KOMPAS.com - Sebuah unggahan di media sosial mengeklaim asosiasi sepak bola dunia atau FIFA resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Indonesia diklaim akan menggantikan Qatar serta Arab Saudi sebagau tuan rumah. Penunjukan Indonesia itu diklaim dilakukan karena faktor keamanan di Timur Tengah.
Seperti diketahui, Iran baru saja melancarkan serangan terhadap pangkalan Udara Al Udeid yang merupakan basis pasukan Amerika Serikat (AS) di Qatar pada 23 Juni 2025.
Serangan itu merupakan balasan terhadap tindakan AS yang sehari sebelumnya menyerang tiga fasilitas nuklir Iran.
Setelah ditelusuri, narasi yang menyebut FIFA menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia merupakan kabar tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim FIFA resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan foto Presiden FIFA Gianni Infantino bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir sedang memegang bola.
Berikut keterangan teks yang disampaikan:
RESMI TUNJUK INDONESIA
RESMIKAN INDONESIA JADI TUAN RUMAH KUALIFIKASI PILDUN ROUND 4, SATU POT DENGAN OMAN
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim FIFA resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia
(GFD-2025-27685) [HOAKS] FIFA Tunjuk Indonesia Tuan Rumah Ronde Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sumber:Tanggal publish: 01/07/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, foto Gianni Infantino bersama Erick Thohir tidak terkait dengan penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Foto itu adalah momen ketika Infantino menyampaikan belasungkawa terkait Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang. Foto itu diunggah akun X Erick Thohir pada 6 Oktober 2022.
Sampai saat ini, tidak ada informasi kredibel FIFA menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah.
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, pada 13 Juni 2025, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengumumkan bahwa Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah.
Undian ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia baru akan digelar pada 17 Juli mendatang.
Ronde keempat diikuti oleh enam tim yang terdiri dari Indonesia, Irak, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Keenam negara itu akan dibagi ke dalam dua grup. Mereka akan memperebutkan dua tiket ke Piala Dunia 2026.
Foto itu adalah momen ketika Infantino menyampaikan belasungkawa terkait Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang. Foto itu diunggah akun X Erick Thohir pada 6 Oktober 2022.
Sampai saat ini, tidak ada informasi kredibel FIFA menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah.
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, pada 13 Juni 2025, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengumumkan bahwa Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah.
Undian ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia baru akan digelar pada 17 Juli mendatang.
Ronde keempat diikuti oleh enam tim yang terdiri dari Indonesia, Irak, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Keenam negara itu akan dibagi ke dalam dua grup. Mereka akan memperebutkan dua tiket ke Piala Dunia 2026.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim FIFA telah menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia merupakan informasi tidak benar atau hoaks.
Foto yang beredar adalah momen ketika Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan belasungkawa terkait Tragedi Kanjuruhan pada 2022.
Sampai saat ini belum ada keputusan soal pembatalan Qatar maupun Arab Saudi sebagai tuan rumah ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Foto yang beredar adalah momen ketika Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan belasungkawa terkait Tragedi Kanjuruhan pada 2022.
Sampai saat ini belum ada keputusan soal pembatalan Qatar maupun Arab Saudi sebagai tuan rumah ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Rujukan
(GFD-2025-27686) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Perlihatkan Jet Tempur Rusia Bersiaga di Langit Iran
Sumber:Tanggal publish: 01/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menunjukkan jet tempur Rusia memasuki wilayah udara Iran.
Narasi video menyebutkan, pesawat-pesawat Rusia itu disiagakan untuk mengantisipasi serangan ke arah Teheran.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi video perlu diluruskan karena salah konteks.
Video yang diklaim menunjukkan jet tempur Rusia bersiaga di wilayah udara Iran dibagikan oleh akun Facebook ini pada Juni 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Sekarang Rusia Udah terang2an masuk wilayah IRAN Siaga utk melindungi wilayah TeheranMasih berani gak AS nyer4ng IRAN?
Screenshot Klarifikasi, video ini bukan perlihatkan jet tempur Rusia bersiaga di langit Iran
Narasi video menyebutkan, pesawat-pesawat Rusia itu disiagakan untuk mengantisipasi serangan ke arah Teheran.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi video perlu diluruskan karena salah konteks.
Video yang diklaim menunjukkan jet tempur Rusia bersiaga di wilayah udara Iran dibagikan oleh akun Facebook ini pada Juni 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Sekarang Rusia Udah terang2an masuk wilayah IRAN Siaga utk melindungi wilayah TeheranMasih berani gak AS nyer4ng IRAN?
Screenshot Klarifikasi, video ini bukan perlihatkan jet tempur Rusia bersiaga di langit Iran
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.
Hasilnya, visual yang mirip ditemukan di artikel Defense Express tertanggal 27 Desember 2024 yang membahas tentang penampakan jet tempur terbaru China.
