• (GFD-2025-26896) [HOAKS] Video Prabowo Dukung Pengusutan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan video di media sosial yang mengeklaim Presiden Prabowo Subianto mendukung pengusutan dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

    Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video itu tidak benar.

    Video yang diklaim menampilkan Prabowo mendukung pengusutan dugaan ijazah palsu Jokowi salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Prabowo tengah berpidato dan diberi keterangan demikian:

    Prabowo mendukung Rismon H.S Ungkap Kebohongan Besar Ijazah Palsu Jokowi..!!!

    Alhamdulillah akhirnya Pak Prabowo setelah bertemu Bu Megawati akhirnya mendukung pengusutan ijazah palsu Jokowi, ternyata PDIP juga sudah tertipu dengan ijazahnya itu.

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang mengeklaim Prabowo mendukung pengusutan dugaan ijazah palsu Jokowi

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut menggunakan teknik reverse image search.

    Hasilnya, video itu identik dengan unggahan di kanal YouTube Metro TV ini, yang berjudul "Presiden Prabowo Bicara Propaganda Kebohongan".

    Dalam video itu, Prabowo menyinggung soal ilmu propaganda yang dilakukan suatu negara untuk mendestabilisasi negara lain yang tidak disukai.

    Menurut Prabowo, serangan kebohongan tersebut hanya bisa dihadapi dengan membuka diri dan memberikan penjelasan berdasarkan fakta, kenyataan, ilmu dan matematika.

    Prabowo tidak menyinggung soal isu dugaan ijazah palsu Jokowi dalam pidatonya itu. 

    Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Prabowo justru mengaku heran karena ada yang mempersoalkan  keaslian ijazah Jokowi. Ia pun bergurau bisa jadi suatu saat ada pula pihak-pihak yang mempertanyakan ijazahnya.

    "Masalah ijazah dipersoalkan, nanti ijazah saya ditanya-tanya, iya, kan?" kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/5/2025).

    Prabowo juga membantah tuduhan dirinya adalah presiden boneka yang dikendalikan Jokowi.

    Video yang diklaim menampilkan Prabowo mendukung pengusutan dugaan ijazah palsu Jokowi tidak benar atau hoaks.

    Video aslinya adalah momen ketika Prabowo menyinggung soal propaganda yang dilakukan suatu negara untuk mendestabilisasi negara lainnya. 

    Sampai saat ini tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang menyebut Prabowo mendukung pengusutan dugaan ijazah palsu Jokowi. Prabowo justru mengaku heran karena ada pihak yang mempersoalkan ijazah Presiden ke-7 Indonesia itu. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-26898) [HOAKS] Mati Listrik di Bali Jadi Uji Coba Kontrol Populasi oleh WHO

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Pekan lalu terjadi mati listrik atau blackout di seluruh wilayah Bali, tepatnya pada Jumat (2/5/2025).

    Peristiwa tersebut dikaitkan dengan konspirasi mengenai uji coba kontrol populasi dan pandemi terencana yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Informasi yang mengaitkan mati listrik di Bali dengan uji coba pandemi oleh WHO disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (5/5/2025):

    Uji coba simulasi menuju total kontrol populasiWHO Plandemic Treaty (Lockdown/Lock Step)

    akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Senin (5/5/2025), yang mengaitkan mati listrik di Bali dengan uji coba pandemi oleh WHO.

    Hasil Cek Fakta

    Mati listrik yang terjadi di seluruh Bali bukanlah uji coba kontrol populasi.

    Penyebab mati listrik yakni gangguan kelistrikan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang Unit 2.

    "Indikasi awal gangguan terjadi di PLTU Celukan Bawang Unit #2 yang menyebabkan terhentinya pasokan listrik di sebagian wilayah Bali," kata Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Bali, I Wayan Eka Susana seperti diberitakan sebelumnya oleh Kompas.com.

    PLTU Celukan Bawang Unit 2 menjadi pemicu utama lepasnya trip, sebagai respons sistem pembangkit lainnya di Bali.

    Setelah diusut, gangguan bersumber dari Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang berlokasi di Jawa Timur.

    Terdapat empat jalur kabel laut yang menyalurkan total daya sebesar 270 MW ke Bali.

    Namun akibat gangguan di SUTT Jawa Timur, pasokan daya ini tiba-tiba anjlok drastis hingga mencapai 0 MW.

    Ketimpangan daya lantas membuat frekuensi listrik di Bali anjlok.

    Gangguan kelistrikan tersebut tidak ada kaitannya dengan konspirasi kontrol populasi atau uji coba pandemi yang direncanakan oleh WHO.

    Mati listrik yang terjadi di seluruh wilayah Bali bukanlah kesengajaan.

    Kesimpulan

    Narasi yang mengaitkan mati listrik di Bali dengan uji coba pandemi oleh WHO merupakan hoaks.

    Mati listrik yang terjadi di seluruh wilayah Bali terjadi karena gangguan di PLTU Celukan Bawang Unit 2.

    Gangguan tersebut bersumber dari pasokan listrik yang anjlok di Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang berlokasi di Jawa Timur.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26899) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Luis Antonio Tagle Resmi Terpilih Jadi Paus pada 6 Mei 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial muncul unggahan yang mengeklaim Kardinal Luis Antonio Tagle telah resmi terpilih menjadi Paus pada 6 Mei 2025.

    Namun, setelah ditelusuri informasi tersebut tidak benar dan informasinya perlu diluruskan.

    Sebab, pada 6 Mei 2025 belum dimulai proses konklaf atau pemilihan pengganti Paus Fransiskus yang telah tutup usia.

    Luis Antonio Tagle merupakan salah satu kandidat kuat pengganti Paus Fransiskus, tetapi belum ada Paus terpilih hingga artikel ini diturunkan.

    Narasi yang mengeklaim Kardinal Luis Antonio Tagle telah resmi terpilih menjadi Paus pada 6 Mei 2025 salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Akun tersebut membagikan foto Luis Antonio Tagle dan diberi keterangan demikian:

    AKHIRNYA PAUS TERPILIH

    FAHAR BARU DARIBASIA

    Mgr. Prof. Dr. Luis Antonio Gokim Kardinal Tagle (bahasa Latin: Aloysius Antonius Tagle, bahasa Italia: Ludovico Antonio Tagle; lahir 21 Juni 1957) adalah Uskup Agung Manila yang menjadi kardinal setelah ditunjuk Paus Benediktus XVI pada tahun 2012.

    Ia juga merupakan Kardinal-imam tituler di gereja San Felice da Cantalice a Centocelle[1][2] dan Primat de facto Filipina.

    Tagle lahir di Ibu Kota Manila, Filipina, 21 Juni 1957 dan saat ini memimpin gereja Santo Felix.

    Dia juga mengajar teologi di Sekolah Teologi Loyola. Tagle ditahbiskan menjadi Uskup Agung Manila pada 2011 pada usia 54

    Ia diangkat menjadi kardinal pada bulan November 2012. Lihat Lebih Sedikit

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Luis Antonio Tagle telah terpilih menjadi Paus pada 6 Mei 2025

    Hasil Cek Fakta

    Dikutip dari Vatican News, konklaf atau pemilihan Paus baru resmi dimulai pada Rabu (7/5/2025).

    Total ada 133 kardinal yang memasuki Kapel Sistina untuk ambil bagian dalam acara tersebut.

    Konklaf tahun ini merupakan salah satu konklaf paling beragam dalam sejarah, dengan para elektor yang berasal dari 70 negara.

    Konklaf hari pertama belum menghasilkan kesepakatan soal pengganti Paus Fransiskus. Asap hitam yang mengepul dari cerobong Kapel Sistina Rabu (7/5/2025) malam menandakan pemungutan suara pertama telah diadakan tanpa pemilihan Paus.

    Para kardinal elektor belum mencapai syarat minimum dua pertiga suara yang dibutuhkan untuk memilih Paus baru.

    Masyarakat pun begitu antusias menunggu hasil konklaf. Sekitar 45.000 orang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk menunggu pengumuman tersebut.

    Dikutip dari Reuters, beberapa pihak menyebut Luis Antonio Tagle merupakan salah satu kandidat kuat pengganti Paus Fransiskus.

    Kardinal asal Filipina itu dianggap memiliki kemiripan  dengan Paus Fransiskus. Ia diharapkan mampu melanjutkan langkah progresif yang selama ini dilakukan Paus Fransiskus. 

