KOMPAS.com - Beredar unggahan foto di media sosial yang diklaim menampilkan jenderal Israel bernama Chetan Shaoul ditangkap polisi Belanda atas tuduhan kejahatan perang.
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Foto yang diklaim menampilkan jenderal Israel ditangkap polisi Belanda karena melakukan kejahatan perang dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan foto beberapa polisi sedang mengawal pria berkepala plontos dengan tangan terborgol.
Pria itu diklaim bernama Chetan Shaoul yang merupakan jenderal Israel.
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto yang mengeklaim polisi Belanda menangkap jenderal Israel menggunakan Google Lens.
Hasilnya, ditemukan foto identik di laman The Telegraph ini.
Dalam keterangannya, pria di dalam foto bukan jenderal Israel yang ditangkap polisi Belanda. Pria itu adalah Johnny Morrissey, anggota kartel kejahatan Kinahan yang ditangkap kepolisian Spanyol di Costa del Sol pada September 2022.
Pria asal Irlandia itu ditangkap karena diduga terlibat dalam pencucian uang sebesar 200 juta Euro. Johnny disebut berperan sebagai penagih serta kurir uang tunai.
Dikutip dari BBC, ada enam lembaga hukum internasioal yang ikut menyelidiki kasus yang melibatkan Johnny Morrissey.
Mereka termasuk Guardia Civil (kepolisian Spanyol), DEA (Badan Narkotika Amerika Serikat) dan An Garda Síochána (kepolisian Irlandia).
Kartel Kinahan yang merupakan tempat bernaung Johnny Morrissey, beroperasi di beberapa negara.
Beberapa anggotanya tercatat pernah diberi sanksi keuangan internasional dari lembaga penegak hukum di Amerika Serikat, Inggris, dan Irlandia.
Dilansir dari Anadolu Agency, Belanda memasukkan Israel ke daftar negara asing yang dianggap sebagai ancaman.
Dalam dokumen yang dirilis Koordinator Nasional untuk Keamanan dan Kontraterorisme Belanda ((NCTV), Israel diketahui memanipulasi opini publik Belanda.
Israel juga disebut mempengaruhi keputusan politik di Belanda dengan cara kampanye disinformasi. Akan tetapi, tidak ada kabar adanya penangkapan petinggi militer Israel di Belanda.
Sampai saat ini juga tidak ditemukan informasi valid Belanda menangkap jenderal Israel bernama Chetan Shaoul.
(GFD-2025-28566) [HOAKS] Foto Jenderal Israel Ditangkap Polisi Belanda
Sumber:Tanggal publish: 21/08/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Foto yang diklaim menampilkan jenderal Israel ditangkap polisi Belanda karena melakukan kejahatan perang merupakan informasi tidak benar atau hoaks.
Pria yang ada di foto adalah Johnny Morrissey, anggota kartel kejahatan Kinahan. Pada 2022 ia ditangkap kepolisian Spanyol di Costa del Sol karena kasus pencucian uang.
Pria yang ada di foto adalah Johnny Morrissey, anggota kartel kejahatan Kinahan. Pada 2022 ia ditangkap kepolisian Spanyol di Costa del Sol karena kasus pencucian uang.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/1C77fdecnk/
- https://www.facebook.com/share/p/1J589GzLnp/
- https://www.facebook.com/share/p/19g5E7FqzN/
- https://www.telegraph.co.uk/world-news/2022/09/15/notorious-irish-gangster-johnny-cash-arrested-spain-200m-money/
- https://www.bbc.com/news/world-europe-62914621
- https://www.aa.com.tr/en/europe/netherlands-lists-israel-among-countries-posing-threat-to-it-for-1st-time/3640341
- https://kitabisa.com/campaign/kompascompendidikan
(GFD-2025-28567) [KLARIFIKASI] Puskesmas Purwasari Karawang Ambruk karena Hujan Angin, Bukan Gempa
Sumber:Tanggal publish: 21/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menunjukkan kerusakan di Puskesmas Purwasari Karawang, Jawa Barat.
Narasi video menyebutkan, bangunan itu ambruk akibat gempa bumi bermagnitudo 4,7 yang berpusat di Kabupaten Bekasi pada Rabu (20/8/2025) malam.
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu perlu diluruskan.
Video yang diklaim menunjukkan Puskesmas Purwasari Karawang ambruk akibat gempa bumi dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini, pada Rabu (20/8/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
Puskesmas Purwasari Karawang ambruk akibat gempa
Dalam video, terlihat bangunan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Purwasari Karawang rubuh.