Artikel itu menyebutkan, dua pesawat canggih terlihat di langit China pada 26 Desember 2024. Penampakan itu diduga presentasi publik dari jet tempur terbaru buatan China.
Pesawat pertama diidentifikasi sebagai jet tempur-pembom yang dikenal di Barat sebagai JH-XX (nama asli tidak diketahui), dan yang kedua adalah pesawat tempur "klasik" J-50.
Artikel Defense Express juga mencantumkan sebuah video yang diunggah akun X @clashreport pada 26 Desember 2024.
Meski diambil dari sudut berbeda, pesawat dalam video X itu sama dengan yang ditampilkan dalam video Facebook dengan narasi jet tempur Rusia bersiaga di wilayah Iran.
Hasilnya, visual yang mirip ditemukan di artikel Defense Express tertanggal 27 Desember 2024 yang membahas tentang penampakan jet tempur terbaru China.
Artikel itu menyebutkan, dua pesawat canggih terlihat di langit China pada 26 Desember 2024. Penampakan itu diduga presentasi publik dari jet tempur terbaru buatan China.
Pesawat pertama diidentifikasi sebagai jet tempur-pembom yang dikenal di Barat sebagai JH-XX (nama asli tidak diketahui), dan yang kedua adalah pesawat tempur "klasik" J-50.
Artikel Defense Express juga mencantumkan sebuah video yang diunggah akun X @clashreport pada 26 Desember 2024.
Meski diambil dari sudut berbeda, pesawat dalam video X itu sama dengan yang ditampilkan dalam video Facebook dengan narasi jet tempur Rusia bersiaga di wilayah Iran.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan jet tempur Rusia bersiaga di wilayah udara Iran perlu diluruskan.
Pesawat dalam video tersebut adalah jet tempur China, bukan Rusia. Pesawat tersebut terlihat di langit China pada 26 Desember 2024.
Pesawat dalam video tersebut adalah jet tempur China, bukan Rusia. Pesawat tersebut terlihat di langit China pada 26 Desember 2024.
Rujukan
(GFD-2025-27689) Cek Fakta: Hoaks Pendaftaran Program Transmigrasi ke IKN Nusantara
Sumber:Tanggal publish: 01/07/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan poster pendaftaran program transmigrasi ke IKN Nusantara. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 22 Juni 2025.
Dalam postingannya terdapat poster dengan logo Kementerian Transmigrasi dengan narasi sebagai berikut:
"Ayo ikuti program transmigrasi 2025. Prediksi daerah tujuan: IKN Kalimantan Timur. Kuota terbatas.
Syarat pendaftaran:
1. WNI
2. Sudah Menikah
3. Usia kepala keluarga 20-65 tahun."
Akun itu menambahkan narasi:
"Untuk mendaftar program transmigrasi ke IKN (Ibu Kota Nusantara) di Kalimantan Timur, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut
*Pendaftaran di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah
*: Kunjungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di kabupaten/kota tempat tinggal Anda untuk mendapatkan informasi tentang program transmigrasi ke IKN.-
*Pengisian Formulir Pendaftaran
*: Isi formulir pendaftaran yang disediakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan informasi seperti data pribadi, pengalaman kerja, dan kemampuan pertanian atau usaha lainnya.-
*Melengkapi Dokumen Persyaratan
*: Dokumen yang biasanya diperlukan antara lain:
- KTP dan Kartu Keluarga (KK)
- Surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit
- Surat pernyataan bersedia ikut program transmigrasi
- Pas foto terbaru
- Sertifikat keterampilan (jika ada)
Setelah mendaftar, Anda akan mengikuti proses seleksi oleh Dinas terkait. Jika lulus seleksi, Anda akan mengikuti pelatihan persiapan transmigrasi.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi
²:- *Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia
*: Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan, 12750, DKI Jakarta, Indonesia. Telp: 021 - 7994372.
*Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur
*: Anda bisa mengunjungi website resmi mereka di (tautan tidak tersedia) untuk informasi lebih lanjut ³.Pastikan Anda memenuhi semua persyaratan yang ditentukan dan tidak ada biaya pendaftaran."
Lalu benarkah postingan poster pendaftaran program transmigrasi ke IKN Nusantara?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi akun resmi Kementerian Transmigrasi di Instagram, @kementrans.ri yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.
Dalam unggahan 21 Juni 2025, Kementerian Transmigrasi membantah adanya program yang beredar viral di media sosial.
"Kementerian Transmigrasi menegaskan bahwa informasi tentang Ikuti Program Transmigrasi di IKN Kalimantan Timur yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan adalah tidak benar dan menyesatkan," bunyi pernyataan Kementerian Transmigrasi.
Selain itu Kementerian Transmigrasi juga mengunggah video bantahan terkait program transmigrasi ke IKN Nusantara. Video itu disampaikan oleh Velix Fernando Wanggai, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Transmigrasi.
"Kami ingin tegaskan di kesempatan ini bahwa Kementerian Transmigrasi sama sekali atau tidak pernah membuka rekrutmen terbuka untuk transmigrasi ke Kalimantan Timur, secara khusus di IKN Nusantara. Informasi itu hoaks," kata Velix dalam unggahan 25 Juni 2025.
Kesimpulan
Postingan poster pendaftaran program transmigrasi ke IKN Nusantara adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2025-27692) [KLARIFIKASI] Video Personel TNI Bersiap Dikirim ke Iran Merupakan Rekayasa AI
Sumber:Tanggal publish: 01/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video di media sosial diklaim menampilkan sejumlah personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikirim ke Iran yang saat ini tengah berkonflik dengan Israel.
Namun, setelah ditelusuri video itu merupakan rekayasa artificial intelligence (AI). Narasi dalam video itu keliru dan perlu diluruskan informasinya.
Video yang diklaim menampilkan sejumlah personel TNI dikirim ke Iran salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Video menampilkan sejumlah TNI dan kendaraan militer di sebuah kapal. Kemudian, terdapat keterangan sebagai berikut:
Semangatttttt
Indonesia Siap Kirim Pasukan Pert3mpur Untuk ke IranNKRI H4rg4 M4t1
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim menampilkan sejumlah TNI siap dikirim ke IranPenelusuran Kompas.com
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek sumber video tersebut menggunakan Yandex. Hasilnya, video identik dengan unggahan akun Facebook ini.
Dalam video, terdapat tagar yang menunjukkan bahwa konten tersebut merupakan rekayasa menggunakan AI generatif.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, video yang diklaim menampilkan sejumlah TNI bersiap dikirim ke Iran memiliki probabilitas 94,5 persen dihasilkan AI.
Hasil itu menunjukkan bahwa konten tersebut kemungkinan besar memang dibuat dengan perangkat AI generatif.
Diberitakan Kompas TV sebelumnya, TNI telah menyiapkan pasukan khusus dan alutsista untuk mengevakuasi sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di Iran dan Israel.
Sebanyak 34 personel TNI yang tergabung dalam Crisis Response Team atau CRT dilibatkan untuk mengevakuasi WNI di sana.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyebutkan, hingga Senin (30/6/2025) sudah ada 97 WNI yang berhasil dievakuasi dari Iran.
Pemerintah juga mengevakuasi 26 WNI dari wilayah Tel Aviv, Yerusalem, serta Arabah.
Namun, setelah ditelusuri video itu merupakan rekayasa artificial intelligence (AI). Narasi dalam video itu keliru dan perlu diluruskan informasinya.
Video yang diklaim menampilkan sejumlah personel TNI dikirim ke Iran salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Video menampilkan sejumlah TNI dan kendaraan militer di sebuah kapal. Kemudian, terdapat keterangan sebagai berikut:
Semangatttttt
Indonesia Siap Kirim Pasukan Pert3mpur Untuk ke IranNKRI H4rg4 M4t1
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim menampilkan sejumlah TNI siap dikirim ke IranPenelusuran Kompas.com
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek sumber video tersebut menggunakan Yandex. Hasilnya, video identik dengan unggahan akun Facebook ini.
Dalam video, terdapat tagar yang menunjukkan bahwa konten tersebut merupakan rekayasa menggunakan AI generatif.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, video yang diklaim menampilkan sejumlah TNI bersiap dikirim ke Iran memiliki probabilitas 94,5 persen dihasilkan AI.
Hasil itu menunjukkan bahwa konten tersebut kemungkinan besar memang dibuat dengan perangkat AI generatif.
Diberitakan Kompas TV sebelumnya, TNI telah menyiapkan pasukan khusus dan alutsista untuk mengevakuasi sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di Iran dan Israel.
Sebanyak 34 personel TNI yang tergabung dalam Crisis Response Team atau CRT dilibatkan untuk mengevakuasi WNI di sana.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyebutkan, hingga Senin (30/6/2025) sudah ada 97 WNI yang berhasil dievakuasi dari Iran.
Pemerintah juga mengevakuasi 26 WNI dari wilayah Tel Aviv, Yerusalem, serta Arabah.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan sejumlah TNI dikirim ke Iran merupakan rekayasa. Narasi dalam video itu keliru dan perlu diluruskan informasinya.
Hasil pengecekan menggunakan Hive Moderation menunjukkan video itu memiliki probabilitas 94,5 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI.
Hasil pengecekan menggunakan Hive Moderation menunjukkan video itu memiliki probabilitas 94,5 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/r/1BnFTt6VDt/
- https://www.facebook.com/share/r/16asGeakGb/
- https://www.kompas.tv/internasional/600841/siaga-tni-siapkan-pasukan-khusus-crt-evakuasi-wni-di-iran-dan-israel-lewat-jalur-darat
- https://www.kompas.tv/nasional/602423/pemerintah-indonesia-sudah-evakuasi-97-wni-dari-iran-menlu-ada-yang-belum-bersedia-pindah
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 1659/7946