• (GFD-2025-27792) Hoaks Tautan Pengecekan Status Penerima BSU Kemnaker

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/07/2025

    Berita

    tirto.id - Sebuah akun di media sosial Facebook menyebarkan informasi terkait tautan pengecekan status penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Pemerintah untuk para pekerja/buruh. Unggahan di Facebook itu kemudian mengarahkan ke halaman lain, untuk memeriksakan apakah nomor Telegram yang digunakan terdaftar sebagai penerima bansos.

    ADVERTISEMENT

    “Kabar Gembira! Rp600.000 untuk Anda yang Terdaftar dalam Program BSU 2025! Kementerian Ketenagakerjaan RI kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 sebagai bentuk dukungan nyata kepada para pekerja di seluruh Indonesia” Begitu tulis takarir penyerta unggahan dari akun bernama "Layanan informasi Subsidi Upah Bsu" (arsip) pada 5 Juli 2025.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan tersebut juga mengklaim bahwa tautan yang disertakan adalah situs yang resmi, aman, dan langsung terhubung dengan Kemnaker.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Unggahan tersebut juga memuat sebuah gambar serupa poster, dengan ilustrasi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Di dalam poster tersebut terdapat keterangan mengenai program BSU dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) senilai Rp600.000. Ajakan poster itu yakni agar masyarakat pekerja mengecek status BSU mereka di tautan yang disertakan.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta status penerima BSU Kemnaker. foto/hotline periksa fakta tirto

    Baru sekitar tiga hari beredar di jagat maya, unggahan itu sudah mengumpulkan 440 tanda suka, 33 komentar, dan telah 5 kali dibagikan ulang. Menariknya, di kolom komentar banyak yang mengklaim telah mendapatkan pencairan BSU. Namun kebanyakan komentar justru menyatakan bahwa mereka belum mendapatkan BSU meskipun sudah mengakses tautan.

    ADVERTISEMENT

    Tidak hanya satu, kami menemukan setidaknya dua unggahan serupa lainnya dari akun tersebut seperti pada unggahan ini dan ini.

    Ada juga unggahan lain dari akun "widia lestari" (arsip), yang isinya juga cenderung sama soal informasi BSU. Hanya saja desain posternya berbeda dan narasinya diarahkan untuk penerima BSU karyawan dan guru honorer 2025. Unggahan ini juga langsung mengarahkan ke tautan untuk mengisi data diri spesifik, dengan nomor Telegram aktif, di akhir unggahan.

    Lalu, bagaimana faktanya? Apakah benar tautan yang beredar dan diklaim untuk mengecek status peserta program BSU Kemnaker untuk pekerja/buruh tersebut adalah tautan resmi?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba mengakses tautan situs yang disertakan di bagian akhir unggahan di Facebook tersebut. Kami diarahkan ke laman situs pengisian formulir yang memintakan data pribadi berupa nama lengkap dan nomor Telegram.

    Di bagian atas situs berbentuk formulir tersebut juga terlihat logo dengan tulisan ‘Kemnaker’. Dalam format pengisian data diri juga disertakan foto Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan narasi soal BSU dari pemerintah sebesar Rp600.000.

    Baca juga:Ketahui Ciri-Ciri Link Phishing dan Bagaimana Cara Mengeceknya?

    Kami kemudian mencoba untuk memeriksa keabsahan situs formulir tersebut. Tirto melakukan pemindaian link formulir itu menggunakan situs URLScan. Hasilnya, tidak ada satupun hal terkait yang mengarah atau berhubungan dengan situs resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan.

    Modus seperti pengecekan BSU untuk pekerja/buruh ini juga terindikasi mencuri data pribadi lewat skema phishing. Sebab, tautan yang digunakan tidak mengarah langsung ke situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan.

    Baca juga:2,45 Juta Orang Sudah Terima Bantuan Subsidi Upah Rp600 Ribu

    Situs pengecekan peserta BSU itu juga tidak berakhiran ‘go.id’ selaiknya situs resmi yang dikelola pemerintah. Terlebih, hasil penelusuran Tirto menemukan bahwa Kemnaker sendiri sudah membuat laman resmi untuk pemeriksaan penerima BSU dengan alamat berikut ini: https://bsu.kemnaker.go.id.

