• (GFD-2025-26861) Cek fakta, foto Selena Gomez dan Benny Blanco tunjukan hasil USG

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/05/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan foto di TikTok menampilkan foto penyanyi dan artis asal Amerika Serikat dengan kekasihnya yang juga seorang musisi, Benny Blanco, memegang hasil foto mirip hasil ultrasonografi (USG).

    Dalam unggahan tersebut, keduanya tampak kompak mengenakan baju putih dan pengunggah memberikan tagar kehamilan pada keterangannya.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Congratsss selenaaa #selenagomez #pregnant”

    Namun, benarkah foto Selena Gomez dan Benny Blanco tunjukan hasil USG tersebut?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Dengan menggunakan alat pendeteksi buatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) detector Hive Moderation, diketahui 99,9 persen foto merupakan hasil buatan AI.



    Selena Gomez dan Benny Blanco mengumumkan hubungannya pada bulan Desember 2024 setelah memulai hubungan sejak Juni 2023. Bulan berikutnya, mereka tampil pertama kali di karpet merah sebagai pasangan di Emmy Awards 2024.

    Pada 11 Desember 2024, Selena Gomez mengunggah tentang lamaran yang dilakukan oleh Benny Blanco, dengan memberikan cincin berlian marquis yang diperkirakan memiliki berat enam karat.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Rujukan

  • (GFD-2025-26862) Misinformasi! Ratusan siswa sakit usai MBG terkontaminasi bangkai ular di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/05/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di X menampilkan foto hewan panjang meliuk yang diklaim sebagai bangkai ular yang berada tepat di atas makanan.

    Dalam unggahan tersebut, dinarasikan makan bergizi gratis atau MBH terkontaminasi oleh ular yang menyebabkan ratusan siswa sakit.

    Judul dalam tautan berita tidak disebutkan lokasi kejadian ratusan siswa sekolah mana yang sakit usai menyantap MBG terkontaminasi ular. Sehingga, beberapa warganet mengira kejadian tersebut terjadi di Indonesia.

    Dilansir dari laman Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), program MBG merupakan program yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dengan baik dan berkualitas.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Waduh! Ratusan Siswa Sekolah Sakit Setelah Menyantap MBG Terkontaminasi Bangkai Ular

    Kira2 negara luar masih ingin mo mencontoh program MBG ini gak yaa????”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah ratusan siswa sakit usai MBG terkontaminasi bangkai ular di Indonesia?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran ANTARA, berita dalam laman tersebut memberitakan kejadian MBG di Mokama, Bihar, India, yang menyebabkan ratusan anak mengalami sakit setelah mengonsumsi makan siang gratis yang terkontaminasi bangkai ular.

    ANTARA menemukan gambar serupa dalam media India berjudul “Hindistan'da okul yemeinden ylan kalnts çkt” yang diunggah pada 2 Mei 2025. Dalam berita tersebut menjelaskan kejadian makanan siswa di sekolah menengah terkontaminasi bangkai ular.

    Dilansir dari laman Setneg, secara global program makan bergizi gratis sejatinya telah menjadi kebijakan strategis di berbagai negara dalam kaitannya dengan upaya peningkatan kualitas SDM meskipun dengan penamaan yang berbeda-beda. Berdasarkan data dari World Food Programme (WFP) 2022, rata-rata negara di seluruh kawasan dunia mempunyai program makan bergizi gratis.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hal ini tercatat dalam laporan The State of School Feeding Worldwide 2022 dari World Food Programme (WFP) yang menyebutkan setidaknya 53 negara di kawasan Eropa dan Asia Tengah punya kebijakan makan bergizi gratis. Selanjutnya 44 negara di kawasan Afrika-Sub Sahara memiliki kebijakan serupa.

