tirto.id - Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (IWD) diperingati setiap tanggal 8 Maret. IWD merupakan perayaan global yang didedikasikan untuk menghormati pencapaian kaum perempuan di berbagai bidang.
Tak hanya itu, Perayaan Hari Perempuan Internasional juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap tantangan yang masih dihadapi perempuan di seluruh dunia, termasuk diskriminasi dan kekerasan.
Namun, sebelum memasuki Perayaan Hari Perempuan tahun 2025 ini, beredar narasi bahwa Apple diam-diam menghapus Hari Perempuan Internasional dari aplikasi kalendernya di iPhone, iPad, MacBook, dan perangkat lain yang menggunakan sistem operasi perusahaan tersebut.
Akun Instagram bernama “samallbooked” (arsip) menyebarkan narasi ini dalam bahasa Inggris. Akun itu menyebut langkah Apple sebagai sesuatu hal yang aneh. Oleh karenanya, ia menyerukan warganet untuk menambahkan secara manual Peringatan Hari Perempuan Internasional ke kalender.
“Masukkan kembali Hari Perempuan Internasional ke kalender! Kunjungi @bellesaco dan klik tautan di bio mereka untuk menambahkannya kembali ke kalender Anda dengan mudah. Terima kasih Bellesa!” begitu bunyi takarir yang disematkan sembari mempromosikan sebuah jenama.
Sejak dibagikan pada Rabu (5/3/2025) sampai Senin (10/3/2025), unggahan ini telah memperoleh 9 tanda suka. Narasi serupa juga diketahui disebarkan oleh sebuah akun Threads.
Lantas, apa benar Apple menghapus Hari Perempuan Internasional dari kalender perangkatnya?
(GFD-2025-26051) Benarkah Apple Hapus Hari Perempuan Internasional dari Kalender?
Sumber:Tanggal publish: 10/03/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Riset Tirto mencoba melakukan penelusuran Google dengan kata kunci “Apple remove International Women’s Day from its calendar”. Hasilnya, kami menemukan beberapa lembaga pemeriksa fakta yang telah menyatakan klaim ini tidak tepat, seperti PolitiFact dan Snopes.
Masyarakat diketahui menyamakan Apple dengan langkah yang diambil Google. Raksasa teknologi Google pada tahun 2024 lalu memang menghapus banyak peringatan budaya dari kalendernya, termasuk Bulan Sejarah Perempuan, Black History Month (untuk menghormati warga Afrika-Amerika), serta Pride Month.
Seperti tercantum di laman resmi Google, Tim Kalender Google disebut mulai menambahkan serangkaian momen yang lebih luas secara manual di sejumlah besar negara di seluruh dunia — seperti perayaan budaya, hari guru, dan lainnya.
“Kami mendapat masukan bahwa banyak acara dan negara lain yang tidak tercantum, dan tidak memungkinkan untuk memasukkan ratusan momen ke dalam kalender setiap orang — jadi pada pertengahan tahun 2024 kami memutuskan untuk menyederhanakan dan hanya menampilkan hari libur umum dan peringatan nasional dari timeanddate.com,” tulis Google.
Meski Google memutuskan menghapus Bulan Sejarah Perempuan dan beberapa peringatan lain, Apple mengatakan untuk kasus pihaknya tidak demikian. Menukil Snopes, pihak Apple menyatakan bahwa narasi semacam itu adalah kesalahpahaman lantaran Hari Perempuan Internasional maupun Bulan Sejarah Perempuan, yang juga terjadi pada Maret, tidak pernah ditampilkan dalam kalender standar Apple.
Tirto pun tidak menemukan adanya bukti yang menunjukkan kalau Apple menghapus Hari Perempuan Internasional dari aplikasi kalendernya, maupun data yang memperlihatkan perusahaan teknologi itu mencantumkan Peringatan Hari Perempuan Internasional di kalendernya, dalam beberapa tahun terakhir.
Sebuah arsip yang menunjukkan tangkapan layar kalender MacBook pada 2024 juga tidak menampilkan label khusus untuk Hari Perempuan Internasional saat 8 Maret. Dengan demikian, klaim soal Apple menghapus Hari Perempuan Internasional dari kalender bisa menyesatkan tanpa tambahan keterangan.
