Pada Jumat (23/5/2025) beredar pesan berantai (broadcast) di WhatsApp (arsip cadangan) yang membagikan sebuah video dengan narasi:
"Inilah gebrak'an baru dunia kedokteran dengan herbal asli Indonesia, semoga bermanfaat ššš"
di sebarannya.
(GFD-2025-27169) [SALAH] Pesan Berantai Buah Daun Kelor dan Soda untuk Obat Sakit Sendi
Sumber: X/TwitterTanggal publish: 28/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim menggunakan perkakas (tool) InVID WeVerify yang memfragmentasi video ke dalam bentuk gambar/foto untuk mencari bingkai utama (Keyframe), yang kemudian digunakan untuk melakukan pencarian gambar (image search).
Karena hasil pencarian gambar menggunakan Google Lens tidak menemukan kecocokan, menghubungi Produser Lapangan CNN Indonesia Clarissa Aradhia melalui surel (email) didapatkan informasi bahwa video di segmen/bagian yang menampilkan Clarissa berasal dari video liputan korban kecelakaan Tol Ciawi pada bulan Februari lalu yang salah satunya ditayangkan di kanal YouTube CNN Indonesia.
Untuk segmen Siti Fadilah Supari, gambar/foto di Keyframe #24 memberikan petunjuk yang setelah ditelusuri cocok dengan video āJangan Berdagang Dengan Rakyatā yang diunggah pada Sabtu (18/1/2025) di kanal YouTube Siti Fadilah Supari Channel.
Karena hasil pencarian gambar menggunakan Google Lens tidak menemukan kecocokan, menghubungi Produser Lapangan CNN Indonesia Clarissa Aradhia melalui surel (email) didapatkan informasi bahwa video di segmen/bagian yang menampilkan Clarissa berasal dari video liputan korban kecelakaan Tol Ciawi pada bulan Februari lalu yang salah satunya ditayangkan di kanal YouTube CNN Indonesia.
Untuk segmen Siti Fadilah Supari, gambar/foto di Keyframe #24 memberikan petunjuk yang setelah ditelusuri cocok dengan video āJangan Berdagang Dengan Rakyatā yang diunggah pada Sabtu (18/1/2025) di kanal YouTube Siti Fadilah Supari Channel.
Kesimpulan
Unggahan tersebut masuk ke kategori konten yang dimanipulasi (manipulated content), faktanya video yang disebarkan adalah hasil manipulasi menggunakan Kecerdasan Buatan (AI: Artificial Intelligence) atau Deepfake.
Rujukan
- https://archive.ph/5ISzR, arsip cadangan hasil pencarian Google Lens berdasarkan Keyframe #24 hasil fragmentasi InVID WeVerify.
- https://youtu.be/XxHEPizTrQg?t=29 /
- https://archive.ph/Bu7aZ (arsip cadangan).
- https://www.youtube.com/watch?v=JLtXIYoRJDo /
- https://archive.ph/v5NnH (arsip cadangan).
- https://archive.ph/6YAXW, arsip cadangan pesan berantai WhatsApp.
(GFD-2025-27170) Cek Fakta: Hoaks Video yang Diklaim Penemuan Candi Wisnu di Dasar Laut Bali
Sumber:Tanggal publish: 28/05/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 24 April 2025.
Dalam video berdurasi 51 detik itu memperlihatkan sejumlah penyelam turun ke dasar laut. Mereka disebut menemukan Candi Wisnu di dasar laut Bali.
"*"Vishnu Temple:"* is found underwater near Bali, Indonesia. It is said to be 5,000+ Years old.
Locals call this new Scuba diving spot at "Pemuteran Beach" as *"Under water Temple Garden, Bali."* Many sculptures were found under the sea water there," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 578 kali dibagikan dan mendapat 2 komentar dari warganet.
Benarkah dalam video tersebut merupakan penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali? Berikut penelusurannya.
Ā
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "penemuan candi wisnu di dasar laut bali" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya tidak ditemukan informasi kredibel mengenai penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali.
