• (GFD-2025-27489) [KLARIFIKASI] Video Perempuan Menari Ini Bukan Pesan untuk Pemerintah Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar sebuah video menampilkan seorang perempuan menari di tengah hujan, dikaitkan dengan pesan kepada Pemerintah Iran.

    Tarian itu diklaim memiliki pesan bahwa ia akan menari di atas kuburan rezim Iran.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disebarkan dengan konteks keliru.

    Video seorang perempuan menari di tengah hujan untuk menyampaikan pesan pada rezim Iran disebarkan oleh akun Facebook ini pada Kamis (19/6/2025). Arsipnya dapat dilihat di sini.

    Berikut narasi yang ditulis:

    Seorang perempuan Iran menjadi viral karena menyampaikan pesan kuat yang ditujukan kepada rezim Iran, dengan menyatakan, “Kami akan menari di atas kuburan kalian dengan sepenuh hati. Kini kami punya kegembiraan dan harapan untuk masa depan.”

    Sementara, tangkapan layar video disebarkan oleh akun Facebook ini.

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar telah ada di Internet setidaknya sejak dua tahun lalu.

    Perempuan dalam video merupakan Tamta Sabelashvili, seorang influencer berkebangsaan Georgia yang tinggal di Strasbourg, Perancis.

    Ia pertama kali mengunggah video dirinya menari di tengah hujan pada 16 Juli 2023 melalui akun TikTok @wildprincess9.

    Videonya lantas diambil dan disebarkan ulang oleh pengguna media sosial dengan konteks keliru.

    Melalui akun Facebooknya, Sabelashvili meluruskan bahwa dia adalah warga Georgia.

    Tindakannya menari di tengah hujan tidak ada kaitannya dengan situasi di Iran saat ini, terutama di tengah perang dengan Israel.

    "Saya warga Georgia dan tidak memiliki hubungan dengan situasi di Iran dan Israel sekarang. Permintaanku yakni, jangan gunakan video tanpa seizin saya," ucapnya.

    Sebelumnya, video yang mengeklaim perempuan menari untuk menyampaikan pesan pada pemerintah Iran telah dibantah oleh pemeriksa fakta The Quint dan Alt News.

    Kesimpulan

    Video perempuan menari di tengah hujan disebarkan dengan konteks keliru.

    Perempuan dalam video adalah influencer berkebangsaan Georgia bernama Tamta Sabelashvili. Ia meluruskan bahwa tindakannya tidak terkait dengan situasi di Iran.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27490) [HOAKS] Pendeta Melianus Lensini Umumkan Adanya Dana Bantuan dari Pemerintah Australia

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan video yang menampilkan seorang pendeta bernama Melianus Lensini menawarkan dana bantuan dari Pemerintah Australia untuk umat Kristen di Indonesia.

    Klaim ini muncul di sejumlah unggahan media sosial pada pertengahan Juni 2025.

    Namun, setelah ditelusuri video itu merupakan hasil manipulasi berbasis artificial intelligence. Narasi itu hoaks.

    Video yang mengeklaim Pendeta Melianus Lensini menawarkan dana bantuan dari Pemerintah Australia untuk umat Kristen di Indonesia salah satunya dibagikan akun Facebook ini dan ini.

    Dalam video Pendeta Melianus menyebut dirinya merupakan penangungjawab program bantuan tersebut.

    Bagi umat Kristen yang ingin mendapat bantuan diminta mendaftar melalui sebuah nomor WhatsApp.

    Video diberi keterangan sebagai berikut:

    Program bantuan dana DAP untuk umat kristen di seluruh wilayah indonesia yang di salurkan melalui Bimas Kristen Kementerian Agama RI hingga 2 miliar di tahun 2025.

    Bantuan ini bertujuan untuk kesejahteraan saudara saudari umat kristen serta pembangunan gereja di berbagai wilayah indonesia

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Pendeta Melianus Lensini menawarkan dana bantuan dari pemerintah Australia

    Hasil Cek Fakta

    Ketika dicermati terdapat kejanggalan dalam video tersebut. Tubuh Pendeta Melianus Lensini tampak tidak bergerak. Selain itu, gerakan bibir dan perkataannya juga tidak sinkron.

