• (GFD-2025-28550) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Undian Rejeki wondr BNI

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/08/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim link pendaftaran undian Rejeki wondr dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Informasi tersebut diunggah di salah satu akun Facebook pada Selasa, 19 Agustus 2025.
    Unggahan tersebut tertulis:
    𝑃𝑒𝑛𝑔𝑢𝑛𝑑𝑖𝑎𝑛 #𝐷𝑎𝑓𝑡𝑎𝑟 𝑅𝑒𝑗𝑒𝑘𝑖 𝑊𝑜𝑛𝑑𝑟 𝐵𝑛𝑖 🟩
    ■Khusus Nasabah Bank BNI yang sudah mempunyai BNI Mobile Banking Festival Berhadiah Hadir lagi jangan lewatkan kesempatan Anda untuk memenangkan hadiah undian Bank BNI Berhadiah, Ayo buruan Daftar dan Raih hadiah menarik sebagai apresiasi dari Bank BNI ingat nasabah tidak dipungut biaya apapun tinggal klik,
    (DAFTAR SEKARANG) Dibawah.
    BNI Mobile Banking BERLIMPAH HADIAH
    • 3 Unit Mobil Alphard
    • 3 Unit Mobil BMW
    • 3 Unit Mobil Pajero Sport
    • 3 Unit Mobil CR-V Turbo
    • 3 Unit Mobil Fortuner
    • 3 Unit Mobil X Pander
    • 3 Unit Mobil BRIO
    • 3 Unit Mobil Sigra
    • 15 Unit Motor Kawasaki KLX
    • 25 Unit Motor Scoopy
    • 15 Unit Motor Vespa
    • 25 Unit Hp iPhone 15 Promax
    • 15 Unit Rumah Gratis
    • 25 Unit Umroh Gratis
    • Emas Logam mulia
    Ayo buruan DAFTAR pendaftaran Undian Berbatas Waktu.Tanggal 9 April - 29 agustus 2025.Daftarkan nama anda agar menjadi pemenangnya.
    Untuk pengundian & pemenangnya akan diumumkan secara online di seluruh sosial media pada tanggal 29 agustus 2025.
    #BNI #GakPakeNanti #bnimobilebanking #bnikartukredit #undianbni #investasi #rejekiwondrbni
    Dalam gambar yang diposting turut menyertakan link pendaftaran. Ketika diklik, link tersebut mengarah pada halaman situs yang ketika gambar kupon diklik lagi meminta nama, nomor handphone, dan saldo akhir.
    Benarkah klaim link pendaftaran undian Rejeki wondr dari BNI? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran undian Rejeki wondr dari BNI. Penelusuran mengarah pada artikel "BNI Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Undian Rejeki wondr BNI" yang disampaikan pihak BNI.
    Dalam artikel ini, BNI mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan program undian BNI, termasuk yang mengaku sebagai admin resmi dari BNI.
    Direktur Consumer Banking BNI, Corina Leyla Karnalies, menegaskan bahwa Pihaknya tidak pernah meminta biaya dalam bentuk apa pun kepada Nasabah untuk proses klaim hadiah undian, termasuk dalam program undian terbaru rejeki wondr BNI.
    "Kami minta masyarakat untuk berhati-hati terhadap oknum yang mengaku sebagai admin BNI dan menipu dengan modus undian berhadiah. Itu hanya jebakan agar korban mentransfer sejumlah uang ke pelaku. Jangan mudah percaya," ujar Corina dalam keterangan resmi, seperti dikutip pada Kamis (21/8/2025).
    Dia menyatakan, rejeki wondr BNI 2025 merupakan program loyalitas Nasabah yang digelar sejak April 2025 hingga 31 Januari 2026. Program ini bertujuan untuk mengapresiasi nasabah Setia sekaligus mendorong pertumbuhan transaksi dan tabungan melalui aplikasi digital wondr by BNI.
    BNI menyiapkan hadiah spektakuler, mulai dari 2 unit All New Mercedes-Benz E300, 14 unit Chery J6, 20 unit Honda HR-V, 170 unit Honda Beat, hingga ratusan smartphone dan hadiah menarik lainnya. Pengundian akan dilakukan dua kali, yaitu pada Agustus 2025 dan Februari 2026.
    Corina menegaskan bahwa seluruh program undian resmi BNI, termasuk rejeki wondr BNI 2025, tidak pernah mensyaratkan pembayaran atau transfer dana untuk pencairan hadiah. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BNI.
    BNI mengajak masyarakat untuk selalu mengecek informasi melalui kanal resmi dan tidak tergiur oleh tawaran hadiah instan yang tidak dapat diverifikasi. Untuk informasi lebih lanjut atau laporan terkait dugaan penipuan, nasabah dapat menghubungi BNI Call di 1500046.
    Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi BNI di bni.id/rejekiwondrbni atau langsung mengakses aplikasi wondr by BNI di ponsel.
     
