• (GFD-2025-26620) Cek Fakta: Klarifikasi Polisi soal Kabar Viral Kurir Jadi Korban Begal di Banyuwangi

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/04/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang seorang kurir paket menjadi korban begal di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 17 April 2025.
    Akun Facebook tersebut mengunggah video yang diklaim kurir korban begal di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Dalam video tampak seorang pria terbaring di teras rumah warga. Pria itu disebut sebagai kurir korban begal.
    "Seorang pengantar atau kurir di Banyuwangi nyaris jadi korban aksi begal saat akan mengantarkan barang ke penerima. Sang kurir dicegat sejumlah orang yang diduga hendak melakukan aksi begal.
    Beruntung kurir bernisial RAD tersebut berhasil lolos dari aksi begal. Akan tetapi ia mengalami luka pada bagian dagu dan kepala diduga dipukul.
    Pasca-lolos dari cengkeraman begal, RAD lantas membagikan insiden tersebut ke media sosial. Video yang diunggah melalui akun TikTok @/ngurirdily pada Senin (14/04/2025) lalu itupun viral," tulis salah satu akun Facebook.
    Benarkah kabar tentang seorang kurir menjadi korban begal di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang seorang kurir paket menjadi korban begal di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "kurir begal banyuwangi" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Viral Video Begal Kurir di Glenmore Ternyata Hoax" yang dimuat situs rri.co.id pada 18 April 2025.
    KBRN, Banyuwangi: Jagat media sosial di Banyuwangi sempat dihebohkan dengan video seorang kurir paket berinisial RA (20) yang mengaku menjadi korban pembegalan di area perkebunan Kalitelepak, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore.
    Dalam video yang beredar luas, RA memperlihatkan sejumlah luka yang diklaim akibat sabetan senjata tajam. Namun, setelah dilakukan penyelidikan oleh Polsek Glenmore, terungkap bahwa kejadian tersebut hanyalah rekayasa.
    Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan, menjelaskan pihaknya melakukan penyelidikan mendalam setelah video pengakuan RA menyebar luas. Namun, dalam proses pemeriksaan, RA justru memberikan keterangan yang tidak konsisten dan berubah-ubah.
    "Setelah dilakukan interogasi mendalam, saudara RA akhirnya mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut hanyalah karangan. Video yang sempat viral itu dibuat untuk candaan dan menakut-nakuti rekan-rekannya sesama kurir," ungkap AKP Budi Hermawan, Kamis (17/4/2025).
    AKP Budi mengungkapkan fakta mengejutkan terkait luka-luka yang diperlihatkan RA dalam video. "Diketahui, luka gores yang terlihat pada tubuh RA berasal dari luka lama yang sengaja dikelupas ulang. Sementara, darah yang nampak dalam video berasal dari tumbuhan berdarah-darahan yang diremas pelapor untuk menambah kesan dramatis," Kata AKp Budi.
    Sebagai tindak lanjut atas perbuatan RA, pihak kepolisian telah mengambil beberapa langkah. Polisi meminta pelapor untuk membuat video klarifikasi, surat pernyataan bermaterai, dan laporan hasil penyelidikan.
    Menyikapi kejadian ini, Kapolsek Glenmore mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya serta menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia juga menegaskan bahwa membuat dan menyebarkan informasi palsu atau hoaks dapat dikenakan sanksi hukum.
    Penelusuran juga mengarah ke video pengakuan dan permintaan maaf RA yang diklaim menjadi korban begal. Video itu diunggah channel YouTube tvOnenewscom pada 17 April 2025.
    Berikut gambar tangkapan layarnya.
    "Dengan ini saya menyatakan bahwa saya telah membuat laporan palsu atau bohong tentang video yang beredar bahwa saya dibegal, itu hanya cerita hoaks. Tujuan saya membuat video itu adalah membuat candaan dan ternyata sampai seramai ini dan membuat resah keluarga semuanya, khususnya untuk warga Purwojoyo yang sangat resah akan adanya cerita saya itu tadi. Saya ingin meminta maaf khususnya kepada masyarakat Purwojoyo dan sekitarnya, umumnya kepada masyarakat Banyuwangi dan untuk pihak kepolisian saya juga meminta maaf," kata RA dalam video tersebut.
     

