(GFD-2025-27535) Cek Fakta: Hoaks Foto Pembangunan Patung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Sumber:Tanggal publish: 23/06/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim pembangunan patung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 16 Juni 2025.
Dalam foto tersebut terlihat patung dengan wajah Dedi Mulyadi terlihat sedang dibangun oleh sejumlah pekerja. Di bagian bawah patung itu, terdapat tulisan "BAPAK AING_KANG DEDI MULYADI". Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan kabar pembangunan patung Dedi Mulyadi.
"Bapak Aing
#kdm
#FansKDM," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 1.100 kali dibagikan dan mendapat 9.200 komentar dari warganet.
Benarkah dalam foto tersebut merupakan pembangunan patung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim pembangunan patung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "pembangunan patung dedi mulyadi".
Hasilnya tidak ada informasi valid yang mendukung klaim tersebut. Penelusuran kemudian dilakukan dengan mengunggah foto tersebut ke situs pendeteksi artificial intelligence (AI), hivemoderation.com.
Hasilnya, foto tersebut memiliki probalibitas 99 persen dibuat menggunakan perangkat AI. Berikut gambar tangkapan layarnya.
Hasil yang sama juga ditemukan saat mengunggah gambar tersebut ke situs pendeteksi AI sightengine.com. Hasilnya, foto tersebut memiliki probabilitas 85 persen dibuat oleh perangkat AI.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
Kesimpulan
Foto yang diklaim pembangunan patung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, foto tersebut merupakan hasil manipulasi digital menggunakan perangkat AI.
(GFD-2025-27540) [KLARIFIKASI] Konteks Utuh Terkait Narasi Warga Bulukumba Meninggal Saat Urus Syarat BPJS Kesehatan
Sumber:Tanggal publish: 23/06/2025
Berita
KOMPAS.com - Beredar unggahan foto dengan narasi seorang warga di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan meninggal dunia saat sedang mengurus syarat pendaftaran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com narasi yang beredar di media sosial itu perlu diluruskan.
Unggahan soal warga di Kabupaten Bulukumba meninggal saat mengurus syarat pendaftaran BPJS Kesehatan salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan beberapa foto dengan keterangan sebagai berikut:
Innalillahi, Warga Bulukumba Meningg4l Mereg4ng Ny4wa di Disdukcapil Saat sedang Urus Syarat BPJS
Bapak ini Sakit dan perlu operasi tapi tidak ada biaya kemudian dengan terpaksa pasien dibawa keluarga urus BPJS tapi Meningg4l. Diduga karena sakit...selengkapnya.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook unggahan soal warga di Bulukumba meninggal usai perekaman e-KTP
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com narasi yang beredar di media sosial itu perlu diluruskan.
Unggahan soal warga di Kabupaten Bulukumba meninggal saat mengurus syarat pendaftaran BPJS Kesehatan salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan beberapa foto dengan keterangan sebagai berikut:
Innalillahi, Warga Bulukumba Meningg4l Mereg4ng Ny4wa di Disdukcapil Saat sedang Urus Syarat BPJS
Bapak ini Sakit dan perlu operasi tapi tidak ada biaya kemudian dengan terpaksa pasien dibawa keluarga urus BPJS tapi Meningg4l. Diduga karena sakit...selengkapnya.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook unggahan soal warga di Bulukumba meninggal usai perekaman e-KTP
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, foto dalam unggahan identik dengan yang ada di laman Tribunnews ini. Dalam pemberitaan dijelaskan, kejadian itu terjadi pada 2022, bukan 2025.
Peristiwa bermula ketika warga bernama Amiluddin datang ke kantor Disdukcapil Bulukumba pada 15 Maret 2022 untuk melakukan perekaman e-KTP.
Amiludin membuat KTP sebagai syarat pendaftaran peserta BPJS Kesehatan, karena ia akan menjalani operasi.
Namun, setelah perekaman KTP selesai, Amiluddin tiba-tiba terjatuh dan mengembuskan napas terakhirnya.
Saksi yang ada di lokasi kejadian menyebutkan, saat datang ke kantor Disdukcapil, Amiluddin terlihat tidak sehat dan lesu.
Pihak keluarga juga menjelaskan, Amiluddin sebelumnya sempat dirawat di RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba.
Berdasarkan pemeriksaan dokter, terdapat cairan di dalam usus Amiluddin sehingga dibutuhkan tindakan operasi.
Adapun, Amiluddin meninggal di kantor Disdukcapil setelah melakukan seluruh rangkaian perekaman e-KTP. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka di Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba untuk dimakamkan.
Peristiwa bermula ketika warga bernama Amiluddin datang ke kantor Disdukcapil Bulukumba pada 15 Maret 2022 untuk melakukan perekaman e-KTP.
Amiludin membuat KTP sebagai syarat pendaftaran peserta BPJS Kesehatan, karena ia akan menjalani operasi.
Namun, setelah perekaman KTP selesai, Amiluddin tiba-tiba terjatuh dan mengembuskan napas terakhirnya.
Saksi yang ada di lokasi kejadian menyebutkan, saat datang ke kantor Disdukcapil, Amiluddin terlihat tidak sehat dan lesu.
Pihak keluarga juga menjelaskan, Amiluddin sebelumnya sempat dirawat di RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba.
Berdasarkan pemeriksaan dokter, terdapat cairan di dalam usus Amiluddin sehingga dibutuhkan tindakan operasi.
Adapun, Amiluddin meninggal di kantor Disdukcapil setelah melakukan seluruh rangkaian perekaman e-KTP. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka di Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba untuk dimakamkan.
Kesimpulan
Unggahan yang menyebut warga Bulukumba meninggal saat mengurus syarat pendafataran BPJS Kesehatan pada Juni 2025 merupakan informasi keliru. Narasi itu tidak menyertakan konteks secara utuh.
Peristiwa itu merupakan kejadian pada 2022. Korban meninggal setelah melakukan perekaman e-KTP di Kantor Disdukcapil Bulukumba pada 15 Maret 2022.
KTP itu diperlukan sebagai syarat mendaftar BPJS Kesehatan karena ia akan melakukan operasi.
Peristiwa itu merupakan kejadian pada 2022. Korban meninggal setelah melakukan perekaman e-KTP di Kantor Disdukcapil Bulukumba pada 15 Maret 2022.
KTP itu diperlukan sebagai syarat mendaftar BPJS Kesehatan karena ia akan melakukan operasi.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/19DZJnhMrz/
- https://www.facebook.com/share/p/19FPrV68zA/
- https://www.facebook.com/share/p/16N7kSZkUj/
- https://www.tribunnews.com/regional/2022/03/16/pria-di-bulukumba-meninggal-saat-perekaman-e-ktp-ternyata-hendak-urus-bpjs-untuk-operasi
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27548) [KLARIFIKASI] Video Pendukung Israel Minta Stop Perang Dibuat dengan AI
Sumber:Tanggal publish: 23/06/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial, beredar sebuah video yang menampilkan ribuan pendukung Israel menyerukan stop perang.
Seruan itu dikaitkan dengan serangan balasan Iran yang dipicu oleh serangan Israel pada Jumat, 13 Juni 2025.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif.
Video ribuan pendukung Israel menyerukan stop perang disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Dalam video, tampak orang-orang membawa poster dan bendera Israel sambil meneriakan permintaan maaf pada Iran, stop perang, dan menginginkan perdamaian.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Sabtu (21/6/2025):
RIBUAN PENDUKUNG ISRAEL TURUN KEJALAN, MINTA STOP PERANG
CENGENG, Belum genap seminggu gaya ngajak perang, sekarang ngrengej minta Iran Berhenti perang.. Iran kami minta maaf. Kami menginginkan perdamaian.. . Kata-kata ini ditujukan oleh orang Israel yang memohon kepada Iran untuk menghentikan perang.. . FRANCE 24 inilah kenyataan sebenarnya.
Seruan itu dikaitkan dengan serangan balasan Iran yang dipicu oleh serangan Israel pada Jumat, 13 Juni 2025.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif.