Masyarakat diketahui menyamakan Apple dengan langkah yang diambil Google. Raksasa teknologi Google pada tahun 2024 lalu memang menghapus banyak peringatan budaya dari kalendernya, termasuk Bulan Sejarah Perempuan, Black History Month (untuk menghormati warga Afrika-Amerika), serta Pride Month.
Seperti tercantum di laman resmi Google, Tim Kalender Google disebut mulai menambahkan serangkaian momen yang lebih luas secara manual di sejumlah besar negara di seluruh dunia — seperti perayaan budaya, hari guru, dan lainnya.
“Kami mendapat masukan bahwa banyak acara dan negara lain yang tidak tercantum, dan tidak memungkinkan untuk memasukkan ratusan momen ke dalam kalender setiap orang — jadi pada pertengahan tahun 2024 kami memutuskan untuk menyederhanakan dan hanya menampilkan hari libur umum dan peringatan nasional dari timeanddate.com,” tulis Google.
Meski Google memutuskan menghapus Bulan Sejarah Perempuan dan beberapa peringatan lain, Apple mengatakan untuk kasus pihaknya tidak demikian. Menukil Snopes, pihak Apple menyatakan bahwa narasi semacam itu adalah kesalahpahaman lantaran Hari Perempuan Internasional maupun Bulan Sejarah Perempuan, yang juga terjadi pada Maret, tidak pernah ditampilkan dalam kalender standar Apple.
Tirto pun tidak menemukan adanya bukti yang menunjukkan kalau Apple menghapus Hari Perempuan Internasional dari aplikasi kalendernya, maupun data yang memperlihatkan perusahaan teknologi itu mencantumkan Peringatan Hari Perempuan Internasional di kalendernya, dalam beberapa tahun terakhir.
Sebuah arsip yang menunjukkan tangkapan layar kalender MacBook pada 2024 juga tidak menampilkan label khusus untuk Hari Perempuan Internasional saat 8 Maret. Dengan demikian, klaim soal Apple menghapus Hari Perempuan Internasional dari kalender bisa menyesatkan tanpa tambahan keterangan.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim soal perusahaan teknologi Apple menghapus Hari Perempuan Internasional dari kalender bersifat missing context (menyesatkan tanpa tambahan keterangan).
Pihak Apple menyatakan bahwa narasi semacam itu adalah kesalahpahaman lantaran Hari Perempuan Internasional maupun Bulan Sejarah Perempuan memang tidak pernah ditampilkan dalam kalender Apple.
Tirto tidak menemukan adanya bukti kalau Apple menghapus Hari Perempuan Internasional dari aplikasi kalendernya.
Pihak Apple menyatakan bahwa narasi semacam itu adalah kesalahpahaman lantaran Hari Perempuan Internasional maupun Bulan Sejarah Perempuan memang tidak pernah ditampilkan dalam kalender Apple.
Tirto tidak menemukan adanya bukti kalau Apple menghapus Hari Perempuan Internasional dari aplikasi kalendernya.
Rujukan
- https://tirto.id/kapan-hari-perempuan-internasional-sejarah-dan-apa-tema-2025-g8YJ#:~:text=Hari%20Perempuan%20Internasional%20diperingati%20setiap,ketidaksetaraan%20dan%20penindasan%20terhadap%20perempuan.
- https://www.instagram.com/p/DGzmoIAAi56/?img_index=1
- https://archive.ph/a6WaW/image
- https://www.threads.net/@drjolenebrighten/post/DGzOAYcx-_9
- https://www.politifact.com/factchecks/2025/mar/07/social-media/apple-didnt-remove-international-womens-day-from-i/
- https://www.snopes.com/news/2025/03/07/international-womens-day-apple-google/
- https://blog.google/feed/google-calendar-changes-cultural-moments/
- https://archive.ph/PZ6py
(GFD-2025-26052) Keliru: Gambar yang Diklaim Sebagai Penemuan Arkeologi Pedang Raksasa
Sumber:Tanggal publish: 10/03/2025
Berita
SEBUAH gambar beredar di Facebook [arsip], Instagram, YouTube, dan TikTok yang diklaim sebagai pedang raksasa sebagai bukti adanya manusia raksasa di bumi pada masa dahulu.
