tirto.id - Nama Shin Tae-yong (STY) masih jadi perbincangan hangat, khususnya di kalangan pecinta sepak bola tanah air. Sebabnya, pelatih asal Korea Selatan itu dianggap telah berjasa untuk mengangkat prestasi tim nasional (timnas) sepak bola tanah air, termasuk membawa Tim Garuda untuk pertama kalinya lolos ke putaran ketiga kualifikasi piala dunia zona Asia.
Narasi soal STY, mulai dari pro dan kontra pemecatan dirinya dari posisi pelatih kepala Timnas Sepak Bola Indonesia, hingga spekulasi masa depan pelatih yang pernah menukangi Timnas Korea Selatan tersebut, masih menjadi topik perbincangan. Tak sedikit bahkan yang masih mengingingkan STY untuk kembali melatih Timnas Indonesia.
Baru-baru ini, misalnya, beredar narasi di media sosial yang menyebut bahwa STY akan kembali menjadi pelatih Timnas U-20 menggantikan Indra Sjafri. Narasi ini diunggah oleh sejumlah akun Facebook, di antaranya “Cecep Ruhiat” pada Selasa (28/2/2025) dalam unggahan ini dan ini(arsip).
Sementara, akun “Rizal Punggukh Nunas” pada Senin (3/2/2025) dalam unggahan ini dan ini(arsip) juga mengunggah narasi yang agak mirip, bahwa STY akan menjadi pelatih Timnas U-22 menggantikan Indra Sjafri.
“Kabar menghebohkan...!STY gantikan indra sjafri pelatih timnas U-22. Belum sebulan di pecat,STY kembali ke Indonesia sebagai pelatih,tapi kali ini Shin Tae Yong bukan jadi pelatih Timnas Indonesia senior, melainkan sebagai pelatih timnas U-22 gantikan indra sjafri. Apakah Anda setuju?" bunyi keterangan takarir unggahan tersebut.
Sepanjang Senin (3/2/2025) hingga Selasa (25/2/2025) atau selama 22 hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 34 tanda suka dan 25 komentar.
Lantas, benarkah klaim yang menyebut bahwa STY resmi kembali menjadi pelatih Timnas U-20 menggantikan Indra Sjafri?
(GFD-2025-25835) Hoaks Shin Tae-yong Gantikan Indra Sjafri Latih Timnas U-20
Sumber:Tanggal publish: 25/02/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Sebagai informasi, isu ini sendiri kembali merebak usai PSSI memberhentikan Indra Sjafri, sebagai pelatih Timnas U-20 usai gagal memenuhi target pada Piala Asia U-20 2025. Indra Sjafri gagal memenuhi target yang dibebankan kepadanya untuk mengamankan tiket ke Piala Dunia U-20 2025, yakni dengan minimal mencapai semifinal pada Piala Asia U-20 2025 di China.
Garuda Nusantara hanya menduduki posisi ketiga di klasemen akhir Grup C, di bawah dua tim yang lolos ke fase berikutnya, yakni Iran dan Uzbekistan. Dari tiga pertandingan yang dimainkan, Indonesia hanya mengumpulkan satu poin.
Kembali ke klaim yang menyebut bahwa STY resmi menjadi pelatih Timnas U-20 gantikan Indra Sjafri. Untuk memverifikasi kebenaran isu ini, Tirto mengunjungi situs dan akun media sosial resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang merupakan induk organisasi sepak bola tanah air. Hasilnya, kami tidak menemukan satupun informasi yang membenarkan klaim bahwa STY kembali menjadi pelatih Timnas U-20.
Mengutip laman resmi PSSI, Ketua PSSI Erick Thohir mengatakan, PSSI segera mencari pelatih pengganti Indra Sjafri agar program pembinaan prestasi pesepak bola Indonesia terus berjalan.
Ia memastikan bahwa pembinaan prestasi sepak bola yang sudah berjalan dalam 2 tahun terakhir dapat berkelanjutan, sehingga mereka bisa menjadi pelapis utama Timnas Indonesia senior di masa depan. Meski begitu, Erick belum menentukan siapa nama pelatih baru yang akan menukangi Tim Garuda muda tersebut.