    Sumber: 
    BNI Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Undian Rejeki wondr BNI

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran undian Rejeki wondr dari BNI tidak benar.
    BNI mengajak masyarakat untuk selalu mengecek informasi melalui kanal resmi dan tidak tergiur oleh tawaran hadiah instan yang tidak dapat diverifikasi. Untuk informasi lebih lanjut atau laporan terkait dugaan penipuan, nasabah dapat menghubungi BNI Call di 1500046.
    Untuk informasi lebih lanjut mengenai program undian Rejeki wondr dari BNI , masyarakat dapat mengunjungi situs resmi BNI di bni.id/rejekiwondrbni atau langsung mengakses aplikasi wondr by BNI di ponsel.
     
  • (GFD-2025-28551) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Rekrutmen Pertamina Patra Niaga

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/08/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran rekrutmen Pertamina Patra Niaga, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 11 Agustus 2025.
    Klaim link pendaftaran rekrutmen Pertamina Patra Niaga berupa tulisan sebagai berikut.
    "Open Rekrutmen PT PERTAMINA PATRA NIAGA 2025(Fresh Graduate / berpengalaman | minimal lulusan SMA/SMK , D3, S1, S2 | seluruh Indonesia).
    Lowongan ini tidak memungut biaya apapun silahkan daftar sekarang juga agar data langsung kami imput secepatnya
    Link pendaftaran di bawa ini 👇"
    Unggahan tersebut mengarahkan penerimanya untuk mengakses link pendaftaran berikut ini.
    "https://vip7daftarsekarang.ytiili.com/?fbclid=IwY2xjawMTsaVleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETF0Zzl4eG1GWkhIQUxod1R1AR5j822tacqMSpoTjncE0U0HzHgoVQGnMsUJx_I094Xe52JhJQfRHSLa2NPitg_aem_YqjtCISWcuiow2q1vk_eiA"
    Jika link tersebut diklik, mengarah pada halaman situs menampilkan formulir digital yang meminta sejumlah identitas, seperti nama pengguna dan nomor telepon.
    Benarkah klaim link pendaftaran rekrutmen Pertamina Patra Niaga? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran rekrutmen Pertamina Patra Niaga, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Waspada Lowongan Kerja Palsu Catut Pertamina Patra Niaga, Kenali Jalur Resminya" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 19 Agustus 2025.
    PT Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat untuk mewaspadai hoaks lowongan kerja. Undangan proses rekrutmen hanya melalui email resmi Recruitment Pertamina recruitment@pertamina.com.
    Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun mengatakan, Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melalukan pengecekan terhadap informasi lowongan kerja yang saat ini beredar luas di berbagai platform media sosial, mengatasnamakan Pertamina Patra Niaga, maupun Pertamina Group secara keseluruhan.
    "Pertamina Patra Niaga Imbau Masyarakat Menerima Informasi Lowongan Pekerjaan Melalui recruitment.pertamina.com," kata Robert, saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (19/8/2025).
    Menurut Robert, masyarakat bisa melakukan pengecekan terhadap informasi yang tersebar di media sosial dengan berbagai cara, yaitu menghubungi Pertamina Call Center 135, melalui akun sosial media @pertaminacarrer, @pertamina135, dan melalui situs resmi recruitment@pertamina.com.
    Robert mengungkapkan, Pertamina Patra Niaga maupun Pertamina Group tidak pernah memungut biaya apapun atau bekerja sama dengan travel agent manapun dalam proses perekrutan pekerja.
    Robert melanjutkan, untuk pengumuman kelulusan dan ketidaklulusan dan undangan proses rekrutmen hanya melalui email resmi Recruitment Pertamina recruitment@pertamina.com.
    "Lowongan kerja Pertamina Patra Niaga maupun Pertamina Group, dilakukan sesuai prosedur Perusahaan, transparan dan professional," imbuhnya.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran rekrutmen Pertamina Patra Niaga tidak benar.
    Pengumuman kelulusan dan ketidaklulusan dan undangan proses rekrutmen hanya melalui email resmi Recruitment Pertamina recruitment@pertamina.com.
  • (GFD-2025-28555) Hoaks Video Bupati Pati Sudewo Mengundurkan Diri

