• (GFD-2025-27310) [KLARIFIKASI] Foto Ini Bukan Perlihatkan Kondisi Raffi Ahmad Usai Jatuh dari Sapi

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar foto yang diklaim menunjukkan kondisi presenter Raffi Ahmad usai jatuh saat menunggang seekor sapi seberat 1 ton.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut dibagikan dengan konteks keliru sehingga perlu diluruskan.

    Foto yang diklaim menunjukkan kondisi Raffi Ahmad usai jatuh dari sapi 1 ton dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada Senin (9/6/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Jatuh dari Sapi 1 ton.

    Begini Kondisi Terkini Raffi Ahmad Tangis Keluarga Pecah..Usai Dilarikan ke Rumah Sakit, Wajah Pucat Tangan Di Impus hingga......Selengkapnya

    Screenshot Klarifikasi, foto ini bukan perlihatkan kondisi Raffi Ahmad usai jatuh dari sapi

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, foto yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut adalah foto saat Raffi Ahmad menjalani terapi Digital Subtraction Angiography (DSA).

    Terapi tersebut dijalani di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, di bawah penanganan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

    Foto Raffi usai menjalani terapi DSA di bawah penanganan Terawan tersebut dibagikan di Instagram @raffinagita1717 pada 3 September 2024.

    Sementara itu, video Raffi jatuh dari sapi seberat 1 ton dibagikan oleh @raffinagita1717 pada 21 April 2025. 

    Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Raffi menuturkan dalam program "FYP" di Trans7, 23 April 2025, bahwa insiden itu terjadi saat ia sedang syuting di peternakan milik Irfan Hakim.

    "Itu sapi tinggi banget, lebih tinggi dari kuda kayaknya, terus jatuh, antara kena batu atau kena apa gitu," kata Raffi.

    Raffi mengaku sempat merasakan pandangan berbayang dan mual setelah jatuh dari sapi.

    Ia pun langsung menjalani CT scan untuk memastikan kondisi kepalanya aman. Beruntung, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan cedera serius.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto yang diklaim menunjukkan kondisi Raffi Ahmad usai jatuh dari sapi 1 ton perlu diluruskan.

    Foto tersebut dibagikan dengan konteks keliru. Foto yang dicantumkan adalah foto Raffi usai menjalani terapi DSA pada September 2024.

     

    Rujukan

  • (GFD-2025-27314) [HOAKS] Jokowi Mengaku Penyakit Kulitnya Akibat Azab Sering Berbohong

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Mantan presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tengah mengalami masalah pada kulitnya. Kabar itu sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

    Kemudian, muncul unggahan yang mengeklaim Jokowi mengaku penyakit kulit yang dideritanya merupakan azab karena sering berbohong.

    Namun, setelah ditelusuri konten itu merupakan hasil manipulasi. Klaim itu hoaks dan perlu diluruskan informasinya.

    Tangkapan layar judul artikel Jokowi mengaku terkena penyakit kulit karena azab sering berbohong salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan tangkapan layar artikel berjudul "Jokowi Akui Kurapnya Buka saja di Muka tetapi Dekat selangkangan lebih Banyak ini Azab Saya Sering Bohong".

    Artikel itu diklaim terbitkan oleh media Gelora News pada 3 Juni 2025.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com di Google Search, tidak ditemukan informasi Jokowi mengaku mengalami penyakit kulit akibat terkena azab sering berbohong.

    Penelusuran lebih lanjut menggunakan Google Lens menemukan, foto dalam artikel identik dengan unggahan di laman Gelora News ini.

    Judul aslinya yakni "Heboh Jokowi Sakit Kulit, Dokter Tifa: Autoimun atau Hiperkortisolisme?".

    Artikel tersebut memuat komentar penggiat media sosial, dokter Tifauzia Tyassuma soal penyakit kulit yang dialami Jokowi. Menurut Tifa, kemungkinan Jokowi terkena penyakit autoimun atau hiperkortisolisme. 

    Sebagaimana diberitakan Kompas.com , Jokowi mengatakan, ia hanya mengalami alergi kulit biasa. Menurut Jokowi gejala alergi muncul setelah dirinya kembali dari kunjungan kenegaraan di Vatikan beberapa waktu lalu.

    "Kan sudah disampaikan alergi biasa. Alergi biasa waktu ke Vatikan kemarin," ujar Jokowi  Jumat (6/6/2025).

    Sebelumnya, ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah, juga menyebut alergi kulit tersebut diduga akibat penyesuaian tubuh usai kunjungan ke Vatikan.

    "Bapak saat ini sedang pemulihan dari alergi kulit pasca-pulang dari Vatikan," ujar Syarif, Kamis (5/6/2025). 

    Kesimpulan

    Tangkapan layar judul artikel Jokowi mengaku mengalami penyakit kulit karena azab sering berbohong merupakan hasil manipulasi. Artikel aslinya berjudul "Heboh Jokowi Sakit Kulit, Dokter Tifa: Autoimun atau Hiperkortisolisme?".

    Artikel itu memuat komentar penggiat media sosial, dokter Tifauzia Tyassuma yang menduga Jokowi terkena penyakit autoimun atau hiperkortisolisme.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27315) [KLARIFIKASI] Foto Ini Bukan Pembakaran Alat Berat di Raja Ampat

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Pertambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya tengah menjadi sorotan publik karena mengancam ekosistem di wilayah tersebut.