Tirto juga melakukan penelusuran dengan memasukan kata kunci “STY resmi menjadi pelatih Timnas U-20” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, per Selasa (25/2/2025), atau saat artikel ini ditulis, tidak ada satupun pemberitaan media kredibel maupun keterangan resmi dari organisasi terkait yang membenarkan klaim tersebut.
Terpisah, mengutip pemberitaan Bolasport, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo, menyebut, meski dipecat dari kursi pelatih Timnas U-20, Indra Sjafri masih ditugaskan untuk mempersiapkan Timnas Indonesia U-22 ke SEA Games 2025 Thailand.
"Pak Erick Thohir menyampaikan, kemarin melaporkan ke saya juga sementara pelatih Timnas U-20 dicoba diganti. Tapi beliau menyampaikan kepada saya bahwa coach Indra Sjafri tetap akan ditugaskan untuk mempersiapkan SEA Games 2025," jelas Dito, Senin (24/2/2025).
Garuda Nusantara hanya menduduki posisi ketiga di klasemen akhir Grup C, di bawah dua tim yang lolos ke fase berikutnya, yakni Iran dan Uzbekistan. Dari tiga pertandingan yang dimainkan, Indonesia hanya mengumpulkan satu poin.
Kembali ke klaim yang menyebut bahwa STY resmi menjadi pelatih Timnas U-20 gantikan Indra Sjafri. Untuk memverifikasi kebenaran isu ini, Tirto mengunjungi situs dan akun media sosial resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang merupakan induk organisasi sepak bola tanah air. Hasilnya, kami tidak menemukan satupun informasi yang membenarkan klaim bahwa STY kembali menjadi pelatih Timnas U-20.
Mengutip laman resmi PSSI, Ketua PSSI Erick Thohir mengatakan, PSSI segera mencari pelatih pengganti Indra Sjafri agar program pembinaan prestasi pesepak bola Indonesia terus berjalan.
Ia memastikan bahwa pembinaan prestasi sepak bola yang sudah berjalan dalam 2 tahun terakhir dapat berkelanjutan, sehingga mereka bisa menjadi pelapis utama Timnas Indonesia senior di masa depan. Meski begitu, Erick belum menentukan siapa nama pelatih baru yang akan menukangi Tim Garuda muda tersebut.
Tirto juga melakukan penelusuran dengan memasukan kata kunci “STY resmi menjadi pelatih Timnas U-20” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, per Selasa (25/2/2025), atau saat artikel ini ditulis, tidak ada satupun pemberitaan media kredibel maupun keterangan resmi dari organisasi terkait yang membenarkan klaim tersebut.
Terpisah, mengutip pemberitaan Bolasport, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo, menyebut, meski dipecat dari kursi pelatih Timnas U-20, Indra Sjafri masih ditugaskan untuk mempersiapkan Timnas Indonesia U-22 ke SEA Games 2025 Thailand.
"Pak Erick Thohir menyampaikan, kemarin melaporkan ke saya juga sementara pelatih Timnas U-20 dicoba diganti. Tapi beliau menyampaikan kepada saya bahwa coach Indra Sjafri tetap akan ditugaskan untuk mempersiapkan SEA Games 2025," jelas Dito, Senin (24/2/2025).
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan bukti yang membenarkan klaim bahwa STY kembali menjadi pelatih Timnas U-20 menggantikan Indra Sjafri.
Tidak ada satupun keterangan resmi dari PSSI ataupun pemberitaan media kredibel yang membenarkan klaim itu. Ketua PSSI Erick Thohir sendiri hingga Selasa (25/2/2025) belum mengumumkan nama pelatih baru Timnas U-20.
Jadi, informasi yang menyebut bahwa STY kembali menjadi pelatih Timnas U-20, menggantikan Indra Sjafri, bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Tidak ada satupun keterangan resmi dari PSSI ataupun pemberitaan media kredibel yang membenarkan klaim itu. Ketua PSSI Erick Thohir sendiri hingga Selasa (25/2/2025) belum mengumumkan nama pelatih baru Timnas U-20.