    Umumnya, ini merupakan tanda bahwa konten itu dibuat menggunakan rekayasa AI.

    Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, video Pendeta Melianus Lensini menawarkan dana bantuan dari Pemerintah Australia terdeteksi dihasilkan oleh artificial intelligence (AI).

    Probabilitas video itu merupakan AI generatif mencapai 90,9 persen.

    Adapun unggahan yang beredar memanipulasi foto Pendeta Melianus Lensini dalam artikel yang diterbitkan oleh media Victory News ini.

    Artikel itu membahas sosok Melianus Lensini yang merupakan pendeta muda dari Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

    Sebelumnya di media sosial juga muncul video manipulasi soal dana bantuan Pari pemerintah Australia. Warganet juga diminta menghubungi nomor WhatsApp.

    Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini, di sini dan di sini. 

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Pendeta Melianus Lensini yang mengeklaim Pendeta Melianus Lensini menawarkan dana bantuan dari Pemerintah Australia untuk umat Kristen di Indonesia merupakan hasil manipulasi.

    Video itu memanipulasi foto Pendeta Melianus Lensini dengan teknologi AI. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-27508) Benarkah Demul Haruskan Warga Jabar Bangun Rumah dengan Bambu?

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/06/2025

    Berita

    tirto.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kerap diperbincangan di jagat maya lantaran berbagai kebijakannya yang memicu perdebatan. Salah dua kebijakannya yang kontroversial yakni mengirim “siswa bandel” ke barak militer dan menjadikan vasektomi sebagai syarat menerima beragam bantuan.

    ADVERTISEMENT

    Seolah meyakinkan, belum lama ini mencuat klaim soal kebijakan baru Dedi. Akun Facebook bernama “Suci Adi” (arsip) membagikan narasi bahwa Mantan Bupati Purwakarta yang akrab dipanggil KDM ini membuat gebrakan, yakni mengharuskan pembangunan rumah di Jabar menggunakan bambu.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ingin Kurangi Penggunaan Batu dan Semen Di Jabar (Jawa Barat) dan Menggantikannya Dengan Bambu !!”, begitu bunyi teks dalam video yang disebarkan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Klip singkat berdurasi delapan detik itu menampilkan foto Dedi menggunakan kemeja putih. Menurut unggahan, Dedi bilang kalau untuk mewujudkan wacana menggunakan bahan baku bambu, mulai tahun ini ia akan mulai membangun beberapa sekolah dari bambu.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Dan Menurut KDM, Di China dan amerika, sudah Membangun Hotel-Hotel Dari Bambu, Contohnya di Tiongkok !! Sedangkan kita, Kenapa punya kualitas Bambu bagus, Tidak bisa bikin ?!!,” tambah teks lanjutan di bagian bawah video.

    Header Periksa Fakta Apa Iya KDM Haruskan Warga Jabar Bangun Rumah dengan Bambu.

    ADVERTISEMENT

    Sejak diunggah pada Senin (2/6/2025) sampai Jumat (20/6/2025), video ini sudah diputar sebanyak 1.600 kali dan mendapatkan enam tanda suka.

    Namun, bagaimana faktanya?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Riset Tirto mencoba menelusuri narasi yang berseliweran dengan melakukan pencarian Google terkait kebijakan wajib menggunakan bambu untuk pembangunan rumah warga Jabar. Akan tetapi, kami tak menemukan adanya sumber resmi maupun pemberitaan kredibel yang mengonfirmasi klaim.

    Narasi ini justru sudah dinyatakan tidak benar oleh Diskominfo Kota Sukabumi dan Polda Jawa Barat.

    Lewat lansiran media Polda Jabar, TB News Jabar Polri, disebutkan bahwa tidak ada kebijakan atau peraturan daerah yang mewajibkan seluruh rumah di Jawa Barat menggunakan bambu.

    Penggunaan bambu baru diwacanakan untuk pembangunan sekolah dan fasilitas tertentu sebagai upaya pemanfaatan material lokal yang ramah lingkungan.

    Pada akhir Mei lalu, Dedi memang sempat melontarkan rencana menggunakan bambu sebagai fondasi bangunan sekolah, usai melihat penerapannya di beberapa negara. Menurut Dedi, bambu menjadi material alternatif yang menjanjikan dan layak untuk dicoba Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam membangun bangunan.