Gambar itu memperlihatkan sebuah pedang raksasa di lubang galian tanah. Di samping pedang itu, berdiri dua orang yang tampak berwarna hitam di hampir sekujur tubuh mereka. Konten itu diikuti dengan narasi: “Pedang raksasa yang ditemukan di situs arkeologi yang dirahasiakan menunjukkan keberadaan raksasa karena ukuran dan desainnya yang rumit. Pedang tersebut, yang mungkin berusia ribuan tahun, terlalu besar untuk dipegang manusia biasa, sehingga memicu perdebatan tentang makhluk raksasa kuno.”
Namun, benarkah gambar itu memperlihatkan pedang peninggalan arkeologi di situs rahasia tentang kehidupan manusia raksasa?
Gambar itu memperlihatkan sebuah pedang raksasa di lubang galian tanah. Di samping pedang itu, berdiri dua orang yang tampak berwarna hitam di hampir sekujur tubuh mereka. Konten itu diikuti dengan narasi: “Pedang raksasa yang ditemukan di situs arkeologi yang dirahasiakan menunjukkan keberadaan raksasa karena ukuran dan desainnya yang rumit. Pedang tersebut, yang mungkin berusia ribuan tahun, terlalu besar untuk dipegang manusia biasa, sehingga memicu perdebatan tentang makhluk raksasa kuno.”
Namun, benarkah gambar itu memperlihatkan pedang peninggalan arkeologi di situs rahasia tentang kehidupan manusia raksasa?
Hasil Cek Fakta
Konten pedang raksasa tersebut adalah hasil buatan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Dengan demikian bukan bagian dari penemuan arkeologi atau bukti manusia raksasa.
Melalui pengamatan visual, Tempo mendapati kejanggalan dalam gambar tersebut. Wajah dua manusia yang berdiri di dekat pedang raksasa, sama sekali tidak menunjukkan bentuk yang tidak jelas.
Kedua, jatuhnya bayangan juga tidak konsisten. Pada area yang terang, seharusnya matahari berada di arah kanan di atas pedang. Namun bayangan manusia dan pedang justru bertolak belakang dengan arah matahari.
Akun Gudang Berita yang mengunggah konten itu mengatakan di kolom komentar, gambar dan narasi tersebut dibuat hanya untuk hiburan. Pemindaian menggunakan aplikasi pendeteksi gambar AI juga menunjukkan bahwa gambar tersebut dibuat menggunakan AI.
Berikut hasil pemindaiannya:
Aplikasi pemeriksa konten AI Wasitai.com menyatakan bahwa seluruh atau sebagian besar gambar tersebut dibuat menggunakan AI. Sementara Aiimagedetector.org menyatakan bahwa 70,16 persen besar kemungkinan gambar itu dibuat menggunakan AI.
Sejumlah organisasi pemeriksa fakta di luar negeri telah memeriksa konten tersebut antara lain Larepublica.pe asal Peru serta dua asal Afrika, Togocheck.com dan Congocheck.net. Ketiganya sama-sama menyimpulkan bahwa foto pedang raksasa itu tidak nyata, melainkan dibuat menggunakan AI.
Narasi yang beredar di media sosial Kongo mengatakan pedang dalam gambar itu dahulu dimiliki Soundiata Keita (1190–1255), penguasa Kekaisaran Mali.
Namun, dengan bantuan jaringan Congocheck.net di Mali dan pemantauan saluran komunikasi Museum Nasional Mali, disimpulkan tidak ada penemuan atau penggalian pedang raksasa di sana.
Melalui pengamatan visual, Tempo mendapati kejanggalan dalam gambar tersebut. Wajah dua manusia yang berdiri di dekat pedang raksasa, sama sekali tidak menunjukkan bentuk yang tidak jelas.
Kedua, jatuhnya bayangan juga tidak konsisten. Pada area yang terang, seharusnya matahari berada di arah kanan di atas pedang. Namun bayangan manusia dan pedang justru bertolak belakang dengan arah matahari.
Akun Gudang Berita yang mengunggah konten itu mengatakan di kolom komentar, gambar dan narasi tersebut dibuat hanya untuk hiburan. Pemindaian menggunakan aplikasi pendeteksi gambar AI juga menunjukkan bahwa gambar tersebut dibuat menggunakan AI.
