Akun Twitter (X) “fantsguy” pada Selasa (13/4/2025) mengunggah video [arsip] yang menampilkan kerumunan orang disertai narasi:
Puluhan Warga Bersholawat di Gunung Lapindo
Per Rabu (14/5/2025) video itu sudah dilihat lebih dari 500 ribu kali, disukai lebih dari 2 ribu kali, dibagikan ulang lebih dari 266 ribu kali dan menuai 755 komentar.
(GFD-2025-26947) [SALAH] Puluhan Warga Bersholawat di Gunung Lapindo
Sumber: twitter.comTanggal publish: 14/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “puluhan warga bersholawat di Gunung Lapindo” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan informasi dari laman berita kredibel atau akun resmi pemerintahan yang membenarkan klaim tersebut.
TurnBackHoax kemudian menelusuri lebih lanjut dengan cara memasukkan potongan awal video lewat Google Lens. Ditemukan video serupa pada kanal Youtube milik betv disway dengan judul video “Viral, Warga Grobogan Gelar Sedekah Bumi di Bledug Kramesan” yang diunggah pada Jumat (18/4/2025). Fenomena alam berupa gunung lumpur atau mud volcano dan semburan lumpur di Grobogan, Jawa Tengah. Bisa terbentuk akibat Gempa yang memicu aktivitas mud volcano dengan membuka rekahan dan meningkatkan pergerakan material lumpur.
TurnBackHoax kemudian menelusuri lebih lanjut dengan cara memasukkan potongan awal video lewat Google Lens. Ditemukan video serupa pada kanal Youtube milik betv disway dengan judul video “Viral, Warga Grobogan Gelar Sedekah Bumi di Bledug Kramesan” yang diunggah pada Jumat (18/4/2025). Fenomena alam berupa gunung lumpur atau mud volcano dan semburan lumpur di Grobogan, Jawa Tengah. Bisa terbentuk akibat Gempa yang memicu aktivitas mud volcano dengan membuka rekahan dan meningkatkan pergerakan material lumpur.
Kesimpulan
Unggahan berisi narasi “puluhan warga bersholawat di Gunung Lapindo” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
(Ditulis oleh Yudho Ardi)
(Ditulis oleh Yudho Ardi)
Rujukan
(GFD-2025-26948) Cek Fakta: Tidak Benar Video yang Diklaim Pembangunan Patung Paus Fransiskus
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim pembangunan patung mendiang Paus Fransiskus beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 3 Mei 2025.
Dalam video tersebut, tampak patung dengan wajah mendiang Paus Fransiskus berdiri tegak. Terlihat seorang pia sedang membangun pembatas dari batu bata di depan patung tersebut. Video itu kemudian disebut-sebut sebagai pembangunan patung mendiang Paus Fransiskus.
"Selamat siang semuanya
Proses pembuatan patung bapa Paus Fransiskus," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 31 ribu kali ditonton dan mendapat 3.100 komentar dari warganet.
Benarkah dalam video itu merupakan pembangunan patung mendiang Paus Fransiskus? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim pembangunan patung mendiang Paus Fransiskus. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "pembangunan patung paus fransiskus" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya, hingga artikel ini ditulis tidak ditemukan pemberitaan yang valid terkait rencana atau proses pembangunan patung Paus Fransiskus.
Penelusuran kemudian dilakukan dengan mengunggah video yang diklaim pembangunan patung Paus Fransiskus ke situs pendeteksi artificial intelligence (AI), hivemoderation.com. Hasilnya, video tersebut memiliki probabilitas 99 persen dibuat oleh AI.
Kesimpulan
Video yang diklaim pembangunan patung mendiang Paus Fransiskus ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut dibuat dengan perangkat AI.
(GFD-2025-26949) Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Pegawai Koperasi Desa Merah Putih dari Kementerian Koperasi
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan tautan pendaftaran untuk rekrutmen pegawai Koperasi Desa Merah Putih dari Kementerian Koperasi. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 8 Mei 2025.
Berikut isi postingannya:
"Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih resmi mengumumkan pembukaan rekrutmen Petugas Kopdes Merah Putih untuk tahun 2025. Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk turut serta dalam pembangunan dan pemberdayaan desa di seluruh IndonesiaPENDAFTARAN TIDAK DI PUNGUT BIAYA"
Postingan itu disertai poster dengan narasi:
"Lowongan ini terbuka untuk umum, kualifikasi:
1. Laki-laki & perempuan
2. Min Lulusan SMA/SMK
3. Warga Indonesia
4. Sehat Jasmani & rohani"
Postingan juga disertai link yang mengarah pada website tertentu.
Lalu benarkah postingan tautan pendaftaran untuk rekrutmen pegawai Koperasi Desa Merah Putih dari Kementerian Koperasi?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bahwa link yang disertakan dalam postingan bukan mengarah ke situs resmi Kementerian Koperasi.
Website itu justru meminta kita untuk memasukkan nama dan juga nomor Telegram. Ini merupakan indikasi penipuan, pencurian data dan juga bisa menjebak kita pada pinjaman online ilegal.
Kementerian Koperasi melalui akun Instagram resminya, @kemenkop yang sudah bercentang biru atau terverifikasi juga telah membantah postingan lowongan pekerjaan tersebut.
Bantahan itu disampaikan dalam unggahan pada 25 April 2025.
"Halo, SobatKop! ?
Hati-hati terhadap informasi palsu ya! ? Baru-baru ini beredar informasi hoaks terkait rekrutmen Pegawai Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di media sosial.
Kami tegaskan bahwa informasi tersebut TIDAK BENAR. Pastikan SobatKop selalu mendapatkan informasi yang valid dari sumber resmi kami.
Segala informasi resmi terkait Kementerian Koperasi dapat diakses melalui:? Media Sosial : @kemenkop? Website : kop.go.id
Tetap waspada dan jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya, ya!"
Kesimpulan
Postingan tautan pendaftaran untuk rekrutmen pegawai Koperasi Desa Merah Putih dari Kementerian Koperasi adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2025-26952) [HOAKS] Tautan Bansos untuk Pekerja Migran dengan Syarat ID Paspor
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan disertai tautan yang diklaim untuk akses bantuan sosial pekerja migran Indonesia, namun dengan syarat menyerahkan ID paspor.
Untuk diketahui, ID paspor adalah nomor unik yang diberikan kepada setiap pemegang paspor. Nomor ini merupakan kode alfanumerik yang terdiri dari huruf diikuti delapan angka.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut palsu. Waspada penipuan.
Tautan yang diklaim untuk akses bansos pekerja migran dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada April dan Mei 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
KHUSUS TKI & TKWAyo Segera Cek ID Paspor Anda
Narasi itu disertai poster dengan teks sebagai berikut:
BANSOS TKI & TKW SUDAH CAIR !!!
INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI WHATSAPP DIBAWAH INI
Upaya pemerintah membantu ekonomi TKI & TKW Bansos 2025 sudah cair mulai Januari - Desember
Ayo segera cek ID Pasport anda untuk menerima Bansos dari pemerintah.
ID PASPORTERDAFTAR50JUTA SAMPAI 100JUTAKHUSUS UNTUK TKI/TKW/PMI
Ayo Cek sekarang!KLIK TOMBOL WHATSAPP DIBAWAH
HUBUNGI WHATSAPP KAMI UNTUK PENJELASAN LEBIH LANJUT MENGENAI BANSOS KHUSUS TKI & TKW 2025
Untuk diketahui, ID paspor adalah nomor unik yang diberikan kepada setiap pemegang paspor. Nomor ini merupakan kode alfanumerik yang terdiri dari huruf diikuti delapan angka.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut palsu. Waspada penipuan.
Tautan yang diklaim untuk akses bansos pekerja migran dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada April dan Mei 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
KHUSUS TKI & TKWAyo Segera Cek ID Paspor Anda
Narasi itu disertai poster dengan teks sebagai berikut:
BANSOS TKI & TKW SUDAH CAIR !!!
INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI WHATSAPP DIBAWAH INI
Upaya pemerintah membantu ekonomi TKI & TKW Bansos 2025 sudah cair mulai Januari - Desember
Ayo segera cek ID Pasport anda untuk menerima Bansos dari pemerintah.
