(GFD-2025-26916) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Foto ini Tank Israel Jadi Lapak Sayur dan Buah
Sumber:Tanggal publish: 11/05/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim tank milik Israel dijadikan lapak sayur dan buah beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 31 Januari 2025.
Dalam foto tersebut, terlihat sebuah tank terparkir di depan sebuah ruko. Pada bagian depan tank, tampak berderet sayur-sayuran dan buah-buahan, mirip kios pedagang kaki lima di pasar. Tank dalam foto itu disebut-sebut milik Israel dan telah diubah menjadi lapak sayur dan buah.
"Tank Zionis Israel
Menjadi Lapak sayur dan buah š¤£," tulis salah satu akun Facebook.
Benarkah dalam foto itu merupakan tank milik Israel yang diubah menjadi lapak sayur dan buah? Berikut penelusurannya.
Ā
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim tank milik Israel dijadikan lapak sayur dan buah. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto tersebut ke situs Google Images.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai foto tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Esad'ın tankları meyve tezgahı oldu" yang dimuat situs ntv.com.tr pada 16 Desember 2024.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa tank yang dijadikan lapak sayur dan buah merupakan tank milik pasukan rezim eks Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Tank dalam foto tersebut sengaja dimanfaatkan seorang warga Suriah untuk berjualan buah sayuran dan buah-buahan, setelah rezim Bashar al-Assad runtuh.
Ā
Kesimpulan
Foto yang diklaim tank milik Israel dijadikan lapak sayur dan buah ternyata tidak benar. Faktanya, tank dalam foto tersebut merupakan tank milik pasukan rezim eks Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Ā
Rujukan
(GFD-2025-26906) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Undian Berhadiah Simpedes BRI
Sumber:Tanggal publish: 10/05/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran undian berhadiah Simpedes BRI, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 Mei 2025.
klaim link pendaftaran undian berhadiah Simpedes BRI,berupa poster digital bertuliskan
"Gebyar Undian Berhadiah 2025
PANEN HADIAH SIMPEDES BANK BRI"
Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"āDapatkan Kupon Undian Anda sekarang hanya dengan menekan tombol DAFTAR dibawah š
kamu langsung bisa memenangkan total 17.828 hadiah lainnya yang menunggu. ššÆ
*Info Hadiah telah dijelaskan digambar dibawah
*Pajak sudah ditanggung 100% oleh pihak BankBRIš"
Unggahan tersebut disertai dengan link sebagai pendaftaran, jika diklik mengarah pada situs yang menampilkan formulir digital yang meminta sejumlah data pribadi, berikut linknya:
https://klikfstv2000.registid.com/cgi-sys/defaultwebpage.cgi
Benarkah klaim link pendaftaran undian berhadiah Simpedes BRI? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran undian berhadiah Simpedes BRI, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Waspada Penipuan Online Mencatut BRI di Media Sosial, Simak Cara Lindungi Diri Anda" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 1 September 2024.
Dalam artikel Liputan6.com,Ā Direktur BRI, Andrijanto,Ā mengingatkan agar nasabah tetap waspada dan tidak memberikan informasi pribadi atau data perbankan kepada pihak yang tidak jelas atau tidak resmi.
"Hindari memberikan data pribadi seperti nomor rekening, nomor kartu, PIN, username dan password internet banking, OTP, dan informasi sensitif lainnya melalui tautan atau situs yang tidak terverifikasi," tegasnya.
Belakangan ada pihak yang memanfaatkan nama besar PTĀ Bank Rakyat IndonesiaĀ Tbk. (BRI) untuk menjerat korban, dengan berbagai modus yang sulit dibedakan dari komunikasi resmi.
Modus yang sering digunakan adalah melalui pesan-pesan yang mengklaim berasal dariĀ BRI, baik melalui email, SMS, maupun media sosial seperti Facebook, X, dan Instagram. Salah satu taktik favorit mereka adalah menawarkan undian berhadiah menggiurkan, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah.
Contohnya, bulan lalu, muncul penipuan online yang mengatasnamakan BRImo FSTVL di media sosial. Mereka mengiming-iming hadiah fantastis, namun ternyata itu semua hanyalah jebakan. Link yang mereka bagikan, bukanlah situs resmi BRI.
Ingat, situs resmi BRI hanya dapat diakses melalui https://bri.co.id/.
Penelusuran mengarah pada tulisan berjudulĀ "Waspada Modus Social Engineering"Ā yang dimuat situs resmi BRI bri.co.id, tulisan tersebut memuat infografis yang mengimbau masyarakat untuk mewaspadaiĀ social engineeringĀ yaitu sebuah teknik memperoleh informasi rahasia dengan cara menipu atau memanipulasi korban.
BRI pun mengingatkan agar kita selalu waspada terhadap setiap email, WhatsAp, telepon, alamat web atau tautan dan akun yang mentasnamakan BRI.