Jadi, informasi yang menyebut bahwa STY kembali menjadi pelatih Timnas U-20, menggantikan Indra Sjafri, bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/beritajadwaltimnasindonesia/posts/1569844313736007/
- https://web.facebook.com/groups/1465182004347276/posts/1660259524839522/
- https://archive.ph/tph0B
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0qBz7EubmowcUX4kogS21EKajjyXAtZEw49RmvAsaqPUATcWLD8Qb2Vh85WWZL71al&id=100090569007956
- https://web.facebook.com/groups/beritajadwaltimnasindonesia/posts/1574105696643202/
- https://archive.ph/9hZI4
- https://tirto.id/pssi-copot-indra-sjafrie-dari-jabatan-pelatih-kepala-timnas-u-20-g8Ej
- https://www.pssi.org/news/pssi-terima-kasih-coach-indra-sjafri
- https://www.bola.com/indonesia/read/5933571/menpora-sebut-indra-sjafri-ditugaskan-mempersiapkan-timnas-indonesia-u-22-ke-sea-games-2025?page=3
(GFD-2025-25837) Cek Fakta: Tidak Ada Stasiun Televisi yang Meliput Aksi Indonesia Gelap
Sumber:Tanggal publish: 25/02/2025
Berita
Suara.com - Beredar di media sosial sebuah unggahan video dengan narasi yang menyebut tidak ada media stasiun tv yang meliput aksi Indonesia Gelap.
Postingan/cuitan di X/Twitter itu dibagikan pada Senin, 17/2/2025 dengan narasi sebagai berikut:
“hei demi apapun ini berita lagi naik lohhhhBAJINGAN KALIANini gada stasiun televisi gada yang mau liput????kemana kalian?????hallloooo????heiii?APAKAH INI SUDAH PEMBUNGKAMAN???
KaburAjaDulu #IndonesiaGelap”
Lantas benarkah narasi yang disampaikan?
Postingan/cuitan di X/Twitter itu dibagikan pada Senin, 17/2/2025 dengan narasi sebagai berikut:
“hei demi apapun ini berita lagi naik lohhhhBAJINGAN KALIANini gada stasiun televisi gada yang mau liput????kemana kalian?????hallloooo????heiii?APAKAH INI SUDAH PEMBUNGKAMAN???
KaburAjaDulu #IndonesiaGelap”
Lantas benarkah narasi yang disampaikan?
Hasil Cek Fakta
Melansir Turnbackhoax, telah dilakukan penelusuran dengan menggunakan perkakas (tools) pencarian foto (image search) Google Lens.
Hasilnya, ditemukan beberapa sumber foto yang sudah membagikan sebelumnya, salah satunya oleh VICE pada 13 Juni 2022 lalu di artikel berjudul “DPR dan Pemerintah Enggan Buka Akses Draf Terbaru RUU KUHP ke Publik”.
Ditemukan pula sebuah file foto yang diunggah di Wikipedia pada 24 September 2019 lalu dengan nama “File:September2019jakartademo1.jpg”.
Ketika dilakukan penelusuran dengan perkakas pencarian video (video search) Google Videos dan pencarian berita (news search) Google News, ditemukan bahwa ada beberapa stasiun televisi dan media nasional yang melaksanakan liputan Demo Indonesia Gelap saat ini (2025) per artikel ini disusun.
Hasilnya, ditemukan beberapa sumber foto yang sudah membagikan sebelumnya, salah satunya oleh VICE pada 13 Juni 2022 lalu di artikel berjudul “DPR dan Pemerintah Enggan Buka Akses Draf Terbaru RUU KUHP ke Publik”.
Ditemukan pula sebuah file foto yang diunggah di Wikipedia pada 24 September 2019 lalu dengan nama “File:September2019jakartademo1.jpg”.
Ketika dilakukan penelusuran dengan perkakas pencarian video (video search) Google Videos dan pencarian berita (news search) Google News, ditemukan bahwa ada beberapa stasiun televisi dan media nasional yang melaksanakan liputan Demo Indonesia Gelap saat ini (2025) per artikel ini disusun.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa foto yang dibagikan sudah beredar sebelumnya dan klaim Demo Indonesia Gelap tidak diliput adalah salah. Post/cuitan masuk ke kategori konten yang menyesatkan (misleading content).