    Sebanyak 37 negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia juga memiliki kebijakan serupa, 32 negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, dan 19 negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara juga menerapkan kebijakan makan bergizi gratis.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Rujukan

  • (GFD-2025-26863) [SALAH] Video “Jokowi Menunjukkan Ijazah Asli Miliknya”

    Sumber: TikTok.com, Instagram.com
    Tanggal publish: 07/05/2025

    Berita

    Akun TikTok “hadiundercover” pada Jumat (25/4/2025) membagikan video [arsip], isinya diklaim memperlihatkan Jokowi yang mengenakan baju toga dan menunjukkan ijazah aslinya.
    Unggahan disertai narasi:
    “Akhirnya jokowi menunjukkan ijazah aslinya. 😊”

    Video serupa juga dibagikan oleh akun Instagram “melinjo.indonesia” [arsip] pada Minggu (27/4/2025).
    Hingga Rabu (7/5/2025) unggahan TikTok “hadiundercover” telah disukai oleh hampir 27.000 pengguna dan menuai 12.000-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengamati terdapat beberapa gerakan objek yang tidak konsisten dalam video. TurnBackHoax kemudian mengunduh video itu dan mengunggahnya ke alat pendeteksi AI dari Hive Moderation. Hasilnya, diketahui kalau konten tersebut merupakan hasil rekayasa AI, kemungkinan atau probabilitasnya mencapai 95,9 persen.

    Dilansir dari pemberitaan kompas.com “Kenapa Pihak Jokowi Tak Mau Tunjukkan Ijazah Asli?” yang tayang Selasa (15/4/2025), dugaan ijazah palsu milik Jokowi sudah ramai dibicarakan sejak dua tahun lalu. Jokowi sampai saat ini belum menunjukkan ijazah aslinya ke publik dengan alasan tidak ada kewajiban hukum untuk melakukannya.

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi klaim “Jokowi menunjukkan ijazah asli miliknya” merupakan konten palsu (fabricated content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2025-26865) Cek Fakta: Hoaks OJK Adakan Program Pemutihan Data Nasabah Gagal Bayar Pinjol Mulai 1 Mei 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/05/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan program pemutihan data nasabah yang gagal membayar pinjaman online (pinjol) mulai 1 Mei 2025 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 2 Mei 2025.
    Akun Facebook tersebut mengunggah narasi berisi informasi bahwa OJK mengadakan program pemutihan data nasabah pinjol, terutama mereka yang gagal membayar tagihan. Selain itu, akun Facebook tersebut juga menyematkan tautan untuk mendaftar.
    "KABAR GEMBIRA UNTUK KITA SEMUA..
    OJK Resmikan Pemutihan Data Bagi Nasaba Pinjol Terutama Bagi Nasaba Gagal bayar Mulai 1 Mei 2025.
    Dengan Ini OJK Resmikan Cara Pemutihannya .
    Konsultasi Pinjol Dan Daftarkan Diri Kalian Sekarang Juga....!!
    https://daftarsekarang13.upduc.my.id/
    Ayo buruan...." tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 6 kali dibagikan dan mendapat 14 komentar dari warganet.
    Benarkah OJK mengadakan program pemutihan data nasabah yang gagal membayar pinjol mulai 1 Mei 2025? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang OJK mengadakan program pemutihan data nasabah yang gagal membayar pinjol mulai 1 Mei 2025. Penelusuran mengarah ke akun Instagram resmi OJK, @ojkindonesia.
    Dalam salah satu postingannya, akun Instagram @ojkindonesia menyebut, tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang pemutihan datan pinjol. Bahkan, akun Instagram @ojkindonesia memberikan stampel hoaks pada postingan yang mengklaim bahwa OJK mengadakan program pemutihan data nasabah yang gagal membayar pinjol mulai 1 Mei 2025.
    Berikut gambar tangkapan layarnya.
    "Waspada Penipuan Mengatasnamakan OJK
    Sobat OJK,
    OJK tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang pemutihan data pinjaman online.
    Hati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan OJK.
    #CekDulu kebenaran informasi yang kamu terima ke Kontak OJK 157 @kontak157," tulis akun Instagram @ojkindonesia pada 4 Mei 2025.
     

    Kesimpulan


    Kabar tentang OJK mengadakan program pemutihan data nasabah yang gagal membayar pinjol mulai 1 Mei 2025 ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, OJK tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang pemutihan data pinjaman online. Postingan tersebut diduga merupakan modus penipuan mencatut OJK.
     

    Rujukan