Video ribuan pendukung Israel menyerukan stop perang disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Dalam video, tampak orang-orang membawa poster dan bendera Israel sambil meneriakan permintaan maaf pada Iran, stop perang, dan menginginkan perdamaian.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Sabtu (21/6/2025):
RIBUAN PENDUKUNG ISRAEL TURUN KEJALAN, MINTA STOP PERANG
CENGENG, Belum genap seminggu gaya ngajak perang, sekarang ngrengej minta Iran Berhenti perang.. Iran kami minta maaf. Kami menginginkan perdamaian.. . Kata-kata ini ditujukan oleh orang Israel yang memohon kepada Iran untuk menghentikan perang.. . FRANCE 24 inilah kenyataan sebenarnya.
Hasil Cek Fakta
Terdapat watermark betuliskan "Veo" pada pojok kanan bawah video.
Veo merupakan model kecerdasan buatan yang dikembangan oleh Google DeepMind.
Veo AI, khususnya Google Veo 3, merupakan generatif akal imitasi (AI) yang mampu menghasilkan video dengan memasukkan perintah berupa teks atau gambar.
Watermark yang terdapat dalam video menunjukkan, klip tersebut dihasilkan oleh Google Veo 3. Bukan dari peristiwa nyata.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengeceknya kembali menggunakan pendeteksi AI, Hive Moderation.
Hasilnya menunjukkan, video ribuan pendukung Israel menyerukan stop perang memiliki probabilitas 99,8 persen dihasilkan oleh AI.
Veo merupakan model kecerdasan buatan yang dikembangan oleh Google DeepMind.
Veo AI, khususnya Google Veo 3, merupakan generatif akal imitasi (AI) yang mampu menghasilkan video dengan memasukkan perintah berupa teks atau gambar.
Watermark yang terdapat dalam video menunjukkan, klip tersebut dihasilkan oleh Google Veo 3. Bukan dari peristiwa nyata.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengeceknya kembali menggunakan pendeteksi AI, Hive Moderation.
Hasilnya menunjukkan, video ribuan pendukung Israel menyerukan stop perang memiliki probabilitas 99,8 persen dihasilkan oleh AI.
Kesimpulan
Video ribuan pendukung Israel menyerukan stop perang merupakan konten manipulatif berbasis AI.
Hasil penelusuran menunjukkan, video tersebut dibuat dengan Google Veo 3. Hive Moderation juga mengidentifikasinya sebagai video yang dihasilkan AI.
Hasil penelusuran menunjukkan, video tersebut dibuat dengan Google Veo 3. Hive Moderation juga mengidentifikasinya sebagai video yang dihasilkan AI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/nanda.part.ii.2025/videos/716933111258154/
- https://www.facebook.com/agus.prayitno.289893/videos/1789454755307051
- https://www.facebook.com/100059180422436/videos/1282982280151387?idorvanity=1131928717972006
- https://www.facebook.com/reel/1875439733186798
- https://www.facebook.com/reel/728742119543925
- https://www.facebook.com/reel/1599785098067977
- https://deepmind.google/models/veo/
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27549) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Perlihatkan Serangan AS ke Fordow, Iran
Sumber:Tanggal publish: 23/06/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim memperlihatkan dampak serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran di Fordow pada Sabtu (21/6/2025) malam.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu perlu diluruskan karena dibagikan dengan konteks keliru.
Video yang diklaim memperlihatkan dampak serangan AS ke fasilitas nuklir Iran di Fordow dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Minggu (22/6/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
Serangan pesawat siluman Amerika B2 dengan bom bunker busting GBU-57 di Fordow. Video tersebut muncul & beredar daring sebagai situs nuklir Fordow Iran setelah serangan GBU-57.
Screenshot Klarifikasi, video ini bukan perlihatkan serangan AS ke Fordow, Iran
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu perlu diluruskan karena dibagikan dengan konteks keliru.
Video yang diklaim memperlihatkan dampak serangan AS ke fasilitas nuklir Iran di Fordow dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Minggu (22/6/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
Serangan pesawat siluman Amerika B2 dengan bom bunker busting GBU-57 di Fordow. Video tersebut muncul & beredar daring sebagai situs nuklir Fordow Iran setelah serangan GBU-57.
Screenshot Klarifikasi, video ini bukan perlihatkan serangan AS ke Fordow, Iran
Hasil Cek Fakta
AS melancarkan serangan langsung ke sejumlah situs nuklir di Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Esfahan, pada Sabtu (21/6/2025) waktu setempat.
Dilansir Tribunnews, serangan ini dikonfirmasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang merupakan lembaga pengawas nuklir di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Akan tetapi video yang beredar di Facebook tersebut bukan memperlihatkan dampak serangan AS ke fasilitas nuklir di Fordow.
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.
Hasilnya, visual yang sama ditemukan dalam pemberitaan CGTN, 18 September 2024, tentang serangan drone Ukraina ke gudang amunisi Rusia.
Artikel itu mencantumkan keterangan yang menyebutkan bahwa visual tersebut berasal dari Reuters. Setelah ditelusuri, video itu berasal dari unggahan laman Facebook resmi Reuters.
Visual yang diperlihatkan klip tersebut sama dengan video yang diklaim serangan di fasilitas nuklir Fordow. Adapun video Reuters itu disertai takarair (caption) sebagai berikut:
Asap dan api membumbung dari kota Toropets di wilayah Tver, Rusia, setelah serangan pesawat nirawak Ukraina memicu ledakan seukuran gempa bumi dan memaksa evakuasi sebagian penduduk, kata otoritas regional.
Media pemerintah Rusia sebelumnya melaporkan bahwa gudang senjata konvensional utama berada di lokasi ledakan.
Dilansir Tribunnews, serangan ini dikonfirmasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang merupakan lembaga pengawas nuklir di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Akan tetapi video yang beredar di Facebook tersebut bukan memperlihatkan dampak serangan AS ke fasilitas nuklir di Fordow.
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.
Hasilnya, visual yang sama ditemukan dalam pemberitaan CGTN, 18 September 2024, tentang serangan drone Ukraina ke gudang amunisi Rusia.
Artikel itu mencantumkan keterangan yang menyebutkan bahwa visual tersebut berasal dari Reuters. Setelah ditelusuri, video itu berasal dari unggahan laman Facebook resmi Reuters.
Visual yang diperlihatkan klip tersebut sama dengan video yang diklaim serangan di fasilitas nuklir Fordow. Adapun video Reuters itu disertai takarair (caption) sebagai berikut:
Asap dan api membumbung dari kota Toropets di wilayah Tver, Rusia, setelah serangan pesawat nirawak Ukraina memicu ledakan seukuran gempa bumi dan memaksa evakuasi sebagian penduduk, kata otoritas regional.
Media pemerintah Rusia sebelumnya melaporkan bahwa gudang senjata konvensional utama berada di lokasi ledakan.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim memperlihatkan dampak serangan AS ke fasilitas nuklir Iran di Fordow perlu diluruskan.
Video tersebut dibagikan dengan konteks keliru. Peristiwa dalam video adalah dampak serangan drone Ukraina ke gudang senjata Rusia di kota Toropets pada September 2024.
Video tersebut dibagikan dengan konteks keliru. Peristiwa dalam video adalah dampak serangan drone Ukraina ke gudang senjata Rusia di kota Toropets pada September 2024.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=716369451554488
- https://www.facebook.com/JZ22AQH/videos/3922247104691239
- https://www.facebook.com/amrillah.praya/videos/1391236352156439
- https://www.tribunnews.com/internasional/2025/06/23/update-kondisi-3-situs-nuklir-iran-yang-diserang-as-fordow-isfahan-dan-natanz
- https://newseu.cgtn.com/news/2024-09-18/Ukrainian-drone-attack-triggers-quake-sized-blast-at-Russian-arsenal-1x09d3OK98s/index.html
- https://www.facebook.com/reel/1417257225609040
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 1695/7945
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261229/original/006157500_1750663715-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261258/original/060294300_1750665000-AiKDM.jpg)