(GFD-2025-25838) Cek Fakta: Aksi Mahasiswa 'Indonesia Gelap' Ditunggangi Lembaga yang Dibiayai USAID
Sumber:Tanggal publish: 25/02/2025
Berita
Suara.com - Beredar di media sosial sebuah narasi yang menyebut bahwa aksi mahasiswa #IndonesiaGelap dimanfaatkan dan ditunggangi oleh lembaga swadaya masyarakat yang dibiayai oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).
Narasi itu muncul dalam salah satu unggahan Akun Intel Imut di platform X.
Diketahui bahwa Aksi #IndonesiaGelap tersebut untuk merespon situasi terkini atas kebijakan Prabowo dan mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi seperti Makan Bergizi Gratis, pemotongan anggaran, kabinet gemuk, tunjangan kinerja dosen dan lain-lain.
Aksi yang melibatkan banyak mahasiswa itu digelar pada 17, 20, dan 21 Februari 2025 di Jakarta dan sejumlah daerah lain.
Lantas benarkah narasi yang disampaikan?
Narasi itu muncul dalam salah satu unggahan Akun Intel Imut di platform X.
Diketahui bahwa Aksi #IndonesiaGelap tersebut untuk merespon situasi terkini atas kebijakan Prabowo dan mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi seperti Makan Bergizi Gratis, pemotongan anggaran, kabinet gemuk, tunjangan kinerja dosen dan lain-lain.
Aksi yang melibatkan banyak mahasiswa itu digelar pada 17, 20, dan 21 Februari 2025 di Jakarta dan sejumlah daerah lain.
Lantas benarkah narasi yang disampaikan?
Hasil Cek Fakta
Melansir hasil verifikasi Tempo, diketahui bahwa narasi tersebut tidak memiliki bukti-bukti akurat. Aksi #IndonesiaGelap merupakan aksi massa yang melibatkan beragam kelompok masyarakat sipil. Aksi ini tidak terkait dengan pendanaan dari USAID yang telah ditutup oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebelumnya tempo juga menerbitkan artikel yang menjelaskan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi memerintahkan penutupan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Semua stafnya diperintahkan untuk kembali ke Amerika Serikat paling lambat Jumat, 7 Februari 2025.
Aksi Indonesia Gelap tersebut dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan yang terdiri dari 340 badan mahasiswa, sehingga tidak ada hubungannya dengan USAID.
Sebelumnya tempo juga menerbitkan artikel yang menjelaskan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi memerintahkan penutupan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Semua stafnya diperintahkan untuk kembali ke Amerika Serikat paling lambat Jumat, 7 Februari 2025.
Aksi Indonesia Gelap tersebut dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan yang terdiri dari 340 badan mahasiswa, sehingga tidak ada hubungannya dengan USAID.
Kesimpulan
Berdasarkanpenjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa klaim aksi mahasiswa Indonesia Gelap dibiayai oleh USAID adalah keliru.
(GFD-2025-25839) Keliru: Siti Fadilah Promosikan Pengobatan Diabetes dengan Metode Fenugreek Temuan Tony Setiobudi
Sumber:Tanggal publish: 25/02/2025
Berita
Sebuah video beredar di Facebook [arsip] menampilkan mantan Menteri Kesehatan dokter Siti Fadilah Supari mempromosikan pengobatan diabetes dengan metode fenugreek dan moringa hasil temuan dokter Tony Setiobudi. Menurutnya, metode tersebut dapat menghilangkan diabetes dalam 24 jam.
Selain sosok Siti Fadilah, dalam video tersebut juga menampilkan pernyataan Tony Setiobudi. Dia menyampaikan hasil penelitiannya tentang penyebab diabetes.
Lalu benarkah dokter Siti Fadilah Supari mempromosikan metode fenugreek temuan dokter Tony Setiobudi untuk menyembuhkan diabetes?
Selain sosok Siti Fadilah, dalam video tersebut juga menampilkan pernyataan Tony Setiobudi. Dia menyampaikan hasil penelitiannya tentang penyebab diabetes.
Lalu benarkah dokter Siti Fadilah Supari mempromosikan metode fenugreek temuan dokter Tony Setiobudi untuk menyembuhkan diabetes?
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Tempo memeriksa klaim video ini dengan bantuan Google Lens dan penelusuran YouTube dengan kata kunci. Hasilnya menunjukkan bahwa video Siti Fadilah Supari mempromosikan metode fenugreek temuan Tony Setiobudi untuk penyembuhan diabetes adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan.
