KOMPAS.com - Bintang film Taiwan, Barbie Hsu meninggal dunia di Jepang pada awal Februari 2025. Artis yang dikenal karena perannya di drama televisi Meteor Garden itu meninggal karena penyakit pneumonia.
Kemudian, di media sosial muncul video yang diklaim menampilkan momen ketika jenazah Barbie Hsu dikremasi.
Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video itu hoaks dan informasinya perlu diluruskan.
Video yang diklaim menampilkan momen jenazah Barbie Hsu dikremasi muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Dalam video tampak sebuah peti dimasukkan ke mesin kremasi. Kemudian, terdapat anak kecil yang menangis saat melihatnya.
Berikut keterangan teks yang disampaikan:
Kremasi artis Meteor Garden
Proses kremasi artis Meteor Garden Barbie Hsu Meninggal pada 2 Februari 2025
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang diklaim menampilkan proses ketika jenazah arbie Hsu dikremasi
(GFD-2025-25863) [HOAKS] Video Ini adalah Momen Ketika Jenazah Barbie Hsu Dikremasi
Sumber:Tanggal publish: 25/02/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com video itu telah beredar sejak 29 Desember 2024, sebelum Barbie Hsu meninggal pada awal Februari 2025.
Video itu identik dengan unggahan di akun TikTok ini.
Terdapat tulisan ucapan duka berbahasa Vietnam di dalam video. Kemudian, disebutkan bahwa video diambil di Distrik Nhon Trach, Vietnam.
Sehingga, dapat dipastikan video tersebut tidak terkait dengan proses kremasi jenazah Barbie Hsu.
Dikutip dari The Straits Times, jenazah Barbie Hsu dikremasi di Jepang. Abu kremasinya kemudian dibawa pulang ke Taiwan pada 5 Februari 2025.
Suami Barbie Hsu, Koo Jun-yup, terlihat membawa guci jenazah Barbie Hsu ke dalam mobil usai tiba di Bandara Songshan Taipei.
Video itu identik dengan unggahan di akun TikTok ini.
Terdapat tulisan ucapan duka berbahasa Vietnam di dalam video. Kemudian, disebutkan bahwa video diambil di Distrik Nhon Trach, Vietnam.
Sehingga, dapat dipastikan video tersebut tidak terkait dengan proses kremasi jenazah Barbie Hsu.
Dikutip dari The Straits Times, jenazah Barbie Hsu dikremasi di Jepang. Abu kremasinya kemudian dibawa pulang ke Taiwan pada 5 Februari 2025.
Suami Barbie Hsu, Koo Jun-yup, terlihat membawa guci jenazah Barbie Hsu ke dalam mobil usai tiba di Bandara Songshan Taipei.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan momen ketika jenazah Barbie Hsu dikremasi merupakan hoaks dan informasi keliru.
Video yang beredar merupakan proses kremasi jenazah di Vietnam. Video itu telah beredar sebelum Barbie Hsu meninggal pada awal Februari 2025.
Adapun jenazah Barbie Hsu dikremasi di Jepang.
Video yang beredar merupakan proses kremasi jenazah di Vietnam. Video itu telah beredar sebelum Barbie Hsu meninggal pada awal Februari 2025.
Adapun jenazah Barbie Hsu dikremasi di Jepang.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1362614744912287
- https://www.facebook.com/reel/1811138313036693
- https://www.facebook.com/share/v/1F7JR6ezpy/
- https://www.facebook.com/reel/1062583765634842
- https://www.tiktok.com/@thien.an.long/video/7453715769617141010
- https://www.straitstimes.com/life/entertainment/barbie-hsus-ashes-back-in-taiwan-no-memorial-will-be-held
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25875) [SALAH] Mobil Terbakar Jalan Sendiri Dikemudikan Arwah
Sumber: facebook.comTanggal publish: 25/02/2025
Berita
Ditemukan unggahan video [arsip] diunggah oleh akun Facebook “Nanda Suhada” yang menunjukkan sebuah mobil terbakar, namun dengan mengejutkan tiba-tiba berjalan kembali menuju arah kerumunan. Dalam video tersebut disebutkan mobil itu berjalan karena dikendalikan oleh arwah korban yang terbakar di dalam mobil tersebut.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran mengenai informasi tersebut melalui alat pencarian gambar pada Google. Hasilnya, ditemukan video serupa pada akun X (twitter) filsavat [arsip] yang diunggah pada Desember 2024.
