tirto.id - Konflik yang berujung saling serang antara Iran dan Israel masih berlangsung hingga saat ini. Israel menginisiasi serangan ke Iran pada Jumat, 13 Juni 2025. Sebuah serangan udara dilancarkan Israel menargetkan fasilitas nuklir dan militer Iran. Serangan Israel ini menyulut kemarahan Iran. Mereka kemudian menghujani Tel Aviv dengan serangan rudal dan pesawat nirawak.
ADVERTISEMENT
AP News seperti yang dilansir Tirto menyebut hingga Rabu (18/06/2025) dini hari, Israel masih menggempur Iran dengan ledakan-ledakan yang terjadi hingga fajar. Setidaknya 224 orang meninggal dunia di Iran akibat serangan Israel yang telah terjadi selama enam hari. Iran yang juga membalas serangan Israel dengan mengirim rudal termasuk rudal balistik membuat 24 orang tewas.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Ketegangan antara Israel dan Iran yang berujung pada saling serang memicu gelombang perbincangan hangat di media sosial, termasuk di Indonesia. Di tengah derasnya arus informasi seputar konflik tersebut, beredar sebuah narasi yang mengklaim bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungan terhadap serangan militer yang dilakukan Israel ke Iran.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Klaim ini tersebar melalui unggahan tangkapan layar di media sosial. Unggahan itu isinya sebuah artikel berjudul: “MUI Dukung Serangan Israel ke Iran: Syiah Bukan Islam, Syiah Adalah Kafir yang Halal Dimusnahkan”.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Terlihat lambang media kumparan dalam tangkapan layar. Dalam gambar tersebut, turut disertakan foto Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, yang dijadikan sebagai thumbnail artikel.
Narasi itu diunggah oleh akun Instagram bernama “presiden_moeslimktp” (arsip) pada Minggu (15/6/2025). Klaim yang sama juga tersebar luas di platform X (dulu Twitter) oleh akun “@Tita83079013”, “@LobiaNurhayati” dan “@ProfOnline_id”.
“Alhamdulillah... akhirnya Israel dapat dukungan dari ormas Islam Indonesia yang sangat terpercaya oleh umat. Dan mendukung serangan Israel ke Iran, karena syiah bukan islam. Syiah adalah kafir,” tulis keterangan takarir salah satu pengunggah klaim itu.
ADVERTISEMENT
PERIKSA FAKTA Hoaks Artikel Berita Sebut MUI Dukung Serangan Israel ke Iran.
Sepanjang Minggu (15/6/2025) hingga Jumat (20/6/2025) atau selama lima hari tersebar di Instagram, unggahan ini telah memperoleh 73 tanda suka dan 31 komentar. Lantas, bagaimana kebanaran isu tersebut?
Benarkah MUI mengeluarkan pernyataan sikap mendukung serangan yang dilakukan Israel ke Iran?
(GFD-2025-27509) Hoaks Artikel Berita Sebut MUI Dukung Serangan Israel ke Iran
Sumber:Tanggal publish: 20/06/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Pertama-tama Tirto menelusuri klaim ini ke kanal resmi MUI, instansi yang namanya dicatut dalam klaim ini. Baik di situs ataupun media sosial resmi dari MUI, tidak ditemukan satupun informasi yang membenarkan klaim bahwa kembaga tersebut mengeluarkan pernyataan sikap mendukung serangan yang dilakukan Israel ke Iran.
Penelusuran kemudian dilanjutkan ke situs kumparan, media yang namanya disebut-sebut menerbitkan artikel berjudul "MUI Dukung Serangan Israel ke Iran: Syiah Bukan Islam, Syiah Adalah Kafir yang Halal Dimusnahkan", sebagaimana yang tersebar dalam bentuk tangkapan layar.
Tirto mencoba memasukkan judul itu ke kolom pencarian di situs resmi. Hasilnya, tidak ditemukan artikel apa pun dengan judul tersebut. Ini menunjukkan bahwa media tersebut tidak pernah menerbitkan berita sebagaimana diklaim. Dari sini, muncul dugaan kuat bahwa judul berita dalam tangkapan layar tersebut merupakan hasil manipulasi.
Untuk memverifikasi kecurigaan tersebut, Tirto melakukan penelusuran dengan menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) melalui Google Images. Hasilnya, ditemukan artikel asli dari kumparan dengan thumbnail yang identik, namun dengan judul yang berbeda: "MUI Kecam Serangan Israel ke Iran: Perburuk Krisis Kemanusiaan-Keamanan Global", yang dipublikasikan pada Sabtu (14/6/2025).
