• (GFD-2025-26417) Cek Fakta: Letusan Gunung Gede, Erupsi Keluarkan Asap Tebal Mengepul

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/03/2025

    Berita



    SUKABUMIUPDATE.com - Beredar sebuah informasi yang mengklaim bahwa ada Letusan Gunung Gede dan mengalami Erupsi pada 2 April 2025. Informasi itu diunggah oleh salah satu akun Facebook, pada Senin, 7 April 2025.

    Unggahan klaim Letusan Gunung Gede itu dilengkapi video yang menampilkan gambar sebuah gunung yang mengeluarkan kepulan asap tebal berwarna gelap. Video tersebut sudah diputar sebanyak 9,3 ribu kali di media sosial Facebook dengan keterangan,

    "Letusan gunung gede#gununggede"

    Video klaim Letusan Gunung Gede itu juga dilengkapi keterangan, "aktivitas Gunung Gede cianjur Bogor", dikutip dari media sosial Facebook, Selasa, 8 April 2025.

    Selain itu, penelusuran Cek Fakta sukabumiupdate.com juga menemukan video serupa tentang kepulan asap Gunung Gede di akun Facebook lain.

    "Detik- detik Terjadinya Erupsi Gunung Gede Bogor , Jawa Barat tgl 02-April-2025

    #Info #GunungGede #Erupsi #Bogor #JawaBarat" tulis keterangan video dan diunggah pada hari yang sama dengan video sebelumnya, yakni Senin, 7 April 2025.

    Keterangan video turut dilengkapi informasi,

    "inna lillaahi Wa innaa ilaihi Rooji'uun

    Detik-detik Terjadinya Gunung Gede Erupsi tgl 2-April 2025".

    Hingga artikel ini ditayangkan, Selasa (8/4/2025), video unggahan dengan klaim detik-detik Erupsi Gunung Gede sudah dibagikan 16 kali.

    Lantas, benarkah ada Letusan dan Gunung Gede mengalami erupsi hingga keluarkan asap tebal mengepul? Cek faktanya!

    Hasil Cek Fakta

    Hasil penelusuran Cek Fakta sukabumiupdate.com menunjukkan, informasi yang menerangkan "ada Letusan Gunung Gede dan mengalami Erupsi pada 2 April 2025" adalah tidak benar.

    Hal itu telah dikonfirmasi langsung kepada pihak ESDM, melalui Direct Message (DM) Instagram resmi Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM).

    "Untuk video tersebut lokasi berada di Gunung Marapi." jelas salah satu Admin Badan Geologi kepada sukabumiupdate.com via Instagram/@badan.geologi, Selasa, 8 April 2025.

    Akun resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) turut mengunggah video tersebut di story Instagram resminya dengan keterangan "Hoax" pada Senin, 7 April 2025.

    "Hoax" tulis keterangan video Story Instagram/@pvmbg_.

    Hoaks! Video Viral dengan Klaim Ada Letusan Gunung Gede dan Erupsi Keluarkan Asap Tebal Mengepul.

    Hal itu sejalan dengan penelusuran lain yang menunjukkan bahwa klaim video detik-detik terjadinya erupsi Gunung Gede 2 April 2025 adalah tidak benar, sebagaimana Hasil Cek Fakta Liputan6.com.

    "Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya mengatakan, peristiwa yang terjadi pada video tersebut adalah erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat bukan erupsi Gunung Gede.

    Menurut Hadi, tim PVMBG pernah mengambil gambar Gunung Marapi dari sudut pandang yang sama di wilayah Batusangkar." tulis informasi Hasil Cek Fakta Gunung Gede Erupsi, dikutip dari liputan6.com, Selasa, 8 April 2025.

    Potret Pantauan CCTV Gunung Gede pada Rabu, 2 April 2025.

    Sumber rujukan terakhir, penelusuran klaim video tentang Gunung Gede dipantau langsung melalui laman resmi PVMBG di alamat magma.esdm.go.id. Hasilnya, Laporan Aktivitas Gunung Gede Periode 1-7 April 2025 (7 hari terakhir) berada di level I atau Normal.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil Cek Fakta sukabumiupdate.com, informasi bahwa "ada Letusan Gunung Gede dan mengalami Erupsi pada 2 April 2025" adalah TIDAK BENAR. Hal itu sebagaimana merujuk berbagai informasi resmi dari Kementerian ESDM dan PVMBG.

    Sumber rujukan:
  • (GFD-2025-26035) Cek Fakta: Link Pendaftaran Mudik Gratis 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/03/2025

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah foto dengan narasi tentang link atau tautan pendaftaran program mudik gratis tahun 2025.

    Foto itu diunggah oleh akun Instagram “infoo_terkini_2025” pada Kamis (27/2/2025) dan menampilkan logo Garuda Indonesia, Kementerian Perhubungan, KAI, dan Pelni, berisi informasi pendaftaran mudik gratis.

    Berikut narasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut:

    “Siapa nih yang udah nungguin? Akhirnya! Pendaftaran Program Balik Kerja Bareng BPKH 2025 sudah dibuka. Pendaftaran dimulai dari tanggal 27 Februari 2025 dan akan ditutup apabila kuota sudah terpenuhi. Tunggu apalagi nih? Yuk pelajari mekanisme pendaftarannya dan segera daftar melalui barcode / link di bio”

    Terpantau pada hari Kamis (6/3/2025) unggahan tersebut sudah disukai oleh hampir 200 pengguna dan dikomentari sebanyak 29 kali.

    Lantas benarkah narasi tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Suara.com lantas melakukan penelusuran dengan mengunjungi akun Instagram resmi milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia serta kementerian perhubungan RI. Hasilnya tak ditemukan satu pun informasi maupun pengumuman mengenai program mudik gratis seperti yang dinarasikan.

    Melansir akun Instagram KAI, program mudik gratis yang diselenggarakan oleh PT KAI ialah untuk rute keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dengan tujuan akhir di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. Sedangkan untuk pendaftarannya, hanya bisa dilakukan secara daring di aplikasi Access by KAI.

    Lebih lanjut, tim cek fakta juga menelusuri akun Instagram milik PT Pelni. Di sana terdapat informasi mudik gratis rute Sampit ke Semarang yang pendaftarannya hanya dilakukan di loket Kantor Cabang PELNI Sampit Kalimantan Tengah.
  • (GFD-2025-26043) [HOAKS] Video Mahasiswi Ditangkap karena Hina Prabowo

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video diklaim menampilkan penangkapan seorang mahasiswi yang menghina Presiden Prabowo Subianto.

    Narasi dalam unggahan memperlihatkan perempuan yang diklaim sebagai demonstran yang dibayar Rp 50.000.

    Namun, setelah ditelusuri, narasi dalam unggahan video tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan seorang mahasiswi ditangkap karena menghina Prabowo muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Akun tersebut membagikan video seorang perempuan tampak sedang memberikan keterangan kepada sejumlah orang.

    Berikut keterangan teks yang disampaikan:

    ini era prabowo. bukan era jokowi cuy di bayar 50 ribu brani" hina presiden kuiiah bukan pinter malah dungu

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video tersebut dan menelusurinya menggunakan Yandex. Hasilnya, video itu identik dengan unggahan akun TikTok ini pada 2023.

    Video itu adalah peristiwa saat mahasiwi KKN dari Universitas Mataram (Unram) di Desa Kayangan, Lombok Utara menyampaikan permintaan maaf karena konten di Instagram yang menyinggung warga setempat. 

    Diberitakan Kompas.com, mahasiswa Unram berinisial NWAP diusir warga Desa Kayangan karena membuat konten di Instagram yang menyinggung warga setempat.

    Dalam kontennya, ia menyebut di Desa Kayangan tidak ada perempuan cantik. 

    Konten itu kemudian membuat warga setempat tersinggung dan tersulut emosi. Mereka beramai-ramai mendatangi posko KKN Unram di Desa Kayangan utuk mengusir NWAP. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan seorang mahasiswa ditangkap karena menghina Presiden Prabowo tidak benar atau hoaks.

    Faktanya, video itu adalah momen mahasiswa KKN Unram Desa Kayangan, Lombok Utara meminta maaf karena membuat konten di Instagram yang menyinggung warga setempat. Peristiwa terjadi pada 2023, sebelum Prabowo jadi presiden.

    Saat itu warga beramai-ramai mendatangi posko KKN Unram di Desa Kayangan utuk mengusir mahasiswa berinisial NWAP. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-26044) [HOAKS] Video Seekor Paus Telan Kapal Yacht

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial pada Maret 2025 beredar video yang diklaim menunjukkan seekor paus melahap sebuah kapal pribadi atau yacht.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu bukan kejadian asli dan merupakan hasil manipulasi artificial intelligence (AI).

    Video paus melahap sebuah yacht dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini. Salah satu video dibagikan pada 28 Februari 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Kapal ditelan ikan ?Ngeri ya dilaut ?Kapal Yacht dimakan ikan Paus Whale.....

    Screenshot Hoaks, video seekor paus menelan kapal yacht hasil manipulasi AI

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video paus menelan yacht tersebut di Google Searcb dengan menggunakan kata kunci "whale swallows yacht".

    Hasilnya, ditemukan artikel Times Now, 1 Maret 2025, yang menyebutkan bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi AI.

    Menurut Times Now, video itu pertama kali dibagikan di X oleh akun @RealXavier011 pada 27 Februari 2025. Terdapat sebuah Catatan Komunitas yang disematkan pada video itu.

    "Ini buatan AI, terlihat saat orang-orang di kapal pesiar berubah bentuk."

    Sementara itu, Times Now juga mengidentifikasi sejumlah kejanggalan pada video paus menelan yacht tersebut yang mengindikasikan konten itu merupakan hasil manipulasi AI.

    Kejanggalan itu termasuk gerakan yang tidak wajar, ketidakkonsistenan tekstur, dan distorsi visual, terutama pada detail kapal pesiar dan orang-orang di dalamnya.

    Selain itu, tidak ada media yang kredibel yang melaporkan kejadian tersebut.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video seekor paus melahap sebuah kapal yacht yang beredar di Facebook adalah hoaks.

    Video itu bukan kejadian asli dan merupakan hasil manipulasi AI. Ini terlihat dari sejumlah kejanggalan visual yang terdapat pada video tersebut.

     

    Rujukan