Video tersebut juga pernah diklarifikasi oleh pemeriksa fakta Kompas.com dalam artikelnya berjudul [KLARIFIKASI] Video Perlihatkan Mobil Terbakar, Bukan Dikemudikan Arwah, tayang Kamis (17/10/2024).
Dalam keterangannya yang melansir dari Times of India, pengendara mobil itu bernama Jitendra Jangid. Ia mengendarai mobil tersebut menuju Sudarshanpura Pulia pada 12 Oktober 2024. Menurut keterangan polisi, mobil itu sedang menuruni jalan layang Ajmer ketika Jitendra melihat asap keluar dari AC mobil dan membuatnya panik.
Berjalannya mobil saat api menyebar dengan cepat lantaran api sudah mulai merusak rem tangan mobil. Selain itu, dengan kondisi jalanan yang sedikit menurun juga membuat mobil terbakar berjalan sendiri menuju kerumunan hingga menabrak sepeda yang diparkir sebelum berhenti setelah menabrak pembatas jalan.
Video tersebut juga pernah diklarifikasi oleh pemeriksa fakta Kompas.com dalam artikelnya berjudul [KLARIFIKASI] Video Perlihatkan Mobil Terbakar, Bukan Dikemudikan Arwah, tayang Kamis (17/10/2024).
Dalam keterangannya yang melansir dari Times of India, pengendara mobil itu bernama Jitendra Jangid. Ia mengendarai mobil tersebut menuju Sudarshanpura Pulia pada 12 Oktober 2024. Menurut keterangan polisi, mobil itu sedang menuruni jalan layang Ajmer ketika Jitendra melihat asap keluar dari AC mobil dan membuatnya panik.
Berjalannya mobil saat api menyebar dengan cepat lantaran api sudah mulai merusak rem tangan mobil. Selain itu, dengan kondisi jalanan yang sedikit menurun juga membuat mobil terbakar berjalan sendiri menuju kerumunan hingga menabrak sepeda yang diparkir sebelum berhenti setelah menabrak pembatas jalan.
Kesimpulan
Unggahan video “mobil terbakar berjalan sendiri dikemudikan arwah” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
(Ditulis oleh Arief Putra Ramadhan)
(Ditulis oleh Arief Putra Ramadhan)
Rujukan
- http[kompas.com] [KLARIFIKASI] Video Perlihatkan Mobil Terbakar, Bukan Dikemudikan Arwah [timesofindia.indiatimes.com] Panic Grips Jaipurnas Burning Car Sans Driver Speeds Through Traffic
- https://www.facebook.com/gondiel.pangerangraver/reels/ (akun Facebook “Nanda Suhada”)
- https://www.facebook.com/reel/1150193029814079 (tautan unggahan video oleh akun facebook “Nanda Suhada”)
- https://archive.ph/lmQCG (arsip unggahan video oleh akun facebook “Nanda Suhada”)
(GFD-2025-25828) Cek Fakta: Pembagian Uang ke Mahasiswa yang Ikut Aksi Indonesia Gelap Februari 2025
Sumber:Tanggal publish: 25/02/2025
Berita
Suara.com - Beredar di media sosial sejumlah video dan foto di Tiktok serta Facebook yang memuat klaim mengenai pembagian uang kepada mahasiswa yang ikut aksi 'Indonesia Gelap' pada Februari 2025.
Video tersebut memperlihatkan mahasiswa mengenakan jas almamater warna kuning dan biru yang membagikan kertas mirip uang yang diklaim sebagai bayaran karena telah menggelar unjuk rasa selama sepekan terakhir.
Lantas benarkah narasi atau klaim yang disampaikan dalam unggahan tersebut?
Video tersebut memperlihatkan mahasiswa mengenakan jas almamater warna kuning dan biru yang membagikan kertas mirip uang yang diklaim sebagai bayaran karena telah menggelar unjuk rasa selama sepekan terakhir.
Lantas benarkah narasi atau klaim yang disampaikan dalam unggahan tersebut?