Artikel asli yang dimuat di kumparan menggunakan thumbnail yang menampilkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim—sama persis dengan gambar yang beredar dalam tangkapan layar palsu.
Namun, konteks pemberitaan aslinya justru berkebalikan dari klaim yang tersebar. Dalam artikel tersebut, MUI secara tegas mengecam serangan militer Israel ke Teheran, Iran, yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi, ilmuwan, dan warga sipil.
"Saya atas nama MUI dan seluruh umat Islam Indonesia mengutuk serangan Israel. Terlaknatlah Israel atas dosa kemanusiaan dan pembangkangan secara kasat mata terhadap hukum internasional," tegas Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, dalam keterangannya, Sabtu (14/6/2025).
Sudarnoto menyampaikan duka cita mendalam atas para korban serangan tersebut. Ia menyebut mereka yang gugur sebagai syuhada. Ia menyampaikan, serangan yang dilakukan Israel tersebut bukan hanya pelanggaran terhadap kedaulatan negara, tetapi juga memperparah kondisi global.
"Dampak serangan ini adalah memperburuk krisis kemanusiaan, politik dan keamanan global. Israel dengan sengaja telah memporak-porandakan tatanan dunia karena telah memancing eskalasi pertempuran tingkat global,” ujarnya.
Penelusuran kemudian dilanjutkan ke situs kumparan, media yang namanya disebut-sebut menerbitkan artikel berjudul "MUI Dukung Serangan Israel ke Iran: Syiah Bukan Islam, Syiah Adalah Kafir yang Halal Dimusnahkan", sebagaimana yang tersebar dalam bentuk tangkapan layar.
Tirto mencoba memasukkan judul itu ke kolom pencarian di situs resmi. Hasilnya, tidak ditemukan artikel apa pun dengan judul tersebut. Ini menunjukkan bahwa media tersebut tidak pernah menerbitkan berita sebagaimana diklaim. Dari sini, muncul dugaan kuat bahwa judul berita dalam tangkapan layar tersebut merupakan hasil manipulasi.
Untuk memverifikasi kecurigaan tersebut, Tirto melakukan penelusuran dengan menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) melalui Google Images. Hasilnya, ditemukan artikel asli dari kumparan dengan thumbnail yang identik, namun dengan judul yang berbeda: "MUI Kecam Serangan Israel ke Iran: Perburuk Krisis Kemanusiaan-Keamanan Global", yang dipublikasikan pada Sabtu (14/6/2025).
Artikel asli yang dimuat di kumparan menggunakan thumbnail yang menampilkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim—sama persis dengan gambar yang beredar dalam tangkapan layar palsu.
Namun, konteks pemberitaan aslinya justru berkebalikan dari klaim yang tersebar. Dalam artikel tersebut, MUI secara tegas mengecam serangan militer Israel ke Teheran, Iran, yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi, ilmuwan, dan warga sipil.
"Saya atas nama MUI dan seluruh umat Islam Indonesia mengutuk serangan Israel. Terlaknatlah Israel atas dosa kemanusiaan dan pembangkangan secara kasat mata terhadap hukum internasional," tegas Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, dalam keterangannya, Sabtu (14/6/2025).
Sudarnoto menyampaikan duka cita mendalam atas para korban serangan tersebut. Ia menyebut mereka yang gugur sebagai syuhada. Ia menyampaikan, serangan yang dilakukan Israel tersebut bukan hanya pelanggaran terhadap kedaulatan negara, tetapi juga memperparah kondisi global.
"Dampak serangan ini adalah memperburuk krisis kemanusiaan, politik dan keamanan global. Israel dengan sengaja telah memporak-porandakan tatanan dunia karena telah memancing eskalasi pertempuran tingkat global,” ujarnya.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukan narasi yang menyebut bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan sikap mendukung serangan yang dilakukan Israel ke Iran bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Tangkapan layar artikel berita yang menyebut MUI mendukung serangan Israel ke Iran adalah hasil editan dari artikel asli berita kumparan berjudul “MUI Kecam Serangan Israel ke Iran: Perburuk Krisis Kemanusiaan-Keamanan Global", yang dipublikasikan pada Sabtu (14/6/2025).
Hingga Jumat, 20 Juni 2025, atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, tidak ditemukan satu pun pernyataan resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan dukungan terhadap serangan Israel ke Iran. Tidak ada rilis pers, pernyataan tertulis, maupun unggahan di kanal resmi MUI yang mengindikasikan sikap tersebut.
Tangkapan layar artikel berita yang menyebut MUI mendukung serangan Israel ke Iran adalah hasil editan dari artikel asli berita kumparan berjudul “MUI Kecam Serangan Israel ke Iran: Perburuk Krisis Kemanusiaan-Keamanan Global", yang dipublikasikan pada Sabtu (14/6/2025).
Hingga Jumat, 20 Juni 2025, atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, tidak ditemukan satu pun pernyataan resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan dukungan terhadap serangan Israel ke Iran. Tidak ada rilis pers, pernyataan tertulis, maupun unggahan di kanal resmi MUI yang mengindikasikan sikap tersebut.
Rujukan
- https://tirto.id/awal-mula-perang-israel-vs-iran-update-situasi-hc9w
- https://www.instagram.com/p/DK5uyhjykje/
- https://archive.ph/isbio
- https://x.com/Tita83079013/status/1934874707482067197
- https://x.com/LobiaNurhayati/status/1935188557301416311
- https://x.com/ProfOnline_id/status/1934915780984099320
- https://www.instagram.com/muipusat/
- https://kumparan.com/channel/news
- https://kumparan.com/kumparannews/mui-kecam-serangan-israel-ke-iran-perburuk-krisis-kemanusiaan-keamanan-global-25GPib1DaHk/full
(GFD-2025-27435) Cek Fakta: Link Lowongan Kerja di Kantor Imigrasi untuk Lulusan SMA
Sumber:Tanggal publish: 19/06/2025
Berita
Murianews, Kudus – Beredar unggahan foto berisikan lowongan kerja di Kantor Imigrasi untuk lulusan SMA/SMK sederajat dengan link pendaftarannya. Yuk cek faktanya lebih dulu.
Ungguhan berisikan informasi lowongan kerja di Kantor Imigrasi itu beredar di sejumlah media sosial, salah satunya akun TikTok bernama Loker_2025__, Minggu (31/5/2025).
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
”Lowongan kerja Terbaru Kantor Imigrasi Untuk SMA/SMK.
Kualifikasi
Laki-laki dan perempuan
Usia maksimal 35 tahun
Pendidikan minimal SMA/K sederajat
Sehat jasmani dan rohani
Penempatan di Seluruh Indonesia
Lowongan ini terbuka untuk umum lokasi penempatan bisa dipilih. Info pendaftaran silahkan klik link dibio TikTok,” demikian bunyi unggahan itu.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, unggahan tersebut merupakan hoaks. Selengkapnya, simak halaman berikutnya.
Penelusuran…
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri informasi itu dengan mengakses link pendaftaran yang disematkan di bio akun tersebut.
Hasilnya, link tersebut tidak mengarah ke laman resmi Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia yakni imigrasi.go.id.
Link tersebut justru mengarahkan ke sebuah web yang meminta pengunjungnya untuk mengisi data pribadi, seperti nama, Alamat, tempat tanggal lahir, hingga nomor Telegram aktif.
Website itu identik dengan modus penipuan atau kejahatan siber yang mengintai masyarakat untuk mencuri data pribadi hingga melakukan peretasan.
Dalam laman resmi Direktorat Jenderal Imigrasi tidak ditemukan informasi tentang lowongan pekerjaan sebagaimana unggahan akun TikTok ”Info Loker2025”.
Kesimpulan…
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, unggahan berisi link yang disebut pendaftaran lowongan kerja di Kantor Imigrasi untuk lulusan SMA merupakan disinformasi jenis fabricated content.
Link yang disematkan di bio akun tersebut tidak mengarah ke akun resmi Direktorat Jenderal Imigrasi, melainkan meminta pengunjungnya untuk mengisi data pribadi.
(GFD-2025-27440) Hoaks! Tangkapan layar artikel Jokowi akui penyakit kulitnya karena azab
Sumber:Tanggal publish: 19/06/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar sebuah laman media dengan judul artikel yang menarasikan Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo mengakui bahwa alergi yang menyebabkan terdapat bercak hitam merupakan azab karena sering berbohong.
Berikut narasi judul dalam tangkapan layar tersebut:
“Jokowi Akui Kurapnya Bukan saja di Muka tetapi Dekat selangkangan lebih Banyak Ini Azab Saya Sering Bohong”
Namun, benarkah artikel Jokowi akui penyakit kulitnya karena sering bohong tersebut?
Berikut narasi judul dalam tangkapan layar tersebut:
“Jokowi Akui Kurapnya Bukan saja di Muka tetapi Dekat selangkangan lebih Banyak Ini Azab Saya Sering Bohong”
Namun, benarkah artikel Jokowi akui penyakit kulitnya karena sering bohong tersebut?
Hasil Cek Fakta
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Berdasarkan penelusuran, ANTARA menemukan unggahan dengan tanggal, foto dan media serupa dari laman Gelora yang berjudul “Heboh Jokowi Sakit Kulit, Dokter Tifa: Autoimun atau Hiperkortisolisme?”.
Dalam artikel tersebut dijelaskan Jokowi kembali menjadi sorotan publik karena perubahan fisik yang dinilai mencolok dan diduga mengindap sakit kulit. Namun, tidak ada pernyataan Jokowi dalam berita tersebut.
Terkait hal tersebut, Jokowi mengungkapkan kepada wartawan bahwa alergi kulit yang sempat dialaminya merupakan kondisi biasa yang terjadi setelah dirinya kembali dari kunjungan kenegaraan ke Vatikan. Meski mengalami alergi, pihaknya memastikan kondisi fisiknya tidak terganggu dan masih beraktivitas seperti biasanya.
Dengan demikian, tangkapan layar artikel Jokowi akui penyakit kulitnya karena sering bohong merupakan hasil suntingan atau tidak sesuai dengan judul sebenarnya.
Klaim: Artikel Jokowi akui penyakit kulitnya karena sering bohong
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Berdasarkan penelusuran, ANTARA menemukan unggahan dengan tanggal, foto dan media serupa dari laman Gelora yang berjudul “Heboh Jokowi Sakit Kulit, Dokter Tifa: Autoimun atau Hiperkortisolisme?”.
Dalam artikel tersebut dijelaskan Jokowi kembali menjadi sorotan publik karena perubahan fisik yang dinilai mencolok dan diduga mengindap sakit kulit. Namun, tidak ada pernyataan Jokowi dalam berita tersebut.
Terkait hal tersebut, Jokowi mengungkapkan kepada wartawan bahwa alergi kulit yang sempat dialaminya merupakan kondisi biasa yang terjadi setelah dirinya kembali dari kunjungan kenegaraan ke Vatikan. Meski mengalami alergi, pihaknya memastikan kondisi fisiknya tidak terganggu dan masih beraktivitas seperti biasanya.
Dengan demikian, tangkapan layar artikel Jokowi akui penyakit kulitnya karena sering bohong merupakan hasil suntingan atau tidak sesuai dengan judul sebenarnya.
Klaim: Artikel Jokowi akui penyakit kulitnya karena sering bohong
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2025-27444) [SALAH] Nadiem Makarim Jadi DPO Kasus Korupsi Rp9,9 Triliun
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 19/06/2025
Berita
Akun Facebook “Putra Jofun To” pada Kamis (29/5/2025) membagikan video [arsip] disertai narasi:
“Heboh..!!
NADIEM MAKARIM EKS KEMENDIKBUD JADI DPO KEJAGUNG KASUS KORUPSI 9,9T
Kejagung di kawal ketat TNI menggeledah apartemen milik Nadiem dan menemukan sejumlah barang bukti. Mantap mendikbud diduga telah melakukan korupsi dengan pengadaan laptop senilai hampir 10 T rupiah. Mantan mendikbut itu sendiri masih dalam buruan kejagung setelah menjabat keberadaannya tak di temukan.
9,9 TRILIUN LENYAP
JEJAK NADIEM DIENDUS KEJAGUNG!
9,9 triliun rupiah. Ulangi perlahan biar nyesek 9,9 triliun bukan buat bangun sekolah, bukan buat naikin gaji guru. Tapi buat beli laptop chromebook, laptop yang bahkan siswa nggak butuh, laptop berbasis internet sementara sinyal aja putus nyambung dan ini kejadian pas eranya Nadiem Makarim. Yes, mantan menteri, mantan bos startup, tapi kebijakan digitalnya? Lebih mirip dropshipper yang penting cuan muter, bukan fungsi nyambung. Rp9,9 triliun tuh bisa beli berapa juta laptop standar? Tapi mereka pilih chromebook yang diuji 2019 dinyatakan nggak efektif, tapi tetep dibeli karena di negeri ini yang nggak dibutuhkan tetep dibeli. Untung kejagung mulai usut karena kalau enggak? Yang pintar bukan siswanya, tapi yang ngatur proyeknya”
Unggahan disertai takarir:
“Salah satu anak buah Jokowi korupsi..sekarang DPO..”
Per Kamis (19/6/2025), konten tersebut mendapat 7.900-an emoji reaksi serta lebih dari 1.900 komentar.
“Heboh..!!
NADIEM MAKARIM EKS KEMENDIKBUD JADI DPO KEJAGUNG KASUS KORUPSI 9,9T
Kejagung di kawal ketat TNI menggeledah apartemen milik Nadiem dan menemukan sejumlah barang bukti. Mantap mendikbud diduga telah melakukan korupsi dengan pengadaan laptop senilai hampir 10 T rupiah. Mantan mendikbut itu sendiri masih dalam buruan kejagung setelah menjabat keberadaannya tak di temukan.
9,9 TRILIUN LENYAP
JEJAK NADIEM DIENDUS KEJAGUNG!
9,9 triliun rupiah. Ulangi perlahan biar nyesek 9,9 triliun bukan buat bangun sekolah, bukan buat naikin gaji guru. Tapi buat beli laptop chromebook, laptop yang bahkan siswa nggak butuh, laptop berbasis internet sementara sinyal aja putus nyambung dan ini kejadian pas eranya Nadiem Makarim. Yes, mantan menteri, mantan bos startup, tapi kebijakan digitalnya? Lebih mirip dropshipper yang penting cuan muter, bukan fungsi nyambung. Rp9,9 triliun tuh bisa beli berapa juta laptop standar? Tapi mereka pilih chromebook yang diuji 2019 dinyatakan nggak efektif, tapi tetep dibeli karena di negeri ini yang nggak dibutuhkan tetep dibeli. Untung kejagung mulai usut karena kalau enggak? Yang pintar bukan siswanya, tapi yang ngatur proyeknya”
Unggahan disertai takarir:
“Salah satu anak buah Jokowi korupsi..sekarang DPO..”
Per Kamis (19/6/2025), konten tersebut mendapat 7.900-an emoji reaksi serta lebih dari 1.900 komentar.
Hasil Cek Fakta
Disadur dari artikel Cek Fakta kompas.com.
Video yang beredar bersumber dari peristiwa penggeledahan apartemen dua eks stafsus Nadiem Makarim, JT dan FH pada Rabu (21/5/2025). Penggeledahan dilakukan terkait dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang diperkirakan terjadi pada 2019-2023.
Penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen dan benda elektronik. Dokumentasi proses penggeledahan tersebut dapat dilihat di kanal YouTube Kompas TV ini.
“Yang bersangkutan (Nadiem) belum dipanggil dalam proses penyidikan, ini apalagi (masuk) DPO. Jadi, tidak benar," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar sebagaimana diwartakan Kompas.com, Senin (2/6/2025).
Penyidik masih dalam proses pendalaman kasus, dengan meminta keterangan 28 saksi yang telah diperiksa.
Video yang beredar bersumber dari peristiwa penggeledahan apartemen dua eks stafsus Nadiem Makarim, JT dan FH pada Rabu (21/5/2025). Penggeledahan dilakukan terkait dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang diperkirakan terjadi pada 2019-2023.
Penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen dan benda elektronik. Dokumentasi proses penggeledahan tersebut dapat dilihat di kanal YouTube Kompas TV ini.
“Yang bersangkutan (Nadiem) belum dipanggil dalam proses penyidikan, ini apalagi (masuk) DPO. Jadi, tidak benar," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar sebagaimana diwartakan Kompas.com, Senin (2/6/2025).
Penyidik masih dalam proses pendalaman kasus, dengan meminta keterangan 28 saksi yang telah diperiksa.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “Nadiem Makarim ditetapkan sebagai DPO kasus korupsi pengadaan laptop Rp9,9 triliun” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
(Ditulis oleh ‘Ainayya)
(Ditulis oleh ‘Ainayya)
Rujukan
- http[kompas.com] [KLARIFIKASI] Kejaksaan Agung Bantah Nadiem Makarim Masuk DPO [YouTube] Kompas TV Banjarmasin_Apartemen 2 Stafsus Nadiem Makarim Digeledah Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Laptop Rp 9,9 T
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/06/03/141800282/-klarifikasi-kejaksaan-agung-bantah-nadiem-makarim-masuk-dpo?page=all
- https://www.youtube.com/watch?v=R_N5mE928LM
- https://web.facebook.com/putra.jofun.to/posts/749254424091730/ (unggahan akun Facebook “Putra Jofun To”)
- https://archive.ph/ZCka3 (arsip unggahan akun Facebook “Putra Jofun To”)
- https://turnbackhoax.id/2025/06/19/salah-nadiem-makarim-jadi-dpo-kasus-korupsi-rp99-triliun/
Halaman: 1706/7945




