• (GFD-2025-27155) Keliru: Kemenkes Mewajibkan Penumpang Pesawat Tunjukkan Surat Vaksin TBC

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/05/2025

    Berita

    SEBUAH gambar beredar di Facebook dengan narasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadikan sertifikat vaksin TBC sebagai syarat tambahan untuk penumpang pesawat terbang. 

    Gambar itu memperlihatkan foto Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan tulisan kalimat yang seakan-akan mengutip perkataan Budi. Narasi mengatakan kewajiban penumpang pesawat menunjukkan bukti vaksinasi TBC, bertujuan mencegah penularan penyakit tersebut di udara.



    Namun, benarkah Kemenkes mengeluarkan peraturan syarat tambahan untuk penumpang pesawat?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi narasi tersebut menggunakan mesin pencari Google, baik versi pencarian gambar terbalik maupun dengan kata kunci. Hasilnya diketahui konten yang beredar itu keliru.



    Kemenkes telah menyebarkan infografis untuk mengklarifikasi narasi yang beredar tersebut, melalui akun Twitter mereka, 23 Mei 2025. Mereka menyatakan tak ada aturan syarat tambahan penumpang pesawat harus memperlihatkan sertifikat vaksin.

    “Beredar narasi tidak benar soal kewajiban vaksin TBC untuk naik pesawat. Faktanya, tidak ada aturan yang mewajibkan vaksin TBC untuk naik pesawat,” bunyi keterangan itu.

    Foto yang digunakan dalam konten yang beredar sesungguhnya adalah materi berita Kompas.com yang memperlihatkan Budi di Kantor Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat, 9 Mei 2025.

    Ia berada di sana dalam rangka menghadiri peluncuran program nasional pemberantasan penyakit TBC, bernama Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC.

    Budi mendorong kader-kader kesehatan di seluruh untuk berlomba-lomba menemukan warga yang mengidap penyakit TBC, mengobati, dan menyembuhkan mereka, sebagaimana publikasi Kemenkes. Kader kesehatan yang paling banyak menemukan, mengobati dan menyembuhkan akan diundang Kemenkes sebagai penghargaan.

    Dia tak mengatakan adanya peraturan yang mengharuskan penumpang pesawat menunjukkan sertifikat vaksin TBC sebelum terbang, baik dalam berbagai pemberitaan maupun dari publikasi Kemenkes.

    Poster pada narasi yang beredar itu memperlihatkan identitas pembuat atau penyebarnya, yakni website Situssupercanggih.co.id dan akun media sosial dengan nama yang sama.

    Namun pencarian website serta akun media sosial dengan nama itu, di Instagram, X, dan Facebook, tidak ditemukan hasil. Hal ini menunjukkan adanya pemalsuan identitas pembuat dan penyebar narasi tersebut.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan Kemenkes menerbitkan peraturan syarat tambahan penumpang pesawat harus menunjukkan sertifikat vaksin TBC sebelum terbang adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27158) [SALAH] Manuver Pesawat India sebelum Jatuh Tertembak oleh Pakistan

    Sumber: X/Twitter
    Tanggal publish: 27/05/2025

    Berita

    Pada Rabu (7/5/2025) beredar unggahan di X (arsip cadangan) oleh akun @M26165Kalong yang membagikan sebuah video disertai narasi:

    "Manuver pesawat India sebelum jatuh tertembak oleh Pakistan ."

    di unggahannya.

    Per arsip dibuat pada Sabtu (24/5/2025) unggahan tersebut telah dilihat 20.1 ribu kali, mendapatkan 22 jawaban, dibagikan ulang 50 kali, dan disukai oleh 157 pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim berdasarkan pola sebaran hoaks yang muncul menunggangi konflik yang terjadi di dunia nyata seperti yang sudah beberapa kali terjadi sebelumnya, kali ini pola yang sama kembali muncul menyebar di berbagai platform media sosial menunggangi konflik Pakistan dengan India yang baru-baru ini terjadi.

    Pada 3 Januari dan 24 Februari tahun 2022 lalu, penulis sudah memeriksa dan mengunggah hasil pemeriksaan di turnbackhoax.id di artikel “[SALAH] “pesawat jatuh lagi ketika Tiongkok gagal melancarkan serangan udara di dekat Taiwan”” (hasil terjemahan Google Translate) dan “[SALAH] Video “RUSIA VS ukraina””.

    Pemeriksaan dilanjutkan di YouTube dan Google Videos menggunakan kata kunci (keyword) “arma 3 air defense”, hasilnya terdapat berbagai unggahan video yang diambil dari permainan ArmA 3.

    Bohemia Interactive, studio pengembang permainan ArmA 3, pada tahun 2023 lalu pernah mempublikasikan rilis yang memberikan tips membedakan video yang berasal dari dalam permainan (in-game) dengan hasil rekaman dari peristiwa dunia nyata, serta mengimbau para pemain dan pembuat konten ArmA 3 untuk menggunakan rekaman permainan secara bertanggung jawab.

    Selain itu, menggunakan kata kunci “arma 3 developer fake news” menghasilkan artikel dari sumber-sumber otoritatif yang mengkoroborasi mendukung pernyataan di atas. Artikel dari sumber-sumber yang ditemukan di Google News berisi pernyataan dari Bohemia Interactive yang merasa kecewa karena produknya digunakan di berbagai ketegangan/konflik yang muncul, misalnya di ketegangan/konflik Israel-Palestina dan Ukraina-Rusia.

    Kesimpulan

    Unggahan tersebut masuk ke kategori konten yang menyesatkan (misleading content), faktanya video yang dibagikan berasal dari potongan rekaman permainan/gim video ArmA 3.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27159) Keliru: Paus Leo XIV Balas Surat Terbuka Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/05/2025

    Berita

    SEBUAH akun di Facebook [arsip] mengunggah konten berisi klaim, Paus Leo XIV mengirim jawaban atas surat terbuka yang dikirimkan oleh Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore. Paus Leo diklaim menyampaikan pengakuan atas keterlibatan Gereja Katolik dalam kolonialisme di Afrika dan berjanji untuk memperbaiki hubungan dengan benua tersebut.

    Sebelumnya, akun tersebut menulis, Ibrahim Traore mengirimkan surat terbuka kepada Paus Leo XIV yang baru menggantikan Paus Fransiskus yang wafat. Isi surat Traore diunggah akun Facebook lainnya, untuk meminta dukungan bagi kemerdekaan Burkina Faso dari penindasan negara barat.  



    Benarkah Paus Leo XIV membalas surat Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video melalui pemberitaan media dan situs-situs kredibel. Hasilnya, tidak ditemukan bukti bahwa surat tersebut benar-benar berasal dari Paus Leo XIV.

    Vaticannews.va pada 21 Mei 2025 membantah Paus Leo mengirimkan surat balasan kepada Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore. Konten itu menyebar, awalnya berasal dari video 36 menit yang diunggah ke YouTube oleh akun Pan African Dreams. Padahal video aslinya diambil saat Paus Leo XIV beraudiensi dengan para jurnalis pada Senin, 12 Mei 2025. 

    Video itu kemudian direkayasa dengan teknik “morphing”, yakni mengubah klip sehingga gerakan bibir terlihat sesuai dengan kata-kata atau audio yang dihasilkan oleh generator kecerdasan buatan. Setelah direkayasa, video hasil sintetis AI diberi judul: Paus Leo XIV menanggapi Kapten Ibrahim Traoré - Pesan Kebenaran, Keadilan & Rekonsiliasi.

    Pidato Paus Leo palsu tersebut, terdengar memuji Ibrahim Traoré, Presiden Burkina Faso, yang berkuasa melalui kudeta tahun 2022. Pemimpin revolusioner Afrika yang didukung Rusia tersebut, memanfaatkan sentimen anti-Barat untuk tampil sebagai tokoh Mesias bagi kaum muda yang tidak puas.

    Dalam video tersebut Paus Leo seolah menyatakan:

    "Saya telah membaca kata-kata Anda bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali. Dan setiap bacaan lebih mendalam daripada yang terakhir, karena dalam suara Anda, saya telah mendengar bukan hanya kemarahan seorang presiden, tetapi juga seruan yang benar dari sebuah benua yang telah lama terluka oleh dua bilah pengabaian dan eksploitasi."

    Seluruh materi pidato, amanat, dan teks Paus Leo XIV dapat diakses oleh publik secara lengkap di Vatican.va.

    Organisasi pemeriksa fakta berbahasa Portugis, Boatos.org, menjelaskan, tidak pernah ada bukti Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore mengirimkan surat ke Paus Leo XIV.

    Tentang Ibrahima Traore

    Dikutip dari situs The Telegraph, Ibrahim Traore merupakan pemimpin termuda di benua Afrika setelah kudeta militer tahun 2022 membawanya ke tampuk kekuasaan di Burkina Faso. Ia dipandang oleh banyak pemuda yang kecewa, sebagai sosok mesias yang mengikuti jejak para revolusioner Afrika.

    Pesannya tentang kemandirian dan kemerdekaan dari Barat, khususnya dari Prancis, bekas penguasa kolonial, telah mendapat sambutan dari kaum muda yang frustasi di seluruh Afrika yang mencari penyelamat politik.

    Beberapa bahkan menganggapnya sebagai reinkarnasi Thomas Sankara, seorang Marxis Burkinabe dan revolusioner pan-Afrika yang memerintah selama empat tahun pada 1980-an.

    Namun para analis dan diplomat mengatakan, reputasinya yang berkembang berakar pada kekecewaan yang tulus terhadap kepemimpinan Afrika dan keinginannya untuk hubungan yang lebih setara dengan Barat. Reputasi tersebut juga diduga sedang ditingkatkan dan dipoles oleh kampanye disinformasi Rusia.

    BBC melansir bahwa sejak akhir April, ratusan video hasil kecerdasan buatan yang menggambarkan Tn. Traoré sebagai pahlawan pan-Afrika, banyak diantaranya berisi informasi palsu yang telah membanjiri platform media sosial di seluruh Afrika sub-Sahara.

    Tren ini memiliki jangkauan yang luas, dengan pengguna media sosial di X, Facebook, Instagram, TikTok, WhatsApp, dan YouTube dari negara-negara termasuk Nigeria, Ghana, dan Kenya, memuji Tn. Traoré sebagai contoh bagi para pemimpin Afrika lainnya. Beberapa influencer menyebut diri mereka sebagai “pan-Afrikanis” dan mengandalkan kekecewaan terhadap pemerintah daerah.

    Rentetan propaganda ditujukan untuk membangunnya sebagai ikon anti-Barat dan mengalihkan perhatian dari situasi keamanan Burkina Faso yang buruk, yang tidak dapat diperbaiki oleh Tn. Traore maupun pendukungnya dari Rusia.

    Traore mengambil alih kekuasaan setelah kudeta tahun 2022 yang memanfaatkan kemarahan rakyat atas kegagalan menangani pemberontakan Islam berdarah.

    Juntanya dengan cepat berubah haluan untuk mengusir pasukan Prancis dan merangkul Rusia, bersama Mali dan kemudian Niger, menciptakan wilayah pemerintahan militer pro-Kremlin di Sahel.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa Presiden Ibrahima Traore bersurat ke Paus Leo XIV, dan Paus membalasnya adalah keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27160) Menyesatkan: Masjid Nurul Huda di Lahore, Pakistan, Diserang Rudal India

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/05/2025

    Berita

    SEBUAH video beredar di Facebook [arsip] memuat klaim tentang masjid Nurul Huda di Kota Lahore, Provinsi Punjab, Pakistan, yang diserang rudal India. 

    Video itu memperlihatkan masjid yang terbakar, orang-orang yang berlarian, serta jet tempur yang terbang di atasnya. Dalam teks video menyebutkan, rudal tersebut terdeteksi berasal dari Rajasthan, India, untuk menargetkan para teroris. 



    Benarkah video yang menampilkan Masjid Nurul Huda di Lahore yang hancur karena rudal India asli?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten tersebut melalui pemberitaan dari media kredibel, serta menggunakan aplikasi pendeteksi konten kecerdasan buatan atau AI. Tempo juga bekerja sama dengan jurnalis senior di organisasi cek fakta Pakistan, Soch Fact Check, Haseem uz Zaman.

    Hasilnya, meski ada empat masjid di Pakistan yang terdampak konflik India dan Pakistan,  tetapi tak ada masjid bernama Nurul Huda yang terdampak serangan militer India. Konten yang memperlihatkan masjid dibakar tersebut, hasil buatan  menggunakan kecerdasan buatan.

    Haseem mengatakan, tiga masjid di Lahore memiliki nama mirip Nurul Huda, termasuk yang terdaftar di Google Maps. Namun, menurut dia, tiga masjid tersebut tidak terdampak serangan dari India pada 7 Mei lalu.



    Selain itu, konten itu juga berisi gambar-gambar yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Tempo memotong bagian video yang memperlihatkan kebakaran pada masjid. Setelah dianalisis dengan alat deteksi AI or Not, 94 persen kemungkinan gambar tersebut dihasilkan dengan kecerdasan buatan.  

    Pengunggah akun juga memberikan keterangan, konten dari kecerdasan buatan itu hanya digunakan sebagai ilustrasi.

    Selanjutnya, Tempo menelusuri gambar empat masjid di Pakistan yang terdampak serangan India. Tempo memperlihatkan perbandingan gambar masjid sebelum dan setelah konflik.



    Serangan tanggal 7 Mei itu dilaporkan menyasar sebuah blok atau kompleks administrasi pemerintah di Kota Muridke, Provinsi Punjab, Pakistan. Masjid Ummul Qura berdiri di kompleks tersebut.

    Gambar di atas menampilkan perbandingan antara kondisi masjid sebelum konflik, sebagaimana publikasi Getty Images tahun 2008. Sedangkan gambar bagian kanan,  memperlihatkan kondisi masjid setelah serangan, sebagaimana media asal Inggris, Sky News.



    Foto Al Jazeera terkait kerusakan gedung administrasi pemerintahan di kompleks tersebut, juga menampakkan sedikit sudut masjid. Hal ini membuktikan kedua bangunan tersebut berdekatan.



    Gambar bangunan berdinding merah yang hancur dan beredar di internet, salah satunya di berita Al Jazeera, sesungguhnya juga merupakan Masjid Ummul Qura atau Ummul Quro. Dinding merah itu merupakan sisi samping dari bangunan tersebut.





    Masjid Bilal berada di Kota Muzaffarabad, bagian wilayah Kashmir yang dikendalikan Pakistan. Tampilan masjid sebelum terkena serangan tidak ditemukan di internet. Namun gambarnya setelah diserang, menjadi viral di media  seperti dipublikasikan oleh  Tribune.com.pk, BBC, dan Google Maps.



    Jamia Masjid Subhan Allah di Kota Bahawalpur, Provinsi Punjab, sebelumnya memiliki bangunan utama yang cukup megah dengan lima kubah di atasnya sebagaimana di Google Maps. Foto dari Reuters memperlihatkan kondisinya yang rusak setelah diserang militer India.



    Masjid Abbas yang berada di Kota Kotli, bagian wilayah Kashmir yang dikendalikan Pakistan, juga dibom yang gambar kerusakan bangunannya diunggah Pakobserver.net. Namun, tidak ditemukan foto masjid tersebut sebelum diserang.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan Masjid Nurul Huda di Kota Lahore, Pakistan, yang disasar rudal India adalah klaim menyesatkan.

    Rujukan