SEBUAH akun media sosial Facebook [arsip] mengunggah konten pernyataan senator Partai Republik dari Pennsylvania, Scott Wagner, tentang pemanasan global pada 24 April 2025.
Konten itu berupa foto Scott Wagner dan teks berisi pernyataannya bahwa perubahan iklim disebabkan karena bumi semakin mendekati matahari dan tubuh manusia yang mengeluarkan panas. “The earth moves closer to the sun every year. You know the rotation of the earth. Also, we have more people and humans have warm bodies, so heat coming off them”.
Benarkah bumi semakin panas karena rotasi bumi mendekati matahari dan pengaruh panas tubuh manusia?
(GFD-2025-26831) Keliru: Pemanasan Global Disebabkan karena Rotasi Bumi Mendekati Matahari
Sumber:Tanggal publish: 06/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim dengan bantuan Google Lens, Mesin pencarian Google dan wawancara ahli perubahan iklim. Hasilnya, pernyataan Scott Wagner tersebut tidak sesuai dengan hasil penelitian mengenai penyebab perubahan iklim yang telah disepakati ilmuwan secara global.
Scott Wagner memang pernah menyampaikan pernyataan tersebut, dalam pidatonya kepada para pendukung gas alam di Harrisburg pada Maret 2017, sebagaimana yang dipublikasikan oleh NPR dan The Week.
Wagner menyatakan, perubahan iklim mungkin terjadi, tetapi pemerintah seharusnya tetap mengurangi peraturan yang membatasi industri pengeboran gas alam. Ia berpendapat bahwa bumi semakin mendekati matahari dan manusia memiliki tubuh hangat dinilai berkontribusi terhadap naiknya temperatur bumi.
The Week menulis, Wagner melalui juru bicaranya kemudian mengklarifikasi dalam sebuah pernyataan, ia percaya akan adanya perubahan iklim dan bahwa sebagian dari perubahan tersebut adalah akibat ulah manusia. Namun, dia tidak menyebutkan penyebab utama pemanasan global menurut para ilmuwan: gas rumah kaca.
Peneliti meteorologi dan klimatologi Badan Riset dan Inovasi Nasional, Profesor Edvin Aldrian, mengatakan, pernyatan Wagner tersebut keliru. Sebab posisi tata surya tidak berubah dan panas tubuh manusia juga tidak berkontribusi pada pemanasan global. “Informasi itu hoaks,” kata Edvin kepada Tempo, Senin, 5 Mei 2025.
Pernyataan Wagner tidak sesuai dengan konsensus ilmuwan mengenai penyebab pemanasan global, suhu ekstrim yang menyebabkan perubahan iklim. Menurut Perserikatan Bangsa-bangsa dan Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC), pemanasan global terjadi karena aktivitas manusia, mulai dari penggunaan bahan bakar fosil dan perubahan penggunaan lahan. Aktivitas manusia tersebut melepas karbon dioksida yang bertanggung jawab atas sebagian besar pemanasan global, meskipun metana dan gas rumah kaca lainnya juga menghangatkan iklim.
Bahan bakar fosil itu meliputi batu bara, minyak, dan gas. Ketiganya menjadi penyumbang terbesar perubahan iklim global dengan lebih dari 75 persen emisi gas rumah kaca global dan hampir 90 persen dari seluruh emisi karbon dioksida.
Saat emisi gas rumah kaca menyelimuti bumi, panas matahari terperangkap di dalamnya. Bumi memanas lebih cepat daripada sebelumnya dalam sejarah. Suhu yang lebih hangat dari waktu ke waktu mengubah pola cuaca dan mengganggu keseimbangan alam.
Setelah pernyataan Wagner tersebut, situs pemeriksa fakta di Amerika Serikat, Politifact menerbitkan artikel cek fakta pada 31 Maret 2017. Politifact mewawancarai Dave Goldberg dari Departemen Fisika, Universitas Drexel.
Menurut Dave, panas tubuh manusia tidak dapat mengubah suhu bumi. Ia membandingkan dengan energi reguler yang dikumpulkan dari matahari sekitar satu juta kali lebih besar, daripada energi yang dipancarkan manusia melalui panas tubuh. “Jadi Wagner secara harfiah keliru satu juta kali lipat,” kata Dave dikutip dari Politifact.
Demikian juga dengan klaim bumi bergerak lebih dekat ke matahari setiap tahun, juga tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Kepala Departemen Astronomi dan Astrofisika, Profesor Penn State, menyatakan, bumi tidak mengubah jaraknya meski terus-menerus berputar mengelilingi matahari.
Secara teknis, kata dia, bumi memang bergerak mendekati matahari setiap tahun karena bumi bergerak dengan orbit elips, bukan melingkar. Dengan demikian, selama enam bulan, bumi bergerak mendekati matahari. Setengah bulan berikutnya, bergerak menjauh. “Gerak bumi ini tidak akan berdampak pada perubahan iklim,” kata dia.
Scott Wagner memang pernah menyampaikan pernyataan tersebut, dalam pidatonya kepada para pendukung gas alam di Harrisburg pada Maret 2017, sebagaimana yang dipublikasikan oleh NPR dan The Week.
Wagner menyatakan, perubahan iklim mungkin terjadi, tetapi pemerintah seharusnya tetap mengurangi peraturan yang membatasi industri pengeboran gas alam. Ia berpendapat bahwa bumi semakin mendekati matahari dan manusia memiliki tubuh hangat dinilai berkontribusi terhadap naiknya temperatur bumi.
The Week menulis, Wagner melalui juru bicaranya kemudian mengklarifikasi dalam sebuah pernyataan, ia percaya akan adanya perubahan iklim dan bahwa sebagian dari perubahan tersebut adalah akibat ulah manusia. Namun, dia tidak menyebutkan penyebab utama pemanasan global menurut para ilmuwan: gas rumah kaca.
Peneliti meteorologi dan klimatologi Badan Riset dan Inovasi Nasional, Profesor Edvin Aldrian, mengatakan, pernyatan Wagner tersebut keliru. Sebab posisi tata surya tidak berubah dan panas tubuh manusia juga tidak berkontribusi pada pemanasan global. “Informasi itu hoaks,” kata Edvin kepada Tempo, Senin, 5 Mei 2025.
Pernyataan Wagner tidak sesuai dengan konsensus ilmuwan mengenai penyebab pemanasan global, suhu ekstrim yang menyebabkan perubahan iklim. Menurut Perserikatan Bangsa-bangsa dan Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC), pemanasan global terjadi karena aktivitas manusia, mulai dari penggunaan bahan bakar fosil dan perubahan penggunaan lahan. Aktivitas manusia tersebut melepas karbon dioksida yang bertanggung jawab atas sebagian besar pemanasan global, meskipun metana dan gas rumah kaca lainnya juga menghangatkan iklim.
Bahan bakar fosil itu meliputi batu bara, minyak, dan gas. Ketiganya menjadi penyumbang terbesar perubahan iklim global dengan lebih dari 75 persen emisi gas rumah kaca global dan hampir 90 persen dari seluruh emisi karbon dioksida.
Saat emisi gas rumah kaca menyelimuti bumi, panas matahari terperangkap di dalamnya. Bumi memanas lebih cepat daripada sebelumnya dalam sejarah. Suhu yang lebih hangat dari waktu ke waktu mengubah pola cuaca dan mengganggu keseimbangan alam.
Setelah pernyataan Wagner tersebut, situs pemeriksa fakta di Amerika Serikat, Politifact menerbitkan artikel cek fakta pada 31 Maret 2017. Politifact mewawancarai Dave Goldberg dari Departemen Fisika, Universitas Drexel.
Menurut Dave, panas tubuh manusia tidak dapat mengubah suhu bumi. Ia membandingkan dengan energi reguler yang dikumpulkan dari matahari sekitar satu juta kali lebih besar, daripada energi yang dipancarkan manusia melalui panas tubuh. “Jadi Wagner secara harfiah keliru satu juta kali lipat,” kata Dave dikutip dari Politifact.
Demikian juga dengan klaim bumi bergerak lebih dekat ke matahari setiap tahun, juga tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Kepala Departemen Astronomi dan Astrofisika, Profesor Penn State, menyatakan, bumi tidak mengubah jaraknya meski terus-menerus berputar mengelilingi matahari.
Secara teknis, kata dia, bumi memang bergerak mendekati matahari setiap tahun karena bumi bergerak dengan orbit elips, bukan melingkar. Dengan demikian, selama enam bulan, bumi bergerak mendekati matahari. Setengah bulan berikutnya, bergerak menjauh. “Gerak bumi ini tidak akan berdampak pada perubahan iklim,” kata dia.
Kesimpulan
Hasil verifikasi Tempo, klaim bumi semakin panas karena rotasi bumi dan pemanasan global dipengaruhi oleh panas tubuh manusia adalah keliru.
TIM CEK FAKTA TEMPO
**Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email [email protected]
TIM CEK FAKTA TEMPO
**Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email [email protected]
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/233319002904356/posts/647383504831235/
- https://web.archive.org/web/20250502050920/
- https://www.facebook.com/groups/233319002904356/posts/647383504831235/
- https://stateimpact.npr.org/pennsylvania/2017/03/28/wagner-keynotes-for-natural-gas-advocates-in-harrisburg/
- https://theweek.com/speedreads/689206/pennsylvania-gubernatorial-candidate-claims-global-warming-happening-because-earth-moves-closer-sun-every-year
- https://theweek.com/speedreads/689206/pennsylvania-gubernatorial-candidate-claims-global-warming-happening-because-earth-moves-closer-sun-every-year
- https://www-un-org.translate.goog/en/climatechange/science/causes-effects-climate-change?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc
- https://www.ipcc.ch/report/ar6/wg1/resources/climate-change-in-data/
- https://www.politifact.com/factchecks/2017/mar/31/scott-wagner/pa-gopers-climate-change-theory-debunked-nope-not-/ /cdn-cgi/l/email-protection#bcdfd9d7daddd7c8ddfcc8d9d1ccd392dfd392d5d8
(GFD-2025-26834) Hoaks! Artikel Dedi Mulyadi minta penjarakan orang yang ragukan ijazah Jokowi
Sumber:Tanggal publish: 06/05/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar artikel dari laman media Tempo yang menarasikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan hanya kaum radikal yang meragukan keaslian ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo.
Dalam unggahan tersebut, Dedi juga meminta orang yang menyebarkan fitnah ijazah palsu untuk ditangkap dan dipenjarakan.
Isu mengenai dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi kembali mencuat ke publik dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan terjadi aksi massa yang mendatangi rumah Jokowi menuntut bukti keahlian ijazah Jokowi. Selain itu, Jokowi juga melaporkan sejumlah pihak yang diduga melakukan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu.
Berikut narasi judul dalam tangkapan layar tersebut:
“Dedi Mulyadi: Hanya Kaum Radikal Yang Meragukan Ijazah Pak Jokowi, Tangkap Dan Penjarakan Orang Orang Yang Menebar Fitnah Kepada Presiden Ke-7 Indonesia.”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah artikel Dedi Mulyadi minta penjarakan orang yang ragukan ijazah Jokowi?
Dalam unggahan tersebut, Dedi juga meminta orang yang menyebarkan fitnah ijazah palsu untuk ditangkap dan dipenjarakan.
Isu mengenai dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi kembali mencuat ke publik dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan terjadi aksi massa yang mendatangi rumah Jokowi menuntut bukti keahlian ijazah Jokowi. Selain itu, Jokowi juga melaporkan sejumlah pihak yang diduga melakukan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu.
Berikut narasi judul dalam tangkapan layar tersebut:
“Dedi Mulyadi: Hanya Kaum Radikal Yang Meragukan Ijazah Pak Jokowi, Tangkap Dan Penjarakan Orang Orang Yang Menebar Fitnah Kepada Presiden Ke-7 Indonesia.”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah artikel Dedi Mulyadi minta penjarakan orang yang ragukan ijazah Jokowi?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran ANTARA, tidak ditemukan artikel dengan judul seperti pada tangkapan layar. Namun, ANTARA menemukan artikel dengan foto, tanggal dan waktu serupa berjudul “Dedi Mulyadi Akan Jadikan Vasektomi sebagai Syarat Terima Bansos”.
Dalam unggahan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan rencana kebijakan agar vasektomi atau KB pria menjadi syarat untuk menjadi penerima bantuan sosial masyarakat prasejahtera di wilayahnya. Bahkan, ia mengusulkan warga yang bersedia vasektomi akan diberi insentif Rp500.000.
Terkait isu ijazah palsu, Jokowi laporkan tuduhan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
"Ya ini, sebetulnya masalah ringan. Urusan tuduhan ijazah palsu. Tetapi perlu dibawa ke ranah hukum, agar semua jelas dan gamblang ya," kata Jokowi, dilansir dari ANTARA.
Kuasa Hukum Jokowi, Yakup Hasibuan menjelaskan ada beberapa pasal yang diduga dilakukan terlapor.
"Jadi, pasal yang kita duga dilakukan itu, ada Pasal 310 KUHP, Pasal 311 KUHP, ada juga beberapa pasal di Undang-Undang ITE, antara lain 27A dan juga Pasal 32 dan Pasal 35," kata Yakup.
Yakup menyebutkan untuk terlapor masih dalam penyelidikan, namun dirinya menyebutkan ada sejumlah pihak yang disebut dalam kasus ini yaitu, inisial RS, ES, T, K dan RS.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dalam unggahan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan rencana kebijakan agar vasektomi atau KB pria menjadi syarat untuk menjadi penerima bantuan sosial masyarakat prasejahtera di wilayahnya. Bahkan, ia mengusulkan warga yang bersedia vasektomi akan diberi insentif Rp500.000.
Terkait isu ijazah palsu, Jokowi laporkan tuduhan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
"Ya ini, sebetulnya masalah ringan. Urusan tuduhan ijazah palsu. Tetapi perlu dibawa ke ranah hukum, agar semua jelas dan gamblang ya," kata Jokowi, dilansir dari ANTARA.
Kuasa Hukum Jokowi, Yakup Hasibuan menjelaskan ada beberapa pasal yang diduga dilakukan terlapor.
"Jadi, pasal yang kita duga dilakukan itu, ada Pasal 310 KUHP, Pasal 311 KUHP, ada juga beberapa pasal di Undang-Undang ITE, antara lain 27A dan juga Pasal 32 dan Pasal 35," kata Yakup.
Yakup menyebutkan untuk terlapor masih dalam penyelidikan, namun dirinya menyebutkan ada sejumlah pihak yang disebut dalam kasus ini yaitu, inisial RS, ES, T, K dan RS.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
(GFD-2025-26836) [SALAH] Video WNI di Kamboja Lompat dari Lantai 13
Sumber: X.comTanggal publish: 06/05/2025
Berita
Pada Jum’at (18/04/2025) akun X “GasMedsos” membagikan video [arsip] yang menampilkan seorang pria melompat dari gedung bertingkat.Unggahan tersebut disertai narasi :
WNI ini lebih pilih lompat dari lantai 13, daripada g!njalnya diambil hidup-hidup!
Lebih memilih bund!R! dari pada di ambil GINJALNYA kerja di KAMBOJA
Per Rabu (30/4/2025) unggahan telah dilihat 180 ribu kali, disukai 550 kali, menuai 28 komentar dan dibagikan ulang oleh 62 pengguna X lainnya.
WNI ini lebih pilih lompat dari lantai 13, daripada g!njalnya diambil hidup-hidup!
Lebih memilih bund!R! dari pada di ambil GINJALNYA kerja di KAMBOJA
Per Rabu (30/4/2025) unggahan telah dilihat 180 ribu kali, disukai 550 kali, menuai 28 komentar dan dibagikan ulang oleh 62 pengguna X lainnya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memanfaatkan Google Image Search untuk menemukan kebenaran klaim. Penelusuran teratas ditemukan artikel nationthailand.com “Thai man jumped from Poipet building due to stress” yang diunggah pada Jumat (10/01/2025).
Artikel tersebut menampilkan foto gedung bertingkat berwarna coklat yang mirip dengan bangunan dalam klaim di X. Gedung itu diketahui berada di Poipet, Kamboja, dan pria yang melompat bernama Alongkorn Deeying (31), warga negara Thailand.
Lebih lanjut, dilansir dari artikel nationthailand.com, Alongkorn diduga bunuh diri karena stres bekerja di pusat panggilan di gedung tersebut, di mana ia dipaksa memenuhi target panggilan.
Artikel tersebut menampilkan foto gedung bertingkat berwarna coklat yang mirip dengan bangunan dalam klaim di X. Gedung itu diketahui berada di Poipet, Kamboja, dan pria yang melompat bernama Alongkorn Deeying (31), warga negara Thailand.
Lebih lanjut, dilansir dari artikel nationthailand.com, Alongkorn diduga bunuh diri karena stres bekerja di pusat panggilan di gedung tersebut, di mana ia dipaksa memenuhi target panggilan.
Kesimpulan
Unggahan dengan narasi “video WNI di Kamboja lompat dari lantai 13” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2025/05/06/salah-video-wni-di-kamboja-lompat-dari-lantai-13/ [Google] Pencarian melalui Google Lens dengan memasukan potongan video [nationthailand.com] Thai man jumped from Poipet building due to stress
- https://x.com/GasMedsos/status/1913258517047525668?t=x1Qzmce5aXd62_yvHJDgdw&s=19 (unggahan Akun X “GasMedsos”)
- https://archive.ph/wip/ZPbNr (arsip unggahan Akun X “GasMedsos”)
(GFD-2025-26837) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran CPNS KPK
Sumber: TikTok.comTanggal publish: 06/05/2025
Berita
Akun TikTok “info.pendaftaran36” membagikan foto [arsip] berisi narasi:
“PENDAFTARAN CPNS KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DIBUKA PENERIMAAN DAN PENDAFTARAN CPNS TAHUN 2025 PENEMPATAN DI SELURUH INDONESIA LOWONGAN INI TERBUKA UNTUK UMUM LOKASI PENEMPATAN BISAH PILIH”
Pengunggah mengarahkan warganet untuk mendaftar lewat tautan yang tersemat dalam bio akun.
Hingga Selasa (6/5/2025) unggahan telah disukai oleh hampir 400 pengguna dan menuai 36 komentar.
“PENDAFTARAN CPNS KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DIBUKA PENERIMAAN DAN PENDAFTARAN CPNS TAHUN 2025 PENEMPATAN DI SELURUH INDONESIA LOWONGAN INI TERBUKA UNTUK UMUM LOKASI PENEMPATAN BISAH PILIH”
Pengunggah mengarahkan warganet untuk mendaftar lewat tautan yang tersemat dalam bio akun.
Hingga Selasa (6/5/2025) unggahan telah disukai oleh hampir 400 pengguna dan menuai 36 komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan yang tersemat di bio akun pengunggah. Diketahui, tautan mengarah ke formulir yang meminta pengisian nama lengkap, asal provinsi, dan nomor Telegram aktif. Ketika diteruskan, pelamar diminta untuk memasukkan kode verifikasi untuk masuk ke akun Telegram.
Berdasarkan laman resmi rekrutmen.kpk.go.id, KPK belum membuka CPNS untuk tahun anggaran 2025. Informasi CPNS yang tertera dalam laman resmi rekrutmen KPK tersebut masih menampilkan informasi pembukaan CPNS tahun anggaran 2024.
Berdasarkan laman resmi rekrutmen.kpk.go.id, KPK belum membuka CPNS untuk tahun anggaran 2025. Informasi CPNS yang tertera dalam laman resmi rekrutmen KPK tersebut masih menampilkan informasi pembukaan CPNS tahun anggaran 2024.
Kesimpulan
Unggahan berisi tautan “pendaftaran CPNS KPK tahun 2025” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten palsu (fabricated content).
(Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)
(Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)
Rujukan
Halaman: 1839/7929