Selain itu juga menjaga kerahasiaan data seperti PIN, password, OTP, CVV/CVC dan M-token agar tidak diberitahukan pada pihak manapun termasuk pertugas BRI.
Ā
Kesimpulan
Hasil penelusuranĀ Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran undian berhadiah Simpedes BRI tidak benar.
Ada pihak yang memanfaatkan nama besar PTĀ Bank Rakyat IndonesiaĀ Tbk. (BRI) untuk menjerat korban penipuan, dengan berbagai modus yang sulit dibedakan dari komunikasi resmi.
Modus yang sering digunakan adalah melalui pesan-pesan yang mengklaim berasal dariĀ BRI, baik melalui email, SMS, maupun media sosial seperti Facebook, X, dan Instagram. Salah satu taktik favorit mereka adalah menawarkan undian berhadiah menggiurkan, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah.
Rujukan
(GFD-2025-26910) Cek Fakta, video tentara India kibarkan bendera putih ke Pakistan
Sumber:Tanggal publish: 10/05/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) ā Sebuah unggahan di media sosial X menampilkan video disertai narasi tentara India mengibarkan bendera putih dan memohon kepada tentara Pakistan untuk melakukan gencatan senjata sementara.
Dalam unggahan tersebut, pengibaran bendera putih itu bertujuan untuk mengevakuasi rekan-rekannya yang gugur di medan perang. Unggahan tersebut dirilis pada Kamis (8/5/2025).
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
āMomen ketika pasukan India mengibarkan bendera putih, mereka memohon kepada tentara Pakistan agar diberi kesempatan untuk mengevakuasi rekan-rekannya yang tewas akibat pertempuran di perbatasan antara kedua negara. Dalam video tersebut terlihat pasukan Pakistan tidak melakukan tembakan saat proses evakuasi. Situasi akan berbeda jika pasukan Pakistan berada dalam posisi tentara India.ā
Namun, benarkah tentara India kibarkan bendera putih ke tentara Pakistan?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dalam unggahan tersebut, pengibaran bendera putih itu bertujuan untuk mengevakuasi rekan-rekannya yang gugur di medan perang. Unggahan tersebut dirilis pada Kamis (8/5/2025).
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
āMomen ketika pasukan India mengibarkan bendera putih, mereka memohon kepada tentara Pakistan agar diberi kesempatan untuk mengevakuasi rekan-rekannya yang tewas akibat pertempuran di perbatasan antara kedua negara. Dalam video tersebut terlihat pasukan Pakistan tidak melakukan tembakan saat proses evakuasi. Situasi akan berbeda jika pasukan Pakistan berada dalam posisi tentara India.ā
Namun, benarkah tentara India kibarkan bendera putih ke tentara Pakistan?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
ANTARA melakukan penelusuran dengan perangkat Google Lens, ditemukan banyak berita dengan foto serupa salah satunya berita berjudul āFact Check: 2019 video of Pak soldiers waving white flag NOW being pushed as Indian troops!ā yang dirilis oleh media asal India, India Today.
Video tersebut sebenarnya diambil pada Sabtu (14/9/2019), pada saat momen tentara Pakistan mengibarkan bendera putih sebagai permintaan gencatan senjata sementara, untuk mengevakuasi rekan mereka yang gugur di medan perang yang terletak di perbatasan kedua negara, tepatnya sepanjang Garis Kontrol (LoC).
Konflik India dan Pakistan semakin memanas pascaserangan di Lembah Baisaran, Pahalgam, Kashmir yang dikuasai India pada 22 April 2025. Sekelompok pria bersenjata membunuh 26 orang, termasuk 25 wisatawan dan satu penunggang kuda lokal, setelah memisahkan mereka dari perempuan dan anak.
Militer Pakistan melaporkan bahwa sedikitnya 31 orang tewas akibat serangan rudal dan tembakan lintas batas yang dilakukan oleh India di sepanjang Garis Kontrol (LoC), yang merupakan perbatasan de facto antara kedua negara.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Jumlah korban luka juga meningkat dari 46 menjadi 57 orang, sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Militer Pakistan, Letjen Ahmed Sharif Chaudhry, dalam konferensi pers pada Rabu (7/5/2025). Baca selengkapnya di sini.
Dengan demikian klaim tentara India mengibarkan bendera putih dan memohon kepada tentara Pakistan untuk gencatan senjata sementara adalah keliru. Fakta sebenarnya adalah sebaliknya, tentara yang mengibarkan bendera putih adalah tentara Pakistan yang terjadi pada 2019 lalu.