Berikut hasil pemindaiannya:
Aplikasi pemeriksa konten AI Wasitai.com menyatakan bahwa seluruh atau sebagian besar gambar tersebut dibuat menggunakan AI. Sementara Aiimagedetector.org menyatakan bahwa 70,16 persen besar kemungkinan gambar itu dibuat menggunakan AI.
Sejumlah organisasi pemeriksa fakta di luar negeri telah memeriksa konten tersebut antara lain Larepublica.pe asal Peru serta dua asal Afrika, Togocheck.com dan Congocheck.net. Ketiganya sama-sama menyimpulkan bahwa foto pedang raksasa itu tidak nyata, melainkan dibuat menggunakan AI.
Narasi yang beredar di media sosial Kongo mengatakan pedang dalam gambar itu dahulu dimiliki Soundiata Keita (1190–1255), penguasa Kekaisaran Mali.
Namun, dengan bantuan jaringan Congocheck.net di Mali dan pemantauan saluran komunikasi Museum Nasional Mali, disimpulkan tidak ada penemuan atau penggalian pedang raksasa di sana.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan gambar yang beredar menunjukkan pedang raksasa peninggalan arkeologi yang masih dirahasiakan adalah klaim keliru. Gambar itu dibuat menggunakan teknologi AI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/putihabuabu1928/posts/pfbid0oTX6tgkvpgQazo2pFfMe1z12WD2mY9Y4uZ7XS6j565K96HCJdAjKdYftBzBKLofpl
- https://mvau.lt/media/bb951420-c140-46e2-be82-dfc9c75febfe
- https://www.instagram.com/p/DG8CbpUJ6tu/
- https://www.youtube.com/watch?v=H0pHw-JVZc0
- https://www.tiktok.com/@smokeesworld/video/7479032027338132758
- https://wasitai.com/
- http://aiimagedetector.org
- https://larepublica.pe/verificador/2025/03/08/esta-imagen-no-muestra-una-espada-gigante-descubierta-en-un-sitio-arqueologico-desconocido-fue-creada-con-ia-83392
- http://togocheck.com
- http://congocheck.net
- http://congocheck.net
- https://musee-national.ml/ /cdn-cgi/l/email-protection#0566606e63646e716445716068756a2b666a2b6c61
(GFD-2025-26053) Keliru: Klaim Tautan Pendaftaran Gebyar Undian BCA Edisi Maret 2025
Sumber:Tanggal publish: 10/03/2025
Berita
SEBUAH poster berlogo Bank BCA beredar di media sosial berisi klaim tentang Gebyar Undian Bank Central Asia (BCA) tahun 2025. Poster itu memuat website untuk mengikuti undian yang beralamat di Registrasi-Gebyar.my.id.
Konten tersebut diunggah oleh akun Facebook [arsip] sejak 6 Maret 2025.
Pengunggah menulis bahwa apresiasi hadiah undian Grand Prize berupa 5 Unit BMW 520i M Sport, 20 Unit Hyundai Creta Alpha, dan 50 Unit Vespa Primavera serta hadiah menarik dan logam mulia.
Namun benarkah ini tautan Gebyar Undian BCA edisi Maret 2025?
Konten tersebut diunggah oleh akun Facebook [arsip] sejak 6 Maret 2025.
Pengunggah menulis bahwa apresiasi hadiah undian Grand Prize berupa 5 Unit BMW 520i M Sport, 20 Unit Hyundai Creta Alpha, dan 50 Unit Vespa Primavera serta hadiah menarik dan logam mulia.
Namun benarkah ini tautan Gebyar Undian BCA edisi Maret 2025?
Hasil Cek Fakta
Hasil cek fakta Tempo menunjukkan bahwa website Registerasi-Gebyar.my.id bukan saluran informasi resmi dari BCA.
Saat Tempo mencoba mengakses website pendaftaran kupon Gebyar Undian BCA, warganet diminta memasukkan nama lengkap, saldo terakhir dan nomor telepon mereka yang bisa membawa risiko pada keamanan data.
Dalam website resminya, BCA telah mempublikasikan pengumuman penerima Hadiah Gebyar Hadiah BCA Periode 1 Oktober 2024-31 Januari 2025 di sini. Gebyar Hadiah BCA Periode 1 Oktober 2024-31 Januari 2025, telah berlangsung pada hari Jumat, 21 Februari 2025 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang dan disaksikan langsung oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial, serta jajaran Management BCA.
Pada artikel tersebut dicantumkan pula daftar penerima hadiah empat The All New Mercedes-Benz E 200 Exclusive Line, 12 pemenang hadiah Toyota Innova Zenix 2.0 Q HEV CVT TSS Modellista dan 120 hadiah Honda Vario 125 CBS ISS.
Hasil penerima hadiah tersebut juga bisa dicek di aplikasi myBCA dan BCA mobile dengan klik banner Gebyar Hadiah BCA, lalu pilih “Penerima Hadiah”.
Bagi penerima hadiah, diharapkan dapat menghubungi Halo BCA 1500888 atau melalui aplikasi haloBCA selambat-lambatnya 7 hari kalender sejak tanggal pengumuman.
Untuk menghindari penipuan, BCA mengingat nasabah antara lain:
Saat Tempo mencoba mengakses website pendaftaran kupon Gebyar Undian BCA, warganet diminta memasukkan nama lengkap, saldo terakhir dan nomor telepon mereka yang bisa membawa risiko pada keamanan data.
Dalam website resminya, BCA telah mempublikasikan pengumuman penerima Hadiah Gebyar Hadiah BCA Periode 1 Oktober 2024-31 Januari 2025 di sini. Gebyar Hadiah BCA Periode 1 Oktober 2024-31 Januari 2025, telah berlangsung pada hari Jumat, 21 Februari 2025 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang dan disaksikan langsung oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial, serta jajaran Management BCA.
Pada artikel tersebut dicantumkan pula daftar penerima hadiah empat The All New Mercedes-Benz E 200 Exclusive Line, 12 pemenang hadiah Toyota Innova Zenix 2.0 Q HEV CVT TSS Modellista dan 120 hadiah Honda Vario 125 CBS ISS.
Hasil penerima hadiah tersebut juga bisa dicek di aplikasi myBCA dan BCA mobile dengan klik banner Gebyar Hadiah BCA, lalu pilih “Penerima Hadiah”.
Bagi penerima hadiah, diharapkan dapat menghubungi Halo BCA 1500888 atau melalui aplikasi haloBCA selambat-lambatnya 7 hari kalender sejak tanggal pengumuman.
Untuk menghindari penipuan, BCA mengingat nasabah antara lain:
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa klaim BCA membuka pendaftaran Gebyar Undian Edisi Maret 2025 adalah keliru.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid07HXGC18Mu1dckFxkbzghN8pnPULgx8PSDstStmCxhcxs1it61JJx8z7arf8RyN9vl&id=61573820932551
- https://mvau.lt/media/a7e2d79a-cc36-45be-be69-0b2f04de6b80
- https://www.bca.co.id/id/informasi/news-and-features/2025/02/21/06/22/pengumuman-penerima-hadiah-gebyar-hadiah-bca-tahap-2?utm_source=website&utm_medium=bca-web&utm_campaign=sac_bca-dtb-akm_tahapan_info-gebyar-hadiah-bca_website_feb_cps_bca-web_25020101921&utm_content=bca.co.id-button-web-pemenang-gebyar-hadiah-bca-periode-ii-web-gebyar&utm_term=unknown /cdn-cgi/l/email-protection#7417111f12151f001534001119041b5a171b5a1d10
(GFD-2025-26057) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Paus Fransiskus Keluar dari Rumah Sakit
Sumber:Tanggal publish: 10/03/2025
Berita
KOMPAS.com - Kondisi kesehatan pemimpin tertinggi gereja Katolik, Paus Fransiskus menjadi sorotan sepanjang Februari 2025.
Ia dilaporkan mengalami kritis pada Jumat, 14 Februari 2025, lantas dirawat di Rumah Sakit Universitas Agostino Gemelli.
Beredar sebuah video menampilkan Paus Fransisku berjalan di panggung, lantas orang-orang di bawah panggung menyorakinya.
Keterangan video menyebutkan bahwa Paus Fransiskus baru keluar dari rumah sakit.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut disebarkan dengan narasi keliru.
Video Paus Fransiskus keluar dari rumah sakit disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (7/3/2025), dalam terjemahan bahasa Indonesia:
Terima kasih TuhanPaus keluar dari rumah sakit .. Tuhan itu baik sepanjang waktu, sepanjang waktu Tuhan itu baik...
Ia dilaporkan mengalami kritis pada Jumat, 14 Februari 2025, lantas dirawat di Rumah Sakit Universitas Agostino Gemelli.
Beredar sebuah video menampilkan Paus Fransisku berjalan di panggung, lantas orang-orang di bawah panggung menyorakinya.
Keterangan video menyebutkan bahwa Paus Fransiskus baru keluar dari rumah sakit.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut disebarkan dengan narasi keliru.
Video Paus Fransiskus keluar dari rumah sakit disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (7/3/2025), dalam terjemahan bahasa Indonesia:
Terima kasih TuhanPaus keluar dari rumah sakit .. Tuhan itu baik sepanjang waktu, sepanjang waktu Tuhan itu baik...
Hasil Cek Fakta
Klip yang beredar merupakan video lama yang telah ada di internet sebelum Paus Fransiskus diumumkan kritis.
Videonya dapat dilihat di kanal YouTube EWTN, 21 Agustus 2024.
Paus Fransiskus menghadiri audiensi umum di Aula Paul VI di Vatican.
Kabar terakhir terkait kondisi Paus Fransiskus diunggah oleh akun X @VaticanNews pada Minggu (9/3/2025).
Dilaporkan bahwa kondisi kesehatan Paus Fransiskus tetap stabil selama beberapa hari terakhir. Ia berjuang melawan pneumonia.
Vatikan News melaporkan, selama di rumah sakit, Paus Fransiskus bahkan melakukan beberapa kegiatan, termasuk mengirim pesan suara kepada jemaat.
Paus berusia 88 tahun itu telah dirawat sekitar tiga minggu di rumah sakit dan menjalani rangkaian terapi usai masa kritis.
Videonya dapat dilihat di kanal YouTube EWTN, 21 Agustus 2024.
Paus Fransiskus menghadiri audiensi umum di Aula Paul VI di Vatican.
Kabar terakhir terkait kondisi Paus Fransiskus diunggah oleh akun X @VaticanNews pada Minggu (9/3/2025).
Dilaporkan bahwa kondisi kesehatan Paus Fransiskus tetap stabil selama beberapa hari terakhir. Ia berjuang melawan pneumonia.
Vatikan News melaporkan, selama di rumah sakit, Paus Fransiskus bahkan melakukan beberapa kegiatan, termasuk mengirim pesan suara kepada jemaat.
Paus berusia 88 tahun itu telah dirawat sekitar tiga minggu di rumah sakit dan menjalani rangkaian terapi usai masa kritis.
Kesimpulan
Video Paus Fransiskus keluar dari rumah sakit merupakan konten dengan narasi keliru.
Klip yang beredar menampilkan Paus Fransiskus menghadiri audiensi umum di Aula Paul VI di Vatikan, pada 21 Agustus 2024.
Paus Fransiskus masih dirawat di Rumah Sakit Universitas Agostino Gemelli, tetapi kondisinya berangsur pulih.
Klip yang beredar menampilkan Paus Fransiskus menghadiri audiensi umum di Aula Paul VI di Vatikan, pada 21 Agustus 2024.
Paus Fransiskus masih dirawat di Rumah Sakit Universitas Agostino Gemelli, tetapi kondisinya berangsur pulih.
Rujukan
- https://www.facebook.com/dsrjanettes/videos/4021726104778619
- https://www.facebook.com/bellafaith.ukhun/videos/2398703897159423
- https://www.facebook.com/Sanncocker/videos/610820958588606
- https://www.facebook.com/chuks.edmunds/videos/1160785122423067
- https://www.youtube.com/live/-6oZ-1HRXYs?t=199s
- https://x.com/VaticanNews/status/1898441620606882229
- https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2025-03/pope-francis-in-hospital-shows-gradual-mild-improvement.html
- https://t.co/hMVi8bBwdU
- https://t.co/Aat25H8sBR
- https://twitter.com/VaticanNews/status/1898441620606882229?ref_src=twsrc%5Etfw
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2011/7915