Faktanya, video Siti Fadillah Supari tersebut pernah diunggah di akun YouTube Siti Fadilah Supari Channel pada 25 Januari 2025 dengan judul “BPJS VS Kemenkes”.
Dalam video berdurasi 11 menit 41 detik tersebut, Siti membahas pernyataan Menkes Budi Gunadi di media online terkait BPJS yang seolah-olah ada aturan baru.
“Menkes mengatakan bahwa BPJS tidak bisa menanggung semua biaya pengobatan, sisanya di-cover asuransi swasta. Seolah-olah ada aturan baru. Tapi setelah saya cek, ternyata tidak ada perubahan di BPJS,” kata Siti dalam video tersebut.
Pengamatan Tempo dari awal hingga akhir video, Siti tidak membahas pengobatan diabetes dengan metode fenugreek seperti yang terdapat dalam unggahan di atas.
Sementara itu, potongan video Tony Setiobudi, aslinya berasal dari video di akun YouTube Dr Tony Setiobudi - Mount Elizabeth Hospital berjudul Masukan Ke Menteri Kesehatan Tentang RUU Omnibus Law Kesehatan. Video berdurasi 14 menit 49 detik tersebut diunggah pada 17 Maret 2023.
Dalam perkenalannya di awal video itu, Tony menyebut sebagai dokter spesialis bedah tulang di Rumah Sakit Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Ia ingin memberi masukan kepada Menkes agar dunia kedokteran di Indonesia maju dan pasien-pasien bisa percaya kepada dokter. Ia tidak menyampaikan hasil penelitiannya tentang pengobatan diabetes seperti yang ada dalam video unggahan di atas.
Tim Cek Fakta Tempo memeriksa keaslian suara pada video menggunakan HIVE Moderation. Hasil AI-Generated Content Detection ini menunjukkan bahwa 95% video Siti Fadilah Supari dan Tony Setiobudi itu merupakan deepfake.
Faktanya, video Siti Fadillah Supari tersebut pernah diunggah di akun YouTube Siti Fadilah Supari Channel pada 25 Januari 2025 dengan judul “BPJS VS Kemenkes”.
Dalam video berdurasi 11 menit 41 detik tersebut, Siti membahas pernyataan Menkes Budi Gunadi di media online terkait BPJS yang seolah-olah ada aturan baru.
“Menkes mengatakan bahwa BPJS tidak bisa menanggung semua biaya pengobatan, sisanya di-cover asuransi swasta. Seolah-olah ada aturan baru. Tapi setelah saya cek, ternyata tidak ada perubahan di BPJS,” kata Siti dalam video tersebut.
Pengamatan Tempo dari awal hingga akhir video, Siti tidak membahas pengobatan diabetes dengan metode fenugreek seperti yang terdapat dalam unggahan di atas.
Sementara itu, potongan video Tony Setiobudi, aslinya berasal dari video di akun YouTube Dr Tony Setiobudi - Mount Elizabeth Hospital berjudul Masukan Ke Menteri Kesehatan Tentang RUU Omnibus Law Kesehatan. Video berdurasi 14 menit 49 detik tersebut diunggah pada 17 Maret 2023.
Dalam perkenalannya di awal video itu, Tony menyebut sebagai dokter spesialis bedah tulang di Rumah Sakit Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Ia ingin memberi masukan kepada Menkes agar dunia kedokteran di Indonesia maju dan pasien-pasien bisa percaya kepada dokter. Ia tidak menyampaikan hasil penelitiannya tentang pengobatan diabetes seperti yang ada dalam video unggahan di atas.
Tim Cek Fakta Tempo memeriksa keaslian suara pada video menggunakan HIVE Moderation. Hasil AI-Generated Content Detection ini menunjukkan bahwa 95% video Siti Fadilah Supari dan Tony Setiobudi itu merupakan deepfake.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan video mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang mempromosikan metode fenugreek temuan Tony Setiobudi untuk menyembuhkan diabetes adalah keliru.
Video merupakan hasil rekayasa menggunakan AI-generated audio.
Video merupakan hasil rekayasa menggunakan AI-generated audio.
Rujukan
Halaman: 2053/7906