Baca juga : 31 sipil Tewas, 57 luka-luka bentrokan India-Pakistan di perbatasan
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright Ā© ANTARA 2025
Video tersebut sebenarnya diambil pada Sabtu (14/9/2019), pada saat momen tentara Pakistan mengibarkan bendera putih sebagai permintaan gencatan senjata sementara, untuk mengevakuasi rekan mereka yang gugur di medan perang yang terletak di perbatasan kedua negara, tepatnya sepanjang Garis Kontrol (LoC).
Konflik India dan Pakistan semakin memanas pascaserangan di Lembah Baisaran, Pahalgam, Kashmir yang dikuasai India pada 22 April 2025. Sekelompok pria bersenjata membunuh 26 orang, termasuk 25 wisatawan dan satu penunggang kuda lokal, setelah memisahkan mereka dari perempuan dan anak.
Militer Pakistan melaporkan bahwa sedikitnya 31 orang tewas akibat serangan rudal dan tembakan lintas batas yang dilakukan oleh India di sepanjang Garis Kontrol (LoC), yang merupakan perbatasan de facto antara kedua negara.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Jumlah korban luka juga meningkat dari 46 menjadi 57 orang, sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Militer Pakistan, Letjen Ahmed Sharif Chaudhry, dalam konferensi pers pada Rabu (7/5/2025). Baca selengkapnya di sini.
Dengan demikian klaim tentara India mengibarkan bendera putih dan memohon kepada tentara Pakistan untuk gencatan senjata sementara adalah keliru. Fakta sebenarnya adalah sebaliknya, tentara yang mengibarkan bendera putih adalah tentara Pakistan yang terjadi pada 2019 lalu.
Baca juga : 31 sipil Tewas, 57 luka-luka bentrokan India-Pakistan di perbatasan
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright Ā© ANTARA 2025
Rujukan
(GFD-2025-26911) Cek Fakta: Dua Orang Meninggal dalam Tawuran Antarpelajar SMK di Pati
Sumber:Tanggal publish: 10/05/2025
Berita
Murianews, Kudus ā Beredar kabar dua orang meninggal dunia dalam tawuran antarpelajar SMK di Pati, Jumat (9/5/2025). Yuk cek faktanya lebih dulu sebelum dibagikan.
Diketahui, peristiwa tawuran antarpelajar terjadi di Jalan Raya Pati-Gembong, Jumat (9/5/2025). Tawuran itu terjadi saat waktu salat Jumat.
Peristiwa itu pun terekam kamera netizen dan ramai beredar di Facebook. Salah satunya diunggah akun bernama Elang Bondol di Grup Facebook Pasar babe Kudus, Jumat (9/5/2025).
Pemilik akun itu mengunggah video saat sebuah ambulans mengevakuasi korban. Dalam unggahannya, ia menyebut tawuran antarpelajar di Pati itu menelan dua korban meninggal dunia.
āTawuran antar pelajar di Pati hari ini menelan 2 korban meninggal dunia,ā tulisnya.
Berikut tangkap layar unggahan video dari akun tersebut.
Tangkap layar unggahanĀ yang menyebutkan terdapat dua korban meninggal di tawuran antarpelajarĀ SMK di Pati, Jumat (9/5/2025). (Istimewa/Facebook)
Untuk melihat unggahan itu, dapat klik di sini.
Penelusuranā¦
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Murianews.com kemudian mencoba menelusuri kebenaran kabar tersebut dengan meminta konfirmasi pada Kepala Satuan Reskrim Polresta Pati, AKP Heri Dwi Utomo.
Hasilnya, tawuran itu mengakibatkan korban luka berat. Hingga saat ini, korban masih dalam keadaan sadar dan menjalani perawatan di RSUD Soewondo Pati.
āKorban luka berat saat ini telah dirujuk ke RSUD Soewondo Pati untuk menjalani tindakan medis CT Scan. Kondisi terakhir korban dalam keadaan sadar dan masih dapat berkomunikasi,ā katanya, Sabtu (10/5/2025).
Ia memastikan, kabar mengenai adanya korban meninggal di tawuran antarpelajar SMK itu adalah hoaks.
āKami sampaikan hal ini untuk meluruskan kabar yang beredar bahwa korban meninggal dunia,ā tegasnya.
Berita selengkapnya dapat klik di tautan ini.
Kesimpulanā¦
Kesimpulan
Kabar mengenai adanya korban meninggal dalam tawuran antarpelajar SMK di Pati pada, Jumat (9/5/2025) merupakan misinformasi dengan jenis misleading content atau konten menyesatkan.
Kasatreskrim Polresta Pati, AKP Heri Dwi Utomo memastikan, kabar mengenai adanya korban meninggal di tawuran antarpelajar SMK itu adalah hoaks.
Saat ini korban masih sadar dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD Soewondo Pati.
Halaman: 2021/8126
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5216191/original/098592800_1746944495-Tank1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5216192/original/098383300_1746944612-BritaTank.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5214934/original/051986800_1746784635-undian_BRI.jpg)