Penelusuran kemudian dilakukan dengan mengunggah video tersebut ke situs pendeteksi artificial intelligence (AI), hivemoderation.com. Hasilnya, video tersebut memiliki probabilitas 89,2 persen dibuat oleh AI.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
Ā
Kesimpulan
Video yang diklaim penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali ternyata tidak benar alias hoaks. Tidak ada informasi valid yang mendukung kabar tersebut. Selain itu, video tersebut dibuat menggunakan perangkat AI.
Ā
(GFD-2025-27174) [PENIPUAN] Ada Bantuan Tunai dari Kerajaan Brunei
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 28/05/2025
Berita
Akun Facebook āBantuan Bruneiā pada Selasa (20/5/2025) membagikan video [arsip] berisi narasi:
āJIKA FOTO INI MASUK KE BERANDA KALIAN, SELAMAT ANDA DAPAT TRANSFERAN 150JT DARI SULTAN
Bantuan dana Kerajaan Brunei silakan daftar serakang
WhatsApp+6285166526212
TANPA SYARAT APAPUNā
Per Rabu (28/5/2025), konten tersebut telah ditonton lebih dari 12 ribu kali dan mendapat 348 emoji reaksi serta 259 komentar.
āJIKA FOTO INI MASUK KE BERANDA KALIAN, SELAMAT ANDA DAPAT TRANSFERAN 150JT DARI SULTAN
Bantuan dana Kerajaan Brunei silakan daftar serakang
WhatsApp+6285166526212
TANPA SYARAT APAPUNā
Per Rabu (28/5/2025), konten tersebut telah ditonton lebih dari 12 ribu kali dan mendapat 348 emoji reaksi serta 259 komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memeriksa nomor WA yang tertera dalam unggahan akun Facebook āBantuan Bruneiā melalui Getcontact. Hasilnya, tidak ada keterangan yang berhubungan dengan Kerajaan Brunei Darussalam. Selain itu, kode telepon nasional Brunei adalah +673, bukan +62 yang merupakan kode telepon Indonesia.
TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci ādonation (donasi)ā ke mesin pencarian di laman resmi Pemerintah Brunei www.gov.bn. Hasilnya, tidak ditemukan informasi mengenai Kerajaan Brunei yang berbagi uang tunai melalui Facebook.
Dalam laman resmi tersebut juga tertera beberapa sosial media milik Kerajaan Brunei, antara lain:
Facebook āGOVBNā
Twitter/X āGOV_BNā
Instagram āgovbnā
YouTube āgovbn Channelā
TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci ādonation (donasi)ā ke mesin pencarian di laman resmi Pemerintah Brunei www.gov.bn. Hasilnya, tidak ditemukan informasi mengenai Kerajaan Brunei yang berbagi uang tunai melalui Facebook.
Dalam laman resmi tersebut juga tertera beberapa sosial media milik Kerajaan Brunei, antara lain:
Facebook āGOVBNā
Twitter/X āGOV_BNā
Instagram āgovbnā
YouTube āgovbn Channelā
Kesimpulan
Unggahan berisi narasi āada bantuan tunai dari Kerajaan Bruneiā merupakan konten tiruan (impostor content).
(Ditulis oleh āAinayya)
(Ditulis oleh āAinayya)
Rujukan
- http[gov.bn] Laman resmi Kerajaan Brunei Darussalam
- https://www.gov.bn/SitePages/Home.aspx
- https://www.facebook.com/61576217711438/videos/1650040582310390/ (unggahan akun Facebook āBantuan Bruneiā)
- https://archive.ph/jYMnl (arsip unggahan akun Facebook āBantuan Bruneiā)
- https://turnbackhoax.id/2025/05/28/penipuan-ada-bantuan-tunai-dari-kerajaan-brunei/
(GFD-2025-27175) Keliru: Patung Buddha Leshan adalah Nabi Zulkifi
Sumber:Tanggal publish: 28/05/2025
Berita
SEBUAH video beredar di YouTube [arsip] serta akun Facebook (satu dan dua) yang memuat klaim, patung Buddha Leshan di Cina merupakan sosok Nabi Zulkifli.Ā
Video itu memperlihatkan patung Budha raksasa, serta permukiman di tengah pegunungan dan persawahan. Narasi dalam video menceritakan kisah seorang biksu senior di sebuah biara atau vihara di Kota Leshan, Provinsi Sichuan, Cina, bernama Tenzin. Patung Budha itu kemudian dikaitkan dengan tanda keberadaan Nabi Zulkifli di sebuah gunung dekat viharanya.