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim Kardinal Luis Antonio Tagle telah resmi terpilih menjadi Paus pada 6 Mei 2025 merupakan informasi yang tidak benar dan perlu diluruskan.

    Faktanya, konklaf atau pemilihan Paus baru dimulai pada 7 Mei 2025. Di hari pertama konklaf belum ada keputusan terkait pengganti Paus Fransiskus.

    Luis Antonio Tagle memang menjadi salah satu kandidat Paus, tetapi masih ada nama lain yang juga diprediksi sebagai calon kuat.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26900) [HOAKS] Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates adalah Upaya Pemasangan Chip 666

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Uji coba vaksin TBC di Indonesia diklaim sebagai upaya pemasangan chip 666. Vaksin tersebut dikembangkan oleh Bill & Melinda Gates Foundation.

    Narasi tersebut beredar di media sosial setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan pendiri Gates Foundation, Bill Gates, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (7/5/2025).

    Setelah pertemuan itu, Prabowo mengumumkan bahwa Indonesia akan menjadi lokasi uji coba fase 3 vaksin TBC hasil pengembangan Gates Foundation.

    Adapun chip 666 merupakan teori konspirasi yang dikaitkan dengan satanisme. Narasi tersebut sebelumnya dikaitkan dengan vaksin Covid-19.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim uji coba vaksin TBC Bill Gates di Indonesia adalah upaya pemasangan chip 666 merupakan hoaks.

    Narasi yang mengeklaim uji coba vaksin TBC Bill Gates di Indonesia adalah upaya pemasangan chip 666 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Bill Gates Akan Uji Coba Vaksin TBC Buatannya di Indonesia. Apakah itu Benar-benar Vaksin atau Pasang Chips 666.

    Hasil Cek Fakta

    Isu kandungan mikrocip atau cip dalam vaksin telah beberapa kali beredar. Sebelumnya, beredar narasi yang mengeklaim vaksin Covid-19 mengandung mikrocip.

    Sebagaimana yang telah ditulis Kompas.com pada 20 Juli 2022, narasi tersebut dibantah oleh Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Sri Rezeki Hadinegoro.

    Dia mengatakan, narasi vaksin Covid-19 mengandung mikrocip tidak benar. Sebab, lubang jarum suntik sangat kecil sehingga tidak ada partikel magnetik yang bisa melewatinya.

    "Vaksin berisi protein, garam, lipid, pelarut dan tidak mengandung logam. Jadi perlu dijelaskan bahwa berita itu hoaks," kata Sri Rezeki.

    Sementara itu, teori konspirasi chip 666 sudah beredar di Amerika Serikat tidak lama setelah Undang-Undang Kesehatan atau Obamacare disahkan pada 2010.

    Vaksinasi disebut sebagai cara memasukkan mikrocip 666 ke dalam tubuh manusia. Mikrocip tersebut berfungsi untuk mengontrol manusia, bukan berfungsi untuk kesehatan.

    Namun menurut pemeriksa fakta Snopes.com, Obamacare atau HR3590 tidak mencantumkan aturan apa pun mengenai kewajiban implan chip RFID.

    Ada kemungkinan hoaks ini muncul akibat kesalahan dalam menafsirkan Affordable Care Act yang tidak disahkan, yaitu HR3200.

    Dalam HR3200, sempat disinggung mengenai pengumpulan data terkait obat-obatan dan sejumlah perangkat seperti chip RFID yang dapat diimplan.

    Adapun kandidat vaksin M72/AS01E yang dikembangkan Gates Foundation telah menjalani uji coba fase 2b di Afrika Selatan, Zambia dan Kenya.

    Dikutip dari situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dari hasil pengujian tersebebut, tidak ada laporan tentang pemasangan chip pada peserta uji coba.

    Hasil uji coba menunjukkan, pemberian dua dosis vaksin M72/AS01E berhasil menurunkan perkembangan penyakit TB aktif dengan efikasi sebesar 50 persen pada orang dewasa HIV negatif dengan infeksi Mycobacterium tuberculosis laten.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim uji coba vaksin TBC Bill Gates di Indonesia adalah upaya pemasangan chip 666 merupakan hoaks.

    Isu kandungan cip dalam vaksin telah berulang kali dibantah. Lubang jarum suntik untuk vaksinasi sangat kecil sehingga tidak ada partikel magnetik yang bisa melewatinya.

    Rujukan