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/08/2025

    Berita

    tirto.id - Nama Bupati Pati, Sudewo, tengah menjadi sorotan publik. Sebabnya, kebijakan Sudewo yang yang menaikkan tarif PBB Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen mendapatkan protes luas hingga berujung demonstrasi besar-besaran yang dilakukan masyarakat Pati pada Rabu (13/8/2025).

    ADVERTISEMENT

    Nasib Sudewo saat ini memang tengah di ujung tanduk. Tekanan baginya untuk mundur dari jabatan tidak hanya datang dari masyarakat yang menggelar demonstrasi besar-besaran, tetapi juga menguat dari legislatif daerah.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Teranyar, semua fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) sepakat membentuk panitia khusus (Pansus) hak angket untuk memakzulkan Sudewo dari kursi orang nomor satu di Kabupaten Pati.
    #inline3 img{margin: 20px auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Di tengah ramai sorotan dan desakan mundur terhadap Sudewo, di media sosial beredar klaim yang menyebutkan bahwa Bupati Pati tersebut telah resmi mengundurkan diri.
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:20px auto;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Narasi itu disebarkan oleh sejumlah akun Facebook, di antaranya “M Alie Saputra” dan “Dwi Ananta”(arsip) pada Rabu (13/8/2025), dalam bentuk unggahan video yang menunjukkan seseorang berorasi sambil membacakan surat pengunduran diri. Video itu juga disertai narasi yang mengklaim bahwa Sudewo telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

    “AKHIRNYA BUPATI PATI SUDEWO RESMI MENGUNDURKAN DIRI‼️ Rabu 13 Agustus 2025 Bupati Pati resmi mengundurkan diri dari jabatan sebagai seorang bupati dan meminta maaf pada semua masyarakat Pati,” tulis keterangan takarir unggahan tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Hoaks Video Bupati Sudewo Mengundurkan Diri.

    Sepanjang Rabu (13/8/2025) hingga Kamis (21/8/2025) atau selama delapan hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 1,1 ribu tanda suka, 153 komentar, dan telah ditayangkan sebanyak 120 ribu kali.

    Lantas, benarkah klaim yang menyebut bahwa Bupati Pati, Sudewo telah resmi mengundurkan diri?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mengamati video yang disertakan dalam unggahan tersebut secara seksama dari awal hingga akhir. Sekilas, video itu memang menampilkan seorang pria yang tampak tengah membacakan surat pengunduran diri.

    Dalam orasinya, pria tersebut terdengar bilang, "Dengan ini, menyatakan sebagai berikut: Satu, bahwa terhitung sejak tanggal 13 Agustus saya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Bupati Pati. Karena telah gagal menjadi pemimpin yang berpihak pada masyarakat Kabupaten Pati dan menjalankan kekuasaan saya tidak menjunjung tinggi supremasi hukum."

    Namun, setelah diamati lebih lanjut, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam video tersebut. Salah satunya adalah fakta bahwa pria yang berorasi dan membacakan surat pengunduran diri itu ternyata bukanlah Bupati Pati, Sudewo.

    Tirto lantas melakukan penelusuran lebih lanjut terkait asal-usul dan konteks video tersebut dengan menggunakan teknik reverse image search serta pencarian menggunakan kata kunci terkait di platform YouTube.