Namun, benarkah patung Buddha Leshan yang terkenal itu adalah sosok Nabi Zulkifli?
Video itu memperlihatkan patung Budha raksasa, serta permukiman di tengah pegunungan dan persawahan. Narasi dalam video menceritakan kisah seorang biksu senior di sebuah biara atau vihara di Kota Leshan, Provinsi Sichuan, Cina, bernama Tenzin. Patung Budha itu kemudian dikaitkan dengan tanda keberadaan Nabi Zulkifli di sebuah gunung dekat viharanya.
Namun, benarkah patung Buddha Leshan yang terkenal itu adalah sosok Nabi Zulkifli?
Hasil Cek Fakta
Tempo memeriksa konten tersebut dengan membandingkan gambar patung dalam video dan patung yang asli, menggunakan alat deteksi kecerdasan buatan, dan pemberitaan dari media kredibel. Hasilnya, narasi bahwa patung Buddha Leshan adalah Nabi Zulkifli adalah tidak akurat.Ā
Foto-foto Buddha Leshan pernah dipublikasikan di sejumlah media, salah satunya National Geographic. Patung tersebut diukir di sisi Gunung Lingyun yang berusia lebih dari 1.300 tahun. Patung Buddha Leshan dianggap sebagai salah satu patung Buddha terbesar di dunia dan sejauh ini merupakan patung pra-modern tertinggi.Ā
Patung Leshan adalah patung yang dibuat di era Dinasti Tang Cina (713 M) atas inisiasi biksu Hai Tong, untuk menenangkan dewa sungai. Sebelumnya sungai di lokasi itu berbahaya dan sering membuat warga sekitar kecelakaan dan meninggal dunia saat naik perahu.
Bentuknya dibuat mirip Maitreya atau sang Buddha dalam keyakinan agama Buddha. Pembangunannya selesai dalam 90 tahun. Kemudian, kini menjadi patung pra-modern tertinggi di dunia, dan tujuan ziarah umat Budha.
Foto asli Buddha Leshan dapat dicek di bawah ini:
Tempo memverifikasi beberapa gambar dalam kolase video tersebut dibuat dengan kecerdasan buatan. Bagian gambar seorang biksu di depan patung Buddha Leshan, berdasarkan alat deteksi AI or NOT, menghasilkan kemungkinan 97 persen gambar itu dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Kemungkinan gambar itu dibuat menggunakan aplikasi Midjourney sebesar 36 persen.
Gambar seorang biksu memegang patung di depan patung besar di Buddha Leshan juga dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Menurut AI or NOT, kemungkinan 76 persen gambar ituĀ melibatkan kecerdasan buatan. Salah satu aplikasi yang digunakan yakni 4o milik OpenAI, dengan probabilitas 43 persen.
Guru Besar Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Asep Achmad Hidayat, kepada Tempo sebelumnya mengatakan, tidak ada literatur yang merujuk Zulkifli berdakwah hingga ke Cina atau berasal dari Cina.Ā
Dalam konteks sejarah Islam, kata Asep, masih terjadi perbedaan pendapat mengenai sosok Zulkifli. Pertama, disebut sebagai putra Ayub yang hidup di Damaskus. Kedua, Nabi Zulkifli juga disebut sebagai nabi di Irak. āNamun tidak ada yang menyebutkan bahwa Zulkifli ada di Cina,ā kata Asep kepada Tempo, awal Mei 2025.Ā
Tempat wafat dan makam Nabi Zulkifli juga belum terkonfirmasi, alias masih terdapat berbagai versi cerita. Dilansir Media Indonesia, ada yang mengatakan makamnya berada di Suriah, ada pula yang berpendapat di Haifa Palestina. Penggalian arkeologi tahun 2009 di Ophel, sebuah wilayah di Yerusalem Timur, menemukan sebuah cap segel yang bertuliskan Zulkifli, berusia 2.700 tahun, seperti yang dilaporkan Tempo. Namun, belum didapatkan bukti tambahan untuk memastikan apakah cap segel itu benar-benar berkaitan dengan Nabi Zulkifli.
Foto-foto Buddha Leshan pernah dipublikasikan di sejumlah media, salah satunya National Geographic. Patung tersebut diukir di sisi Gunung Lingyun yang berusia lebih dari 1.300 tahun. Patung Buddha Leshan dianggap sebagai salah satu patung Buddha terbesar di dunia dan sejauh ini merupakan patung pra-modern tertinggi.Ā
Patung Leshan adalah patung yang dibuat di era Dinasti Tang Cina (713 M) atas inisiasi biksu Hai Tong, untuk menenangkan dewa sungai. Sebelumnya sungai di lokasi itu berbahaya dan sering membuat warga sekitar kecelakaan dan meninggal dunia saat naik perahu.
Bentuknya dibuat mirip Maitreya atau sang Buddha dalam keyakinan agama Buddha. Pembangunannya selesai dalam 90 tahun. Kemudian, kini menjadi patung pra-modern tertinggi di dunia, dan tujuan ziarah umat Budha.
Foto asli Buddha Leshan dapat dicek di bawah ini:
Tempo memverifikasi beberapa gambar dalam kolase video tersebut dibuat dengan kecerdasan buatan. Bagian gambar seorang biksu di depan patung Buddha Leshan, berdasarkan alat deteksi AI or NOT, menghasilkan kemungkinan 97 persen gambar itu dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Kemungkinan gambar itu dibuat menggunakan aplikasi Midjourney sebesar 36 persen.
Gambar seorang biksu memegang patung di depan patung besar di Buddha Leshan juga dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Menurut AI or NOT, kemungkinan 76 persen gambar ituĀ melibatkan kecerdasan buatan. Salah satu aplikasi yang digunakan yakni 4o milik OpenAI, dengan probabilitas 43 persen.
Guru Besar Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Asep Achmad Hidayat, kepada Tempo sebelumnya mengatakan, tidak ada literatur yang merujuk Zulkifli berdakwah hingga ke Cina atau berasal dari Cina.Ā
Dalam konteks sejarah Islam, kata Asep, masih terjadi perbedaan pendapat mengenai sosok Zulkifli. Pertama, disebut sebagai putra Ayub yang hidup di Damaskus. Kedua, Nabi Zulkifli juga disebut sebagai nabi di Irak. āNamun tidak ada yang menyebutkan bahwa Zulkifli ada di Cina,ā kata Asep kepada Tempo, awal Mei 2025.Ā
Tempat wafat dan makam Nabi Zulkifli juga belum terkonfirmasi, alias masih terdapat berbagai versi cerita. Dilansir Media Indonesia, ada yang mengatakan makamnya berada di Suriah, ada pula yang berpendapat di Haifa Palestina. Penggalian arkeologi tahun 2009 di Ophel, sebuah wilayah di Yerusalem Timur, menemukan sebuah cap segel yang bertuliskan Zulkifli, berusia 2.700 tahun, seperti yang dilaporkan Tempo. Namun, belum didapatkan bukti tambahan untuk memastikan apakah cap segel itu benar-benar berkaitan dengan Nabi Zulkifli.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan patung Buddha Leshan yang merupakan Nabi Zulkifli adalah kalim keliru.
Rujukan
- https://www.youtube.com/watch?v=0hzxGhVWlgM
- https://mvau.lt/media/06b59ab1-e98e-4c7d-80ed-0628982b99e8
- https://www.facebook.com/watch/?v=1211169097077575
- https://www.facebook.com/reel/9738926089528053
- https://nationalgeographic.grid.id/read/134169270/asal-usul-patung-buddha-leshan-dibuat-untuk-menenangkan-dewa-sungai?page=all
- https://mediaindonesia.com/humaniora/646706/kisah-nabi-zulkifli-as-lengkap-raja-yang-sabar-dan-mampu-menahan-godaan-iblis
- https://www.tempo.co/sains/arkeolog-temukan-bekas-segel-diduga-bukti-awal-nabi-zulkifli-969910
Halaman: 1772/7940

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235078/original/006758900_1748409607-Candi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235105/original/004274600_1748409965-AiVideoCandi.jpg)