    “Dan itu dibuktikan kan di Tiongkok bagaimana hotel dibuat dari bambu, di Amerika juga hotel dibuat dari bambu, kenapa kita penghasil bambu terbaik di dunia tidak mengembang ini?” kata Dedi kepada wartawan di Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, seperti dilaporkan Kompas.com, Rabu (28/5/2025).

    Keinginan itu juga didasari oleh upaya meminimalisir eksploitasi sumber daya alam, termasuk pengurangan penggunaan batu dan semen dalam pembangunan. Wacana ini dikatakan akan dimulai tahun 2025 ini.

    Meski benar terdapat wacana untuk membangun sekolah dengan bahan bambu, Tirto tidak menemukan adanya pernyataan Dedi ataupun kebijakannya yang mengharuskan warga Jabar untuk membangun rumah dengan bambu.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa unggahan media sosial yang memuat klaim soal Dedi Mulyadi mewajibkan warga Jabar untuk membangun rumah pakai bambu bersifat salah sebagian (partly false).

    Narasi ini sudah dinyatakan tidak tepat oleh Diskominfo Kota Sukabumi dan Polda Jawa Barat. Disebutkan bahwa tidak ada kebijakan atau peraturan daerah yang mewajibkan seluruh rumah di Jawa Barat menggunakan bambu.

    Meski benar adanya wacana penggunaan bambu untuk pembangunan sekolah dan fasilitas tertentu sebagai upaya pemanfaatan material lokal yang ramah lingkungan, tidak ditemukan adanya sumber resmi yang mengonfirmasi bahwa Dedi mewajibkan warga Jabar untuk membangun rumah dengan bambu.

    Wacana pembangunan sekolah dengan bambu dilontarkan Dedi pada akhir Mei lalu dan pembangunan ini rencana dimulai pada tahun 2025 ini.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27509) Hoaks Artikel Berita Sebut MUI Dukung Serangan Israel ke Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/06/2025

    Berita

    tirto.id - Konflik yang berujung saling serang antara Iran dan Israel masih berlangsung hingga saat ini. Israel menginisiasi serangan ke Iran pada Jumat, 13 Juni 2025. Sebuah serangan udara dilancarkan Israel menargetkan fasilitas nuklir dan militer Iran. Serangan Israel ini menyulut kemarahan Iran. Mereka kemudian menghujani Tel Aviv dengan serangan rudal dan pesawat nirawak.

    ADVERTISEMENT

    AP News seperti yang dilansir Tirto menyebut hingga Rabu (18/06/2025) dini hari, Israel masih menggempur Iran dengan ledakan-ledakan yang terjadi hingga fajar. Setidaknya 224 orang meninggal dunia di Iran akibat serangan Israel yang telah terjadi selama enam hari. Iran yang juga membalas serangan Israel dengan mengirim rudal termasuk rudal balistik membuat 24 orang tewas.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Ketegangan antara Israel dan Iran yang berujung pada saling serang memicu gelombang perbincangan hangat di media sosial, termasuk di Indonesia. Di tengah derasnya arus informasi seputar konflik tersebut, beredar sebuah narasi yang mengklaim bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungan terhadap serangan militer yang dilakukan Israel ke Iran.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Klaim ini tersebar melalui unggahan tangkapan layar di media sosial. Unggahan itu isinya sebuah artikel berjudul: “MUI Dukung Serangan Israel ke Iran: Syiah Bukan Islam, Syiah Adalah Kafir yang Halal Dimusnahkan”.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Terlihat lambang media kumparan dalam tangkapan layar. Dalam gambar tersebut, turut disertakan foto Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, yang dijadikan sebagai thumbnail artikel.

    Narasi itu diunggah oleh akun Instagram bernama “presiden_moeslimktp” (arsip) pada Minggu (15/6/2025). Klaim yang sama juga tersebar luas di platform X (dulu Twitter) oleh akun “@Tita83079013”, “@LobiaNurhayati” dan “@ProfOnline_id”.

    “Alhamdulillah... akhirnya Israel dapat dukungan dari ormas Islam Indonesia yang sangat terpercaya oleh umat. Dan mendukung serangan Israel ke Iran, karena syiah bukan islam. Syiah adalah kafir,” tulis keterangan takarir salah satu pengunggah klaim itu.

