• (GFD-2025-26803) [SALAH] Video Ribuan Tumpukan Motor Sitaan Akibat Tidak Bisa Nebus

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 01/05/2025

    Berita

    Sebuah video [arsip] yang diunggah oleh akun X “@21_mozza”” pada Selasa (8/4/2025), menunjukkan kondisi banyaknya tumpukan motor dalam kondisi tidak terawat. Unggahan itu dinarasikan bahwa motor tersebut merupakan hasil sitaan oleh pihak kepolisian, dan tidak bisa ditebus oleh masyarakat.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran sumber tersebut melalui alat pencarian “InVid” dengan Google. Hasilnya, ditemukan sebuah unggahan serupa oleh akun [ini], [ini], [ini], dan [ini].

    Pada unggahan dari beberapa akun tersebut ada yang menyebutkan bahwa video itu diambil dari negara Nigeria. Namun tidak bisa dipastikan dengan jelas apakah video tersebut benar-benar dari Nigeria atau wilayah lainnya.

    Berikutnya, tim pemeriksa fakta melakukan pengamatan lebih lanjut dari video tersebut. Dari beberapa durasi dalam video tersebut, ditemukan beberapa motor yang masih terpasang plat nomor putih dengan tulisan hitam. Ukuran plat nomor tersebut terlihat lebih tinggi dibanding dengan plat nomor Indonesia.

    Dari hasil pengamatan yang ditemukan, walaupun belum bisa dipastikan dari mana video tersebut diambil namun bisa dipastikan bahwa tumpukan motor tersebut bukan di Indonesia.

    Kesimpulan

    Unggahan “video ribuan tumpukan motor sitaan akibat tidak bisa nebus” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-26752) Keliru: Video Terawan Agus Putranto Promosikan Obat Nyeri Sendi Punggung

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/04/2025

    Berita

    SEBUAH video beredar di Facebook [arsip] berisi klaim, mantan Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto menganjurkan obat oles untuk nyeri sendi pada punggung, lutut, dan leher.

    Dalam video itu sosok dr. Terawan yang berkemeja putih terlilhat berbicara dengan latar belakang rak buku berwarna merah. Ia membahas nyeri persendian yang tidak boleh diremehkan dan menawarkan obat oles berbahan alami.



    Namun, benarkah video yang menampilkan sosok dr Terawan itu asli?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video tersebut menggunakan layanan reverse image search dan menggunakan kata kunci di mesin pencari Google. Selain itu, Tempo juga menggunakan alat untuk mendeteksi kecerdasan buatan. Hasilnya, video tersebut telah disunting dengan mengubah audio Terawan menggunakan alat kecerdasan buatan.

    Pemeriksaan secara visual mendapatkan gerakan mulut dan audio tidak sinkron. Gerakan mulut terlihat lebih lambat daripada audio. Biasanya mulut memang kerap menjadi area yang paling menunjukkan jejak visual hasil rekayasa.  

    Selain itu, nada bicara dan tubuh dr. Terawan dalam video itu juga terlihat janggal karena tidak berubah sepanjang 2:26 menit durasi video. 



    Analisis menggunakan Hive Moderation menyimpulkan, 99,9 persen kemungkinan video telah direkayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). terutama pada bagian audio, sebesar 99 persen.



    Potongan gambar Terawan ternyata diambil dari video wawancaranya dalam program  acara Blak-blakan Detik.com yang dipublikasikan pada 1 November 2019. Dalam acara itu, Terawan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai jabatannya sebagai Menteri Kesehatan RI dan permasalahan tata kelola pelayanan kesehatan di Indonesia.

    Terawan sama sekali tidak mempromosikan obat oles untuk menyembuhkan nyeri sendi.  

    Bukan Spesialis Tulang

    Dilansir website Siloam Hospital, permasalahan sendi merupakan bidang yang biasa ditangani dokter spesialis ortopedi. Keahlian spesialis mereka ialah menangani masalah pada sistem muskuloskeletal, yang meliputi tulang, otot, sendi, saraf, ligamen, serta jaringan yang menghubungkan tulang dan tendon (sendi).