ID PASPORTERDAFTAR50JUTA SAMPAI 100JUTAKHUSUS UNTUK TKI/TKW/PMI
Ayo Cek sekarang!KLIK TOMBOL WHATSAPP DIBAWAH
HUBUNGI WHATSAPP KAMI UNTUK PENJELASAN LEBIH LANJUT MENGENAI BANSOS KHUSUS TKI & TKW 2025
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, tautan yang dicantumkan mengarah ke sebuah situs mencurigakan. Situs itu meminta pengunjung memasukkan nama dan asal provinsi.
Tautan tersebut kemungkinan adalah modus phishing. Sebab, tidak ditemukan informasi resmi dari pemerintah terkait pemberian bansos untuk pekerja migran.
Selain itu, ID atau nomor paspor merupakan data penting yang tidak boleh sembarangan diserahkan terlebih kepada pihak yang tidak berwenang.
Dikutip dari CNBC TV18, nomor paspor digunakan untuk mengidentifikasi paspor secara spesifik dalam catatan resmi dan selama penyeberangan perbatasan.
Setiap paspor yang diterbitkan memiliki nomor yang berbeda, yang membantu mencegah penipuan dan melacak keabsahan dokumen.
Pemegang paspor perlu selalu berhati-hati dalam menyimpan dan menggunakan paspor mereka untuk menghindari risiko penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak berwenang
Hoaks bantuan sosial menyasar pekerja migran marak beredar di media sosial. Awas, jangan terkecoh dan terjebak modus penipuan.
Sebelumnya, Kompas.com telah membantah hoaks bantuan dana Rp 150 juta untuk TKI mengatasnamakan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Tautan tersebut kemungkinan adalah modus phishing. Sebab, tidak ditemukan informasi resmi dari pemerintah terkait pemberian bansos untuk pekerja migran.
Selain itu, ID atau nomor paspor merupakan data penting yang tidak boleh sembarangan diserahkan terlebih kepada pihak yang tidak berwenang.
Dikutip dari CNBC TV18, nomor paspor digunakan untuk mengidentifikasi paspor secara spesifik dalam catatan resmi dan selama penyeberangan perbatasan.
Setiap paspor yang diterbitkan memiliki nomor yang berbeda, yang membantu mencegah penipuan dan melacak keabsahan dokumen.
Pemegang paspor perlu selalu berhati-hati dalam menyimpan dan menggunakan paspor mereka untuk menghindari risiko penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak berwenang
Hoaks bantuan sosial menyasar pekerja migran marak beredar di media sosial. Awas, jangan terkecoh dan terjebak modus penipuan.
Sebelumnya, Kompas.com telah membantah hoaks bantuan dana Rp 150 juta untuk TKI mengatasnamakan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan yang diklaim untuk akses bansos pekerja migran dengan menyerahkan ID paspor adalah hoaks.
Tautan tersebut kemungkinan adalah modus phishing. Sebab, situs yang dituju meminta pengunjung memasukkan nama dan asal provinsi.
Sementara, tidak ditemukan informasi resmi dari pemerintah terkait pemberian bansos untuk pekerja migran dengan syarat menyerahkan ID paspor.
Tautan tersebut kemungkinan adalah modus phishing. Sebab, situs yang dituju meminta pengunjung memasukkan nama dan asal provinsi.
Sementara, tidak ditemukan informasi resmi dari pemerintah terkait pemberian bansos untuk pekerja migran dengan syarat menyerahkan ID paspor.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid08Wyu6dKBn4iytodKtZbrmD7emdSsn4kMyMqJ2wZrfr4Hcp1bHz1qgMHAUEwQUjhZl&id=61575680915435
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0EMeEcLPQVNohBkmjXSsUQNuE8rqJoNwZ6nbyc6h3BAhMt6EzYFPHpnj6HUV5k7Vol&id=61575288925357
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0Bt2knbGfr5e4q9VfjAi156HpSon5B42npeKfcthZ5YmGm4fixJXZtRHs69gnnKD8l&id=61575967088341
- https://www.cnbctv18.com/travel/destinations/explained-what-do-the-numbers-on-your-passport-actually-mean-19469838.htm
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/05/02/100100682/-hoaks-bp2mi-salurkan-bantuan-dana-rp-300-juta-untuk-pekerja-migran
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2013/8128

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5218958/original/063082900_1747201241-Paus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5218959/original/033540500_1747201338-AiPatungPaus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5218505/original/032553600_1747183240-cek_fakta_koperasi.jpg)