Hasil Cek Fakta
Melansir Tempo, telah dilakukan penelusuran fakta dengan mencari petunjuk informasi tentang gambar tersebut menggunakan layanan reverse image search Google.
Ditemukan hasil bahwa uang yang tampak dipegang oleh sejumlah mahasiswa itu merupakan uang kertas mainan sebagai properti protes simbolik ketika berunjuk rasa menolak kenaikan PPN 12 Persen pada Desember 2024.
Lewat akun Instagram Bangsamahardika, platform media untuk advokasi gerakan rakyat, menjelaskan bahwa konten yang menyebut bagi-bagi uang untuk mahasiswa yang berunjuk rasa ‘Indonesia Gelap’ tersebut disebarkan pertama kali oleh akun Seputar Gerindra di TikTok. Akan tetapi akun tersebut tidak bisa ditemukan lagi saat dicek pada Jumat sore, 21 Februari 2025.
Diperoleh juga penjelasan dari mantan Ketua BEM Polimedia Jakarta itu melalui pesan Instagram dan Ia menjelaskan hal yang sama. Ia mengatakan gambar itu tidak menunjukkan aksi demonstrasi mereka dibiayai pihak luar, karena kertas itu uang mainan sebagai perlengkapan aksi saat itu.
“Uang mainan itu akan dilemparkan bersamaan untuk menunjukan bukti kerakusan para penguasa,” kata Reza, Kamis, 20 Februari 2025.
Ia menerangkan bahwa aksi mahasiswa tidak dibayar oleh siapapun karena murni untuk menyuarakan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, imbas kebijakan dari pemerintah.
Sejumlah media juga memberitakan aksi melempar uang mainan tersebut saat unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan PPN 12 persen pada 27 Desember 2024. Pikiran Rakyat misalnya, menurunkan berita berjudul Sindir Pemerintah, BEM SI Lempar Uang Mainan di Demo Tolak PPN 12 Persen.
Foto yang ditayangkan terlihat uang mainan berceceran di jalanan beraspal. Berita serupa juga ditayangkan oleh Disway.Id, berjudul Demo Tolak PPN 12 Persen, BEM SI Lemparkan Uang ke Arah Istana Negara.
Ditemukan hasil bahwa uang yang tampak dipegang oleh sejumlah mahasiswa itu merupakan uang kertas mainan sebagai properti protes simbolik ketika berunjuk rasa menolak kenaikan PPN 12 Persen pada Desember 2024.
Lewat akun Instagram Bangsamahardika, platform media untuk advokasi gerakan rakyat, menjelaskan bahwa konten yang menyebut bagi-bagi uang untuk mahasiswa yang berunjuk rasa ‘Indonesia Gelap’ tersebut disebarkan pertama kali oleh akun Seputar Gerindra di TikTok. Akan tetapi akun tersebut tidak bisa ditemukan lagi saat dicek pada Jumat sore, 21 Februari 2025.
Diperoleh juga penjelasan dari mantan Ketua BEM Polimedia Jakarta itu melalui pesan Instagram dan Ia menjelaskan hal yang sama. Ia mengatakan gambar itu tidak menunjukkan aksi demonstrasi mereka dibiayai pihak luar, karena kertas itu uang mainan sebagai perlengkapan aksi saat itu.
“Uang mainan itu akan dilemparkan bersamaan untuk menunjukan bukti kerakusan para penguasa,” kata Reza, Kamis, 20 Februari 2025.
Ia menerangkan bahwa aksi mahasiswa tidak dibayar oleh siapapun karena murni untuk menyuarakan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, imbas kebijakan dari pemerintah.
Sejumlah media juga memberitakan aksi melempar uang mainan tersebut saat unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan PPN 12 persen pada 27 Desember 2024. Pikiran Rakyat misalnya, menurunkan berita berjudul Sindir Pemerintah, BEM SI Lempar Uang Mainan di Demo Tolak PPN 12 Persen.
Foto yang ditayangkan terlihat uang mainan berceceran di jalanan beraspal. Berita serupa juga ditayangkan oleh Disway.Id, berjudul Demo Tolak PPN 12 Persen, BEM SI Lemparkan Uang ke Arah Istana Negara.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa narasi yang mengatakan gambar yang beredar memperlihatkan mahasiswa demonstran ‘Indonesia Gelap’ yang sedang bagi-bagi uang bayaran karena telah melakukan aksi adalah klaim keliru.
