabuh.
Kedua tautan mengarah ke laman pendaftaran yang meminta pengunjung situsnya mengisi nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram.
Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini dan di sini.
Tautan yang disebarkan merupakan phishing. Pasalnya, layanan MCU gratis hanya dilakukan di situs web resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Dilansir Kompas.com, pendaftaran MCU dapat dilakukan melalui SatuSehat Mobile, WhatsApp Kemenkes, atau datang ke puskesmas.
MCU gratis dapat dilakukan mulai tanggal ulang tahun sampai 30 hari setelahnya.
Kesimpulan
Tautan pendaftaran MCU gratis dari pemerintah yang beredar di media sosial merupakan hoaks.
Pendaftaran MCU dapat dilakukan melalui SatuSehat Mobile, WhatsApp Kemenkes, atau datang langsung ke puskesmas.
Tautan yang disebarkan merupakan upaya phishing karena tidak mengarah ke situs resmi pemerintah.
Pendaftaran MCU dapat dilakukan melalui SatuSehat Mobile, WhatsApp Kemenkes, atau datang langsung ke puskesmas.
Tautan yang disebarkan merupakan upaya phishing karena tidak mengarah ke situs resmi pemerintah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/master.loker.id/posts/pfbid0dEc4bM7TWyHzPsWybAMLYxMLDVaXDTzo9YhuyDo3a3t3VwCsPRLkf2adWegxsrhvl
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid029My3U2sVS6vKjXtFyN2pbkZ4vQkZFSj2Etne8Sdo4VxQstn4Wy4VQdxrJgdffJLWl&id=61570933709212
- https://urlscan.io/result/593d83a6-1435-4486-b589-a887539e5d9d/
- https://urlscan.io/result/f209ccd5-b7cb-45d5-a6a5-3837adc01364/
- https://www.kompas.com/tren/read/2025/02/10/063000065/cek-kesehatan-gratis-mulai-hari-ini-berikut-cara-daftarnya
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2088/7906


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5135608/original/095755400_1739780476-ClowhFish1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5135609/original/041492400_1739780569-AiClownFish1.jpg)