    Kesimpulan


    Kabar tentang seorang kurir paket menjadi korban begal di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur telah diklarifikasi pihak Polsek Glenmore. Faktanya, dari hasil penyelidikan, kabar tersebut hanyalah karangan dari RA, pria yang mengaku jadi korban begal. Ia sengaja merekayasa untuk menakut-nakuti rekannya sesama kurir.
     

    Rujukan

  • (GFD-2025-26614) [PENIPUAN] Tautan “New Gebyar Program Bank BCA Tahun 2025”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/04/2025

    Berita

    Akun Facebook “Gebyar BCA 2025” pada Rabu (26/03/2025) mengunggah narasi [arsip] sebagai berikut:
    New Gebyar Program Bank BCA di TAHUN 2025 Berlimpah Berhadiah, Apresiasi dari (BANK CENTRAL ASIA) Khusus untuk seluruh Nasabah Bank BCA.
    Hadiah Apresiasi :
    Uang Tunai Sebesar Rp.150jt
    5 Unit BMW 520i M Sport
    . 20 Unit Hyundai Creta Alpha
    . 50 Unit Vespa Primavera
    . 75 Unit iPhone 16 Pro Max
    1.000 Tabungan Emas @Rp5 Juta
    Khusus Nasabah Bank BCA
    Mobile BCA
    Daftar Sekarang (GRATIS)...”
    Per Sabtu (19/04/2025), unggahan tersebut sudah disukai 113 kali dan dibagikan ulang 3 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) pertama-tama menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “new gebyar program bank bca 2025” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, ditemukan laman Bank BCA (bca.co.id/id/Campaign/2024/gebyar-hadiah-bca) yang memuat informasi mengenai program New Gebyar Hadiah BCA.

    Diketahui, periode terbaru program Gebyar Hadiah BCA berlangsung pada 1 Oktober 2024—31 Januari 2025. Proses klaim hadiah dilakukan dengan memasukkan kode kupon di bagian “Penarikan Hadiah Gebyar Hadiah BCA”, bukan melalui tautan pendaftaran sebagaimana unggahan akun Facebook “Gebyar BCA 2025”.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri tautan dalam unggahan. Tautan tersebut tidak mengarah ke laman resmi BCA, melainkan ke laman yang meminta data pribadi berupa nama lengkap, nomor handphone, hingga saldo terakhir rekening.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “new gebyar program bank BCA tahun 2025” itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    (Ditulis oleh Laurensius Raka)

    Rujukan

  • (GFD-2025-26615) Cek Fakta: Ini Link Pendaftaran Online BPJS Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/04/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran online BPJS gratis, informasi tersebut diunggah salah satu akin Facebook, pada 14 April 2025.
    Unggahan link pendaftaran online BPJS gratis berupa poster digital yang terdapat logo BPJS Kesehatan disertai dengan tulisan sebagai berikut.
    "Sekarang lebih mudah beralih dari BPJS Mandiri ke BPJS Gratis dari pemerintah Cukup gunakan gadget anda.
    GRATISS.....!!!!!"
    Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Untuk daftar online BPJS Gratis klik Daftar dibawah
    👇👇👇"
    Dalam unggahan disertai dengan tautan sebagai berikut.
    "https://program-bpjsgratis.cek-data.web.id/?fbclid=IwY2xjawJwcWdleHRuA2FlbQIxMQABHpf-MPtbjN2vEP5WyuINkH6GOK76BbgWfnDuPaJCuBpQahTYOEs4VGp0930Y_aem_53Z_060HxOD6QYLokWchyA"
    Jika tautan tersebut diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan berupa formulir digital yang meminta sejumlah data pribadi seperti nama lengkap seperti di KTP dan nomor telegram aktif.
    Benarkah klaim link pendaftaran online BPJS gratis? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran online BPJS Gratis, sebelumnya Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri informasi tentang pendaftaran BPJS Kesehatan gratis.
    Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizky Anugrah menyatakan klaim link pendaftaran BPJS Kesehatan gratis tersebut adalah hoaks dan merupakan modus penipuan.
    "Berita ini hoaks dan penipuan," tegas Rizky, saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip Sabtu (19/1/2025).
    Menurut Rizky, BPJS Kesehatan tidak sedang menjalanakan program pendaftaran peserta gratis seperti pada klaim tersebut.
    "Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut," kata Rizky.
    Rizky pun mengimbau masyarakat untuk lebih jeli ketika mendapat informasi terkait dengan BPJS Kesehatan. Pasalnya, ada oknum yang mencatutu BPJS Kesehatan untuk melakukan aksi penipuan.
    "Agar masyarakat berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan. Apabila terdapat pertanyaan dan keluhan terkait BPJS Kesehatan dapat menghubungi Care Center 165, Mobile JKN dan Pandawa (Pelayanan Melalui WA) 08118165165," tutupnya.

    Kesimpulan


    Hasil Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran online BPJS Gratis tidak benar.
    Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizky Anugrah menyatakan klaim link pendaftaran BPJS Kesehatan gratis tersebut adalah hoaks dan merupakan modus penipuan.
  • (GFD-2025-26629) [HOAKS] Video Jet Tempur Rusia Tiba di Biak, Papua

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/04/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Isu Rusia hendak membangun pangkalan militer di Papua ramai diperbincangkan di jagat maya.

    Di media sosial beredar video yang diklaim sebagai jet tempur Rusia yang telah tiba di Biak, Papua.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Video jet tempur Rusia tiba di Biak disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.

    Sementara akun Facebook ini menyebarkan tangkapan layarnya.

    Berikut teks yang tertera pada video yang diunggah Kamis (17/4/2025):

    Detik Detik 2 Pesawat Pengebom Rusia meminta izin ke Indonesia untuk menempatkan 2 pesawat Tupolev TU-95 di biak papua

     

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video, lalu menelusurinya dengan teknik reverse image search.

    Hasil pencarian di Google menunjukkan bahwa gambar tersebut berkaitan dengan gambar di situs Dreamstime.com.

    Gambar tersebut berkaitan dengan parade militer dalam rangka memperingati Hari Angkatan Laut Rusia di St Petersburg pada 31 Juli 2022.

    Gambarnya dapat dilihat di sini dan di sini.

    Video formasi pesawat seperti dalam video dapat dilihat di kanal YouTube Rumoaohepta7 menit ke-31 detik ke-40.

    Pesawat serupa juga didokumentasikan kanal YouTube CCTV Video News Agency pada detik ke-51.

    Kabar kehadiran militer Rusia di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Manuhua, Biak, Papua pertama mencuat usai pemberitaan Antara.

    Muncul kabar bahwa pihak Sekretaris Dewan Keamanan Rusia meminta Lanud Manuhua menjadi pangkalan militer mereka, saat mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin pada Februari 2025.

    Namun kabar tersebut segera dibantah Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang.

    "Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar," kata Frega pada Selasa (15/4/2025) dinukil dari pewartaan Kompas.com.

    Ia menjelaskan, pertemuan antara Menhan dan pihak Rusia Februari lalu dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.

    Tanggapan lain disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Rolliansyah Soemirat.

    Indonesia pernah berencana membangun tempat peluncuran satelit di Biak

    "Pembicaraan mengenai hal tersebut telah dimulai beberapa tahun yang lalu, namun belum sampai pada keputusan apa pun," ujar Rolliansyah pada Rabu (16/4/2025) dilansir Kompas.com.

    Ia menegaskan, Indonesia tidak pernah memberikan izin kepada negara mana pun untuk membangun dan memiliki pangkalan militer di Tanah Air.

    Kesimpulan

    Narasi jet tempur Rusia tiba di Biak, Papua merupakan hoaks.

    Video dan gambar yang beredar berkaitan dengan parade militer Hari Angkatan Laut Rusia pada 31 Juli 2022.

    Kemenlu dan Kemenhan memastikan isu pendirian pangkalan militer Rusia di Biak tidak benar.

    Rujukan