    Sementara, Terawan bukan dokter spesialis ortopedi. Dia merupakan dokter militer dengan spesialisasi radiologi, sebagaimana dilaporkan Tempo. Dilansir website Primaya Hospital, spesialisasi radiologi merupakan cabang kedokteran yang menggunakan teknologi radiasi, elektromagnetik, dan akustik untuk melihat ke dalam tubuh manusia.

    Menurut situs kesehatan, Medical News Today, penyebab umum nyeri punggung meliputi ketegangan otot, dan beberapa kondisi kronis, seperti patah tulang akibat osteoporosis. Nyeri punggung dapat berasal dari otot, tulang, atau ligamen tulang belakang. Bisa juga berasal dari sumsum tulang belakang dan saraf atau masalah pada organ dalam.

    Penyembuhan nyeri sendi sangat tergantung pada penyebab nyeri tersebut dan tingkat keparahan. Pada kasus yang ringan, perawatan di rumah dapat dilakukan dengan peregangan dan kompres. Namun pada kasus tertentu dengan mengkonsumsi obat anti-nyeri, terapi fisik, suntikan, dan operasi.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar menampilkan dr Terawan mempromosikan obat oles nyeri sendi adalah klaim yang keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26757) [SALAH] Gaji PNS dan Pensiunan Resmi Naik 16 Persen Tahun 2025

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 30/04/2025

    Berita

    Akun Facebook “Insidelombok” membagikan foto [arsip] berisi narasi:
    “Gaji PNS dan Pensiunan Rasmi Naik 16 Persen di Tahun 2025”

    Hingga Selasa (29/4/2025) unggahan tersebut telah disukai oleh 78 pengguna dan menuai 41 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Periksa Fakta kompas.com.

    Vino Dita Tama, Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui kompas.com mengonfirmasi bahwa belum ada pembahasan mengenai kenaikan gaji PNS pada 2025.

    “Sampai saat ini belum ada pembahasan terkait hal tersebut di ranah teknis,” katanya pada Selasa (8/4/2025).

    Gaji PNS tahun lalu mengalami kenaikan 8 persen yang berlaku mulai 1 Januari 2024, besarannya diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024 dan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2025. Besaran gaji PNS saat ini masih mengacu ke beleid tersebut.

    Unggahan Facebook “Insidelombok” mengklaim informasi tersebut berasal dari GNFI. Namun, GNFI tidak pernah memberitakan soal kenaikan gaji PNS sebesar 16 persen. Dalam artikel GNFI yang tayang pada Senin (20/1/2025), hanya disebutkan bahwa kenaikan gaji PNS sebesar 8 persen mulai dibayarkan Februari 2025, merujuk pada kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah sejak tahun sebelumnya. Tidak ada informasi mengenai kenaikan gaji baru di tahun 2025 seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “gaji PNS dan pensiunan resmi naik 16 persen tahun 2025” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2025-26758) [SALAH] Naik KRL Tidak Bisa Pakai e-Money Bank Mandiri

    Sumber: X.com
    Tanggal publish: 30/04/2025

    Berita

    Pada Rabu (23/4/2025) akun Facebook “Noeray Margonda“ membagikan gambar [arsip] mengeklaim E-money Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket KRL mulai 23 April 2025.

    Narasi [arsip] serupa juga ditemukan di akun X “@AnkerTwiter” pada Selasa (22/4/2025).

    Hingga Rabu (30/4/25), unggahan telah mendapatkan 8 tanda suka dan 18 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari pemberitaan cnnindonesia.com

    VP Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) Joni Martinus menegaskan pembayaran tiket KRL Commuter Line masih bisa dilakukan dengan metode-metode yang berlaku selama ini.

    “KAI Commuter menyampaikan bahwa postingan di media sosial dan broadcast message yang ramai terkait penggunaan Kartu Bank Elektronik E-Money Mandiri sudah tidak bisa digunakan lagi untuk transaksi pembayaran tiket Commuter Line mulai 23 April 2025 adalah merupakan berita bohong atau hoaks,” kata Joni melalui pesan singkat, Selasa (22/4).

    Ia menegaskan informasi yang akurat hanya disampaikan secara resmi oleh manajemen KAI Commuter melalui akun resmi perusahaan @commuterline atau informasi langsung yang diberikan oleh pejabat berwenang di KAI Commuter kepada wartawan media massa.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “naik KRL tidak bisa pakai e-money Bank Mandiri” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan