KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim menampilkan fenomena unik berupa kambing berkepala dua. Unggahan beredar pada akhir Mei 2025.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu merupakan rekayasa artificial intelligence (AI).
Video yang diklaim menampilkan kambing berkepala dua salah satunya dibagikan akun Facebook ini, dan ini
Dalam video tampak seorang perempuan sedang menggiring seekor kambing berkepala dua. Terdapat keterangan sebagai berikut:
Aneh! Kambing Punya 2 Kepala
(GFD-2025-27198) [HOAKS] Video Kambing Berkepala Dua
Sumber:Tanggal publish: 28/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Saat dicermati, dalam video terdapat watermark "artharestu.id" yang menunjukkan sumber pertama video tersebut.
Setelah ditelusuri, diketahui video itu identik dengan unggahan akun Facebook @Artharestu ini.
Adapun akun @Artharestu mendeskripsikan dirinya sebagai kreator digital yang membuat konten dengan bantuan AI.
Akun tersebut kerap membagikan konten unik yang dibuat dengan teknologi AI, misalnya video ular berkepala dua ini dan sapi berkepala dua ini.
Untuk memastikan konten tersebut merupakan rekayasa AI, Tim Cek Fakta Kompas.com juga mengecek video tersebut menggunakan Hive Moderation.
Setelah dicek, video itu memiliki probabilitas 98,1 persen dihasilkan AI.
Setelah ditelusuri, diketahui video itu identik dengan unggahan akun Facebook @Artharestu ini.
Adapun akun @Artharestu mendeskripsikan dirinya sebagai kreator digital yang membuat konten dengan bantuan AI.
Akun tersebut kerap membagikan konten unik yang dibuat dengan teknologi AI, misalnya video ular berkepala dua ini dan sapi berkepala dua ini.
Untuk memastikan konten tersebut merupakan rekayasa AI, Tim Cek Fakta Kompas.com juga mengecek video tersebut menggunakan Hive Moderation.
Setelah dicek, video itu memiliki probabilitas 98,1 persen dihasilkan AI.
Kesimpulan
Unggahan video mengenai kambing berkepala dua merupakan hasil manipulasi berbasis AI. Meski begitu, narasi ini perlu diluruskan agar tidak menjadi gangguan informasi.
Video itu dibuat oleh seorang akun Facebook yang kerap membuat konten unik dengan bantuan teknologi AI. Ketika dicek menggunakan Hive Moderation video kambing berkepala dua memiliki probabilitas 98,1 persen dihasilkan AI.
Video itu dibuat oleh seorang akun Facebook yang kerap membuat konten unik dengan bantuan teknologi AI. Ketika dicek menggunakan Hive Moderation video kambing berkepala dua memiliki probabilitas 98,1 persen dihasilkan AI.
Rujukan
(GFD-2025-27199) [KLARIFIKASI] Tidak Ada Bukti Pandemi Covid-19 adalah Rekayasa
Sumber:Tanggal publish: 28/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (AS) Robert F. Kennedy Jr menyebut pandemi Covid-19 adalah rekayasa, beredar di media sosial.
Hal itu disampaikan saat rapat sidang pleno ketika senator AS Rand Paul bertanya soal penelitian gain-of-function atau penelitian yang melibatkan bidang studi ilmiah kontroversial.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu perlu diluruskan.
Informasi mengenai Kennedy Jr. menyebut pandemi Covid-19 sebagai rekayasa disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan Instagram ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (28/5/2025):
COVID HANYA REKAYASA
Robert Kennedy menkes AS mengisyaratkan COVID direkayas:
"Penelitian tentang Keuntungan Fungsi tidak memiliki tempat dalam masyarakat yang beradab. Kita tidak bisa mengambil risiko dengan pandemi yang direkayasa atas nama sains'.Kami berkomitmen untuk mengakhiri.
Hal itu disampaikan saat rapat sidang pleno ketika senator AS Rand Paul bertanya soal penelitian gain-of-function atau penelitian yang melibatkan bidang studi ilmiah kontroversial.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu perlu diluruskan.
Informasi mengenai Kennedy Jr. menyebut pandemi Covid-19 sebagai rekayasa disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan Instagram ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (28/5/2025):
COVID HANYA REKAYASA
Robert Kennedy menkes AS mengisyaratkan COVID direkayas:
"Penelitian tentang Keuntungan Fungsi tidak memiliki tempat dalam masyarakat yang beradab. Kita tidak bisa mengambil risiko dengan pandemi yang direkayasa atas nama sains'.Kami berkomitmen untuk mengakhiri.
Hasil Cek Fakta
Klip yang beredar bersumber dari dokumentasi sidang pleno komite mengenai anggaran Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Tahun 2026.
Kepada Kennedy Jr, senator AS Rand Paul mempertanyakan soal dokumen penelitian gain-of-function atau penelitian untuk memperkuat patogen, yang disebut tidak transparan.
Ia khawatir dengan kemungkinan virus Ebola menyebar lewat udara, sampai pelanggaran terhadap konvensi senjata biologis yang berlokasi di Fort Detrick.
Berikut jawaban lengkap Kennedy Jr pada menit ke-28, dalam terjemahan bahasa Indonesia:
Kami akan benar-benar transparan. Saya telah merencanakan perjalanan ke Fort Dietrick bersama Christy Nome yang merupakan direktur DHS dan Jay Bachara, serta orang lain dari agensi yang merupakan pakar senjata biologis, yang merupakan pakar penelitian gain-of-function dan kami akan benar-benar transparan.
Kami juga telah mengusulkan metodologi untuk mengatur dan menentukan gain-of-function yang berbahaya dan yang merupakan penyelidikan ilmiah yang sah, dan bagaimana melibatkan publik dalam perdebatan itu. Yang menurut saya, seperti yang Anda katakan sangat penting, di situlah kita mengabaikannya terakhir kali.
Dan seperti yang Anda ketahui, kita memiliki begitu banyak Demokrat di sini yang berbicara tentang sains hebat dari NIH, tetapi sekarang kita memiliki badan intelijen utama, CIA, FBI, DOE, dan Departemen Luar Negeri semuanya sepakat bahwa penelitian NIH hampir pasti mengarah ke pandemi Covid. Jadi itu bukan jenis hasil yang seharusnya kita izinkan atau dukung dan kita akan mengakhirinya sekarang.
Sebagai konteks, Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif untuk membatasi pendanaan penelitian gain-of-function.
Penelitian tersebut diklaim sebagai penelitian "dual-use" yang melibatkan eksperimen dengan virus dan patogen lain yang berpotensi memicu pandemi.
Dikutip dari NPR, pendapat tentang penelitian gain-of-function terpolarisasi, terutama sejak pandemi Covid-19.
Salah satu teori yang berkembang yakni virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, menyebar dari laboratorium pemerintah China di sebuah laboratorium di Wuhan.
Banyak ilmuwan membantah teori tersebut, dengan alasan bahwa bukti yang ada menunjukkan bahwa pandemi dimulai ketika seseorang di China terinfeksi oleh hewan liar yang membawa virus tersebut.
Sejauh ini belum ada bukti nyata bahwa Covid-19 bersumber dari kelalaian penelitian, atau disebarkan dengan sengaja.
Sementara terkait Fort Detrick yang menjadi fokus pertanyaan senator Paul, merupakan teori konspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
BBC melaporkan, disinformasi mengenai Fort Detrick bahkan sangat populer di China.
Pada masa pemerintahan Joe Biden, penyelidikan 90 hari dilakukan untuk mengetahui apakah virus Covid-19 berasal dari kecelakaan laboratorium atau muncul dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi.
Hasil penyelidikan itu membuktikan, asal-usul virus Covid-19 bukan dari kelalaian laboratorium di Wuhan.
Namun kini narasinya berbalik menyerang AS, dengan mengeklaim asal-usul virus bersumber dari pangkalan militer AS di Maryland atau Fort Detrick.
Robert F Kennedy Jr memang terkenal sebagai sosok kontroversial yang skeptis terhadap vaksin.
Misalnya, ketika CDC berupaya mengatasi wabah campak, Kennedy justru mengklaim bahwa vaksin tidak diuji keamanannya, meskipun ada konsensus ilmiah yang membuktikan bahwa vaksin itu aman dan efektif.
Kepada Kennedy Jr, senator AS Rand Paul mempertanyakan soal dokumen penelitian gain-of-function atau penelitian untuk memperkuat patogen, yang disebut tidak transparan.
Ia khawatir dengan kemungkinan virus Ebola menyebar lewat udara, sampai pelanggaran terhadap konvensi senjata biologis yang berlokasi di Fort Detrick.
Berikut jawaban lengkap Kennedy Jr pada menit ke-28, dalam terjemahan bahasa Indonesia:
Kami akan benar-benar transparan. Saya telah merencanakan perjalanan ke Fort Dietrick bersama Christy Nome yang merupakan direktur DHS dan Jay Bachara, serta orang lain dari agensi yang merupakan pakar senjata biologis, yang merupakan pakar penelitian gain-of-function dan kami akan benar-benar transparan.
Kami juga telah mengusulkan metodologi untuk mengatur dan menentukan gain-of-function yang berbahaya dan yang merupakan penyelidikan ilmiah yang sah, dan bagaimana melibatkan publik dalam perdebatan itu. Yang menurut saya, seperti yang Anda katakan sangat penting, di situlah kita mengabaikannya terakhir kali.
Dan seperti yang Anda ketahui, kita memiliki begitu banyak Demokrat di sini yang berbicara tentang sains hebat dari NIH, tetapi sekarang kita memiliki badan intelijen utama, CIA, FBI, DOE, dan Departemen Luar Negeri semuanya sepakat bahwa penelitian NIH hampir pasti mengarah ke pandemi Covid. Jadi itu bukan jenis hasil yang seharusnya kita izinkan atau dukung dan kita akan mengakhirinya sekarang.
Sebagai konteks, Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif untuk membatasi pendanaan penelitian gain-of-function.
Penelitian tersebut diklaim sebagai penelitian "dual-use" yang melibatkan eksperimen dengan virus dan patogen lain yang berpotensi memicu pandemi.
Dikutip dari NPR, pendapat tentang penelitian gain-of-function terpolarisasi, terutama sejak pandemi Covid-19.
Salah satu teori yang berkembang yakni virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, menyebar dari laboratorium pemerintah China di sebuah laboratorium di Wuhan.
Banyak ilmuwan membantah teori tersebut, dengan alasan bahwa bukti yang ada menunjukkan bahwa pandemi dimulai ketika seseorang di China terinfeksi oleh hewan liar yang membawa virus tersebut.
Sejauh ini belum ada bukti nyata bahwa Covid-19 bersumber dari kelalaian penelitian, atau disebarkan dengan sengaja.
Sementara terkait Fort Detrick yang menjadi fokus pertanyaan senator Paul, merupakan teori konspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
BBC melaporkan, disinformasi mengenai Fort Detrick bahkan sangat populer di China.
Pada masa pemerintahan Joe Biden, penyelidikan 90 hari dilakukan untuk mengetahui apakah virus Covid-19 berasal dari kecelakaan laboratorium atau muncul dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi.
Hasil penyelidikan itu membuktikan, asal-usul virus Covid-19 bukan dari kelalaian laboratorium di Wuhan.
Namun kini narasinya berbalik menyerang AS, dengan mengeklaim asal-usul virus bersumber dari pangkalan militer AS di Maryland atau Fort Detrick.
Robert F Kennedy Jr memang terkenal sebagai sosok kontroversial yang skeptis terhadap vaksin.
Misalnya, ketika CDC berupaya mengatasi wabah campak, Kennedy justru mengklaim bahwa vaksin tidak diuji keamanannya, meskipun ada konsensus ilmiah yang membuktikan bahwa vaksin itu aman dan efektif.
Kesimpulan
Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dihasilkan dari kelalaian laboratorium atau disebarkan dengan sengaja.
Belakangan Fort Detrick, pangkalan militer AS di Maryland menjadi sasaran disinformasi seputar pandemi.
Sebelumnya, pemerintah AS membatasi pendanaan penelitian gain-of-function.
Kemudian, Kennedy Jr. berjanji akan melakukan transparansi terkait penyelidikan di Fort Dietrich.
Belakangan Fort Detrick, pangkalan militer AS di Maryland menjadi sasaran disinformasi seputar pandemi.
Sebelumnya, pemerintah AS membatasi pendanaan penelitian gain-of-function.
Kemudian, Kennedy Jr. berjanji akan melakukan transparansi terkait penyelidikan di Fort Dietrich.
Rujukan
- https://www.facebook.com/61558870914136/videos/1479692636332152
- https://www.facebook.com/rifda.amelia/videos/1220071666447847
- https://www.facebook.com/photo?fbid=1886521325506793&set=a.1142723419886591
- https://www.instagram.com/hk_pro78._/reel/DJ6hia1ShZ5/
- https://www.youtube.com/watch?v=OSd8zFoSHqo
- https://www.npr.org/2025/05/05/nx-s1-5267612/trump-gain-of-function-research-funding
- https://www.bbc.com/news/world-us-canada-58273322
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9933829/
- https://time.com/collections/time100-health-2025/7279603/robert-f-kennedy-jr-2/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27141) Hoaks! Pemerintah AS larang warganya ke Indonesia karena ada uji coba vaksin TBC
Sumber:Tanggal publish: 27/05/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menarasikan Pemerintah Amerika Serikat (AS) melarang warganya untuk pergi ke Indonesia.
Larangan tersebut dinarasikan karena Indonesia akan dijadikan salah satu lokasi uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) besutan The Gates Foundation.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Amerika telah melarang warganya datang ke Indonesia karena Indonesia akan dijadikan uji coba vaksin TBC, artinya Amerika juga khawatir warganya terkena imbas kelinci percobaan oleh bil gates.
Bill Gates kunjungi Indonesia, as langsung kelurkan peringatan agar warganya tidak datangi ri”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Pemerintah AS larang warganya ke Indonesia karena ada uji coba vaksin TBC?
Larangan tersebut dinarasikan karena Indonesia akan dijadikan salah satu lokasi uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) besutan The Gates Foundation.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Amerika telah melarang warganya datang ke Indonesia karena Indonesia akan dijadikan uji coba vaksin TBC, artinya Amerika juga khawatir warganya terkena imbas kelinci percobaan oleh bil gates.
Bill Gates kunjungi Indonesia, as langsung kelurkan peringatan agar warganya tidak datangi ri”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Pemerintah AS larang warganya ke Indonesia karena ada uji coba vaksin TBC?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tangkapan layar berita dalam unggahan tersebut serupa dengan laman Tribunnews yang berjudul “BREAKING NEWS: AS Keluarkan Travel Warning Minta Warganya Tidak Pergi ke Indonesia”.
Pemerintah AS mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning bagi warganya untuk menghindari bepergian ke Indonesia, terutama akibat meningkatnya ketegangan di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah. Selain itu, AS juga menetapkan status kewaspadaan umum untuk seluruh Indonesia.
Dilansir dari laman Pemerintah AS, saat ini, Indonesia berada pada level peringatan perjalanan tingkat 2, yang berarti wisatawan disarankan untuk lebih waspada. Level ini tidak menandakan bahwa Indonesia tidak aman, tetapi menunjukkan adanya potensi risiko seperti tindak kriminal, kerusuhan, wabah penyakit, atau bencana alam yang perlu diperhatikan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, narasi Pemerintah AS larang warganya ke Indonesia karena ada uji coba vaksin TBC tidak berdasar atau hoaks.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Pemerintah AS mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning bagi warganya untuk menghindari bepergian ke Indonesia, terutama akibat meningkatnya ketegangan di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah. Selain itu, AS juga menetapkan status kewaspadaan umum untuk seluruh Indonesia.