Narasi video menyebutkan, bangunan itu ambruk akibat gempa bumi bermagnitudo 4,7 yang berpusat di Kabupaten Bekasi pada Rabu (20/8/2025) malam.
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu perlu diluruskan.
Video yang diklaim menunjukkan Puskesmas Purwasari Karawang ambruk akibat gempa bumi dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini, pada Rabu (20/8/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
Puskesmas Purwasari Karawang ambruk akibat gempa
Dalam video, terlihat bangunan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Purwasari Karawang rubuh.
Hasil Cek Fakta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerbitkan klarifikasi yang menjelaskan bahwa ambruknya Puskesmas Purwasari Karawang bukan karena gempa bumi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kerusakan itu diakibatkan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada sore hari, sebelum gempa bumi terjadi.
"Namun faktanya, kerusakan bagian depan gedung dan teras puskesmas tersebut disebabkan oleh hujan disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu sore menjelang petang," kata Abdul Muhari, seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (20/8/2025).
Hal serupa disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang Asep Aang Rahmatullah.
Ambruknya atap depan Puskesmas Purwasari pada pukul 18.40 WIB bukan karena gempa, tapi akibat hujan disertai angin kencang.
"Bukan. Itu kejadian sebelum gempa," kata Asep kepada Kompas.com via telepon.
Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, satu pasien rawat inap dievakuasi ke fasilitas kesehatan lainnya.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kerusakan itu diakibatkan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada sore hari, sebelum gempa bumi terjadi.
"Namun faktanya, kerusakan bagian depan gedung dan teras puskesmas tersebut disebabkan oleh hujan disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu sore menjelang petang," kata Abdul Muhari, seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (20/8/2025).
Hal serupa disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang Asep Aang Rahmatullah.
Ambruknya atap depan Puskesmas Purwasari pada pukul 18.40 WIB bukan karena gempa, tapi akibat hujan disertai angin kencang.
"Bukan. Itu kejadian sebelum gempa," kata Asep kepada Kompas.com via telepon.
Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, satu pasien rawat inap dievakuasi ke fasilitas kesehatan lainnya.
Kesimpulan
Video yang diklaim menunjukkan Puskesmas Purwasari Karawang ambruk akibat gempa bumi pada Rabu (20/8/2025) perlu diluruskan.
Berdasarkan penjelasan BNPB dan Setda Karawang, puskesmas tersebut ambruk karena hujan disertai angin kencang yang terjadi sebelum gempa bumi.
Berdasarkan penjelasan BNPB dan Setda Karawang, puskesmas tersebut ambruk karena hujan disertai angin kencang yang terjadi sebelum gempa bumi.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/738681755818453
- https://www.facebook.com/reel/750504504484426
- https://www.facebook.com/reel/1848034789106651
- https://www.facebook.com/reel/758978460161969
- https://www.facebook.com/reel/2191227021382955
- https://www.facebook.com/reel/1816865405709099
- https://bandung.kompas.com/read/2025/08/20/224742378/bukan-karena-gempa-bekasi-puskesmas-purwasari-karawang-ambruk-akibat-angin
- https://kitabisa.com/campaign/kompascompendidikan
(GFD-2025-28568) [KLARIFIKASI] Bea Cukai Bantah Narasi WNA Hilang 5.000 Dollar AS Saat Pemeriksaan
Sumber:Tanggal publish: 21/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar video dengan narasi yang mengeklaim seorang warga negara asing (WNA) kehilangan uang 5.000 dollar AS di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Sabtu (16/8/2025).
Dalam video, pria yang diklaim berasal dari Amerika Serikat itu mengaku kehilangan uang saat pemeriksaan oleh petugas Bea Cukai. Uang itu hilang saat pria tersebut sedang ke toilet.
Namun, narasi dalam unggahan itu dibantah oleh Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta.
Video yang diklaim menampilkan warga negara AS kehilangan uang 5.000 dollar AS di Bandara Soekarno-Hatta dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan seorang WNA mengeluh karena uang 5.000 dollar AS miliknya hilang saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas Bea Cukai.
Selain itu, petugas Bea Cukai juga diklaim enggan memperlihatkan rekaman CCTV.
Kabar ini bermula saat akun media sosial @somexthread mengunggah video pengakuan seorang pria yang menyatakan uangnya hilang saat dia ke toilet, di tengah pemeriksaan Bea Cukai.
Dalam video berdurasi 55 detik itu terlihat suasana ruang Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta yang sepi. Hanya pria tersebut yang berada di ruangan.
Dia tidak mau meninggalkan ruangan karena petugas Bea Cukai tidak mau memperlihatkan rekaman CCTV setelah uangnya hilang.