    Di media sosial, beredar dua foto yang diklaim sebagai peristiwa pembakaran alat berat di Raja Ampat.

    Tampak alat berat sejenis backhoe terbakar di sebuah area pertambangan, lalu terlihat juga helikopter sedang terbang di atasnya.

    Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan, foto tersebut disebarkan dengan konteks keliru.

    Foto alat berat di Raja Ampat terbakar disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (8/6/2025):

    Info....Kejadian tadi jam 12 00 OTK masuk bakar Alat berat di "raja ampat" info selanjutnya akan menyusul

    Waktu papua merdeka08/06/2025

     

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto-foto yang beredar dengan teknik reverse image search.

    Hasil pencarian foto pertama mengarah pada video di akun Facebook Region Al Dia, yang diunggah pada 25 Mei 2025.

    Momen identik pada foto terdapat pada detik ke-51.

    Keterangan video menjelaskan, peristiwa itu terkait dengan pertambangan ilegal di wilayah Zaragoza, Antiokhia.

    Foto lainnya menampilkan backhoe berwarna oranye dengan merek Hitachi yang terbakar.

    Pembakaran alat berat tersebut didokumentasikan NP Noticias Online pada 27 Mei 2025.

    Tampak aparat membakar alat berat tersebut pada menit ke-1 detik ke-45.

    Dikutip dari pemeritaan H13N, pemerintah Antiokhia menerahkan aparat untuk menindak lima pertambangan ilegal di Zaragoza.

    Peristiwa dalam video berlangsung di wilayah La Porquera, ketika personel Komando Tempur Udara 5 Antiokhia menghancurkan alat berat.

    Selain itu, Polda Papua Barat Daya telah membantah narasi yang beredar seperti diwartakan Galeri Papua dan Seputar Papua.

    Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Daya, Komisaris Polisi Anis Dj memastikan, tidak ada peristiwa pembakaran alat berat di Raja Ampat.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar di media sosial merupakan foto dari peristiwa nyata, tetapi disebarkan dengan konteks keliru. Foto pembakaran alat berat bukan berlokasi di Raja Ampat.

    Foto itu adalah peristiwa pembakaran alat berat di pertambangan ilegal Zaragosa, Antiokhia pada Mei 2025.

    Polda Papua Barat Daya memastikan tidak ada pembakaran alat berat di Raja Ampat.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27304) [KLARIFIKASI] Ikon Tiga Garis Bukan Tanda Ada Hacker di Grup WhatsApp

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar narasi yang meminta pengguna WhatsApp mewaspadai ikon tiga garis yang muncul di pojok kanan atas grup percakapan.

    Menurut narasi yang beredar, ikon itu menandakan adanya hacker dalam grup yang bisa membobol aplikasi mobile banking.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu perlu diluruskan.

    Narasi yang mengeklaim ikon tiga garis di grup WhatsApp adalah tanda keberadaan hacker dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Rabu (4/6/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    *Mohon perhatiannya* Group HP yg di pojok kanan atas dekat titik 3 itu.. bila ada tiga garis² dari atas ke bawah berbentuk dalam lingkaran.. berarti di *group tsb ada hecker nya*

    Tapi kalau d pojok kanan atas dekat titik 3 ada gambar gagang tilp dn kamera video berarti *group tsb tidak ada hecker nya*

    Coba periksa semua group yg kawan² punya.

    *_Jangan pernah ikut gabung, jgn di pencet yg bulat pjg warna hijau mendatar_* di group krn bisa menguras isi M-Banking anda

    Screenshot Klarifikasi, ikon ini bukan tanda adanya hacker di grup WhatsApp

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dicermati, ikon tiga garis yang dimaksud dalam narasi tersebut merujuk kepada fitur baru WhatsApp, yakni Voice Chat Group.

    Dikutip dari Kompas.com, fitur ini memungkinkan pengguna mengobrol langsung dengan orang banyak sekaligus di dalam sebuah grup WhatsApp.

    Fitur ini berbeda dengan panggilan suara atau telepon di grup. Voice Chat memungkinkan anggota grup untuk berbicara secara langsung tanpa harus menelpon semua nomor anggota.

    Fitur ini sebelumnya hanya mendukung grup WhatsApp berukuran besar saja, yaitu grup yang memiliki anggota 33-256 orang.

    Kini voice chat WhatsApp bisa dipakai di semua grup WA. Ekspansi fitur ini diumumkan pihak WhatsApp lewat posting di blog resmi perusahaan pada 26 Mei 2025.

    Untuk memulai chat audio, pertama buka chat dari grup yang diinginkan. Kemudian, klik ikon tiga garis di pojok kanan atas layar. Lalu, klik "Mulai chat audio".

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim ikon tiga garis di grup WhatsApp adalah tanda keberadaan hacker perlu diluruskan.

    Ikon tiga garis yang dimaksud dalam narasi tersebut merujuk kepada fitur baru WhatsApp, yakni Voice Chat Group. Ikon itu bukan menandakan keberadaan hacker.

    Rujukan