Dilansir dari laman Pemerintah AS, saat ini, Indonesia berada pada level peringatan perjalanan tingkat 2, yang berarti wisatawan disarankan untuk lebih waspada. Level ini tidak menandakan bahwa Indonesia tidak aman, tetapi menunjukkan adanya potensi risiko seperti tindak kriminal, kerusuhan, wabah penyakit, atau bencana alam yang perlu diperhatikan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, narasi Pemerintah AS larang warganya ke Indonesia karena ada uji coba vaksin TBC tidak berdasar atau hoaks.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0VG3eAWRtT9iV29gm5paXWDTjT8hrc8kVKBLyJ4q4hh9zPDFGjGyhyWudJxNECwYtl&id=100074120868879
- https://www.tribunnews.com/nasional/2025/05/08/breaking-news-as-keluarkan-travel-warning-minta-warganya-tidak-pergi-ke-indonesia
- https://travel.state.gov/content/travel/en/traveladvisories/traveladvisories/indonesia-travel-advisory.html
(GFD-2025-27142) Cek fakta, PLN kembali diskon tarif listrik 50 persen pada Mei-Juni 2025
Sumber:Tanggal publish: 27/05/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Beredar unggahan di pelataran media sosial Facebook berikut ini, ini, dan ini yang menarasikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengadakan diskon sebesar 50 persen pada bulan Mei dan Juni 2025.
Unggahan tersebut bahkan disertai link pendaftaran untuk pelanggan yang ingin menerima diskon 50 persen.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
Unggahan pertama :
PENDAFTARAN PELANGGAN LISTRIK DISKON 50%
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pemerintah memberikan diskon 50 persen kepada pelanggan daya listrik 450 Volt Ampere (VA) sampai 2.200 VA pada Mei-Juni 2025. Ini merupakan bagian dari insentif imbas kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen tahun depan
Pendaftaran Disini Gratis Yah Tidak Dipungut Biaya ayo daftar sekarang”
Unggahan kedua:
PENDAFTARAN PELANGGAN LISTRIK DISKON 50%
Pemerintah memberikan diskon 50 persen kepada pelanggan daya listrik 450 Volt Ampere (VA) sampai 2.200 VA pada Mei-Juni 2025. Ini merupakan bagian dari insentif imbas kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen tahun depan
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pendaftaran Disini Gratis Yah Tidak Dipungut Biaya
Unggahan ketiga:
PENDAFTARAN PELANGGAN LISTRIK DISKON 50%
Pemerintah memberikan diskon 50 persen kepada pelanggan daya listrik 450 Volt Ampere (VA) sampai 2.200 VA pada Mei-Juni 2025. Ini merupakan bagian dari insentif imbas kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen tahun depan
Pendaftaran Disini Gratis Yah Tidak Dipungut Biaya ayo daftar sekarang”
Namun, benarkah PLN kembali adakan diskon 50 persen pada Mei-Juni 2025?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Unggahan tersebut bahkan disertai link pendaftaran untuk pelanggan yang ingin menerima diskon 50 persen.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
Unggahan pertama :
PENDAFTARAN PELANGGAN LISTRIK DISKON 50%
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pemerintah memberikan diskon 50 persen kepada pelanggan daya listrik 450 Volt Ampere (VA) sampai 2.200 VA pada Mei-Juni 2025. Ini merupakan bagian dari insentif imbas kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen tahun depan
Pendaftaran Disini Gratis Yah Tidak Dipungut Biaya ayo daftar sekarang”
Unggahan kedua:
PENDAFTARAN PELANGGAN LISTRIK DISKON 50%
Pemerintah memberikan diskon 50 persen kepada pelanggan daya listrik 450 Volt Ampere (VA) sampai 2.200 VA pada Mei-Juni 2025. Ini merupakan bagian dari insentif imbas kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen tahun depan
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pendaftaran Disini Gratis Yah Tidak Dipungut Biaya
Unggahan ketiga:
PENDAFTARAN PELANGGAN LISTRIK DISKON 50%
Pemerintah memberikan diskon 50 persen kepada pelanggan daya listrik 450 Volt Ampere (VA) sampai 2.200 VA pada Mei-Juni 2025. Ini merupakan bagian dari insentif imbas kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen tahun depan
Pendaftaran Disini Gratis Yah Tidak Dipungut Biaya ayo daftar sekarang”
Namun, benarkah PLN kembali adakan diskon 50 persen pada Mei-Juni 2025?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Menurut penelusran ANTARA, tidak ditemukan pernyataan resmi dari PLN mengenai diskon 50 persen kepada pelanggan dengan daya listrik 450 Volt Ampere (VA) - 2.200 VA pada bulan Mei-Juni 2025.
Sebelumnya Pemerintah menyatakan akan memberikan potongan tarif listrik sebesar 50 persen untuk bulan Juni dan Juli 2025. Insentif ini ditujukan kepada sekitar 79,3 juta rumah tangga yang menggunakan daya listrik di bawah 1.300 VA, sebagai bagian dari upaya mendukung program stimulus ekonomi nasional.
“Stimulus ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II. Jadi momentum ini kita manfaatkan untuk membuat beberapa program. Nah, ini beberapa program yang disiapkan tentunya untuk mendorong pertumbuhan melalui apa yang bisa ditingkatkan melalui konsumsi,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat koordinasi, dikutip di Jakarta, Sabtu. Baca selengkapnya di sini.
PLN mengimbau masyarakat untuk selalu mendapatkan informasi resmi dari PLN melalui rangkaian saluran resminya, seperti Instagram @pln_id, Facebook PLN, Twitter @_pln_id, website www.pln.co.id, atau aplikasi PLN Mobile.
Berdasarkan penelusuran saat tautan pada unggahan tersebut diklik, maka akan muncul laman formulir pendaftaran yang mana masyarakat diminta mengisi data pribadi atau indikasi phising. Masyarakat diminta berhati-hati untuk memberikan data pribadi karena rawan untuk disalahgunakan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, klaim yang menyebut PLN memberikan diskon 50 persen untuk pelanggan dengan daya listrik 450 VA hingga 2.200 VA pada bulan Mei-Juni 2025 adalah tidak benar. Faktanya, tidak ada pernyataan resmi dari PLN terkait program tersebut. Diskon tarif listrik 50 persen yang diumumkan pemerintah hanya berlaku untuk bulan Juni dan Juli 2025.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Sebelumnya Pemerintah menyatakan akan memberikan potongan tarif listrik sebesar 50 persen untuk bulan Juni dan Juli 2025. Insentif ini ditujukan kepada sekitar 79,3 juta rumah tangga yang menggunakan daya listrik di bawah 1.300 VA, sebagai bagian dari upaya mendukung program stimulus ekonomi nasional.
“Stimulus ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II. Jadi momentum ini kita manfaatkan untuk membuat beberapa program. Nah, ini beberapa program yang disiapkan tentunya untuk mendorong pertumbuhan melalui apa yang bisa ditingkatkan melalui konsumsi,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat koordinasi, dikutip di Jakarta, Sabtu. Baca selengkapnya di sini.
PLN mengimbau masyarakat untuk selalu mendapatkan informasi resmi dari PLN melalui rangkaian saluran resminya, seperti Instagram @pln_id, Facebook PLN, Twitter @_pln_id, website www.pln.co.id, atau aplikasi PLN Mobile.
Berdasarkan penelusuran saat tautan pada unggahan tersebut diklik, maka akan muncul laman formulir pendaftaran yang mana masyarakat diminta mengisi data pribadi atau indikasi phising. Masyarakat diminta berhati-hati untuk memberikan data pribadi karena rawan untuk disalahgunakan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, klaim yang menyebut PLN memberikan diskon 50 persen untuk pelanggan dengan daya listrik 450 VA hingga 2.200 VA pada bulan Mei-Juni 2025 adalah tidak benar. Faktanya, tidak ada pernyataan resmi dari PLN terkait program tersebut. Diskon tarif listrik 50 persen yang diumumkan pemerintah hanya berlaku untuk bulan Juni dan Juli 2025.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
Halaman: 1775/7940