Namun, sebagaimana sudah diberitakan Kompas.com, Kabid Kepatuhan Internal dan Layanan Informasi Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hanif Adnan Zunanto membantah narasi dalam video tersebut.
Menurut Hanif, unggahan yang mengeklaim warga negara AS kehilangan uang 5.000 dollar AS di Bandara Soekarno-Hatta itu tidak benar.
"Tuduhan kehilangan tidak benar, dan permasalahan telah diselesaikan serta diterima dengan baik oleh yang bersangkutan," kata Hanif Selasa (19/8/2025).
Hanif menjelaskan, pihaknya telah memperlihatkan rekaman CCTV kepada yang bersangkutan. Menurut dia, dalam rekaman CCTV tidak ditemukan kejadian kehilangan maupun pencurian terhadap WNA tersebut.
Dia juga menyatakan, WNA yang mengaku kehilangan uang 5.000 dollar AS bukan berasal dari Amerika Serikat, melainkan Kamerun.
"Dapat kami sampaikan bahwa rekaman CCTV telah diperlihatkan kepada yang bersangkutan dan rekannya, serta pihak aparat penegak hukum di Bandara Soekarno-Hatta," ujarnya.
Kepolisian dari Polresta Bandara Soekarno-Hatta juga mengaku tidak ada laporan kehilangan uang 5.000 dollar AS dari WNA.
"Sampai saat ini, yang mengaku sebagaimana dalam video tersebut, tidak ada membuat laporan pengaduan ke Polres," ujar Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Ronald Sipayung, Selasa (19/8/2025).
Dalam video, pria yang diklaim berasal dari Amerika Serikat itu mengaku kehilangan uang saat pemeriksaan oleh petugas Bea Cukai. Uang itu hilang saat pria tersebut sedang ke toilet.
Namun, narasi dalam unggahan itu dibantah oleh Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta.
Video yang diklaim menampilkan warga negara AS kehilangan uang 5.000 dollar AS di Bandara Soekarno-Hatta dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan seorang WNA mengeluh karena uang 5.000 dollar AS miliknya hilang saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas Bea Cukai.
Selain itu, petugas Bea Cukai juga diklaim enggan memperlihatkan rekaman CCTV.
Kabar ini bermula saat akun media sosial @somexthread mengunggah video pengakuan seorang pria yang menyatakan uangnya hilang saat dia ke toilet, di tengah pemeriksaan Bea Cukai.
Dalam video berdurasi 55 detik itu terlihat suasana ruang Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta yang sepi. Hanya pria tersebut yang berada di ruangan.
Dia tidak mau meninggalkan ruangan karena petugas Bea Cukai tidak mau memperlihatkan rekaman CCTV setelah uangnya hilang.
Namun, sebagaimana sudah diberitakan Kompas.com, Kabid Kepatuhan Internal dan Layanan Informasi Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hanif Adnan Zunanto membantah narasi dalam video tersebut.
Menurut Hanif, unggahan yang mengeklaim warga negara AS kehilangan uang 5.000 dollar AS di Bandara Soekarno-Hatta itu tidak benar.
"Tuduhan kehilangan tidak benar, dan permasalahan telah diselesaikan serta diterima dengan baik oleh yang bersangkutan," kata Hanif Selasa (19/8/2025).
Hanif menjelaskan, pihaknya telah memperlihatkan rekaman CCTV kepada yang bersangkutan. Menurut dia, dalam rekaman CCTV tidak ditemukan kejadian kehilangan maupun pencurian terhadap WNA tersebut.
Dia juga menyatakan, WNA yang mengaku kehilangan uang 5.000 dollar AS bukan berasal dari Amerika Serikat, melainkan Kamerun.
"Dapat kami sampaikan bahwa rekaman CCTV telah diperlihatkan kepada yang bersangkutan dan rekannya, serta pihak aparat penegak hukum di Bandara Soekarno-Hatta," ujarnya.
Kepolisian dari Polresta Bandara Soekarno-Hatta juga mengaku tidak ada laporan kehilangan uang 5.000 dollar AS dari WNA.
"Sampai saat ini, yang mengaku sebagaimana dalam video tersebut, tidak ada membuat laporan pengaduan ke Polres," ujar Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Ronald Sipayung, Selasa (19/8/2025).
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Narasi dalam video yang mengeklaim warga negara Amerika Serikat kehilangan uang 5.000 dollar AS saat pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta dibantah Bea Cukai.
Pihak Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengeklaim sudah memperlihatkan CCTV dan masalah itu dianggap sudah selesai.
Menurut Bea Cukai, setelah dicek di CCTV tidak ditemukan peristiwa kehilangan maupun pencurian terhadap WNA tersebut.
Kepolisian Bandara Soekarno-Hatta juga menyatakan tidak ada WNI yang melaporkan kehilangan uang 5.000 dollar AS.
Pihak Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengeklaim sudah memperlihatkan CCTV dan masalah itu dianggap sudah selesai.
Menurut Bea Cukai, setelah dicek di CCTV tidak ditemukan peristiwa kehilangan maupun pencurian terhadap WNA tersebut.
Kepolisian Bandara Soekarno-Hatta juga menyatakan tidak ada WNI yang melaporkan kehilangan uang 5.000 dollar AS.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/r/1QGN6mztZ9/
- https://www.facebook.com/share/v/1EFDdjmFcX/
- https://www.facebook.com/share/p/1CbQYxFLrY/
- https://www.kompas.com/tren/read/2025/08/19/164500265/wna-mengaku-kehilangan-uang-5.000-dollar-di-bandara-ini-penjelasan-bea
- https://megapolitan.kompas.com/read/2025/08/19/23351601/polisi-sebut-tak-ada-laporan-wna-kehilangan-5000-dolar-di-kantor-bea
- https://kitabisa.com/campaign/kompascompendidikan
(GFD-2025-28576) [HOAKS] Pidato Dedi Mulyadi Mempromosikan Situs Judi
Sumber:Tanggal publish: 21/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial terdapat unggahan video yang menampilkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sedang mempromosikan situs judi.
Dalam video, Dedi bicara di balik podium sambil memaparkan jumlah hadiah dari situs judinya, mulai Rp 2 juta hingga Rp 10 juta.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, unggahan tersebut merupakan konten manipulatif.
Video pidato Dedi Mulyadi mempromosikan situs judi disebarkan oleh akun Facebook ini pada Jumat (15/8/2025). Arsipnya dapat dilihat di sini.
Berikut judul video berdurasi 49 detik tersebut:
RAYAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
akun Facebook Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, Jumat (15/8/2025), menampilkan video pidato Dedi Mulyadi mempromosikan situs judi.
Dalam video, Dedi bicara di balik podium sambil memaparkan jumlah hadiah dari situs judinya, mulai Rp 2 juta hingga Rp 10 juta.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, unggahan tersebut merupakan konten manipulatif.
Video pidato Dedi Mulyadi mempromosikan situs judi disebarkan oleh akun Facebook ini pada Jumat (15/8/2025). Arsipnya dapat dilihat di sini.
Berikut judul video berdurasi 49 detik tersebut:
RAYAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
akun Facebook Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, Jumat (15/8/2025), menampilkan video pidato Dedi Mulyadi mempromosikan situs judi.
Hasil Cek Fakta
Video yang beredar serupa dengan momen pidato Dedi Mulyadi dalam pembukaan Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII 2025 di Nusa Tenggara Barat.
Dedi menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada seluruh pegiat olahraga dalam menyelenggarakan acara tersebut.
Video aslinya dapat dilihat di kanal YouTube Info Pemprov Jabar. Tidak ada muatan promosi situs judi dalam pidatonya.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek keaslian suara yang dipakai dalam video yang beredar di Facebook.
Hive Moderation merupakan tools yang membantu mengecek probabilitas campur tangan artificial intelligence (AI) dalam audio.
Hasilnya, suara Dedi Mulyadi mempromosikan situs judi teridentifikasi 99 persen dihasilkan AI.
Dedi menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada seluruh pegiat olahraga dalam menyelenggarakan acara tersebut.
Video aslinya dapat dilihat di kanal YouTube Info Pemprov Jabar. Tidak ada muatan promosi situs judi dalam pidatonya.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek keaslian suara yang dipakai dalam video yang beredar di Facebook.
Hive Moderation merupakan tools yang membantu mengecek probabilitas campur tangan artificial intelligence (AI) dalam audio.
Hasilnya, suara Dedi Mulyadi mempromosikan situs judi teridentifikasi 99 persen dihasilkan AI.
Kesimpulan
Video pidato Dedi Mulyadi mempromosikan situs judi merupakan hoaks.
Suara Dedi dalam video dihasilkan oleh AI. Sementara, klip aslinya bersumber dari pidato sambutan FORNAS VIII 2025 dan tidak ada pernyataan yang mempromosikan situs judi.
Suara Dedi dalam video dihasilkan oleh AI. Sementara, klip aslinya bersumber dari pidato sambutan FORNAS VIII 2025 dan tidak ada pernyataan yang mempromosikan situs judi.
Rujukan
Halaman: 1633/8139