    ADVERTISEMENT

    PERIKSA FAKTA Hoaks Artikel Berita Sebut MUI Dukung Serangan Israel ke Iran.

    Sepanjang Minggu (15/6/2025) hingga Jumat (20/6/2025) atau selama lima hari tersebar di Instagram, unggahan ini telah memperoleh 73 tanda suka dan 31 komentar. Lantas, bagaimana kebanaran isu tersebut?

    Benarkah MUI mengeluarkan pernyataan sikap mendukung serangan yang dilakukan Israel ke Iran?

    Hasil Cek Fakta

    Pertama-tama Tirto menelusuri klaim ini ke kanal resmi MUI, instansi yang namanya dicatut dalam klaim ini. Baik di situs ataupun media sosial resmi dari MUI, tidak ditemukan satupun informasi yang membenarkan klaim bahwa kembaga tersebut mengeluarkan pernyataan sikap mendukung serangan yang dilakukan Israel ke Iran.

    Penelusuran kemudian dilanjutkan ke situs kumparan, media yang namanya disebut-sebut menerbitkan artikel berjudul "MUI Dukung Serangan Israel ke Iran: Syiah Bukan Islam, Syiah Adalah Kafir yang Halal Dimusnahkan", sebagaimana yang tersebar dalam bentuk tangkapan layar.

    Tirto mencoba memasukkan judul itu ke kolom pencarian di situs resmi. Hasilnya, tidak ditemukan artikel apa pun dengan judul tersebut. Ini menunjukkan bahwa media tersebut tidak pernah menerbitkan berita sebagaimana diklaim. Dari sini, muncul dugaan kuat bahwa judul berita dalam tangkapan layar tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Untuk memverifikasi kecurigaan tersebut, Tirto melakukan penelusuran dengan menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) melalui Google Images. Hasilnya, ditemukan artikel asli dari kumparan dengan thumbnail yang identik, namun dengan judul yang berbeda: "MUI Kecam Serangan Israel ke Iran: Perburuk Krisis Kemanusiaan-Keamanan Global", yang dipublikasikan pada Sabtu (14/6/2025).

    Artikel asli yang dimuat di kumparan menggunakan thumbnail yang menampilkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim—sama persis dengan gambar yang beredar dalam tangkapan layar palsu.

    Namun, konteks pemberitaan aslinya justru berkebalikan dari klaim yang tersebar. Dalam artikel tersebut, MUI secara tegas mengecam serangan militer Israel ke Teheran, Iran, yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi, ilmuwan, dan warga sipil.

    "Saya atas nama MUI dan seluruh umat Islam Indonesia mengutuk serangan Israel. Terlaknatlah Israel atas dosa kemanusiaan dan pembangkangan secara kasat mata terhadap hukum internasional," tegas Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, dalam keterangannya, Sabtu (14/6/2025).

    Sudarnoto menyampaikan duka cita mendalam atas para korban serangan tersebut. Ia menyebut mereka yang gugur sebagai syuhada. Ia menyampaikan, serangan yang dilakukan Israel tersebut bukan hanya pelanggaran terhadap kedaulatan negara, tetapi juga memperparah kondisi global.

    "Dampak serangan ini adalah memperburuk krisis kemanusiaan, politik dan keamanan global. Israel dengan sengaja telah memporak-porandakan tatanan dunia karena telah memancing eskalasi pertempuran tingkat global,” ujarnya.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukan narasi yang menyebut bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan sikap mendukung serangan yang dilakukan Israel ke Iran bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tangkapan layar artikel berita yang menyebut MUI mendukung serangan Israel ke Iran adalah hasil editan dari artikel asli berita kumparan berjudul “MUI Kecam Serangan Israel ke Iran: Perburuk Krisis Kemanusiaan-Keamanan Global", yang dipublikasikan pada Sabtu (14/6/2025).

    Hingga Jumat, 20 Juni 2025, atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, tidak ditemukan satu pun pernyataan resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan dukungan terhadap serangan Israel ke Iran. Tidak ada rilis pers, pernyataan tertulis, maupun unggahan di kanal resmi MUI yang mengindikasikan sikap tersebut.

    Rujukan