(GFD-2025-25832) CEK FAKTA: Mie Gacoan Disegel karena Mengandung Minyak Babi
Sumber:Tanggal publish: 25/02/2025
Berita
Suara.com - Beredar kabar Mie Gacoan mengandung minyak babi. Outlet Mie Gacoan juga dikabarkan telah disegel oleh Satpol PP jelang bulan Ramadhan 2025.
Adapun kabar Mie Gacoan mengandung minyak babi awalnya beredar luas di TikTok. Video Mie Gacoan mengandung minyak babi dan disegel makin viral setelah dibagikan lewat pesan broadcast di WhatsApp.
Salah satu video dibagikan oleh akun TikTok @musafir.cinta339. Dalam video, terlihat Satpol PP sedang melakukan penyegelan sebuah outlet Mie Gacoan.
Akun TikTok ini kemudian menuliskan narasi jika Mie Gacoan disegel karena mengandung minyak babi.
"Mie Gacoan disegel mengandung minyak babi," tulis akun TikTok @musafir.cinta339.
Lantas benarkah kabar Mie Gacoan disegel karena mengandung minyak babi?
Adapun kabar Mie Gacoan mengandung minyak babi awalnya beredar luas di TikTok. Video Mie Gacoan mengandung minyak babi dan disegel makin viral setelah dibagikan lewat pesan broadcast di WhatsApp.
Salah satu video dibagikan oleh akun TikTok @musafir.cinta339. Dalam video, terlihat Satpol PP sedang melakukan penyegelan sebuah outlet Mie Gacoan.
Akun TikTok ini kemudian menuliskan narasi jika Mie Gacoan disegel karena mengandung minyak babi.
"Mie Gacoan disegel mengandung minyak babi," tulis akun TikTok @musafir.cinta339.
Lantas benarkah kabar Mie Gacoan disegel karena mengandung minyak babi?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Suara.com, kabar Mie Gacoan disegel karena mengandung minyak babi adalah hoaks.
Video viral itu memang berisi penyegelan outlet Mie Gacoan di Serpong, Tangerang Selatan.
Kendati demikian, penyebabnya bukan karena makanan yang disajikan mengandung minyak babi, melainkan pihak pengelola Mie Gacoan belum mengurus izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Outlet Mie Gacoan itu juga sudah mulai beroperasi padahal belum memiliki PBG. Alhasil, pihak Satpol PP Kota Tangerang Selatan melakukan penyegelan.
Mie Gacoan juga dipastikan tidak mengandung minyak babi. Berdasarkan laman resminya, Mie Gacoan sudah memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Berdasarkan penetapan halal produk MUI, PT. Pesta Pora Abadi selaku pemilik produk Mie Gacoan sudah mengantongi Sistem Jaminan Halal. Sertifikat Halal Mie Gacoan diterbitkan di Jakarta pada 17 November 2022 dan berlaku sampai 17 November 2026.
Video viral itu memang berisi penyegelan outlet Mie Gacoan di Serpong, Tangerang Selatan.
Kendati demikian, penyebabnya bukan karena makanan yang disajikan mengandung minyak babi, melainkan pihak pengelola Mie Gacoan belum mengurus izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Outlet Mie Gacoan itu juga sudah mulai beroperasi padahal belum memiliki PBG. Alhasil, pihak Satpol PP Kota Tangerang Selatan melakukan penyegelan.
Mie Gacoan juga dipastikan tidak mengandung minyak babi. Berdasarkan laman resminya, Mie Gacoan sudah memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Berdasarkan penetapan halal produk MUI, PT. Pesta Pora Abadi selaku pemilik produk Mie Gacoan sudah mengantongi Sistem Jaminan Halal. Sertifikat Halal Mie Gacoan diterbitkan di Jakarta pada 17 November 2022 dan berlaku sampai 17 November 2026.
Kesimpulan
Berdasarkan kumpulan fakta di atas, maka narasi Mie Gacoan disegel karena mengandung minyak babi adalah kabar hoaks. Kabar tersebut masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Halaman: 2052/7907