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video identik ditemukan di kanal YouTube MerdekaDotCom dalam video berjudul “Keras! Perwakilan Pendemo Bacakan Draf Surat Tuntut Bupati Pati Sudewo Mundur” yang diunggah pada Rabu (13/8/2025).

    Berdasarkan keterangan yang tercantum pada unggahan tersebut, diketahui bahwa pria yang membacakan surat pengunduran diri dalam video bukanlah Bupati Pati, Sudewo. Sosok tersebut merupakan seorang perwakilan massa aksi yang membacakan draf surat pengunduran diri Bupati Pati sebagai bagian dari aksi demonstrasi yang berlangsung pada Rabu, 13 Agustus 2025.

    Baca juga:Mendagri Minta Bupati Pati Tetap Kerja Meski Terancam Pemakzulan

    Dengan demikian, karena video tersebut tidak menampilkan secara langsung sosok Bupati Pati, Sudewo, yang membacakan surat pengunduran diri. Isi surat yang dibacakan adalah draf yang disampaikan oleh perwakilan demonstran. Maka, belum dapat dipastikan atau disimpulkan bahwa itu merupakan pernyataan resmi pengunduran diri dari Sudewo.

    Seturut laporan Tirto, Sudewo menegaskan ogah mundur dari jabatannya sebagai kepada daerah, pada Rabu (13/8/2025).

    Dengan bangga, Sudewo menyatakan bisa menduduki jabatan bupati karena dipilih oleh mayoritas masyarakat Kabupaten Pati. Sehingga, ia menegaskan tak bisa serta-merta mundur.

    "Kalau saya kan dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan secara demokratis. Jadi tidak bisa saya berhenti dengan tuntutan itu. Semuanya ada mekanismenya," kata Sudewo usai didemo.

    Proses pemakzulan atas Sudewo yang diinisiasi oleh DPRD Kabupaten Pati masih terus berjalan. Meski demikian, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, meminta Bupati Pati, Sudewo untuk tetap bekerja dan memastikan pemerintahan berjalan dengan baik.

    Tito meminta Sudewo untuk meniru Bupati Jember, Faida, yang dimakzulkan oleh DPRD, namun tetap bekerja selama proses konstitusi itu berlangsung. Dia menceritakan selama proses pemakzulan pada 2020 lalu oleh DPRD Jember, Bupati Faida tetap bekerja hingga muncul putusan inkrah di Mahkamah Agung.

    "Sama seperti dulu waktu di Jember, juga pernah ada pemakzulan oleh DPRD, tetap berjalan pemerintahannya oleh bupati waktu itu. Dan kemudian DPRD-nya memenuhi kuorum menyampaikannya kemudian kepada Mahkamah Agung, nanti Mahkamah Agung yang menjadi wasitnya," ujarnya di Kompleks MPR/DPR RI, Senin (18/8/2025).

    Selebihnya, hingga Kamis (21/8/2025) tidak terdapat informasi maupun pernyataan resmi apa pun dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Pati, DPRD Pati, maupun dari pemberitaan media kredibel yang dapat membenarkan klaim bahwa Bupati Pati, Sudewo, telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim yang menyebut bahwa Bupati Pati, Sudewo, telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Pria yang membacakan surat pengunduran diri dalam video bukanlah Bupati Pati, Sudewo. Sosok tersebut merupakan seorang perwakilan massa aksi yang membacakan draf surat pengunduran diri Bupati Pati sebagai bagian dari aksi demonstrasi yang berlangsung pada Rabu, 13 Agustus 2025.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28556) Hoaks Kenaikan Biaya Admin Bank Negara, dari BRI, sampai Mandiri

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/08/2025

    Berita

    tirto.id - Narasi soal biaya administrasi bulanan perbankan naik per Agustus 2025 berseliweran di jagat maya. Di Facebook, akun bernama "Supraptiningsih Ludjeng" (arsip) membagikan klaim ini dengan menyebutkan setidaknya empat bank Himbara.