    Sebagai informasi, pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan memang mengadakan program BSU pada tahun ini untuk pekerja/buruh. Baru-baru ini sebagaimana dilansir Antara, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan BSU sudah disalurkan kepada 8,3 juta penerima manfaat. Menaker mengatakan penyaluran BSU senilai Rp600.000 itu punya dua mekanisme penyaluran, yaitu melalui bank BUMN/Himbara dan PT Pos Indonesia.

    Ia mengungkapkan, penyaluran via PT Pos masih memerlukan waktu sekitar satu minggu ke para penerima.

    “Yang belum itu sebagian besar (disalurkan) dari (mekanisme) PT Pos, dan ini memang membutuhkan waktu. Lalu sebagian kecil itu kita salurkan melalui bank (Himbara) karena masih ada hasil verifikasi dan validasi data yang sepertinya kami harus cek ulang-ulang,” ujar Yassierli.

    Namun, penelusuran Tirto dalam laman resmi milik Kemnaker, pengecekan status BSU tidak meminta nomor yang terhubung dengan aplikasi Telegram. Masyarakat hanya tinggal memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) untuk mengecek status penerima BSU.

    Data calon penerima Bantuan Subsidi Gaji/Upah berasal dari BPJS Ketenagakerjaan. Lebih lanjut mengenai informasi kriteria, mekanisme serta tata cara BSU 2025 dapat dilihat pada Permenaker Nomor 5 Tahun 2025.

    Akun Facebook yang mengunggah informasi link pengecekan status penerima BSU itu juga ternyata tidak berkaitan dengan akun resmi Kementerian Ketenagakerjaan. Lebih aneh lagi, akun tersebut baru dibuat pada 5 Juli 2025 lalu. Tambah mencurigakan karena akun itu juga menyebarkan iklan (ads) untuk mempromosikan unggahan terkait tautan yang mereka klaim sebagai tautan untuk mengecek status peserta BSU.

    Belakangan, modus penipuan yang mengatasnamakan program BSU serta bantuan sosial dari pemerintah memang banyak beredar di media sosial. Tirto sudah sering kali melakukan penelusuran kebenaran terhadap beberapa unggahan tersebut. Kebanyakan diduga terkait dengan modus phishing yang mencoba mengakses data pribadi sensitif calon korban.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan sejumlah informasi terkait tautan pengecekan peserta BSU yang tersebar di media sosial bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Tautan yang ada di unggahan media sosial itu mengarahkan ke situs lain, yang tidak terkait dengan situs resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan. Modus seperti itu biasanya adalah modus pengumpulan data pribadi alias phishing.

    Dalam situs resmi Kemnaker, kementerian tersebut tidak pernah meminta nomor Telegram untuk keperluan pengecekan/pendaftaran status kepesertaan BSU.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27793) Hoaks Foto Cristiano Ronaldo Hadiri Pemakaman Diogo Jota

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/07/2025

    Berita

    tirto.id - Duka mendalam tengah menyelimuti dunia sepak bola. Diogo Jota, penyerang andalan Liverpool FC sekaligus bintang Timnas Portugal, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas tragis di wilayah barat laut Spanyol pada Kamis (3/7/2025).

    ADVERTISEMENT

    Media asal Spanyol, Marca, menyebut bahwa Diogo Jota tengah dalam perjalanan bersama adiknya yang juga seorang atlet sepak bola, Andre Jota (26). Ketika memasuki ruas jalan A-52, Provinsi Zamora, Spanyol, mobil yang mereka tumpangi disebut keluar jalur. Imbas kecelakaan tersebut mengakibatkan sang bintang Timnas Portugal meninggal dunia.

    Pemakamannya

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti, media sosial diramaikan dengan unggahan yang mengklaim kehadiran Cristiano Ronaldo dalam pemakaman tersebut. Salah satu foto yang beredar memperlihatkan sosok Ronaldo tengah memeluk foto Diogo Jota di pemakaman. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa sang megabintang turut hadir untuk mengantar sahabat sekaligus rekan setimnya ke peristirahatan terakhir.
    #inline3 img{margin: 20px auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Akun Facebook seperti “Ekaristo Fransisco Emgachill” (arsip), “Kesaulija Ernes”(arsip), dan “Pian” turut menyebarkan narasi ini dalam rentang waktu Sabtu (5/7/2025) hingga Senin (7/7/2025). Salah satu unggahan tersebut menuliskan:
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:20px auto;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Proses pemakaman DIOGO JOTA telah selesai. Yg di hadiri oleh para pemain Portugal termasuk CR7. REST IN PEACE DIOGO JOTA, semoga tenang bersama BAPA DI SURGA.”

    Periksa Fakta Cristiano Ronaldo Hadiri Pemakaman Diogo Jota. foto/hotline periksa fakta tirto

    ADVERTISEMENT

    Sepanjang, Sabtu (5/7/2025) hingga Selasa (8/7/2025) atau selama tiga hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 51 ribu tanda suka, 2,2 ribu komentar dan telah dibagikan 585 kali dibagikan. Lantas, bagaimana kebenaran foto tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melakukan penelusuran terhadap akun media sosial resmi milik Cristiano Ronaldo serta laporan dari sejumlah media internasional yang kredibel, guna menelusuri asal-usul dan konteks foto yang diklaim memperlihatkan Ronaldo menghadiri pemakaman Diogo Jota.

    Berdasarkan hasil verifikasi tersebut, tidak ditemukan adanya pernyataan resmi maupun bukti yang mendukung bahwa foto tersebut benar diambil saat prosesi pemakaman Jota berlangsung.

    Seturut pemberitaan sejumlah media kredibel, termasuk Goal.com, Cristiano Ronaldo sendiri dipastikan tidak hadir dalam prosesi pemakaman Diogo Jota. Keputusan tersebut memang sempat menuai perbincangan di media sosial, namun absennya mantan pemain Manchester United tersebut disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap keluarga Jota, karena ia khawatir kehadirannya justru akan mengalihkan perhatian dari esensi prosesi pemakaman.

    Sumber yang sama juga mengatakan, kakak Ronaldo, Katia Aveiro, turut memberikan penjelasan. Katia menjelaskan bahwa Ronaldo memiliki pengalaman pribadi yang menyakitkan terkait prosesi pemakaman, yakni saat ayah mereka meninggal dunia. Saat itu, Ronaldo yang tengah berduka harus menghadapi sorotan media dan kerumunan yang luar biasa di pemakaman sang ayah.

    “Ketika ayah saya meninggal dunia, selain rasa sakit karena kehilangan, kami juga harus menghadapi serbuan kamera dan orang-orang yang ingin tahu di pemakaman dan di mana pun kami berada. Dan itu belum seintens sekarang, ketika akses media dan perhatian publik tidak separah hari ini... Kami (anak-anak) sama sekali tidak bisa keluar dari kapel; hanya saat pemakaman baru kami bisa keluar, saking hebohnya situasi saat itu," ujarnya melalui unggahan media sosial, seperti yang dilansir dari Goal.com, Minggu (6/7/2025).

    Senada, media asal Portugal, Record, mengabarkan bahwa Cristiano Ronaldo kemungkinan memilih untuk tidak menghadiri pemakaman Diogo Jota karena sensitivitas pribadi terkait kematian ayahnya, José Diniz Aveiro, yang meninggal pada September 2005 saat Ronaldo baru berusia 20 tahun.

    Ronaldo dilaporkan sangat terkejut mendengar kabar meninggalnya Diogo Jota. Namun, ia disebut memilih untuk tidak melakukan perjalanan menghadiri pemakaman karena tidak ingin kehadirannya justru mengalihkan fokus dari momen penghormatan kepada Jota dan sang adik, Andre Silva.

    Tirto kemudian menelusuri foto yang memperlihatkan Cristiano Ronaldo menghadiri pemakaman Jota, menggunakan perangkat pemindai kecerdasan buatan (artificiall intelligence/AI), Illuminarty. Setelah dilakukan pengecekan, foto tersebut terindikasi merupakan hasil manipulasi AI dengan skor probabilitas 68,5 persen.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukan bahwa foto yang dinarasikan sebagai momen Cristiano Ronaldo menghadiri pemakaman Diogo Jota bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Dilansir sejumlah pemberitaan media kredibel, Cristiano Ronaldo sendiri dipastikan tidak menghadiri pemakaman Diogo Jota. Absennya mantan pemain sepak bola terbaik dunia tersebut ditengarai sebagai bentuk penghormatan terhadap keluarga Jota, karena ia khawatir kehadirannya justru akan mengalihkan perhatian dari esensi prosesi pemakaman.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27794) [SALAH] Indro Warkop menegur keras Rocky Gerung karena mengkritik KDM

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 08/07/2025

    Berita

    Beredar sebuah unggahan video [arsip] oleh akun Facebook “Sabilatur Rosyada (Ochaa)” pada Rabu (28/05/2025). Unggahan tersebut menyebutkan bahwa Indro Warkop menegur keras Rocky Gerung karena mengkritik KDM. Berikut narasi lengkapnya:

    KESAL! INDRO WARKOP SENTIL ROCKY GERUNG KARENA KRITIK KDM,: PENGHINAAN

    INDRO MENGATAKAN !!!

    "Kamu Rocky Jangan Asal Ngomong Aja, Yang Kamu Hina Itu Adalah Orang Yang Sudah Menolong Dan Menyelamatkan Ribuan Orang Pernah Gak Kamu Turun Membantu Rakyat Lemah?

    "Kalau kamu ada di zaman Soeharto, saya yakin, 2 hari kamu Akan hilang, potong telinga saya Kalau gak hilang

    Caption :
    KESAL! INDRO WARKOP SENTIL ROCKY GERUNG

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Indro Warkop menegur keras Rocky Gerung karena mengkritik KDM” ke mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    Berdasarkan informasi yang didapatkan, memang benar pada tahun 2023 Indro Warkop pernah menyinggung soal Rocky Gerung, namun konteksnya adalah membandingkan kebebasan berbicara di era Orde Baru dan sekarang. Tidak ditemukan pernyataan Indro Warkop membela Dedi Mulyadi atau menuduh Rocky Gerung menghina orang yang berjasa. Fokus komentar Indro adalah soal kebebasan berpendapat, bukan soal Dedi Mulyadi

    Kesimpulan

    Klaim Indro Warkop menegur keras Rocky Gerung karena mengkritik Dedi Mulyadi adalah konten yang menyesatkan (Misleading Content). Tidak ada bukti Indro Warkop pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu kepada Rocky Gerung terkait KDM. Pernyataan Indro yang sebenarnya hanya membahas kebebasan berbicara dan perbandingan situasi zaman.

    (Ditulis oleh Desta Ardiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2025-27795) [SALAH] Prabowo Memperbolehkan Aceh Mengibarkan Bendera Bulan Bintang

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 08/07/2025

    Berita

    Beredar sebuah unggahan video [arsip] oleh akun Facebook “Shirhand Hand” pada Sabtu (28/06/2025). Unggahan tersebut menyebutkan bahwa Prabowo memperbolehkan Aceh mengibarkan bendera bulan bintang. Berikut narasi lengkapnya:

    BENDERA BINTANG BULAN SAH BERKIBAR DI ACEH

    PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO MEMPERBOLEHKAN BENDERA ACEH BULAN BINTANG BERKIBAR DENGAN CATATAN HARUS DIBAWAH BENDERA MERAH PUTIH, BENDERA ACEH BEBAS DIKIBARKAN SELURUH ACEH TANPAHAMBATAN

    APA BILA ADA PIHAK-PIHAK YANG MENGINTIMIDASI PENGIBARAN BENDERA ACEH SEGERA LAPORKAN DAN PRESIDEN LANSUNG AKAN MENGAMBIL TINDAKAN

    (Tangkapan layar Facebook)
    Hingga artikel ini ditulis, video tersebut telah ditonton lebih dari 764 ribu kali tayangan, menuai 492 komentar, dan 711 kali dibagikan.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Prabowo memperbolehkan Aceh mengibarkan bendera bulan bintang” ke mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    Berdasarkan informasi yang didapatkan, hingga awal Juli 2025, belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat atau Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa bendera bulan bintang sah berkibar di Aceh secara legal dan bebas tanpa syarat. Proses legalisasi bendera Aceh masih dalam tahap pembahasan antara pemerintah pusat dan pemerintah Aceh.

    Bendera bulan bintang memang telah disahkan sebagai bendera daerah oleh Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013, tetapi pemerintah pusat belum menyetujui penggunaannya karena dianggap mirip dengan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang merupakan simbol gerakan separatis.

    Kesimpulan

    Klaim “Prabowo memperbolehkan Aceh mengibarkan bendera bulan bintang” adalah konten yang menyesatkan (Misleading Content). Hingga saat ini, legalitas bendera tersebut masih dalam proses pembahasan dan belum ada keputusan final dari pemerintah pusat.

    (Ditulis oleh Desta Ardiansyah)

    Rujukan