    ADVERTISEMENT

    Keempatnya antara lain Bank Rakyat Indonesia atau BRI, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan BTN atau Bank Tabungan Negara. Menurut keterangan unggahan, biaya administrasi BRI naik menjadi Rp 12.000, Bank Mandiri Rp 12.500, BNI RP 11.000, dan BTN Rp12.500.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    "Setelah Heboh Rekening Diblokir, Kini Netizen KAGET Biaya Admin Bulanan Bank Terbaru, Berlaku Per 3 Agustus 2025, Cek Tarifnya!," begitu bunyi kalimat pembuka unggahannya.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Biaya pengelolaan rekening bulanan BNI sebesar Rp11 ribu disebut dibarengi dengan saldo minimum Rp150 ribu. Jika saldo jatuh di bawah minimum, maka nasabah didenda sebesar Rp5.000.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sementara biaya administrasi BTN dikatakan bervariasi tergantung jenis tabungannya. Tabungan BTN Batara dikenakan biaya admin Rp12.500 per bulan, begitu pula dengan tabungan BTN EBATARAPOS.

    “Tabungan BTN Juara dikenakan biaya admin Rp20.000 per bulan. Kemudian, tabungan BTN Bisnis gratis biaya admin jika saldo lebih dari Rp5 juta, namun dikenakan biaya admin Rp12.500 jika saldo kurang dari Rp5 juta. Selanjutnya, tabunganKu BTN iB gratis dari biaya administrasi,” tulis akun pengunggah di bagian akhir narasinya.

    Tak hanya di Facebook, klaim serupa juga berlalu-lalang di TikTok dan Instagram.

    ADVERTISEMENT

    Namun, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Riset Tirto mula-mula mengecek situs resmi setiap akun bank untuk memastikan biaya admin bulanannya. Perlu digarisbawahi, biaya administrasi per bulan untuk setiap bank bervariasi tergantung pada jenis tabungan.

    Untuk Bank BRI BritAma misalnya, nasabah dikenai biaya administrasi bulanan sebesar Rp12 ribu, BritAma Bisnis gratis (ratas saldo minimal Rp5 juta), dan Simpedes sebesar 6 ribu. Untuk Giro BRI sendiri juga gratis, asalkan saldo dalam rekening bernilai lebih dari Rp10 juta.

    Sedikit lebih mahal dari BritAma BRI, biaya admin bulanan Tabungan Rupiah Bank Mandiri mencapai Rp12.500. Nominal yang sama juga berlaku untuk Mandiri Tabungan Bisnis. Sementara Mandiri Tabungan NOW memiliki biaya administrasinya Rp5 ribu per bulan,

    Kemudian untuk Bank BNI Rekening Taplus, biaya pengelolaan rekening yang dibebankan ke nasabah sebesar Rp11 ribu dan BNI Rekening Taplus Bisnis sedikit lebih murah, yakni Rp10 ribu.

    Terakhir, untuk Tabungan BTN Batara dan BTN EBATARAPOS, nasabah dikenai biaya administrasi Rp12.500 per bulan. Jika dirangkum, maka kurang lebih akan seperti ini:

    Bank BRI BritAma Rp12.000Bank Mandiri Tabungan Rupiah Rp12.500Bank BNI Rekening Taplus Rp11.000BTN Batara Rp12.500

    Suara,

    Berdasarkan informasi dari sejumlah berita dan situs BRI, untuk biaya administrasi bulanan jenis tabungan BRI Simpedes memang sempat naik dari Rp5.500 menjadi Rp6.000. Akan tetapi, selain itu belum ada informasi resmi lebih lanjut.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa narasi biaya admin bulanan Bank Himbara naik per Agustus 2025 bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Meski nominal yang disebut dalam unggahan sesuai, biaya itu tetap jika dibandingkan dengan tahun 2021. Berdasarkan informasi dari sejumlah berita dan situs BRI, untuk biaya administrasi bulanan jenis tabungan BRI Simpedes memang sempat naik dari Rp5.500 menjadi Rp6.000. Akan tetapi, selain itu belum ada informasi resmi lebih lanjut.

    Biaya administrasi per bulan untuk setiap bank bervariasi tergantung pada jenis tabungan. Nominal itu bisa dicek di masing-masing situs resmi bank.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan